Headlines News :
Home » , » Muzakkir Manaf : Tindak Tegas dan Hukum Berat Komplotan Penculik

Muzakkir Manaf : Tindak Tegas dan Hukum Berat Komplotan Penculik

Written By Raja Pasee on Jumat, 14 Juni 2013 | 13.47

Insiden penculikan warga asing di Aceh Timur membuat para pihak sibuk dan gabuk, pasalnya setengah hari Malcolm Primerose, 61 tahun karyawan Blade Energy Indonesia, kontraktor PT Medco E&P Indonesia-Block A merespon cepat, seratusan aparat keamanan dikerahkan untuk  mengepung  lokasi yang diduga tempat penyekapan.

Wakil Gubernur Muzakkir Manaf yang juga ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Muzakkir juga menyadari kasus penculikan Malcom Primsore (60), warga Skotlandia, Inggris, Selasa 11 Juni 2013   lalu di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, sangatlah membawa pengaruh dan hambatan bagi program pemerintah dalam mempercepat laju pembangunan Aceh.
 
 “Penculikan orang asing ini sangat-sangat menimbulkan kepanikan dan kerugian bagi daerah, maka pelakunya harus ditindak tegas,” kata Mualim sebagaimana dirilis Serambi

Tidak cuma ditindak tegas, Mualim, juga berharap untuk pelaku penculik harus dijatuhi hukuman yang berat, apalagi kalau komplotan penculik itu bersenjata api. Polisi harus bisa mengungkap dari mana senjata itu mereka peroleh dan mengapa harus orang asing yang harus mereka culik,” ujar Mualim. 

Menurut Mualim, begitu ia terima kabar tentang penculikan itu, Selasa siang, langsung dia komunikasikan dengan semua pihak terkait. Bahkan, pihak Komite Peralihan Aceh (KPA) ikut mengerahkan sejumlah anggotanya untuk mencari lokasi penyekapan korban. “Namun, hingga kini belum juga didapat info di mana korban disandera,” kata Muzakir.

Berdasarkan laporan yang diterima Mualim dari orang-orang di lapangan, penculikan itu murni tindak pidana, karena pelaku menginginkan sesuatu dari tindakan nekatnya itu.

Namun, ada juga yang mengemukakan dugaan kepada Wagub bahwa penculikan itu berkait erat dengan faktor kecemburuan sosial, karena perusahaan kurang mengakomodir pekerja lokal. 

“Mungkin juga karena faktor buya krueng teudong-dong, buya tamong meuraseuki,” kata Muzakir bertamsil.

Wagub Aceh ini menambahkan bahwa ia akan segera memanggil pihak Medco untuk melakukan koordinasi sehubungan dengan penculikan seorang stafnya yang kebetulan warga negara asing itu. |AT | R | Sumber Serambi|
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger