Headlines News :
Home » » Tall Poppy Syndrome: Syirik Tanda Tak Mampu

Tall Poppy Syndrome: Syirik Tanda Tak Mampu

Written By Raja Pasee on Rabu, 10 Juli 2013 | 10.45



Tall poppy syndrome merupakan istilah biasa dalam masyarakat kita yaitu “syirik tanda tak mampu” tetapi kita tidak mengatakan dia tidak mampu, tetapi iya inilah istilah dalam bahasa ilmiahnya Tall Poppy Synrome yang merupakan suatu penyakit kejiwaan yang ditandai dengan perilaku-perilaku normal tetapi itulah yang disebut orang sakit contoh kalau dimasyarakat biasa; susah melihat orang senang, kalau melihat orang lain menuju keberhasilan, ada saja fitnah dan gosip mengosipi.

Contoh lain yang dikategorikan Tall Poppy Syndrome pada pejabat yang mempunyai wewenang adalah dengan mempersulit orang lain, baik dalam pengurusan hal-hal tertentu dan mempersulit pengurusan berkas dan lain sebagainya, hal ini sangat banyak kita lihat terjadi dipejabat kita, kalau dia merasa tersaingi pasti dia akan menyulitkan orang lain, karena dia memegang kekuasaan.

Contoh lainnya juga banyak di masyarakat kita, yang merasa curiga dengan kebaikan orang lainnya, orang berderman, pastinya dia mengatakan, dari mana itu uang diambil, pasti hasil korupsi, uang tidak halal kok disumbangkan, pasti dia nyumbang sok baik, karena mau jadi Caleg 2014, atau lainnya sebagainya, orang seperti ini juga dikategorikan orang sakit Tall Poppy Syndrome.

Istilah Tall Poppy Sindrome sudah terkenal di Australia sejak tahun 1864 umum ditujukan pada politikus, karena memang politikus biasanya orang-orang sakit, orang-orang kita baik dikampus atau pejabat menampakkan “kesakitan jiwanya” yaitu tall poppy syndrome, karena memang peradaban manusia sering menimbulkan rasa iri, dengki dan merasa di sanyangi, merasa direbut apa yang seharus dia lakukan, atas ketakutan inilah dia berpolitik praktis untuk menjegal, mempersulit, merumitkan dan lain sebagainya kepada orang lain supaya orang lain susah dan tidak berhasil.

Tall Poppy Syndrome [syirik tanda tak mampu] pastinya bukan milik akademisi dan bangsa kita, dalam bahasa Belanda istilahnya “maaiveldculture” artinya “budaya permukaan” kurang lebih maknanya menginginkan orang lain tersungkur ketanah, dimana orang lain yang muncul berdiri tegak akan dijegal, disorong agar tersungkur ke tanah” mantan Presiden US Benjamin Franklin Fairless menanggapi isu ini dimasanya dengan berkata “ you cannot strengthen one by weakening another, and you cannot add to the stature of a dwarf by cutting off the leg of a giant” terjemahan bebasnya kamu tidak mungkin menguatkan diri dengan melemahkan orang lain, dan kamu tidak mungkin bertambah tinggi badan cobol mu dengan memotong kaki si Raksasa”. 

Apa hikmahnya disini, jadilah orang baik hati, jangan berburuk sangka dengan orang yang berbeda pendapat denganmu, apa jadinya dunia ini apa semua sama seperti otakmu. Makanya hargai keanekaragaman pikiran, budaya. Rangkullah semua pihak untuk berbuat kebaikan untuk bangsa, masyarakat, mahasiswa dan Universitas kita. Tidak ada dengki-dengkian, berbuat saja untuk semua, jangan persulit orang lain, untuk membunuh karakter team lain dengan jabatan-mu yang segitu. | AT | Fadhli |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger