Headlines News :
Home » » Penerapan HAM di Arab Saudi Mengenaskan

Penerapan HAM di Arab Saudi Mengenaskan

Written By Raja Pasee on Jumat, 21 Juni 2013 | 23.52

Acehtraffic.com - Sebanyak 120 tahanan politik di Arab Saudi melakukan aksi mogok makan memprotes kondisi mengenaskan para tahanan di negara ini. Aksi mogok makan massal ini disebabkan berlanjutnya penangkapan dan proses pengadilan tanpa dakwaan serta bukti terhadap tahanan politik yang dilakukan oleh pemerintah Riyadh.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan, aksi mogok makan para tahanan politik Arab Saudi sedikitnya akan berlangsung selama lima pekan. Mogok makan, mengingat pembatasan keras yang diberlakukan di tahanan, menjadi sarana utama tahanan politik Arab Saudi untuk menyuarakan tuntutan dan protes mereka kepada petinggi Riyadh serta lembaga HAM internasional.

Di Arab Saudi terdapat tahanan yang mendekam di penjara lebih dari 16 tahun tanpa diproses secara hukum dan selama ini mereka harus merasakan penderitaan di penjara. Kebanyakan tuduhan yang dialamatkan kepada mereka adalah upaya untuk memprovokasi opini publik serta bekerjasama dengan anasir asing. Tuduhan semacan ini tidak pernah terbukti serta tidak memiliki dasar yang kuat. Selain itu, lembaga peradilan Arab Saudi juga tidak pernah membeberkan bukti yang mereka miliki terkait dakwaan yang dialamatkan kepada para tahanan politik tersebut.

Di Arab Saudi suara kubu oposisi dan anti pemerintah terbungkam dan lembaga peradilan yang mayoritasnya berada di bawah pengaruh keluarga al-Saud menangkapai para kritikus dan anti pemerintah serta menjebloskan mereka ke penjara dengan dalih para penentang penguasa berusaha merusak dan membahayakan keamanan nasional.

Penjara di Arab Saudi menjadi bukti nyata dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Perilaku sadis dan tak manusiawi terhadap para tahanan, berbagai siksaan fisik dan mental, makanan yang sedikit dan tempat yang sempit termasuk kondisi di penjara Arab Saudi.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa lebih dari 4000 tahanan politik mendekam di penjara Arab Saudi dan mereka dalam kondisi sangat buruk selama menjalani hukuman yang tak jelas. Padahal dosa mereka sehingga harus jauh dari sanak keluarga dan tinggal di penjara adalah tidak jelas. Selain itu, kondisi sejumlah tahanan juga belum ada kejelasan.

Sejak tahun 2011, ketika kebangkitan rakyat Arab Saudi dimulai dan gelombang protes luas terhadap kebijakan yang ada di negara ini berkobar, bukan saja jumlah mereka yang ditangkap semakin meningkat, bahkan sikap terhadap tahanan politik di negara ini pun semakin kejam.

Kebijakan penumpasan terhadap demonstran di Arab Saudi saat ini semakin keras di banding dengan sebelumnya. Kondisi ini juga memaksa lembaga HAM menyampaikan kritiknya terhadap pemerintah Riyadh. Lembaga Amnesti Internasional baru-baru ini  meminta petinggi Arab Saudi menghentikan kekerasan terhadap demonstran. Dalam statemennya, Lembaga Amnesti Internasional menandaskan, "Petinggi Riyadh harus mengakhiri kekerasan dan penumpasan terhadap demonstran serta menghentikan penangkapan ilegal."

Desakan ini muncul di saat Riyadh masih saja melanjutkan kekerasan terhadap demonstran dan tahanan politik tanpa menghiraukan hukum internasional terkait HAM dan hak tahanan politik.

Kondisi HAM di Arab Saudi untuk saat ini sangat mengenaskan. Hamzah al-Hasan, salah satu aktivis HAM negara ini dalam sebuah statemennya mengatakan, "Arab Saudi Kuburan HAM." Ia pun menuding pemerintah menggunakan kekerasan untuk menjaga kekuasaan mereka.| AT | M | irib |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger