Headlines News :
Home » , » UKDI ’Bunuh’ Aktivitas Dokter Muda, IDI Harus Tanggung Jawab

UKDI ’Bunuh’ Aktivitas Dokter Muda, IDI Harus Tanggung Jawab

Written By Raja Pasee on Kamis, 20 Juni 2013 | 08.22


Jakarta | acehtraffic.com – Pelaksanaan uji kompentensi yang digelar organisasi Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI)  terhadap dokter muda membuat pelayanan publik terganggu. Kamis 20 Juni 2013. Pasalnya selain ujian itu dipungut biaya banyak, dan banyak dokter muda "terbunuh" aktivitas gara–gara UKDI.

M.Iqbal Elmubarak Ketua umum Akademi Dokter Muda Indonesia (Admin) mengatakan UKDI yang selama ini terjadi sangat merugikan dokter muda, karena UKDI sudah dijadikan sebagai lahan komersil oknum untuk “memeras” dokter muda guna mendapatkan sertifikat berpraktik.

Iqbal menambahkan selama ini banyak dokter muda yang telah dilantik menjadi pasca menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas-Universitas banyak terkendali sertifikat izin praktik, karena selama sertifikat itu harus diperoleh setelah wajib mengikuti UKDI.

,”Sementara UKDI yang terjadi selama ini seperti menghambat para dokter muda” Ujar M.Iqbal dalam acara talk show bertemakan 'Masa depan Retaker hari ini dan hari esok, siapa yg bertanggung jawab' di Museum Kebangkitan Nasional, Gedung Stovenia, Jakarta Pusat.Kamis.
Berdasarkan data  kementerian kesehatan RI tahun 2013, jumlah dokter  umum saat ini sekitar 88.000, sedangkan jumlah rakyat Indonesia sekitar 250 juta jiwa lebih.  Sementara idealnya seorang dokter menangani penduduk 1:2.500 artinya satu orang dokter melayani 2.500 penduduk.,”  Jika ingin mencapai itu kita butuh sekitar 101.040 dokter umum,”

Dengan minimnya keberadaan dokter  saat ini, maka dapat disimpulkan yang akhirnya lebih banyak berperan adalah perawat dan bidan. Berkaca dari kurangnya jumlah dokter umum saat ini.  

Pertemuan itu juga tercapai beberapa kesempatan bahwa ujian kompetensi dokter  nantinya akan dikembalikan ke fakultas kedokteran di Universitas  masing-masing. Pengurus Besar Ikantan Dokter Indonesia (PB-IDI)  dan Kolegium Dokter Primer Indonesia (KDPI) mendukung RE-TAKER (Rencana  Strategi Dokter Layanan Primer) untuk segera diselesaikan dan pengumpulan kembali data RE-TAKER

,”Untuk mengatasi kekurangan tersebut harus secepatnya diselesaikan persoalan ini, agar pelayanan kesehatan  penduduk negeri ini berjalan baik, jika tidak kami akan laporkan ini ke DPR RI”  Tambah Iqbal . | AT | RD | Azwar |


Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger