Langsa | Acehtraffic.com- Entah karena “Padatnya” antrian kapal di pelabuhan Kuala Langsa atau Pelabuhan umum Kreung Geukuh Lhokseumawe hingga membuat sebuah kapal motor menurunkan ratusan ton muatan beras di pelabuhan Ex- Lockpon Wiralano Alur Rantau Panjang Bayeun, Desa Alue Raya, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, Propinsi Aceh.
Kejadian ini terjadi, Sabtu 1 September 2012 malam dinihari sampai Minggu sore, 2 September 2012, berdasarkan keterangan buruh bongkar muat bahwa ratusan ton beras tersebut berasal dari negeri jiran Malaysia.
Minggu sore terlihat sejumlah pekerja di lokasi tampak melakukan bongkar muat barang tersebut dengan aman dari kapal ke sejumlah truk pengangkutan yang telah tersedia. Pembongkaran beras tersebut dilakukan sejak Sabtu malam dini hari hingga Minggu sore.
Barang tersebut diduga adalah beras saat itu langsung dilakukan bongkar muat dari kapal bernomor GT.137 No 586-NA, ke sejumlah truk pengangkutan oleh buruh bongkar muat, dan berdasarkan keterangan buruh bongkar mautan tersebut akan diangkut ke Medan, Sumatra Utara.
Dilokasi bongkar muat beras tersebut juga tampak dua orang warga bermata sipit, pria sipit itu terlihat mengawasi dari dalam mobil jenis Avanza warna hitam. Warga mata sipit itu itu dikenal dengan panggilan T…alias T, dia diduga tangan kanan toke pemilik barang tersebut.
Setelah dimuat ke truk, satu persatu truk tersebut berangkat keluar area “Pelabuhan” dan menuju Medan, Sumatera Utara.
Kepala bea cukai Langsa, Arief Andrian saat dikonfirmasi mengaku kecolongan terkait pembongkaran beras selundupan tersebut, dan baru turun kelapangan setelah pembongkaran selesai.
“Kita kekurangan anggota, dan kami terlambat kelapangan, karena kami lebih duluan cek ke Kuala Langsa,” Aku Arief yang dikonfirmasi The acehtraffic.com, Rabu 12 September 2012.




Posting Komentar