
Semarang | Acehtraffic.com - Kemal Setya Aji (38) dan Chaerul Setiawan (39) harus dilarikan ke Rumah Sakit Telogorejo, Semarang karena terkena tembakan yang dihempaskan oleh bosnya, Mirzam Adli (28). Penembakan tersebut dipicu oleh hilangnya tiga mobil di showroom milik Mirzam.
Peristiwa terjadi di rumah Mirzam di jalan Sinar Sentosa no.397, Kedung Mundu, Semarang pada Rabu 6 Juni 2012 malam. Saat itu Mirzam tersulut api emosinya ketika beradu mulut dengan kedua korban yang merupakan karyawannya.
Awalnya Mirzam emosi karena setelah berlibur dari Bali dan tiba di Semarang hari Minggu (3/6), ia mendapati tiga mobil di showroomnya di jalan Indraprasta, Semarang sudah raib. Mobil tersebut adalah dua Honda Stream dan sebuah Toyota Avanza. Dugaan pelaku langsung tertuju pada pegawai bernama Sulis yang tidak menampakkan diri sejak hilangnya tiga mobil tersebut.
Untuk memastikan, maka Mirzam memanggil kedua orang tersebut ke rumahnya pada pukul 18.00 WIB. Namun bukannya menemukan titik temu, justru mereka terlibat adu mulut.
"Mereka malah berlagak. Saya jadi curiga terus kami cek-cok di ruang tamu," kata Mirzam di Mapolrestabes Semarang, jalan Dr. Sutomo, Semarang, Rabu (6/6/2012).
Karena emosi, ia langsung beranjak menuju lantai dua untuk mengambil senjata Colt 38 dan mengarahkannya kepada dua korban. Alhasil Kemal mendapatkan luka di pipi kanan dan tangan kanan, sementara itu di bahu kanan Chaerul bersarang sebuah peluru.
Setelah menembak secara membabi buta sebanyak tiga kali, Mirzan yang saat itu masih mengenakan sarung langsung menyerahkan diri menuju Polsek Pedurungan, setelah itu ia dibawa ke Polrestabes Semarang. Sementara itu di rumah Mirzan polisi menemukan 27 butir peluru.
"Pistol saya dapat kira-kira dua tahun yang lalu dari teman saya yang sempat tinggal bareng," aku Mirzan.
"Nggak ada surat ijinnya karena pistolnya itu ditinggalkan teman saya yang kabur dari rumah," imbuhnya.
Terkait kejadian tersebut, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan pihaknya yakin kasus tersebut akan segera terungkap. "Selain korban masih hidup, tersangka pun sudah ditangkap. Kami akan selidiki lebih dalam kasus ini," ungkapnya.| AT | DT |
Peristiwa terjadi di rumah Mirzam di jalan Sinar Sentosa no.397, Kedung Mundu, Semarang pada Rabu 6 Juni 2012 malam. Saat itu Mirzam tersulut api emosinya ketika beradu mulut dengan kedua korban yang merupakan karyawannya.
Awalnya Mirzam emosi karena setelah berlibur dari Bali dan tiba di Semarang hari Minggu (3/6), ia mendapati tiga mobil di showroomnya di jalan Indraprasta, Semarang sudah raib. Mobil tersebut adalah dua Honda Stream dan sebuah Toyota Avanza. Dugaan pelaku langsung tertuju pada pegawai bernama Sulis yang tidak menampakkan diri sejak hilangnya tiga mobil tersebut.
Untuk memastikan, maka Mirzam memanggil kedua orang tersebut ke rumahnya pada pukul 18.00 WIB. Namun bukannya menemukan titik temu, justru mereka terlibat adu mulut.
"Mereka malah berlagak. Saya jadi curiga terus kami cek-cok di ruang tamu," kata Mirzam di Mapolrestabes Semarang, jalan Dr. Sutomo, Semarang, Rabu (6/6/2012).
Karena emosi, ia langsung beranjak menuju lantai dua untuk mengambil senjata Colt 38 dan mengarahkannya kepada dua korban. Alhasil Kemal mendapatkan luka di pipi kanan dan tangan kanan, sementara itu di bahu kanan Chaerul bersarang sebuah peluru.
Setelah menembak secara membabi buta sebanyak tiga kali, Mirzan yang saat itu masih mengenakan sarung langsung menyerahkan diri menuju Polsek Pedurungan, setelah itu ia dibawa ke Polrestabes Semarang. Sementara itu di rumah Mirzan polisi menemukan 27 butir peluru.
"Pistol saya dapat kira-kira dua tahun yang lalu dari teman saya yang sempat tinggal bareng," aku Mirzan.
"Nggak ada surat ijinnya karena pistolnya itu ditinggalkan teman saya yang kabur dari rumah," imbuhnya.
Terkait kejadian tersebut, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan pihaknya yakin kasus tersebut akan segera terungkap. "Selain korban masih hidup, tersangka pun sudah ditangkap. Kami akan selidiki lebih dalam kasus ini," ungkapnya.| AT | DT |
Posting Komentar