Headlines News :
Home » , , » Korban Gempa Gayo Setuju Direlokasi, Kampung Bah Pun Ubah Nama Jadi Mahabbah

Korban Gempa Gayo Setuju Direlokasi, Kampung Bah Pun Ubah Nama Jadi Mahabbah

Written By Raja Pasee on Rabu, 24 Juli 2013 | 09.41


Takengon | acehtraffic.com – Kampung Bah Kecamatan Ketol merupakan salah satu kampung yang mengalami kerusakan parah akibat gempa yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 2 Juli 2013 lalu.
Hampir seluruh rumah di kampung tersebut hancur. Selain itu sebanyak lima orang meninggal dunia, dan 127 dari 146 Kepala Keluarganya mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Pascagempa itu, masyakarat kemudian mengusulkan agar kampungnya direlokasi. “Melihat dampak yang dirasakan akibat gempa, masyarakat setuju direlokasi,” kata Kepala Kampung Bah, Selamatsyah, Selasa 23 Juli 2013 dihadapan Bupati Aceh Tengah, Ir. Nasaruddin, MM.
Bupati mengungjungi kampung Bah didampingi Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Inf. Lalu Habiburrahim, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Artanto, Sik, Kajari Takengon, Roch Adi Wibowo, SH, MH, dan Ketua MPU Aceh Tengah, Drs. Tgk. Ali Djadun.
Kedatangan Bupati beserta beberapa unsur pimpinan daerah setempat untuk melihat kondisi terakhir masyarakat serta menyerap aspirasi usulan warga untuk relokasi permukiman ke tempat yang baru.
“Sebenarnya apa arti Bah?” tanya Ketua MPU Ali Djadun. Beberapa warga lalu memberi jawaban baragam, ada yang mengatakan luapan air besar dan lainnya.
“Bagaimana kalau diganti dengan Mahabbah, yang artinya saling mencintai,” ujar Ali Djadun dan tampak disepakati oleh warga.
“Oke, mulai saat ini kita ganti nama Bah dengan Mahabbah, semoga membawa berkah,” kata Bupati Nasaruddin, sekaligus meminta warga menunjukkan tempat relokasi yang disepakati bersama.Setelah itu, warga kemudian membawa rombongan bupati menuju kawasan seluas lima hektar berjarak 1,5 kilometer dari Kampung Bah saat ini. Lokasi tersebut dinilai warga layak untuk di huni, dan setelah melihatnya langsung, bupati serta beberapa unsur pimpinan daerah yang hadir juga setuju dengan lokasi yang diusulkan warga.
“Kalau sudah sepakat di sini, nanti tolong ditata dari awal,” ujar Kajari Adi Wibowo yang menginginkan penataan yang lebih rapi setelah direlokasi, misalnya letak masjid, jalan dan perumahan.
“Betul, lokasi mesjid harus ditengah permukiman, biar semua warga dekat bila ingin beribadah,” demikian timpal Nasaruddin.
Disamping itu masyarakat di Kampung Bah dan Kampung Serempah Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah juga menyatakan persetujuannya untuk direlokasi ketempat yang lebih baik dan aman.

Menurut hasil kajian ilmiah kedua tempat tersebut tidak layak lagi untuk didiami oleh warga karena berada pada jalur patahan gempa, sehingga sewaktu-waktu dikhawatirkan tanahnya bisa amblas, seperti yang terjadi di Kampung Serempah.

Kesepakatan masyarakat tersebut dilontarkan dihadapan pimpinan daerah yang melihat kondisi terakhir warga pada Selasa 23 Juli 2013. Hadir dalam kunjungan itu diantaranya Bupati Aceh Tengah, Ir. Nasaruddin, MM, Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Inf. Lalu Habiburrahim, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Artanto, Sik, Kajari Takengon, Roch Adi Wibowo, SH, MH, dan Ketua MPU Aceh Tengah, Drs. Tgk. Ali Djadun.

“Melihat dampak yang ditimbulkan akibat gempa, masyarakat setuju direlokasi,” ujar Kepala Kampung Bah, Selamatsyah
Bupati beserta unsur pimpinan daerah lainnya kemudian turut melihat lokasi yang disepakati warga Kampung Bah untuk tempat tinggal ke depan, yaitu tanah seluas 5 hektar yang terletak di Dusun Serempingen, masih di wilayah kampung yang sama.

Sedangkan untuk Kampung Serempah yang juga menjadi target relokasi, warga setempat juga ikut menunjukkan tempat yang cocok untuk mereka tinggali kedepan, dan tempatnya berdekatan dengan lokasi warga bah yang baru

Sebagian besar warga Bah dan serempah selama ini tinggal di pengungsian yang berlokasi di Kampung Kute Gelime dan Kampung Sp Rejewali.

“Jika tempat relokasi sudah disepakati, warga yang selama ini tinggal di pengungsian akan dipindahkan terus kemari,” kata Nasaruddin

Kampung Bah saat ini berpenduduk 146 Kepala Keluarga, sebanyak 127 Kepala keluarga dalam pengungsian, sedangkan Kampung Serempah berjumlah 76 Kepala Kaluarga, seluruhnya mengungsi. | AT | I | Acehkita | Foto: Isbahannur |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger