Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Headlines. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Headlines. Tampilkan semua postingan

    Alumni Cipinang: ALA Siap Merdeka, LSM Kobra Berang, Mahasiswa: Biarkan Saja




    Aceh Utara | acehtraffic.com – Pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Pemekaran Provinsi (KP3ALA) Pusat, Armen Desky tentang prediksi pemekaran Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA) bakal terwujut sebelum Pemilu 2014 nanti, mengecohkan sebagian orang hingga angkat bicara.

    Prediksi yang disampaikan Alumni Cipinang itu diutarakan dalam acara buka puasa bersama Pemuda Pancasila (PP) di Banda Aceh, Minggu, 21 Juli 2013, lalu.

    Dia mengatakan surat persetujuan untuk pemekaran ALA sudah berada di meja sekretaris negara. "Kita do'akan saja, kalau tidak halangan apapun pemekaran provinsi ALA bakal terwujud," katanya seperti yang dilansir Rakyat Aceh.

    Menurut mantan Bupati Aceh Tenggara yang terjerat kasus korupsi dana APBD tahun 2004-2006 senilai Rp 26,9 miliar itu, memperkirakan Presiden akan menandatangani Provinsi ALA terlebih dahulu, “sebab dilihat dari segala persyaratan justru daerah tengah dan tenggara ini yang sudah siap” Kata dia.

    Sedangkan untuk Provinsi ABAS, katanya sudah juga menyiapkan segala administrasi dan syarat kelengkapan lain. Namun masih ada yang harus dipersiapkan kembali dan butuh waktu dalam beberapa langkah lagi.

    Namun, kata Armen, soal ABAS tetap kita dukung juga, sehingga yang namanya sama-sama berjuang tentu harus saling memberikan dorongan, sehingga bisa terwujud.

    “Kalau nantinya, ALA lebih duluan, maka ABAS akan kita ajak untuk bergabung saja. Yang penting mekar dulu. Soal penentuan ibukota provinsi, diharapkan tim pusat nantinya yang akan menentukan di kabupaten mana yang cocok,” jelasnya lagi.
    Menurut Armen, sudah cocok di Aceh ini punya tiga Provinsi dengan satu Wali Nanggroe, ini dimaksudkan salah satunya untuk menarik agar dana pusat bisa lebih banyak diberikan ke daerah ujung Sumatera ini.

    Kemudian, dengan pemekaran dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Aceh. Dimana, sekarang ini, justru angka pengangguran masih banyak karena ketiadaan produksi apapun di 23 kabupaten/kota.

    Kemudian, dengan pemekaran ini, tambah Armen, maka nantinya bisa saling bergantian sehingga semua masyarakat Aceh punya peluang menjadi Wali Nanggroe.

    Namun pernyataan tersebut ditolak mentah tanpa ditimbang oleh Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Bersama Rakyat Aceh (Kobra), Amri Usman. Rabu 24 Juli 2013.

    Menurutnya pernyataan tersebut merupakan bagian dari misi memecah-belahkan masyarakat Aceh, dan tentunya hal tersebut merupakan provokasi murahan dan menyesatkan.

    "Itu adalah provokasi!, diminta jangan terus mencari perbedaan, cobalah cari kesamaan untuk membangun Aceh kedepan yang lebih baik, bukan musti terpecah belah," harap Sekjen Kobra, Amri Usman.

    Menurut dia, upaya pemekaran Provinsi Aceh untuk menjadi beberapa Provinsi bukanlah suatu ide yang patut didukung, karena hal itu akan memecah belah keutuhan wilayah Aceh, dan juga akan melahirkan raja-raja kecil yang pada akhirnya akan menjadi beban pada keuangan negara.

    "Keutuhan wilayah Aceh sudah final dan tidak boleh ditawar-menawarkan lagi," Kata Kobra.

    Sementara mahasiswa Unimal justru mendukung hal yang disuarakan oleh kawan-kawan Gayo Merdeka. “silahkan saja pisah dengan Aceh bila mersa didiskriminasi atau dimarginalkan, merasa terjajah akibat tidak adil, semua orang punya hak untuk merdeka sama halnya dengan Aceh untuk merdeka begitu juga dengan ALA ABAS” Kata Bustami Ibrahim. Minggu, 28 Juli 2013.

    Mahasiswa sosialogi Universitas Malikussaleh itu meminta semua pihak untuk tidak melarang ALA ABAS untuk merdeka. Menurutnya bila ada orang yang melarang artinya mereka harus mampu memberikan yang dirasakan oleh orang ALA ABAS tidak adil.

    “Pemerintah Aceh saja yang memiliki kekuasaan tidak merespon atau merasa kehilangan, bila pun itu dilarang kan sudah dicari solusinya, minimal memanggil tokoh-tokoh itu diberikan sedikit ladang basah biar diam, termasuk alumni Cipinang itu” Kata Koordinator Gapman itu sambil tertawa. | AT | IS | BBS |

    Ahmadinejad Akan Dirikan Universitas di Irak

    Acehtraffic.com - Sebuah situs di Iran melansir Presiden Mahmud Ahmadinejad bakal mendirikan kampus di Ibu Kota Teheran. Kampus ini bakal berbasis teknologi.

    Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Sabtu 27 Juli 2013, ini kegiatan besar pertama diambil Ahmadinejad saat dia nanti tidak lagi menjadi presiden. Posisinya akan digantikan oleh Hassan Rouhani yang akan dilantik pada Agustus mendatang.

    Ahmadinejad juga telah menerima hak dari lembaga revolusi budaya tertinggi Iran untuk membangun kampusnya. Kampus ini akan berpusat di perkembangan teknologi informasi, teknologi nano, teknologi ruang angkasa, dan nuklir.

    Meski bakal turun dari kursi presiden, namun karisma Ahmadinejad dalam politik Iran masih bergema. Pendukungnya masih banyak demi memuluskan pengembangan uranium untuk nuklir yang masih menjadi perdebatan. Rouhani sendiri masih belum memutuskan apakah program ini dihentikan atau tidak setelah dia dilantik nanti.| AT | M | MR |

    DPR: Pemerintah Aceh Tidak Menghormati Eksistensi Pemerintah Pusat


    Jakarta | acehtraffic.com - Wakil Ketua Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat Arief Wibowo mendesak pemerintah Aceh menghargai proses pembahasan qanun atau peraturan daerah yang masih berlangsung dengan Kementerian Dalam Negeri.

    Kementerian Dalam Negeri memiliki kewenangan untuk mengevaluasi peraturan daerah. Arief menilai pemerintah Aceh tidak menghormati eksistensi pemerintah pusat jika masih ngotot. "Jangan mengambil keputusan sepihak," kata Arief kepada Tempo, Rabu, 24 Juli 2013.

    Proses pembentukan peraturan daerah memang diatur dalam undang-undang. Namun, menurut Arief, pembentukan aturan tersebut jangan menabrak undang-undang yang lain. "Peraturan daerah qanun, kan, dianggap bermasalah karena dinilai ada aspek separatismenya," kata dia.

    Pemerintah Provinsi Aceh berkukuh akan meresmikan bendera bulan-bintang sebagai lambang daerah. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Abdullah Saleh, mengatakan peresmian itu akan ditandai pengibaran bendera bulan-bintang dalam upacara peringatan delapan tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus nanti.

    Menurut Saleh, rencana tersebut sudah disampaikan kepada tim Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Direktur Jenderal Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan dalam pertemuan tertutup di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, kemarin. “Sudah disampaikan kepada tim pusat, tapi belum ada respons,” katanya di Aceh, Rabu, 24 Juli 2013.

    Saleh menjelaskan, saat upacara tersebut, bendera Merah-Putih akan dinaikkan lebih dulu, kemudian barulah menyusul bendera Aceh. Ini sesuai dengan ketentuan qanun atau peraturan daerah Aceh. Saleh berharap pengibaran bendera Merah Putih dan bulan-bintang akan memunculkan lagi semangat nasionalisme dan kecintaan rakyat terhadap Aceh.

    Rencana Aceh memilih lambang bulan-bintang sebagai simbol sebelumnya memicu polemik. Hal ini bermula dari pengesahan qanun bendera dan lambang Aceh, April lalu. Qanun ini disorot lantaran bendera Aceh dibuat mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka. Padahal, aturan pemerintah jelas melarang simbol daerah memakai lambang gerakan separatis.

    Tarik-ulur pengesahan qanun itu terus berkepanjangan. Kedua belah pihak lantas menggelar sejumlah pertemuan untuk mencari titik temu. Awal Mei lalu, Kementerian Dalam Negeri memberi batas waktu 15 hari bagi pemerintah Aceh untuk mengklarifikasi qanun bendera dan lambang Aceh, termasuk bentuk, desain, dan tata cara. Namun, hingga Mei lalu, soal qanun belum juga disepakati.

    Djohermansyah menegaskan, dalam pertemuan kemarin belum ada keputusan apa pun. Menurut dia, pemerintah Aceh dan Jakarta masih mencari jalan terbaik. “Kami lihat mudarat dan manfaat dalam setiap putusan yang diambil dalam menentukan bendera Aceh. Harus dipikirkan dengan tenang dan jernih,” katanya.

    Adapun Gubernur Aceh Zaini Abdullah tidak secara tegas menyetujui peresmian lambang bulan-bintang sebagai bendera Aceh. Ia mengatakan, rencana pengibaran bendera Aceh akan dibahas lebih mendalam dan tidak terburu-buru. Pertemuan membahas kelanjutan bendera Aceh akan digelar kembali pada 31 Juli mendatang di Jakarta. “Bukan bergunjing, tapi mencari solusi terbaik.”

    Indikasi Penyimpangan Dana Tanggap Darurat Korban Gempa Gayo


    Gayo | acehtraffic.com - Indikasi adanya permainan dalam penyaluran dan penyedian kebutuhan logistik untuk korban gempa di Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah, perlahan-lahan mulai terkuak. Pemda Aceh yang telah mempaketkan nilai proyek untuk masa tanggap darurat, ternyata berbeda statemen gubernur dengan keadaan lapangan. Kamis, 25 Juli 2013. 

    Gubernur Zaini Abdullah sangat sering menyampaikan, bahwa penyaluran bantuan untuk tanggap darurat ini harus transparan dan benar- benar disalurkan kepada yang berhak. Namun di lapangan kenyataannya, tidak semuanya harapan gubernur itu mampu dilaksanakan. 

    Penelusuran adanya dugaan permainan itu, hingga Selasa 23 Juli 2013 menemukan beberapa petunjuk. Penyedian logistik dan sumbangan pihak ketiga untuk korban gempa, selain datanya tidak transparan, juga berpeluang besar adanya manipulasi. 

    Dana tanggap darurat itu seharusnya dalam bentuk dana siap pakai (DSP), gubernur justru meng-SK-kan dalam bentuk dana tak terduga. Dana senilai Rp 64 milyar lebih itu, sudah dipaketkan menjadi enam item poryek, yang penggunaan jelas. Bila ada yang tidak dapat dikerjakan, harus direvisi terlebih dahulu, baru dapat dipergunakan. 

    Walau keadaan lapangan ada hal yang mendesak, dana yang tak terpakai itu tidak boleh dipergunakan, sebelum adanya perubahan anggaran. Indikasi adanya permainan itu, sangat menonjol di paket proyek Dinas Sosial Aceh Rp 21,380 milyar lebih. Paket yang ditetapkan di intansi ini, banyak yang masih belum dilaksanakan. 
    Selain itu ada yang tumpang tindih dengan bantuan pihak ketiga, sehingga tidak jelas apakah bahan logistik ini dibeli dari dana tanggap darurat atau sumbangan pihak lain. Pihak Dinas Sosial dalam menyiapkan kebutuhan tanggap darurat di masa panik, juga menyediakan logistik yang bukan sangat dibutuhkan oleh korban dalam masa panik. 

    Seperti kurma, sirup, mentega, tepung, agar-agar. Untuk sirup mencapai Rp 510 juta. Kurma Rp 50 juta, tepung terigu Rp 142 juta, agar-agar Rp 300 juta dan mentega Rp 810 juta. Untuk kurma 2 ton, anggaran Rp 50 juta itu juga ahirnya tumpang tindih dengan bantuan pemerintah Arab Saudi yang mengirimkan kurma 10 ton. 

    Namun walau pemerintah Saudi mengirimkan kurma 10 ton, ditambah dua ton disediakan Dinas Sosial, angka pasti kurma itu tidak jelas, berapa ton yang sudah disampaikan ke posko. Khusus untuk agar-agar yang nilainya mencapai Rp 300 juta sampai dengan hari ke 22 musibah gempa, sudah mulai masuk ke Posko. Bantuan kemanusian itu tidak jelas. 

    Selain adanya kejanggalan dalam pengadaan losgistik, nilai satuan harga yang ditetapkan Dinas Sosial Aceh juga berbeda dari harga pasaran (HET). Justru yang dibeli Dinas Sosial harganya lebih tinggi. Demikian dengan jaket anak-anak yang diplotkan mencapai 10.000 eks, nilai mencapai Rp 750 juta. 

    Tetapi barang yang dipaketkan Dinas Sosial ini juga belum diketahui dimana barangnya.  Syahbuddin, Dinas Sosial Aceh yang menangani logistik gempa, ketika dikonfirmasi  enggan memberikan komentar. Demikian dengan bantuan NGO, LSM dan para pihak peduli terhadap gempa Gayo, semua bantuan itu dikendalikan pihak provinsi. 

    Sampai saat  ini keterangan lebih rinci tentang logistic dan bantuan itu, masih sulit didapat. Belum Jelas Dana tanggap darurat yang dimasukkan ke rekening bendahara baru pada tanggal 10 Juli 2013, membawa dampak di lapangan. 

    Bahkan sampai saat sekarang ini belum seluruhnya disalurkan sesuai pos anggaran. Dampaknya sebagian kegiatan itu harus mencari dana sendiri demi suksesnya pekerjaan menangani masa transisi pemulihan. 

    Dinas Bina Marga misalnya, mengakui dengan dana Rp 721 juta yang dianggarkan, tidak mampu dikelola pihaknya untuk membersihkan puing-puing kehancuran akibat gempa. 

    Selain dananya belum seluruhnya dicairkan, dana tersebut sangat minim untuk membersihkan fasiltas yang hancur. “Kita perhitungkan dengan dana yang minim, pekerjaan pembersihan ini,membutuhkan waktu tiga bulan,” sebut staf Bina Marga, dalam pertemuan Pers menyampaikan laporannya kepada kepala BPBA. 

    Sementara itu di lapangan, pantauan Waspada, pihak PU Aceh Tengah dengan mengandalkan biaya “pinjam meminjam”, terus melakukan upaya pembersihan gedung sarana  yang hancur. 

    “Tugas ini harus kita jalankan, dan kita tetap berkoordinasi dengan pihak Bina Marga,” sebut Akmal UPTD workshop PU Aceh Tengah yang tetap di lapangan mengerahkan anggota membersihkan dan merubuhkan bangunan. AT | I | Waspada | LG |

    Baca juga:

    Pemerintah Aceh Bersikukuh Kibarkan Bendera Bintang Bulan


    Banda Aceh | acehtraffic.com - Pemerintah Provinsi Aceh berkukuh akan meresmikan bendera bulan-bintang sebagai lambang daerah. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Abdullah Saleh, mengatakan peresmian itu akan ditandai pengibaran bendera bulan-bintang dalam upacara peringatan delapan tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus nanti.

    Menurut Saleh, rencana tersebut sudah disampaikan kepada tim Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Direktur Jenderal Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan dalam pertemuan tertutup di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, kemarin. “Sudah disampaikan kepada tim pusat, tapi belum ada respons,” katanya di Banda Aceh, 24 Juli 2013.

    Saleh menjelaskan, saat upacara tersebut, bendera Merah Putih akan dinaikkan lebih dulu, kemudian barulah menyusul bendera Aceh. Ini sesuai dengan ketentuan qanun atau peraturan daerah Aceh. Saleh berharap pengibaran bendera Merah Putih dan bulan-bintang akan memunculkan lagi semangat nasionalisme dan kecintaan rakyat terhadap Aceh.

    Rencana Aceh memilih lambang bulan-bintang sebagai simbol sebelumnya memicu polemik. Hal ini bermula dari pengesahan qanun bendera dan lambang Aceh, April lalu. Qanun ini disorot lantaran bendera Aceh dibuat mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka. Padahal aturan pemerintah jelas melarang simbol daerah memakai lambang gerakan separatis.

    Tarik-ulur pengesahan qanun itu terus berkepanjangan. Kedua belah pihak lantas menggelar sejumlah pertemuan untuk mencari titik temu. Awal Mei lalu, Kementerian Dalam Negeri memberi batas waktu 15 hari bagi pemerintah Aceh untuk mengklarifikasi qanun bendera dan lambang Aceh, termasuk bentuk, desain, dan tata cara. Namun, hingga Mei lalu, soal qanun belum juga disepakati.

    Djohermansyah menegaskan, dalam pertemuan kemarin belum ada keputusan apa pun. Menurut dia, pemerintah Aceh dan Jakarta masih mencari jalan terbaik. “Kami lihat mudarat dan manfaat dalam setiap putusan yang diambil dalam menentukan bendera Aceh. Harus dipikirkan dengan tenang dan jernih,” katanya.

    Adapun Gubernur Aceh Zaini Abdullah tidak secara tegas menyetujui peresmian lambang bulan-bintang sebagai bendera Aceh. Ia mengatakan, rencana pengibaran bendera Aceh akan dibahas lebih mendalam dan tidak terburu-buru. Pertemuan membahas kelanjutan bendera Aceh akan digelar kembali pada 31 Juli mendatang di Jakarta. “Bukan bergunjing, tapi mencari solusi terbaik.”
    | AT | M | Tempo | 

    Bendera Aceh Diminta Untuk Mencari Warna Lain

    Banda Aceh | acehtraffic.com- Hingga hari ini kementerian dalam negeri belum menyetujui seluruhnya usulan bendera versi DPR Aceh.

    Pemerintah masih meminta agar DPR Aceh dan Pemerintah Aceh untuk dapat mencari warna lain selain warna merah yang mirip versis dengan bendera GAM di masa konflik.

    Namun sepertinya pemerintah Aceh akan memamfaatkan tanggal openadatanganan MOu Helsnki sebagai hari peluncuran bendera Bintang bulan, Apakah masih tetap warna merah, les hitam putih dan didalam nya tercantum bulan bintang atau dengan warna lain?

    “Carilah bendera yang bisa diterima, yang tidak menimbulkan persoalan-persoalan. Misalnya, ganti warna hijau atau berilah lambang Iskandar Muda. Itu termasuk yang diusulkan pemerintah (pusat),” kata Kepala Biro Hukum Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat ditemui di Jakarta, Rabu 24 Juli 2013 sebagaimana disiarkan kompas.

    Zudan mengatakan, pembahasan evaluasi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh diperpanjang selama satu bulan hingga 14 Agustus 2013. Perpanjangan itu dilakukan karena bencana gempa yang menimpa Tanah Rencong awal Juli lalu.

    Perdebatan panjang antara pemerintah pusat dan pemerintah Aceh serta DPRA dimulai dari disahkannya Qanun Lambang dan Bendera Aceh. Salah satu klausulnya mengatur lambang Aceh sama dengan lambang Gerakan Aceh Merdeka. 


    Padahal, Nota Kesepahaman Helsinki mengatur bahwa penggunaan lambang yang mirip dengan lambang GAM dilarang.

    Dalil pemerintah pusat, Qanun itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah. Di sisi lain, pihak Aceh bersikukuh bahwa penggunaan lambang Aceh itu bukan berarti Aceh meminta merdeka. | AT | R | kompas.com|

    Korban Gempa Gayo Setuju Direlokasi, Kampung Bah Pun Ubah Nama Jadi Mahabbah


    Takengon | acehtraffic.com – Kampung Bah Kecamatan Ketol merupakan salah satu kampung yang mengalami kerusakan parah akibat gempa yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 2 Juli 2013 lalu.
    Hampir seluruh rumah di kampung tersebut hancur. Selain itu sebanyak lima orang meninggal dunia, dan 127 dari 146 Kepala Keluarganya mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
    Pascagempa itu, masyakarat kemudian mengusulkan agar kampungnya direlokasi. “Melihat dampak yang dirasakan akibat gempa, masyarakat setuju direlokasi,” kata Kepala Kampung Bah, Selamatsyah, Selasa 23 Juli 2013 dihadapan Bupati Aceh Tengah, Ir. Nasaruddin, MM.
    Bupati mengungjungi kampung Bah didampingi Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Inf. Lalu Habiburrahim, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Artanto, Sik, Kajari Takengon, Roch Adi Wibowo, SH, MH, dan Ketua MPU Aceh Tengah, Drs. Tgk. Ali Djadun.
    Kedatangan Bupati beserta beberapa unsur pimpinan daerah setempat untuk melihat kondisi terakhir masyarakat serta menyerap aspirasi usulan warga untuk relokasi permukiman ke tempat yang baru.
    “Sebenarnya apa arti Bah?” tanya Ketua MPU Ali Djadun. Beberapa warga lalu memberi jawaban baragam, ada yang mengatakan luapan air besar dan lainnya.
    “Bagaimana kalau diganti dengan Mahabbah, yang artinya saling mencintai,” ujar Ali Djadun dan tampak disepakati oleh warga.
    “Oke, mulai saat ini kita ganti nama Bah dengan Mahabbah, semoga membawa berkah,” kata Bupati Nasaruddin, sekaligus meminta warga menunjukkan tempat relokasi yang disepakati bersama.Setelah itu, warga kemudian membawa rombongan bupati menuju kawasan seluas lima hektar berjarak 1,5 kilometer dari Kampung Bah saat ini. Lokasi tersebut dinilai warga layak untuk di huni, dan setelah melihatnya langsung, bupati serta beberapa unsur pimpinan daerah yang hadir juga setuju dengan lokasi yang diusulkan warga.
    “Kalau sudah sepakat di sini, nanti tolong ditata dari awal,” ujar Kajari Adi Wibowo yang menginginkan penataan yang lebih rapi setelah direlokasi, misalnya letak masjid, jalan dan perumahan.
    “Betul, lokasi mesjid harus ditengah permukiman, biar semua warga dekat bila ingin beribadah,” demikian timpal Nasaruddin.
    Disamping itu masyarakat di Kampung Bah dan Kampung Serempah Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah juga menyatakan persetujuannya untuk direlokasi ketempat yang lebih baik dan aman.

    Menurut hasil kajian ilmiah kedua tempat tersebut tidak layak lagi untuk didiami oleh warga karena berada pada jalur patahan gempa, sehingga sewaktu-waktu dikhawatirkan tanahnya bisa amblas, seperti yang terjadi di Kampung Serempah.

    Kesepakatan masyarakat tersebut dilontarkan dihadapan pimpinan daerah yang melihat kondisi terakhir warga pada Selasa 23 Juli 2013. Hadir dalam kunjungan itu diantaranya Bupati Aceh Tengah, Ir. Nasaruddin, MM, Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Inf. Lalu Habiburrahim, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Artanto, Sik, Kajari Takengon, Roch Adi Wibowo, SH, MH, dan Ketua MPU Aceh Tengah, Drs. Tgk. Ali Djadun.

    “Melihat dampak yang ditimbulkan akibat gempa, masyarakat setuju direlokasi,” ujar Kepala Kampung Bah, Selamatsyah
    Bupati beserta unsur pimpinan daerah lainnya kemudian turut melihat lokasi yang disepakati warga Kampung Bah untuk tempat tinggal ke depan, yaitu tanah seluas 5 hektar yang terletak di Dusun Serempingen, masih di wilayah kampung yang sama.

    Sedangkan untuk Kampung Serempah yang juga menjadi target relokasi, warga setempat juga ikut menunjukkan tempat yang cocok untuk mereka tinggali kedepan, dan tempatnya berdekatan dengan lokasi warga bah yang baru

    Sebagian besar warga Bah dan serempah selama ini tinggal di pengungsian yang berlokasi di Kampung Kute Gelime dan Kampung Sp Rejewali.

    “Jika tempat relokasi sudah disepakati, warga yang selama ini tinggal di pengungsian akan dipindahkan terus kemari,” kata Nasaruddin

    Kampung Bah saat ini berpenduduk 146 Kepala Keluarga, sebanyak 127 Kepala keluarga dalam pengungsian, sedangkan Kampung Serempah berjumlah 76 Kepala Kaluarga, seluruhnya mengungsi. | AT | I | Acehkita | Foto: Isbahannur |

    FUI Bela FPI, Tidak Bisa Seenaknya Membubarkan Suatu Ormas

    Jakarta|Acehtraffic.com –Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al Khaththath meminta pemerintah tidak terburu-buru merespons tuntutan banyak pihak yang menginginkan pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Dia mengklaim, FPI tidak pernah terlibat dalam bentrokan dengan warga dan tidak pernah mengganggu ketertiban umum. 

    “Janganlah pemerintah hanya mendengar pemberitaan dari satu pihak saja. Masalahnya, itu (bentrok massa FPI vs warga di Kendal, Jawa tengah) bukan bentrokan yang melibatkan FPI. Justru FPI dikepung preman,” kata Khaththath, saat menemui pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa 23 Juli 2013.  

    Ia mengatakan, dalam peristiwa yang terjadi pada 17 dan 18 Juli 2013 itu, massa FPI hanya melakukan aksi damai untuk menunjukkan kepada kepolisian bahwa masih ada lokalisasi yang tetap beroperasi selama bulan Ramadhan. 

    “Itu hanya mau menunjukkan bahwa Alaska (lokalisasi Alas Karet) tetap buka di bulan Ramadhan dan bukanya itu sampai 24 jam,” katanya. 

    Khaththath menilai, respons Presiden terlalu berlebihan. Menurutnya, respons Presiden yang meminta polisi mengambil tindakan terhadap FPI adalah untuk membangun citra positif. “Ya, dia hanya mau mencari simpati saja, biar dikira ikut mendukung publik yang ingin FPI bubar,” ujar dia.

    Menanggapi permintaaan itu, Kepala Sub-Direktorat Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengatakan, pemerintah tidak dapat serta merta membubarkan suatu ormas tanpa langkah hukum sesuai regulasi. 

    “Kami tidak bisa seenaknya membubarkan suatu ormas. Kalaupun akhirnya ditetapkan FPI harus dibubarkan, Bapak-bapak sekalian bisa mengajukan keberatan dengan mengambil langkah hukum lain,” jelas Bahtiar. 

    FPI vs warga Kendal
    Sebelumnya, warga dan massa FPI Temanggung terlibat bentrok di Sukorejo, Kendal, pada Kamis 18 Juli 2013. Insiden ini berawal dari peristiwa sehari sebelumnya. Rabu 17 Juli 2013 siang, massa FPI melakukan sweeping di Lokalisasi Sarem dan beberapa tempat hiburan lain di Kecamatan Sukorejo. Mereka datang mengendarai tiga mobil. 

    Dalam aksi itu, lokalisasi dan tempat hiburan dirusak. Di tengah sweeping, terjadi bentrok antara warga setempat dan massa FPI. Warga memberikan perlawanan terhadap tindakan massa FPI dan merusak satu mobil yang ditumpangi massa FPI di Bundaran Sukorejo. 

    Dalam insiden Rabu tersebut, dua orang dari FPI mengalami luka ringan. Keduanya juga sempat ditahan di Polsek Patean. Sampai menjelang Rabu petang, warga masih berjaga-jaga di beberapa titik desa. 

    Pada Rabu malam, ada perwakilan warga mendatangi pemimpin FPI di Temanggung. Perwakilan warga bermaksud meminta ganti rugi atas perusakan yang dituding dilakukan massa FPI. Permintaan ganti rugi itu ditolak. 

    Pada Kamis 18 Juli 2013, warga Sukorejo mendapat kabar akan ada serangan balasan dari massa FPI. Sejak pagi, warga sudah bersiap untuk memberi perlawanan. Sekitar pukul 13.00 WIB, massa FPI benar-benar datang dengan menumpang tujuh mobil, berkeliling kampung. Kali ini, kedatangan mereka sudah dikawal polisi. 

    Mengetahui kedatangan massa FPI, sebagian warga keluar dan berkumpul di Bundaran Sukorejo. Bentrokan kecil sempat terjadi dan massa FPI langsung meninggalkan lokasi. Namun, saat meninggalkan Sukorejo itu, mobil FPI menabrak seorang ibu yang sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Sukorejo-Parakan. Ibu yang tengah membonceng anaknya itu tewas. 

    Kemarahan warga terpicu. Ratusan warga mendatangi lokasi dan mengejar mobil yang menabrak ibu itu. Warga berhasil mengejar rombongan mobil tersebut di Patean, sekitar dua kilometer dari Sukorejo. | AT | I | Kompas.com |

    MaTA Desak BPK Audit Dana Tanggap Darurat Gempa Gayo 64 M

    Anak-anak korban gempa Gayo melambaikan tangan didalam reruntuhan bangunan saat diambil foto oleh wartawan di Ketol, Aceh Tengah, Sabtu 20 juli 2013
    Lhokseumawe|Acehtraffic.com – LSM anti korupsi, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Aceh, untuk melakukan audit dana tanggap darurat Gempa Gayo sebesar 64 Miliar. Selasa, 23 Juli 2013.

    Dalam siaran pers yang diterima The Aceh Traffic, Koordinator Bidang Advokasi Kebijakan Publik MaTA, Hafid mengatakan. Agar tidak terjdinya penyimpangan dan penyalahgunaan, maka semua pihak harus berperan untuk mengawasi pengalokasian dana tersebut.

    Lebih lanjut, Hafid menjelaskan, penanganan gempa dan tsunami yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, harus dapat dijadikan pengalaman, sehingga tidak mengulang kesalah dalam penanganan gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

    “maka BPK sejak awal, harus melakukan pengawasan,”ujar Hafidh.

    Hafidh menambahkan, MaTA akan terus melakukan pemantauan, pengawasan terhadap pengelolaan dana tanggap darurat tersebut, hingga ke proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Diharapkan juga agar masyarakat korban juga terlibat dalam melakukan pengawasan.

    Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh telah mengalokasi dana tanggap darurat sebesar 64 Miliar. Digunakan untuk tanggap darurat, pasca gempa 6,2 SR menguncang dataran tinggi Gayo. | AT | AG | Foto: Isbahannur |

    Bendera GAM Dibakar di Kantor Kementerian Dalam Negeri

    Jakarta | acehtraffic.com - Sekelompok orang yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (Gema NKRI) melakukan demonstrasi di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri. Demonstrasi yang diikuti sekitar 50 orang ini tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.

    Tampak sekitar 30 personel Kepolisian mengawal aksi 50 an orang tersebut. Demonstrasi menuntut dicabutnya Qanun alias peraturan daerah Aceh itu pun berjalan kondusif di depan Kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa 23 Juli 2013 itu.

    Demonstran membentangkan spanduk berukuran 1x2 meter pada aksi tersebut. Spanduk itu bertuliskan 'Mencabut Diberlakukannya Qanun No 13 Tahun 2013 Tentang Bendera dan Lambang Aceh'.

    Aksi teatrikal membakar bendera GAM juga dilakukan para demonstran. Dalam orasinya, mereka menentang keras penerapan Qanun tersebut.

    "Pembiaran pemerintah terhadap proses politik hingga penerapan qanun tersebut adalah pintu menjadikan Aceh sebagai proyek Timor-timur Jilid II," kata orator dari Gema NKRI, Harlan.
    | AT | M | DT |

    FPI: SBY Pecundang, Demokrat Berang, Surya: Sabar, Mereka Sudah 2x Ditegur


    Jakarta | acehtraffic.com – Menteri Agama Suryadharma Ali, Selasa 23 Juli 2013, menyesalkan sikap Front Pembela Islam yang melecehkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. FPI merespons negatif peringatan SBY terkait bentrokan antara FPI dan warga Kendal pekan lalu.

    “FPI mestinya melakukan tabayun (klarifikasi). Mengapa Pesiden mempunyai penilaian tertentu terhadap FPI, tentu ada dasarnya,” kata Suryadharma di Istana Negara, Jakarta. Ia meminta semua pihak untuk menyamakan persepsi bahwa tindakan kekerasan terhadap siapapun dengan alasan apapun, tidak dapat dibenarkan.

    Kementerian Agama sendiri terus berkoordinasi dengan FPI, baik dari sisi dakwah maupun kegiatan agama. “Saya akan lebih intensif berkomunikasi dengan FPI supaya FPI lebih mengembangkan dakwah yang lembut dan simpatik, sehingga dengan demikian pesannya dapat sampai pada semua kalangan tanpa menimbulkan masalah baru,” kata Ketua Umum PPP itu.

    Suryadharma mengatakan, sesungguhnya FPI di beberapa tempat sudah berubah. “Menurut saya memang harus sabar (menghadapi FPI),” kata dia.

    Sebelumnya, Presiden SBY memperingatkan FPI untuk tak berbuat onar. “Saya mengintruksikan kepada Polri dan para penegak hukum untuk tidak membiarkan kejadian seperti konflik atau bentrokan horizontal. Tidak ada elemen lainnya, termasuk FPI, boleh melakukan perusakan,” ujar dia.

    Namun FPI justru menuding SBY menyebarkan fitnah. Bahkan  menyebut SBY dalam pernyataan resminya sebagai pecundang. “Ternyata SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita, tapi hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat. Seorang Presiden muslim yang menyebar fitnah dan membiarkan maksiat, ditambah lagi melindungi Ahmadiyah dan aneka megaskandal korupsi, sangat mencederai ajaran Islam,” kata Ketua FPI Habib Rizieq Syihab.

    Sementara Politisi dari Partai SBY (Demokrat) berang atas pernyataan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pecundang.

    Namun, Ruhut Sitompul memilih untuk tidak menanggapi ucapan Rizieq. Menurut dia, sebaiknya FPI tak diberi ruang bicara oleh media. Sebab, itu hanya membesarkan namanya. "Dia itu siapa sih? Dia bilang kayak begitu kan supaya dia merasa selevel dengan presiden. Biar sama kelasnya?," kata Ruhut, Selasa 23 Juli 2013.

    Ruhut menyayangkan Mahkamah Konstitusi mencabut pasal penghinaan pada Presiden dalam Undang-Undang Hukum Pidana. Jika tidak dihapus, kata dia, pasti FPI kena pasal itu. "Terlepas pasal penghinaan presiden sudah dicabut melalui sidang MK melalui judicial review, tapi kelakuan provokator dari Rizieq banyak celah hukkum yang bisa dipakai kepolisian dan kejaksaan untuk menangkap Rizieq," kata dia.

    Untuk itu, Ruhut menuturkan, sebenarnya Kepolisian dan Kejaksaan bisa mencari celah bagaimana untuk bisa menangkap Rizieq. "Tangkap saja segera karena itu presiden RI apa pun yang dilakukan FPI itu sudah berkali-kali, jangan merasa dia tidak bisa dibubarkan. Jangan kan ormas, parpol pun sudah pernah dibubarkan di RI," ucapnya.

    Senada dengan Ruhut, Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, menilai pernyataan Rizieq sudah melawan pemerintahan yang sah. Seharusnya, kata Sutan, FPI tunduk pada aturan, Undang-undang Dasar dan NKRI.

    "Mereka tidak boleh menjalankan aturan sendiri apalagi membawa-bawa nama Islam, karena kita ini bukan Negara Islam tapi mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia, mestinya kita harus menunjukkan ajaran Islam yang damai bukannya menyebarkan ketakutan di mana-mana," kata dia.

    Menurut dia, seharusnya aparat kepolisian lebih tegas bertindak untuk menjaga kewibawaan Pemerintah demi menimbulkan rasa aman dan tenteram bagi masyarakat. "Enggak perlu hanya dikasih peringatan aja, kalau juga melanggar ya ditindak tegas," kata dia. 

    Menteri Agama Suryadharma Ali menilai Front Pembela Islam (FPI) sudah melecehkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi, dia tidak bisa menegur organisasi Islam itu. 

    Kepada wartawan, Selasa 23 Juli 2013, Suryadharma menilai, pihak yang berhak menegur FPI adalah Menteri Dalam Negeri. "Mendagri (Gamawan Fauzi) sendiri telah menegur FPI dua kali dengan surat tertulis. Teguran keras," kata dia di Istana Negara. 

    Dia mengaku belum tahu apakah FPI akan kembali mendapat teguran menyusul pernyataan resmi yang menyebut Presiden SBY sebagai 'pecundang'. Baca pernyataan FPI tersebut.

    Menag yang juga politisi PPP ini berjanji segera berkomunikasi intensif dengan FPI untuk mengubah metode dakwah mereka yang keras dan kontroversial. "Supaya menjadi dakwah yang menarik dan simpatik," ujarnya. 

    Jika FPI tak berubah? "Menurut saya harus sabar. Di beberapa tempat, FPI sudah berubah."

    Menag pun mengaku pernah bertemu dengan Ketua FPI Habib Rizieq. Dalam pertemuan itu, Suryadharma menyarankan agar Habib mengubah metode dakwah.

    "Masyarakat menilai dakwa FPI itu keras. Itu saya bilang. Ayo, kita ubah jadi dakwah yang lembut, simpatik, dan menarik." Katanya. | AT | I | Vivanews.co.id |

    Para Relawan Galau [1]



    acehtraffic.com-Gempa gayo membuat semua orang berempati dan ingin melihat serta menolong. Sebut saja namanya Benseh  (36) dan tiga sahabatnya yang lain sebut saja bernama Mat Usuf,  Mae dan Maun. Dalam kelompok itu Benseh adalah yang tertua secara umur.
     
    Malam itu, mulut Benseh terlihat terbuka tutup, matanya melihat kesana kemari, sembari menjelaskan tentang apa yang dialami pengungsi Gempa. Benseh sangat berambisi untuk melihat dan untuk berbuat sesuatu, namun yang membuatnya sengkak biaya untuk menuju kesana hanya sedikit tersedia. Tentunya itu menjadi sumber kebingungan. 

    Namun tekat Benseh untuk mencapai lokasi bencana sudah bulat dengan modal cekak, ia mempresentasikan kondisi pengungsi yang sedang cekak di hajar gempa, Benseh terlupakan cekaknya yang sudah menuju sesak jika memikirkan bagaiamana ia mewujudkan ke tanah Gayo. 

    Setelah diskusi panjang, akhirnya Jumat 19 Juli 2013 sebuah mobil butut bergerak pelan menuju dataran tinggi Gayo, Mat Usuf, Serta Mae dan Maun ikut didalamnya. Jalanan sedang dalam perbaikan dikawasan Cot Ijo Bireuen dilumat pelan, beberapa tikungan di kawasan Juli Bireuen terlihat sudah agak sepi karena aktivitas warga sudah terhenti akibat malam sudah larut. 

    Lalu lintas mobil yang turun dan naik ke dataran tinggi Gayo terlihat dijalan, ada  truk pengangkut sembako, banyak mobil pengangkut kelapa untuk dijajakan di pasar Takengon esok. . 

    Mulai dari kilo meter 17 semilir angin membuat tubuh mulai terasa dingin, tanjakan kecil terlewatkan,kedepannya sejumlah perbukitan segera berhadapan, para sopir harus hati-hati bila berpapasan dengan truk besar baik yang sedang mendaki atau sedang turun. Karena sejumlah tempat harus menurunkan kecepatan laju kenderaaan, bukan tidak mungkin didaerah tersebut lonsor dan tanahnya sudah retak. 

    Jelang pagi mobil yang membawa 4 para penolong itu sampai di sekitar lokasi. Karena masih malam, mereka memilih menghabiskan waktu di kawasan Lampahan, baru paginya dengan tumpukan bantuan menyisir lokasi para pengungsi. 

    Benseh telah membina koneksi dengan beberapa pihak untuk suatu tindakan menolong para pengungsi gempa yang sedang membutuhkan pertolongan. Beberapa laporan kecil dilaporkan dengan harapan sang jaringan segera mendapat sang Funder yang dapat mendukung kegiatan beerdasarkan  assessment tersebut. 

    Matahari menyingsing dari balik perbukitan, pertanda pagi sudah tiba. Empat sekawan melanjutkan perjalanan ke lokasi, mobil butut yang membawa mereka sudah mengeluarkan asap putih lewat knalpot, pertanda mesin sudah dinyalakan. Pemanasan sedang terjadi dalamnya. 

    Setelah semua naik, mereka pun berangkat, tak seberapa jauh mereka memutar ke salah satu kecamatan yang terkena ekses gempa. Disana terlihat pemukiman penduduk terletak di punggung bukit yang disisi kiri dan kanannya di penuhi kebun kopi dan sesekali terlihat pohon Alfokat. 

    Satu tanjakan tinggi dan lonsoran didepan membuat perjalanan empat sang penolong itu sedikit ngeri, apalagi ada sebuah truk sedang turun dari arah berlawanan. Benseh dibalik kemudi kelihatan kelabakan mengendalikan setior dijalan sempit itu. Krok..krokkk mobil terperosok sedikit ke paret jalan. Truk terlewatkan. Benseh dengan tenang melumat satu tanjakan lagi yang juga lumayam menantang. 

    Mulaiah terlihat rumah rumah telah hancur, sejumlah tenda berjejer, sekilas terlihat ini seperti pemukiman  penduduk belum jadi, didalam permainan rumah-rumahan anak-anak. Warga terlihat memandangi reruntuhan itu, dan ada juga yang sedang mengumpulkan kayu sisa, dan mengambil barang dibalik reruntuhan untuk kumpulkan dengan rapi. 

    Setelah sekitar 30 menit perjalanan sampailah di tempat yang di tuju, Benseh berdiskusi dengan empat sahabat yang lain, tentang kemana bantuan tersebut didistribusikan. Dengan pertanyaan dan jawabanntya sendiri akhirnya Benseh memutuskan untuk memberikan bantuan tersebut ke salah satu posko desa. 

    Benseh dan kawan-kawan bercerita di posko itu, tidak berlama-lama disana, mereka pun pamit  kembali. Tentunya Benseh dan empat kawannya mendapatkan sedikit informasi dari berbagai keterangan warga dan para kepala desa itu. 

    Dan itu menjadi catatan penting bagi Benseh, bukan tidak mungkin dari informasi itulah, dapat direncanakan pertolongan, bila,kemudian rencana tersebut disambut oleh sejumlah penolong gempa yang memiliki dana yang cukup. 

    Baru sebentar disana sebuah informasi lain masuk ke Benseh, pikiran Benseh sedikit galau, apa yang baik ? ini atau itu. Namun setelah dianalisa, keputusan itu harus dikerjakan. Dan keyakinan itu juga didukung dengan masih perlunya sejumlah bantuan guna menolong para pengungsi disana.

    Dalam posisi itu seakan Benseh bertenaga baja, ia segera merespon informasi tersebut, dengan kotak-katik perjalanan, seakan bagani dan bagatu akan secepat kilat terjadi.

    Kemudian dengan mobil butut mereka berlayar dalam kegelapan malam untuk tujuan 200 kilo meter. Benseh, Mat Usuf, serta Mae dan Maun sudah sangat lelah, namun tetap dipaksakan, akhirnya jelang pagi mobil itu mendarat di kota tujuan.Mata Benseh terlihat ngantuk, begitu juga dengan Mat Usuf, Maun dan Maee juga sama. 

    Terserah pertimbangan atau alasan serta ada analisa lain, memang kepulangan itu– Benseh sang relawan, - terlihat sangat Galau | TIM acehtraffic.com |

    Gempa Gayo 13.862 Rumah Rusak: Bantuan SBY & Sinyal DPRA Berhembus

    Takengon | acehtraffic.com - Gempa yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan sekitarnya pada 2 juli 2013 lalu telah merusak 13.862 rumah, berikut pula sejumlah instansi pemerintah, sarana Ibadah, sarana pendidikan, sarana kesehatan hingga insfrasruktur jalan. Sebanyak 5.516 unit rumah rusak berat, 2.750 rusak sedang, dan 5.596 rusak ringan. 

    Kunjungan Presiden SBY, 9 Juli 2013 lalu, telah memberi angin surga adanya kepastian bantuan dari pemerintah dengan besaran Rp 40 juta untuk rumah rusak berat, Rp 20 juta rusak sedang dan Rp 10 juta rupiah untuk yang rusak ringan. 

    Namun demikian, walaupun warga sadar bantuan tersebut bukanlah biaya untuk mengganti rumah, namun dana bantuan yang akan diberikan dinilai masih sangat minimal bila dibandingkan dengan kondisi bahan baku yang relatif mahal dan jarak tempuh menuju lokasi bencana. 

    Pencairan dana direncakan setelah terbentuknya kelompok masyarakat dan didampingi fasilitator. Sinyal untuk membuka ruang adanya dana pendamping bagi rumah warga yang mengalami kerusakan diberikan oleh lembaga legislatif Aceh, DPRA. 

    “InsyaALLAH nanti coba kita bicarakan dengan pihak eksekutif,” kata Ketua DPRA, Hasbi Abdullah, ketika bertemu dengan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, di Pendopo setempat, Senin 18 Juli 2013. 

    Begitu pula anggota DPRA lainnya yang turut serta, Abdullah Shaleh, mencoba mengali-ngalikan jumlah uang yang dibutuhkan sebagai pendamping. “Nanti kita upayakan paling tidak ada dana pendamping disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah warga,” Katanya. 

    Adanya dana pendamping, menurut Bupati Nasaruddin, sangat membantu meringankan beban warga yang mengalami kerusakan rumah. “Saya pastikan pemkab Aceh Tengah tidak akan mampu, karena itu selain melalui pemerintah pusat, diharapkan juga ada sharing dari Pemerintah Aceh,” Tutup Nasaruddin. 

    Sementara "angin syurga" dijanjikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Dimungkinkan akan segera direalisasikan akhir tahun 2013. 

    Realisasi bantuan tersebut diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Samsul Ma’arif, Kamis 18 Juli 2013 pada saat memberi penjelasan terkait penanganan bencana gempa gayo. 

    “Pihak kita sudah bergerak cepat untuk menangani proses verifikasi hingga rehab rekon nantinya,” kata Samsul. BNPB juga telah melakukan pelatihan bagi para verifikator untuk menilai kelayakan besaran bantuan yang akan diberikan kepada korban bencana gempa. 

    Sebelumnya, Presiden SBY telah menetapkan bantuan pembangunan rumah yang akan disalurkan dengan besaran  Rp 40 juta untuk rusak berat, Rp 20 juta untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan. “Mulai tanggal 23 Juli, tim yang telah dilatih akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi,” pungkas  Kepala BNPB. | AT | I | LG | Foto: Isbahannur |

    Gayo Retak, Membuat Cemas Warga

    Gempa Gayo |  acehtraffic.com- Satu keluarga pengungsi gempa Gayo desa Weh Nongkal kecamatan Kute Panang Aceh Tengah berjalan di jalan yang penuh keretakan akibat gempa 6,2 SR pada 2 Juli 2013 lalu. Geografis daerah berada di pergunungan membuat hal tersebut menjadi kecemasan baru bagi warga. Senin 22 Juli 2013
    Pasalnya sisa retak yang masih terlihat, saat terjadi tanah terbuka seperti ikan yang mendarat sambilan menadahkan mulut terbuka yang lebar seakan dia sedang meminta makanan pertanda ia sedang lapar. 

    Banyak warga hampir terjebak ke ruang tanah yang terbuka meng-ngangga saat gempa terjadi. namun warga mengelak ditengah goyongan bumi sedang mengamuk.

    Peluang lonsor bakal terjadi dimana-mana, bahkan perumahan di lereng bukit dan di bahu bukit serta di puncak bukin mengalami resiko yang sama. Pasalnya sejumlah tempat terlihat keretakan dan pergeseran tanah terjadi.

    Gempa di kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah telah menyebabkan 40 orang meninggal dunia, salah satunya, anak yang terbuka kepala akibat terbentur bangunan runtuh. 6 orang di laporkan hilang akibat tertimbun lonsor.
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan jumlah pengungsi korban gempa Aceh mencapai 16 ribu jiwa di Bener Meriah dan Aceh Tengah. 

    "Di Bener Meriah ada 12.500 jiwa dan di Aceh Tengah ada 3.500 jiwa," kata Kepala Pusat dan Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, DR Sutopo Purwo Nugroho | AT | RD | Foto: Isbahannur |

    Jelang Lebaran 1434 Hijriah, BI Siapkan 30 M Uang Receh



    Banda Aceh | acehtraffic.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, antrean warga untuk menukar uang receh di Bank Indonesia mulai terjadi. Saban hari, nilai transaksi penukaran uang di Bank Indonesia Perwakilan Banda Aceh berkisar antara Rp1,5 milyar hingga Rp2 milyar.

    Kepala Bank Indonesia Perwakilan Banda Aceh, Zulfan Nukman, menyebutkan, pihaknya telah mempersiapkan uang pecahan mulai Rp1.000 hingga Rp20.000 ribu. “Untuk lebaran tahun ini total (uang receh) Rp30 milyar yang kita sediakan untuk masyarakat,” kata Zulfan Nukman saat ditemui wartawan di kantornya, Senin, 22 Juli 2013.

    Sejak dibuka penukaran uang pada awal Ramadan 1434 H, Bank Indonesia Perwakilan Banda Aceh telah melakukan transaksi penukaran uang hingga Rp15 milyar. Uang pecahan kecil yang diminati adalah Rp1.000, Rp2.000, dan Rp5.000.

    Pantauan acehkita.com di kantor BI yang berada di Jalan Cut Meutia itu, saban hari terdapat 120 hingga 180 warga yang mengantre untuk menukarkan uang keperluan lebaran.

    Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang untuk masyarakat saban hari kerja. “Biasanya hari Jumat tidak kita buka. Namun, untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat menjelang lebaran ini, kita buka Jumat,” ujar Zulfan.

    Layanan penukaran uang tersebut akan dibuka hingga Jumat, 2 Agustus nanti, sebelum libur panjang lebaran.

    Selain di Bank Indonesia, masyarakat yang ingin menukarkan uang bisa menghubungi bank-bank umum lainnya, semisal BNI, BRI, Bank Mandiri. | AT | I | Acehkita.com |

    Jakowi Diminta Untuk Pecat Pejabat Yang Coba Suap Wartawan



    Jakarta | acehtraffic.com - Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat, Toga Torop, membentak seorang petugas kebersihan saat hendak diwawancara wartawan. Tak cuma itu Toga pun mencoba memberikan sejumlah uang pada wartawan. Kontan hal ini ditolak.

    Pengurus Lembaga Bantuan Hukum Pers Azas Tigor Nainggolan menilai apa yang dilakukan Toga sudah melecehkan profesi wartawan. Dia meminta Jokowi memecat saja pejabat yang masih bermental seperti ini.

    "Dia tidak mengerti undang-undang pers. Untuk apa menghalang-halangi wartawan mewawancarai petugas kebersihan. Orang kecil itu. Kalau semua beres, untuk apa melarang wartawan mewawancarai petugas kebersihan. Masih saja ada pejabat seperti ini. Jokowi harus beri sanksi tegas, kalau perlu dipecat," kata Tigor kepada merdeka.com, Minggu 21 Juli 2013.

    Apalagi sampai mencoba memberikan uang pada wartawan yang disinyalir sebagai bentuk sogokan. Tigor merasa yang dilakukan pejabat ini sudah keterlaluan.

    "Kita tahu itu petugas kebersihan banyak yang digaji tidak benar. Kalau tidak diliput wartawan bagaimana kita tahu itu karut marutnya. Jangan halang-halangi wartawan," tegas Tigor.

    Menurut Tigor apa yang dilakukan Toga bisa diadukan ke dewan pers. Dia meminta Jokowi memberikan sosialisasi undang-undang pers bagi pejabat.

    Kemarin wartawan mewawancarai seorang petugas kebersihan yang buka puasa bersama Ahok di Monas. Di tengah wawancara, tiba-tiba Kepala Suku Dinas Jakarta Kebersihan Pusat, Toga Torop menggertak petugas kebersihan itu.

    "Kamu bekerja atau tidak bekerja," tanya Toga kepada petugas tersebut dengan nada emosi, Jumat 19 Juli 2013.

    Dengan mimik ketakutan, pria itu menjawab dengan terbata-bata. "Iya pak, bekerja," jawabnya singkat.

    "Kenapa bilang kerja 24 jam? Kamu tahu siapa saya?" kata Toga.

    "Iya pak saya tahu," jawab petugas itu.

    Melihat itu, para jurnalis bertanya soal sikapnya yang keras terhadap anak buah. Tanpa mengurangi amarahnya, Toga mengaku terpaksa karena diperintah Kadis Kebersihan, Unu. Sebab, ada seorang petugas yang mengaku dipekerjakan selama 24 jam nonstop.

    Tak hanya itu, Toga berupaya meyakinkan bahwa pria yang diwawancarai itu hanya menginginkan gaji besar. "Mereka itu cuma ingin gaji besar saja," ucapnya ketus.

    Tak berhenti sampai di sana, Toga lantas mencoba menyogok wartawan agar tidak memuat keluhan tersebut. "Ini ada uang buat beli kolak," ujarnya.

    Kontan saja, beberapa jurnalis pun langsung menolak sogokan Toga. Tak mau menyerah, secara terang-terangan dia meminta agar dihubungi sesaat menjelang Lebaran.

    "Ya sudah, nanti Lebaran hubungi saya ya," lanjutnya.
    | AT | M | MR |

    Ribuan Calon Jamaah Asal Jawa Tengah Gagal Berangkat



    Semarang | acehtraffic.com - Kuota calon jemaah haji untuk Jawa Tengah yang diberikan Kementerian Agama Republik Indonesia berkurang hingga 5.900 kursi. Akibatnya, sebanyak 5.900 calon jemaah haji yang sedianya mendapatkan jatah bisa menunaikan ibadah haji tahun ini gagal berangkat.

    "Tahun ini jumlah total calon jemaah haji Jawa Tengah yang berangkat sekitar 23.757 orang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya kuota kursinya mencapai 29.657 orang," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Khaeruddin, Ahad, 21 Juli 2013.

    Renovasi Masjidil Haram Arab Saudi menyebabkan pengurangan kuota calon jemaah haji, termasuk dari Indonesia. Pemberangkatan kloter pertama calon jemaah haji asal Jawa Tengah dilakukan pada September mendatang, melalui Bandara Adi Sumarmo, Solo.

    Khaeruddin menambahkan, kuota sebanyak 23.757 itu sudah final sesuai dengan nomor porsi pendaftaran calon jemaah haji yang diperoleh dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Direktorat Pelayanan Haji Kementerian Agama RI.

    Daftar nama calon jemaah haji yang berangkat bisa dilihat di Kantor Kementerian Agama masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah atau melalui website //http:www.haji.kemenag.go.id. Selain website, calon jemaah haji dapat mengakses dan mengetahui daftar nama jemaah yang berangkat dan yang ditunda keberangkatannya tahun 1434 H/2013M melalui call center haji 500425.

    Khaeruddin mengimbau kepada para calon jemaah haji supaya tidak tergiur jika ada orang yang menjanjikan bisa memberangkatkan haji tahun ini. Sebab, nama-nama calon haji yang akan berangkat tahun ini sudah tercatat by name by address sehingga tidak bisa digantikan calon jemaah lainnya. "Jika ada calon jemaah haji yang batal berangkat, maka secara otomatis nomor porsi yang di bawahnya yang akan menggantikan," kata dia.
    | AT | M | Tempo |
     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger