Headlines News :
Home » » Bendera Aceh Tidak Bisa Ditolak Oleh Pemerintah Pusat

Bendera Aceh Tidak Bisa Ditolak Oleh Pemerintah Pusat

Written By Unknown on Sabtu, 06 April 2013 | 08.51

Jakarta | acehtraffic.com - Dewan Pakar Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), Justiani, mengatakan penetapan bendera Aceh sulit ditolak karena merupakan realisasi dari Perjanjian Helsinki yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka.

Namun menjadi serius lantaran bendera tersebut seperti simbol kemerdekaan Aceh secara de facto. 

"Bahkan sejak penandatanganan Perjanjian Helsinki, Aceh sudah merdeka secara de facto," kata Justiani di kantor Pekat, Sabtu, 6 April 2013. sebagaimana dirilis media Tempo

Menurut dia, pemerintah bakal tersandung Perjanjian Helsinki ketika mempersoalkan bendera Nangroe Aceh Darussalam yang baru saja ditetapkan. Namun, pemerintah tetap tidak dapat menutup mata sebab bendera Aceh sangat mirip bendera organisasi separatis. 

"Bendera itu justru memotivasi semangat separatisme dan bisa memecah belah semangat negara kesatuan," kata Justiani.

Dua pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengesahkan Qanun atau Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Bendera tersebut mirip kepunyaan GAM, berwarna dasar merah, di tengahnya terdapat gambar bintang dan bulan sabit.

Jumat kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah memahami persoalan tersebut sebagai ketentuan undang-undang dan hukum di suatu daerah. Tetapi, Yudhoyono menegaskan, bendera Merah Putih harus berkibar di seluruh wilayah Tanah Air. Serta, bendera dan lambang daerah tidak boleh menjadi bendera kedaulatan dan mengganggu persatuan. 

"Saya tidak ingin ada masalah baru yang sebenarnya tidak diperlukan,” kata Yudhoyono. | AT | R | SUMBER TEMPO |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger