Headlines News :
Home » » Harga Gas Elpiji Naik, Konsumen Semakin "Terjepit"

Harga Gas Elpiji Naik, Konsumen Semakin "Terjepit"

Written By Unknown on Minggu, 02 Juni 2013 | 01.11



Acehtraffic.com - Gas elpiji 3 kilogram maupun 12 kilogram, selain langka di pasaran, harganya pun melambung tinggi. Salah satu pangkalan gas milik Sudarto di Jakarta Timur misalnya, sudah menjual gas 3 kilogram sebesar Rp 13.500, padahal harga resmi untuk isi ulang tabung gas mini itu seharusnya Rp 11.500.

Harga yang lebih mahal malah terlihat di minimarket dekat pangkalan gas tersebut. Toko ritel menjual gas elpiji 3 Kg pada kisaran Rp 14.500 hingga Rp 15.000. Di pangkalan gas lain juga ada yang menjual sampai Rp 17.000 per tabung.

Kenaikan harga juga dialami elpiji ukuran 12 kilogram. Bahkan, lonjakan harganya jauh lebih gila-gilaan dari harga resmi yang seharusnya Rp 72.000.

"Yang 3 Kg saya jual Rp 13,500. Untuk yang 12 Kg jujur saja saya jual Rp 130.000 karena langka," ujar Sudarto di warungnya, Jakarta, Minggu (2/6).

Sementara bagi konsumen, variasi harga elpiji pelbagai ukuran itu membingungkan. Pasalnya, tidak ada jaminan pangkalan gas menjual lebih murah dari minimarket.

Dari pengakuan warga Kecamatan Makassar, Jakarta Timur bernama Muji elpiji 12 Kg yang paling bervariasi harga jualnya. "Beda-beda ada yang jual Rp 75.000 ada yang Rp 80.000," tutur penjual nasi di bilangan Jakarta Timur itu.

Kelangkaan dan lonjakan harga, diakui Vice President Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya terjadi di beberapa lokasi. Penyebabnya gangguan distribusi dan kebutuhan karena hujan serta meningkatnya permintaan terutama saat liburan panjang dan jelang bulan puasa. Selain Jakarta, kelangkaan dan kenaikan harga sudah terpantau pula sejak pertengahan Mei lalu di Nganjuk, Jawa Timur, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Bandung, dan Mesuji, Lampung

Kelangkaan ini terjadi di tengah wacana kenaikan harga elpiji untuk tabung 12 kilogram. Selaku konsumen, Muji mengaku tidak masalah jika harga gas dinaikkan. Namun, syaratnya, Pertamina wajib menjamin pasokan aman di pasaran.

"Maksimal naiknya Rp 500," katanya sambil tersenyum.

Konsumen lain. M. Zen, menolak kenaikan harga. Dia justru menginginkan harga elpiji khususnya 3 kilogram diturunkan. Dia mengaku sebagai masyarakat berpenghasilan rendah tak akan mampu menjangkau harga gas yang terlalu tinggi. Masalah baginya tambah runyam karena pasokan pun kini menjadi langka.

"Kalau kami, harus turun. Rakyat gelisah, elpiji 3 kilogram ada yang jual Rp 17.000," kata Zen.| AT | M | MR |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger