Headlines News :
Home » » Di Stavanger, Norwegia Umat Muslim Berpuasa 19 Jam Lebih

Di Stavanger, Norwegia Umat Muslim Berpuasa 19 Jam Lebih

Written By Raja Pasee on Senin, 15 Juli 2013 | 07.05



Acehtraffic.com - Seperti yang kita ketahui, umat islam di Indonesia berpuasa mengikuti peredaraan matahari yaitu menghentikan makan dan minum ketika fajar terbit dan berbuka ketika matahari tergelincir. Ya rata rata kita umat islam yang tinggal ditempat yang siang dan malam berbagi rata yaitu 12 jam.

Tapi bagaimana bagi umat islam tinggal ditempat yang siangnya lebih panjang dari pada malam, misalnya di dibelahan dunia bagian utara atau selatan yang siangnya berkisar  antara 15 jam sampai 20 jam pada saat musim panas, tentu akan sangat menyiksa kalau berpuasa ditempat yang seperti itu.

Tetapi bagi Komunitas Muslim di Norwegia yang menetap di Stavanger kota no 4 terbesar di Norwegia termasuk dekat garis kutub Utara, berpuasa lebih dari 19 jam. Lamanya durasi puasa dikarenakan bulan Ramadhan bertepatan dengan musim panas pada tahun ini.

Pada musim panas matahari menyinari Stavanger hingga 20 jam lebih. Kapan matahari terbit dan tenggelam nyaris tak bisa disaksikan mata. Datangnya malam hanya ditandai dengan semburat merah di langit mencipta cahaya alam yang remang-remang. Sebaliknya di musim dingin, dalam sehari cahaya matahari mampir hanya beberapa jam, lalu gelap berkawan suhu dingin menusuk tulang.

Efek dari hal itu, Muslim Norwegia yang berpuasa melaksanakan waktu berbuka dan sahur yang berbeda 4 jam saja. Mereka berbuka pada pukul 22.50 waktu setempat, lalu tarawih pada pukul 11.45 dan sahur pada pukul 03.30.

Bagi Warga Aceh yang menetap di Stavanger, Norwegia mengaku tidak sulit menjalani puasa karena cuaca dingin tidak begitu panas walaupun musim panas. Serta bisa shalat tepat waktu, hanya saja jarak berbuka dan sahur sangat pendek.

Bagi kami, ini merupakan anugerah, karena dapat merasakan bagaimana puasa dengan waktu yang tidak biasa bagi kami berpuasa, yaitu lebih 19 jam. Dan ada juga sebagian warga Aceh yang pulang kampung dan ke Malaysia untuk berpuasa di sana sambil berlebaran di kampung halaman dengan sanak family.

Sebagian besar Muslim Stavanger merupakan Imigran. Mereka berasal dari Turki, Afghanistan, Pakistan, Iran, Irak, Suriah, Somalia, Tunisia, Chehnya dan Indonesia.

Kita tentu sudah tahu, ada perbedaan antara penanggalan Hijriyah yang menggunakan sistem bulan dan Biladiyah/Mesehi yang menggunakan sistem Matahari, sehingga jumlah hari dalam satu tahun tidaklah sama diantara keduanya.

Hal ini mengakibatkan datangnya bulan Rhamadan tidak sama, ada kalanya tiba pada musin dingin dan ada kalanya pula pada musim panas. Kita juga telah mengetahui bahwa di wilayah sub tropis dan wilayah bagian utara dan selatan, dimusim panas akan mengakibatkan siang hari akan lebih lama dari pada malam hari dan dimusim dingin akan mengakibatkan malam hari akan lebih panjang dari siang hari.

Dan tentu saja ini akan berpengaruh terhadap daya tahan seseorang yang sedang melaksanakan ibadah puasa khususnya ketika bulan puasa jatuh pada musim panas. Tak terbayangkan kita berpuasa antara 15 jam sampai 20 jam kerena berpuasa itu dimulai  ketika matahari terbit dan di akhiri ketika matahari terbenam.

Tulisan Ini Ditulis Oleh Baharuddin Sarjani Yang Berkediaman di Nedstrandsgata 62, Stavanger, Norway
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger