Headlines News :
Home » , » Agustina, Perempuan Berjenggot Dari Pulau Bintan Sempat Bikin Geger Malaya

Agustina, Perempuan Berjenggot Dari Pulau Bintan Sempat Bikin Geger Malaya

Written By Raja Pasee on Kamis, 18 Juli 2013 | 21.45


Batam | acehtraffic.com - Menjadi wanita berjenggot. Itulah identitas yang melekat pada diri Agustina (38). Ibu dua anak ini menjalani hari-hari biasa dengan jenggot.

Dari awal lahir hingga menikah, wanita murah senyum ini mengaku tak ada yang aneh terhadap wajahnya. Namun sejak anaknya berusia tiga tahun, di suatu pagi, Agustina menyadari ada bebarapa bulu yang tumbuh di dagunya. Kejadian itu muncul 15 tahun lalu.

Awalnya, istri dari Samen (40) ini mengaku ditumbuhi bulu biasa. Namun lama kelamaan bulu-bulu itu tumbuh subur dan bahkan panjang layaknya jenggot. Tina pun mulai risih, bahkan pernah ia pernah mencukur jenggotnya tersebut. Namun saat itu, entah iya atau tidak, upaya mencukur jenggotnya ini justru berbuah kesialan.

"Saye pernah haid tapi tak berhenti hingga 3 bulan sehabis mencukur jenggot. Saye tak tahu penyakitnye ape. Yang jelas haid saye berhenti setelah jenggot saye tumbuh lagi. Sejak itu saye tak pernah cukur jenggot sampai habis, paling cuma dirapikan dan dipendekkan saja," ujar Tina, saat dijumpai di rumahnya di RT 04/02, Desa Penaga, Kabupaten Bintang, Kepualauan Riau (Kepri), Rabu 17 Juli 2013..

Punya jenggot, menjadikan Tina cukup terkenal di Desa Penaga. Perlahan namun pasti, ia berupaya untuk menghilangkan rasa mindernya itu. Kini Tina pun bisa berbaur biasa, walau tetap banyak yang memperhatikan jenggotnya.

Agustina Dorman (38) Wanita berjenggot dari Desa Penaga. | mirror.co.uk |
Ibu dari Azizah (19) dan Fauzan (3,8) ini punya sekelumit cerita tak mengenakkan bagaimana ia melakoni pribadi sebagai wanita berjenggot. Ia mengaku jarang bepergian ke acara kenduri atau nikahan. Bahkan sempat takut keluar rumah dan bergaul.

Tapi itu dulu. Kini Agustina mengaku cuek terhadap pandangan orang yang tertuju ke dagunya. "Ye macam mane lagi. Tak keluar rumah kite tak bisa ape-ape juge kan?. Nak diliat orang saye selambe (cuek) aje ke sana ke mari. Pas nonton bola di Kampung Bukit Batu pun tak peduli saye," ujarnya dalam logat Melayu yang kental.

Rasa minder itu, kini sudah tak dirasakannya. Ia pun bersyukur bisa hidup bersama keluarga besarnya di tepi pantai Desa Penaga. Dalam kesederhanaan itu, suaminya Samen yang bekerja sebagai nelayan itu tampak masih romantis bercanda dengan Agustina. Samen sendiri mengaku tak suka memelihara jenggot.

"Saya cuma malu ditengok-tengok (dilihat-lihat) semua pandangan. Nak dicukur macam mane lah, ini kan Tuhan punya kuase. Biasanya saye berjilbab keluar, tapi tetap aje jenggot ini nampak," ceritanya.

Ketika melahirkan anak kedua, Fauzan Agustina sempat akan dioperasi cesar. Namun pihak rumah sakit sempat mengira ia seorang pria. "Mereka orang rumah sakit sempat bertanya, kok pria dioperasi kebidanan. Saye sempat dikira pria," kenang wanita kelahiran 25 Desember 1974 ini.

Seorang saudara di Malaysia sempat mengabadikan foto Agustina, dan bahkan foto itu membuat heboh orang-orang di Malaysia. Begitu cerita Dormat, bapak Agustina.


Tina menceritakan, pegawai di kantor kecamatan sempat kaget lihat fotonya saat akan membagikan e-KTP. Petugas itu lantas mengusap dadanya serasa tak percaya ada wanita yang berjenggot.

Begitupun saat naik kapal dari Batam ke Tanjunguban, Tina mengatakan kerap menjadi pusat perhatian penumpang lain. Tumbuhnya jenggot ini rupanya membawa suatu kelebihan pada dirinya semacam kemampuan penerawangan.

Agustina menyadari ada bebarapa bulu yang tumbuh di dagunya yang muncul sejak 15 tahun lalu. Saat muncul jenggot pertama kali, Tina mengaku risih. Bahkan pernah ia pernah mencukur jenggotnya tersebut. Namun saat itu, entah iya atau tidak, upaya mencukur jenggotnya ini justru berbuah kesialan.

"Saye pernah haid tapi tak berhenti hingga 3 bulan sehabis mencukur jenggot. Saye tak tahu penyakitnye ape. Yang jelas haid saye berhenti setelah jenggot saye tumbuh lagi. Sejak itu saye tak pernah cukur jenggot sampai habis, paling cuma dirapikan dan dipendekkan saja," ujar Tina, saat dijumpai di rumahnya di RT 04/02, Desa Penaga, Kabupaten Bintang, Kepualauan Riau (Kepri).


Tina kerap bermimpi jika ada sesorang yang berniat jahat di rumahnya. "Ya kadang saye bisa mimpi ada anak kecil datang, memberitahukan kalau ada sesuatu yang ditanam (jimat untuk mencelakakan) dekat rumah saye. Ada yang berniat jahat ke keluarga. Saya biasanya tahu aja letaknya di mana," sebutnya.

Keinginan untuk berwajah seperti wanita biasa tanpa jenggot sebenarnya ada, namun beberapa kali berobat, dokter mengaku tak tahu penyebab penyakit ini. Ia pun hanya diberikan obat-obat supaya tak tumbuh bulu.

Namun upaya itu tak berhasil. Tina akhirnya berhenti di sana. Ia kini menjalani hidup apa adanya. Terkait hasil analisa kedokteran terhadap jenggotnya ia mengaku tak tahu, karena memang tak pernah diberitahu dokter.

Tina merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Siang itu saat Bintan News datang ke tempatnya, Agustina mengaku sedang tak berpuasa, pasalnya ia tengah merawat ibunya yang tengah sakit. Sebuah situs berita internasional dari Inggris dailymail.com juga memuat cerita tentang keunikan Agustina | AT | I | Tribunnews.com |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger