Headlines News :
Home » , » Ini Penyebab Kekurangan Dokter di Indonesia ?

Ini Penyebab Kekurangan Dokter di Indonesia ?

Written By Raja Pasee on Kamis, 20 Juni 2013 | 08.42


Jakarta | acehtraffic.com – Pertemuan dokter muda yang tergabung dalam Aliansi Dokter Muda Indonesia (ADMIN) terungkap bahwa kekurangan dokter yang akan melayani penduduk ternyata disebabkan birokrasi yang berbelit yang dilakukan lembaga penguji kompentensi dokter dinegeri ini. Kamis 20 Juni 2013

Aliansi Dokter Muda Indonesia  (ADMIN) menyebutkan jumlah Fakultas Kedokteran yang saat ini berjumlah 73 institusi dan angka lahiran dokter pertahunnya sekitar 5000 ribuan orang, justru itulah yang membuat aneh, kenapa Indonesia masih kekurangan dokter umum?

Nah, ternyata, ada lembaga yang ikut memperlambat proses distribusi dokter. Siapa dia? Dalam pertemuan itu terungkap UKDI yang sudah berjalan sejak tahun 2007 sampai bulan  Mei 2013 kemarin menyimpan banyak beberapa dokter retaker (Rencana  Strategi Dokter Layanan Primer) yang diharuskan mengulang uji kompetensi menurut data berkisar antara 2500-4000 dokter.

Sebagai contoh pada Januari 2013 hanya terdapat 1.524 orang retaker yang mengikuti UKDI yang  ke 22 dari 4.423 orang retaker yang ada di Indonesia. Hal ini menandakan hilangnya motivasi para retaker untuk mengikuti UKDI dan kurangnya bimbingan/ remediasi khusus para retaker.

Terlebih dari hasil UKDI, cukup banyak diokter muda yang harus berkali mengikuti namun tank kunjung lulus. Seperti dalam data berikut ini,  terdapat 1 orang telah mengikuti sebanyak 20 kali UKDI, 2 orang sebanyak 16 kali UKDI, 4 orang sebanyak 15 kali UKDI, 9 orang sebanyak 14 kali UKDI, 13 orang sebanyak 13 kali UKDI, 18 orang sebanyak 12 kali UKDI, dan dari mereka semua tidak ada yang lulus di UKDI 22. Belum lagi dari 1.100 orang retaker UKDI 1-11 hanya 377 orang yang lulus.

Ditambah lagi jumlah retaker juga merupakan hasil dari UKDI sebelumnya. Hal ini sangat menjelaskan semakin banyak lagi penambahan jumlah retaker UKDI di Indonesia (berkisar 2500-4000 orang).

Dari Hasil Evaluasi Internsip oleh BPPSDM Kesehatan, Badan Litbangkes, FKUI, FKUGM, dan FKUA tahun 2013 didapatkan hasil survey terhadap peserta Internsip sebanyak 72,9% peserta merasa TIDAK MAMPU untuk menjadi dokter pelayanan primer tanpa melalui proses Internsip.

Padahal mereka yang mengikuti internsip telah lulus dalam UKDI. Internsip yang mempunyai sasaran akhir pemahiran, pemandirian, dan peningkatan profesionalisme peserta seharusnya tidak ada peningkatan Standar Kompetensi Dokter Indonesia yang diujikan ke dalam UKDI. Kenyataan ini harus memberikan evaluasi terhadap penyelenggaraan UKDI.

Beberapa Fakultas kedokteran dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami peningkatan jumlah mahasiswa baru, bahkan ada yang mencapai lebih dari 500 orang dalam satu kali penerimaan.

Saat ini baru 45 Fakultas Kedokteran yang meluluskan mahasiswanya untuk mengikuti UKDI. Dari 73 Fakultas Kedokteran di Indonesia, dapat diprediksi jika penanganan retaker tidak dengan segera menjadi perhatian serius, maka jumlah retaker tidak terbendung lagi, dan bakal banyak dong dokter yang berstatus “Merumahkan Diri”| AT | RD | Azwar| 

Baca juga : UKDI ’Bunuh’ Aktivitas Dokter Muda, IDI Harus Tanggung Jawab




Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger