Headlines News :
Home » , » Para Relawan Galau [2 Selesai]

Para Relawan Galau [2 Selesai]

Written By Raja Pasee on Selasa, 23 Juli 2013 | 07.06



acehtraffic.com- Setelah beristirahat setengah hari, melepas lelah, sang relawan kembali mengumpulkan bantuan untuk diangkut ke dataran Tinggi Gayo, kali ini sejumlah bantuan sudah di plotkan ke beberapa desa untuk didistribusikan. Sebelum berangkat sejumlah diskusi muncul, dari persoalan relawan itu sendiri sampai bagaimana cara distribusi bantuan kesana, hingga persoalan yang diderita para pengungsi.

Setelah menikmati kopi seteguk dan rokok sebatang,  kawanan relawan ini memutuskan untuk bergerak, karena targetnya pagi sudah sampai disana. Sepanjang jalan diskusi mengarah ke diskusi galau terjadi, dari persolan pemerintahan, korban gempa hingga agama.

Satu sama lain memiliki pikiran yang berbeda dalam topic yang sama, perdebatan tak terelakkan, pasalnya ada sejumlah bahasan yang terkadang justru tidak mengarah ke objek atau justru ngaur dan seoalah ingin menunjukkan sebuah nilai kebenaran dari apa yang disampaikan. Diskusi itu memecahkan kehiningan dan seramnya dataran tinggi Gayo itu.

Diskusi belum berhenti dalam perjalanan itu, walau tanjakan dan seramnya jurang jelas terlihat disisi jalan Bireuen -Takengon itu. Namun diskusi masih terus terjadi.  Tepat saur mobil yang membawa relawan itu mendarat di simpang Balek kecamatan Weh Pesam Bener Meriah.

Benseh seperti diplomat, bawaanya serius. Sesekali dia pegang Hp tua entah melaporkan perkembangan entah juga mengutak ngatik kypad Hp untuk menghibur dirio dalam masa menunggu pagi yang dingin itu. Sebagian yang lain memilih tidur di mobil dan mengecas hp serta peralatan lain yang kurang battery.

Setelah sekian lama disana, cahaya merah terlihat dari balik perbukitan, para penghuni toko mulai membuka tokonya. Mereka menyapu dan mengatur barang untuk memulai jualan di hari itu. Begitu juga dengan empat relawan itu kembali melanjutkkan perjalanan menuju lokasi pengungsi.

Sekitar 30 menit perjalanan sampai didesa yang dituju. Barang bantuan di paket dan kemusdian didistribusikan ke sejumlah posko pengungsi. Berbagai pemandangan terlihat didesa –desa yang dilumat gempa 2 Juli 2013 lalu itu.

Umumnya rumah mereka runtuh, ada yang sisinya terangkat, dan ada juga yang bagian dari letak rumah mereka lonsor. Sejumlah tenda darurat terpasang di depan rumah rumah warga yang sudah hilang bentuknya itu.

Untuk mengusir panas dari tenda terpal plastic alakadar itu, banyak wearga yang melapisi dengan dauj pisang untuk menghindari panas di kala hari tiba. Dan menghindari tetesan embun dikala malam. ,” Jika siang panas sekali tenda terpal plastic, makanya banyak yang lapisi dengan daun pisang ,” Ujar seorang warga pengungsi.

Tidak cuma itu karena tidak tahannya para pengungsi didalam tenda terpal, banyak para pengungsi yang memilih untuk membangun gubuk dengan sisa kayu dan seng reruntuhan rumahnya.  Hal tersebut tidak lain untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari serangan berbagai penyakit.

Karena bukan hal mudah tidur dibawah tenda “alakdar di dataran tinggi Gayo” selain cuaca dingin juga belakangan ini angin kencang juga sering datang dikala malam tiba. Sehingga mau tidak mau masyarakat harus memikirkan keselamatan dan nasibnya, karena tidak mungkin mereka bertahan dalam tenda terpal super darurat itu hingga datang proses rekontruksi dari pemerintah. Sementara itu pun belum jelas tanggal dan bulan berapa.

Hampir sejumlah tempat para pengungsi memiliki kondisi yang sama, informasi tentang relokasi terhadap desa-desa yang rawan lonsor juga berhembus diantara para pengungsi, namun belum jelas juga kemana dan dimana mereka akan ditempatkan kemudian. Setelah berkeliling dan mendengarkan berbagai persoalan itu akhirnya relawan kembali.

Dalam perjalanan masuk lagi sejumlah agenda lain,
hari sudah menjelang sore, sementara  waktu sangat sempit. Agenda -agenda tersebut ada yang terlihat penting, namun ada juga yang memang dapat dikerjakan untuk esok hari, namun terkadang kegalauan membuat itu mejampu lawok atau bercampur aduk didalamnya. 

Antara tujuan dan selingan serta kepentingan individual yang dipaksakan, karena tidak enak - harus dikerjakan, jadwal sering berubah-ubah, hari terus menanjak malam. Sang relawan menghadap dingin menusuk tulang dengan kondisi Galau  | TIM acehtraffic.com | 

Baca juga :Para Relawan Galau [1]
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger