Headlines News :
Home » , , , » Kisah Bebasnya Warga Inggris dari Tangan Penculik

Kisah Bebasnya Warga Inggris dari Tangan Penculik

Written By Raja Pasee on Jumat, 14 Juni 2013 | 11.59

acehtraffic.com- Dua hari dalam sanderaan kelompok bersenjata dihutan Rantau Peureulak Aceh Timur Malcolm Primerose, 61 tahun, warga Inggris, mengaku mendapatkan diperlakukan manusiawi. Jumat 14 Juni 2013.

"Ia sempat tidak memiliki harapan, namun Allah berkata lain, penculik melepaskannya,"

Menurut tuturan istrinya Nur Asiah (34) tahun berdasarkan cerita yang disampaikan  suaminya Malcolm Primerose, selama dalam penyanderaan ia tidak mengalami penyiksaan, bahkan suaminya.

Nur Asiah juga menambahkan selama dua hari itu, sumainya juga diberikan makan dan minum oleh penculik. Jikapun demikian, selama dalam sanderaan para penculik, Malcolm Primerose sempat berpikir tidak sempat lagi bertemu Muhammad Glen anak simata wayang mereka yang kini berumur 18 bulan.

Namun Allah berkata lain, Rabu 12 Juni 2013 malam, empat orang penculik memindahkan suaminya dari suatu tempat ketempat lain. 

Suaminya diantar dengan menggunakan rakit menyebrangi Kreung Peureulak menuju perkebunan PT. Wira Perca/PT Citra Ganda Utama (CGU). Sesampai disana ditengah malam buta Malcolm Primerose difasilitasi satu tilam dan diminta penculik untuk tidur diatas tilam tersebut.

Sumber lain menyebutkan sebelum ditinggal oleh para penculik, Malcolm Primerose sempat dipesan oleh para penculik, bila pagi tiba ia diminta untuk selalu berjalan ke arah kanan. 

Setelah Malcolm Primerose memastikan penculik telah pergi, ia pun memulai berjalan tanpa arah dalam kegelapan malam, hingga ia menemukan pos satpam PT. Wira Perca.

Sekitar pukul 6:30 WIB kepada satpam yang bernama Abdurahman   (42), ia meminta tolong. ,”Saya bulek yang diculik, tolong saya,” Begitulah kira-kira ungkapan Malcolm Primerose saat itu.

Abdurahman diantara sadar dan tidak mendengar teriakan minta tolong, ia pun menolong Malcolm Primerose dalam keadaan berdiri menggunakan tongkat dari kayu.

Sebagai rasa kemanuasiaan Abdurahman mempersilakan duduk Malcolm Primerose dan memberikan minuman, kemudian Abdurahman menghubungi  manager kebun. 

Pada kesempatan itu Malcolm Primerose juga menghubungi istrinya dengan menggunakan HP milik satpam kebun. Disana Malcolm Primerose menanyakan dimana istrinya. ,"Jemput saya,"

,” Dia seperti tidak percaya udah lepas dan bertemu kami kembali, tetapi dia berkata, semua ini karena ALLAH,” Ujar Malcolm Primerose yang sudah memeluk agama islam ini sebagaimana ditirukan istrinya.

Informasi keberadaan Malcolm Primerose di Pos Satpam tersebut cepat melebar sejumlah warga Alur Kol pun datang kesana, tidak lama kemudian sekitar 8:00 Wib sejumlah anggota polisi beserta ambulan datang menjemput.

Malcolm Primerose sempat disinggahi di Mapolsek Rantau Peureulak sebelum dibawa ke Langsa untuk istirahat. Malcolm Primerose telah kembali dengan selamat, Muhammad Glen (18) kembali melihat orang tuanya.

Sebenarnya ada cerita apa sebelumnya hingga enam lelaki bersenjata itu, menculik karyawan Blade Energy Indonesia, kontraktor PT Medco E&P Indonesia-Block A yang sedang finishing pengeboran di lapangan Matang Satu Blang Simpo tersebut?.. | Qistina |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger