Headlines News :
Home » , » Bayi Gajah Bernama Raja, dan Penampakan Kakek Tua Bersorban

Bayi Gajah Bernama Raja, dan Penampakan Kakek Tua Bersorban

Written By Raja Pasee on Sabtu, 29 Juni 2013 | 04.11




acehtraffic.com- Ditemukannya dua ekor bayi Gajah (Elephas Maximus Sumatrensis) didalam perkebunan masyarakat desa Pante kecamatan Paya Bakong Aceh Utara meninggalkan cerita.

Warga setempat pada April silam menemukan se-ekor bayi gajah berumur 2 tahun tanpa induknya. Melihat bayi gajah tanpa induk tersebut membuat warga berniat untuk menyelamatkan.Sabtu 29 Juni 2013

Bayi gajah tersebut dibawa warga ke perkampungan, warga membuat tempat alakadar untuk merawat bayi gajah tersebut. Hari –hari warga memberi susu bubuk kepada bayi Gajah yang kemudian diberi nama oleh warga setempat dengan sebutan Raja. 

Raja menjadi idola warga desa, saban hari warga berkumpul menikmati tingkah Raja yang masih lugu. Begitu juga warga sekitar datang untuk menjenguk Raja.

Namun lambat laun Raja, semakin kurang bergairah, ia seperti sedang menderita penyakit. 

Kabar tersebut meluas, Dinas kehutanan dan  sejumlah LSM peduli lingkungan dan Jurnalis juga datang kesana. Dinas dan LSM sempat membujuk warga agar si Raja diserahkan ke BKSDA agar dapat dirawat dengan baik.

Namun karena sayangnya warga kepada Si Raja, membuat warga enggan menyerahkan si Raja ke pihak yang menangani bagian satwa itu. Karena kondisi kesehatan Si Raja yang kian lemas, dokter hewan sempat memberikannya vitamin, diharapkan dengan vitamin itu Raja kembali pulih dan ceria kembali.

Dalam masa penyembuhan Raja, warga yang bekerja di Ladang kembali menemukan seekor Bayi Gajah berumur kurang satu bulan. Bayi gajah yang ditemukan 18 Juni 2013  ini diberi nama Raju. Raja dan Raju di rawat warga disatu tempat. Namun 6 hari Raju bersama warga, kondisi fisik Raja kian mengkhawatirkan, akhirnya Raja mati.

Tinggallah Raju sendirian. Kematian Raja menjadi kekhawatiran sejumlah pihak terutama LSM peduli lingkungan, karena disadari atau tidak merawat Bayi gajah selain butuh biaya besar juga membutuhkan skil yang cukup tentang satwa berbadan besar itu.

Akhirnya warga setempat yang sempat merawat Raju meng-ihklaskan untuk dijemput BKSDA provinsi Aceh untuk bawa ke pusat Pelatihan Gajah di Saree Aceh Besar. Semoga Raju tumbuh sehat dan berkembang.

Raja Tinggalkan Kisah

Pasca kematian Raja beredar kabar ada yang tidak biasa terjadi. Berdasarkan informasi yang berkembang diantara warga, sebelum Raja di kebumikan, ada beberapa warga yang mengabadikan tubuh kaku dari Bayi Gajah bernama Raja itu. Namun alangkah terkejut ketika dilihat hasil jepretan itu, nampak berdiri seorang kakek bersorban disisi tubuh Raja.

Berbagai asumsipun muncul pasca kejadian itu, ada yang menganggap bahwa Raja diambil Aulia, ada juga yang berasumsi Raja adalah pendamping Aulia dihutan belantara.

Pastinya apapun asumsi,  keberadaan Gajah Sumatera di hutan Aceh semakin hari kian terancam, pembukaan lahan baru dan pemburuan gading dua factor yang menyebabkan hewan berbadan besar dan memiliki insting sangat tinggi itu diambang kepunahan.  | AT | Qistina |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger