Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

    Pemanasan Global Tengah Berhenti Sejenak


    London | acehtraffic.com - Para ilmuwan mengklaim, pemanasan global tengah berhenti sejenak. Meskipun demikian, pemanasan global tidak akan pernah bisa diprediksi. Jadi, bisa saja, suhu akan meningkat lagi. Adanya jeda dari pemanasan global ini diduga karena adanya faktor alami.

    “Masuknya panas ke laut dalam, diprediksi menjadi salah satu alasan menurunnya pemanasan global dalam 10-15 tahun terakhir jika dibandingkan dengan dekade sebelumnya,” tulis Daily Mail, hari ini.

    Selain itu, belakangan ini, aktivitas matahari dan letusan gunung berapi terbilang rendah. Letusan gunung berapi akan mengirimkan partikel ke atmosfer yang akan memantulkan panas ke bumi. Dengan minimnya letusan maka panas yang terpantul pun akan berkurang. Tidak hanya itu, variasi iklim dinilai juga berperan dalam menurunnya pemanasan global.

    Meskipun demikian, lembaga prakiraan cuaca dan perubahan iklim Inggris, Met Office menyatakan, pemanasan global belum berhenti, hanya mengalami jeda. Pemanasan global mengalami sedikit perununan. Pada dekade antara 1970-1998, tingkat pemanasan globat rata-rata mencapai 0,17 derajat Celcius. Sementara, pada dekade 1998-2012, tingkat pemanasan global hanya sekitar 0,04 derajat Celcius.

    Mereka mengatakan, pengukuran terakhir suhu lautan dalam mengindikasikan panas yang diserap di tingkat bawah. Peneliti khawatir, hal ini bisa menyebabkan sirkulasi lainnya di dalam lautan yang tentunya akan sulit dipantau karena terlalu jauh dari pandangan.

    Para ilmuwan juga menambahkan, periode perlambatan atau 'jeda' dalam pemanasan permukaan adalah hal tidak biasa dalam perubahan suhu. Model iklim seperti ini bisa terjadi setidaknya hanya dua kali dalam satu abad.| AT | M | Tempo |

    Freeport Papua Tambang Emas Terbesar di Dunia

    New York | acehtraffic.com - Setelah sempat menembus harga tertingginya pada September 2011 sebesar US$ 1.900 per ounce, harga emas kali ini masih belum stabil dan cenderung bergerak turun. Kebanyakan investor masih merasa khawatir karena emas masih dirasa belum cukup aman untuk dijadikan aset investasi.

    Seperti melansir Gold Investing News, Kamis 18 Juli 2013, emas merupakan komoditas yang langka. Jumlah emas global memang bervariasi, tapi data terbaru yang dihimpun Thomson Reuters menyebutkan cadangan emas di dunia saat ini hanya tersisa sebanyak 171.300 ton.

    Sambang emas saat ini tersebar di berbagai negara. Dari banyaknya lahan tambang tersebut, berikut tiga tambang penghasil emas terbesar di dunia:

    1. Tambang Grasberg (Freeport) di Indonesia
    Sebagian besar para ahli menganggap Freeport-McMoRan Copper & Gold sebagai tambang terbesar di dunia. Tak hanya itu, tambang tembaganya pun menjadi nomor satu di dunia. Grasberg berlokasi di Papua, Indonesia.

    Operasi open-pit di pertambangna tersebut dimulai pada 1990 dan perusahaan berharap operasinya dapat berlanjut hingga 2016. Hal tersebut karena pada akhir tahun lalu, lahan open-pit Garsberg baru saja mengalami pembenahan dan cadangan emas diatasnya diperkirakan mencapai 6,5 juta ounce.

    Tambang tersebut ditargetkan menghasilkan 1,25 juta ounce emas tahun ini. Namun kemunduran produksi belakangan ini hanya mampu membuat Freeport menghasilkan 80% emas dari total estimasi. Tambang tersebut sempat ambruk pada 14 Mei 2013. Kecelakaan itu memaksa Freeport menghentikan operasinya dan produksinya masih belum dilanjutkan hingga 9 Juli lalu.

    Meski begitu, masih banyak proyek perluasan yang sedang dikembangkan di wilayah energi mineral Grasberg. Menurut laporan tahunan perusahaan 2012, proyek tersebut termasuk pengembangan lahan berskala luas, tambang bawah tanah dengan bijih berkualitas tinggi.

    2. Tambang Yanacocha Mine di Peru
    Penambangan emas terbesar kedua dunia ini berlokasi di pegunungan Andes di Peru. Yanacocha sendiri dikenal sebagai tambang emas terbesar di Amerika Latin. Sejak dibuka pada 1993, terdapat tiga lahan tambang aktif. Sejak pembangunannya, tambang ini telah memproduksi lebih dari 26 juta ounce emas.

    Yanancocha dimiliki dan dioperasikan produsen emas yang berbasis di Colorado, Newmont Mining. Perusahaan ini memegang 51,35% untuk properti dan sisanya diklaim milik Compania de Minas Buenaventura.

    Pada 2012, Yanacocha tercatat memproduksi 1,3 juta ounce emas. Terhitung pada 31 Desember 2012, asetnya terdiri dari 3 juta ounce cadangan emas. Lahan tambang tersebut merupakan perusanahaan patungan dengan Conga Project Newmont di Peru. Keduanya dikenal sebagai Minera Yanacocha.

    Area tambangnya sempat menerima sejumlah protes dari penduduk Peru yang menuntut proyek Conga dihentikan. Tuntutan tersebut menyusul kabar bahwa Newmont akan mengeringkan tiga danau di kawasan Cajamarca.

    3. Tambang Goldstrike di Nevada
    Tambang Goldstrike berlokasi di Carlin Trend di Nevada dan dioperasikan Barrick Gold. Pertambangan di Goldstrike dimulai pada 1987. Lokasinya terdiri dari kompilasi tambang lahan terbuka Betze dan tambang bawah tanah Rodeo.

    Pada 2012, tambang ini memproduksi 1,17 juta ounce emas dengan harga US$ 541 per ounce. Tahun in, Barrick memprediksi bisa memproduksi sekitar 0,87 juta hingga 0,94 juta ounce emas. Sementara itu, seperti dikutip dari situs resmi Barrick, sampai akhir tahun 2012, cadangan emas Goldstrik diketahui mencapai 12,3 juta ounce.

    Pada akhir Juni lalu, perusahaan mengumumkan pihaknya akan melakukan pemutusan hubungan kerja (downsizaing) pada 55 pekerja di Nevada dan Utah. Hal tersebut merupakan dampak dari rendahnya harga emas, biaya operasional yang lebih tinggi dan harga saham yang tak stabil. | AT | I | Liputan6 |

    Silfa: Gajah Mati, Akibat Maraknya Pemburu Gading



    Lhokseumawe | acehtraffic.com – Manager Operasional LSM Selamatkan Isi Alam Flaura dan Fauna (SILFA), Armia Jamil mengatakan. Meningkatnya angka kematian gajah di Aceh, disebabkan karena maraknya pemburu gading. Rabu, 17 Juli 2013.

    Lebih lanjut, Armia Jamil menjelaskan. Para pemburu gading gajah tersebut, berasal dari oknum-oknum dari institusi tertentu. Sehingga mereka meraup keuntungan dari hasil kematian gajah.

    “Saat ini masih banyak pelaku pembunuh gajah yang belum terjerat hukum,”ujar Armia Jamil.

    Selain itu, pengalihan fungsi lahan menjadi lahan perkebunan. Merupakan sebagai awal mulanya konflik gajah dengan manusia. Karena ekosistem gajah tersebut sudah menjadi terganggu.

    Maka, LSM Silfa mendesak pihak penegak hukum untuk segera menangkap pelaku pembunuhan gajah. Karena selama ini, gajah-gajah tersebut dibunuh hanya untuk memperoleh keuntugan melalui gading gajah.

    “BKSDA pun belum menerapkan hukun yang tegas bagi pelaku pembunuh gajah,”tutur Armia Jamil.

    Berdasarkan amatan LSM Silfa, saat ini. BKSDA belum bekerja dengan maksimal yang sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Serta belum menerapkan hukum yang berlaku terhadap penganggu satwa liar.

    “Hingga para pemburu gading gajah bisa lebih leluasa,”kata Armia Jamil.

    Kondisi gajah sangat mengkhawatirkan, dewasa ini hanya tersisa kurang dari 3.000 ekor gajah Sumatra. Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), angka ini anjlok 50 persen dibandingkan dengan angka populasi spesies tersebut pada tahun 1985 lalu. 

    Konflik antara gajah Sumatra dengan manusia juga terus meningkat karena penduduk terus merasuki habitat liar mereka di pulau yang dikenal sebagai salah satu pulau dengan hutan tropis terbesar di dunia.| AT | AG |

    Bayi Gajah Bernama Raja, dan Penampakan Kakek Tua Bersorban




    acehtraffic.com- Ditemukannya dua ekor bayi Gajah (Elephas Maximus Sumatrensis) didalam perkebunan masyarakat desa Pante kecamatan Paya Bakong Aceh Utara meninggalkan cerita.

    Warga setempat pada April silam menemukan se-ekor bayi gajah berumur 2 tahun tanpa induknya. Melihat bayi gajah tanpa induk tersebut membuat warga berniat untuk menyelamatkan.Sabtu 29 Juni 2013

    Bayi gajah tersebut dibawa warga ke perkampungan, warga membuat tempat alakadar untuk merawat bayi gajah tersebut. Hari –hari warga memberi susu bubuk kepada bayi Gajah yang kemudian diberi nama oleh warga setempat dengan sebutan Raja. 

    Raja menjadi idola warga desa, saban hari warga berkumpul menikmati tingkah Raja yang masih lugu. Begitu juga warga sekitar datang untuk menjenguk Raja.

    Namun lambat laun Raja, semakin kurang bergairah, ia seperti sedang menderita penyakit. 

    Kabar tersebut meluas, Dinas kehutanan dan  sejumlah LSM peduli lingkungan dan Jurnalis juga datang kesana. Dinas dan LSM sempat membujuk warga agar si Raja diserahkan ke BKSDA agar dapat dirawat dengan baik.

    Namun karena sayangnya warga kepada Si Raja, membuat warga enggan menyerahkan si Raja ke pihak yang menangani bagian satwa itu. Karena kondisi kesehatan Si Raja yang kian lemas, dokter hewan sempat memberikannya vitamin, diharapkan dengan vitamin itu Raja kembali pulih dan ceria kembali.

    Dalam masa penyembuhan Raja, warga yang bekerja di Ladang kembali menemukan seekor Bayi Gajah berumur kurang satu bulan. Bayi gajah yang ditemukan 18 Juni 2013  ini diberi nama Raju. Raja dan Raju di rawat warga disatu tempat. Namun 6 hari Raju bersama warga, kondisi fisik Raja kian mengkhawatirkan, akhirnya Raja mati.

    Tinggallah Raju sendirian. Kematian Raja menjadi kekhawatiran sejumlah pihak terutama LSM peduli lingkungan, karena disadari atau tidak merawat Bayi gajah selain butuh biaya besar juga membutuhkan skil yang cukup tentang satwa berbadan besar itu.

    Akhirnya warga setempat yang sempat merawat Raju meng-ihklaskan untuk dijemput BKSDA provinsi Aceh untuk bawa ke pusat Pelatihan Gajah di Saree Aceh Besar. Semoga Raju tumbuh sehat dan berkembang.

    Raja Tinggalkan Kisah

    Pasca kematian Raja beredar kabar ada yang tidak biasa terjadi. Berdasarkan informasi yang berkembang diantara warga, sebelum Raja di kebumikan, ada beberapa warga yang mengabadikan tubuh kaku dari Bayi Gajah bernama Raja itu. Namun alangkah terkejut ketika dilihat hasil jepretan itu, nampak berdiri seorang kakek bersorban disisi tubuh Raja.

    Berbagai asumsipun muncul pasca kejadian itu, ada yang menganggap bahwa Raja diambil Aulia, ada juga yang berasumsi Raja adalah pendamping Aulia dihutan belantara.

    Pastinya apapun asumsi,  keberadaan Gajah Sumatera di hutan Aceh semakin hari kian terancam, pembukaan lahan baru dan pemburuan gading dua factor yang menyebabkan hewan berbadan besar dan memiliki insting sangat tinggi itu diambang kepunahan.  | AT | Qistina |

    Di Kenya, Ada Panti Asuhan Untuk Bayi Gajah Yatim Piatu


    Kenya | acehtraffic.com- Sebuah panti asuhan bagi gajah yatim piatu milik David Sheldrick terletak tidak jauh dari Taman Nasional Nairobi yang diperuntukkan bagi bayi-bayi gajah dan bayi badak yang berasal dari seluruh Kenya. 
    Bayi gajah di sini menerima perlakuan khusus 24 jam dari petugas profesional yang sekaligus menjadi ibu pengasuh dari gajah-gajah imut tersebut. Jika sudah siap, gajah-gajah dilepas ke Tsavo National Park.
    Pengunjung bisa melihat secara langsung bagaimana gajah-gajah ini dimandikan, diberi susu, dan dirawat dengan penuh kasih sayang. Perburuan gajah untuk diambil gadingnya menyebabkan banyak anak gajah yatim piatu. | AT | R | TEMPO| AP Photo |

    Bayi Gajah Paya Bakong, Kini Diasuh BKSDA


    Aceh Utara | acehtraffic.com- Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh akhirnya mendapatkan hak asuh bayi gajah berumur kurang dari satu bulan yang sudah dinamakan Raju itu  dari masyarakat di Desa Blang Pante Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Kamis 27 Juni 2013. Raju sempat dirawat selama sepekan oleh warga pedalaman Aceh Utara itu.

    Sibayi Gajah bernama Raju itu, awalnya warga menemukan dua bayi  gajah di hutan pedalaman Paya Bakong Aceh Utara. Anak gajah tertua berumur sekitar dua tahun diberi nama Raja ditemukan pada bulan April lalu. Mendapatkan anak gajah ditinggal induknya masyarakat setempat menyambut dengan suka cita. Mereka rela secara kongsi membiayai makan si Raja.

    Namun setelah lebih satu bulan ditangan warga dan sempat mendapatkan pemeriksaan dari dokter hewan. Raju “kembali”  ia mati pada tanggal 24 Juni  2013 lalu. Sebelum Raja  mati,  warga setempat pada tanggal 18 Juni 2013 kembali menemukan   se ekor bayi gajah yang diprediki masih berumur puluhan hari, temuan yang kedua ini juga dipelihara oleh warga setempat.

    Namun hari perhari kondisi kesehatan bayi Gajah yang naik turun menyebabkan banyak kalangan mengkhawatirkan keselamatan Bayi gajah Sumatera tersebut.  Namun pada Kamis 27 Juni 2013 warga menyerahkan  (Elephas maximus sumatranus) ke pihak BKSDA untuk dirawat sesuai standar guna menyelamatkan bibit hewan langka tersebut.

    Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Amon Zamora mengatakan, memelihara bayi gajah tanpa pengetahuan yang cukup akan rentan keselamatan. Apalagi bayi gajah tersebut masih dibawah usia setahun.

     ,”Bayi gajah itu sudah dibawah penanganan kita, tadi sore tim dari BKSDA, dan LSM lingkungan sudah ada dilokasi untuk melakukan cek kesehatan, dan kita akan bawa ke PLG Saree untuk pemeliharaan lebih lanjut,”  | AT | RD |

    Kampanye Mangrove, Cristiano Ronaldo Reuni dengan Martunis

    Bali | acehtraffic.com -- Masih ingat Martunis? Bocah ini mencuat namanya setelah bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo pada tahun 2005 rela jauh-jauh datang ke Aceh untuk bertemu dengannya. 

    Sebelumnya, pada bencana Tsunami Desember 2004 di Aceh, Martunis selama 19 hari terombang-ambing di laut mengenakan kaus sepak bola Timnas Portugal Hal itulah yang membuat Ronaldo, yang saat itu masih memperkuat Manchester United, bersimpati kepadanya.

    Kini, kurang lebih 13 tahun kemudian, Ronaldo kembali bertemu dengan Martunis pada acara kampanye penyelamatan bakau (mangrove) yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ronaldo di Bali, Rabu (26/6).

    Menurut Ronaldo, Martunis-lah yang membuatnya jatuh cinta dengan mangrove. "Itu terkait tsunami Aceh dan bocah Martunis yang terbawa tsunami selamat karena tersangkut di pohon mangrove," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menerangkan kepada wartawan.

    "Dari sana kemudian Ronaldo dekat dengan Martunis dan mangrove," kata Zulkifli.

    Saat di Aceh, Ronaldo menyempatkan menemui Martunis di Aceh dan memberinya beasiswa untuk sekolah. "Martunis dulu dikasih handphone sama Ronaldo, tapi handphone-nya hilang," tuturnya.

    Pada acara kampanye tersebut, Zulkifli kemudian memanggil Martunis yang kini sudah remaja dan gemar bermain sepak bola. "Ini dia Martunis. Ayo ke depan salaman dengan bapak Presiden dan Ronaldo," katanya.

    Martunis pun maju dan menyalami Presiden dan Ronaldo. Kemudian Zulkifli menyerahkan sertifikat Duta Peduli Mangrove Bali kepada Ronaldo.

    Dalam pidato singkatnya, Ronaldo mengatakan saat pengusaha nasional Tomy Winata memintanya menjadi Duta mangrove Bali, dia langsung tertarik.

    "Terima kasih kepada Presiden SBY. Saya senang datang ke Indonesia. Semoga acara saya di Bali ini dapat meningkatkan pesan penyelamatan mangrove," kata Ronaldo. | AT | I | Republika.co.id | Foto: @SBY | AP | Tribun |

    Otoritas Lingkungan Hidup Aceh Utara, Akan Tertibkan Galian C Berbahaya




    Aceh Utara | acehtraffic.com – Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Aceh Utara akan menertibkan seluruh aktifitas galian C di Kabupaten Aceh Utara, karena banyaknya kasus kerusakan lingkungan akibat aktiftas ekspolrasi galian C besar-besaran. Selasa, 25 Juni 2013.

    Pernyataan tersebut, disampaikan oleh Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Aceh Utara, Nuraina. Senin 24 Juni 2013. Dihalaman kantor Bupati Aceh Utara, pada saat usai upacara peringatan hari Lingkungan hidup sedunia.

    Pelarangan tersebut, telah diamanahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Balthasar Kambuaya. Sebagai pertimbangannya adalah, karena saban hari, semakin banyak lingkungan yang telah rusak. ,“Galian C bisa membuat lingkungan kita rusak parah,” ujar Nuraina.

    Selain itu, banyak terdapat perusahaan yang melakukan eksploitasi galian C yang tidak mengantongi izin. Sehingga mereka mengambil secara besar-besaran dan menggunakan alat-alat berat, sehingga sangat rentan kerusakan lingkungan.

    Nuraina menambahkan, dalam waktu dekat ini. Perusahaan-perusahaan yang melakukan aktifitas galian C akan dipanggil, guna untuk memperingati perusahaan tersebut yang belum mengantongi izin.

    Lebih lanjut, Nuraina menjelaskan, untuk menertibkan maraknya galian C di Aceh Utara. Harus ada tindakan langsung dibawah perintah Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib. Terhitung saat ini KLH juga akan menertibkan pengambilan galian C dengan menggunakan alat berat.

    “Kita akan awasi lebih ketat,” tutur Nuraina.

    Apabila nantinya perusahaan galian C masih tetap juga mengambil dengan alat berat, maka KLH akan mengambil tindakan-tindakan tegas, bahkan juga tidak akan menutup kemungkinan KLH akan menempuh dengan jalur hukum.

    Ketua komunitas peduli lingkungan Bumoe Aceh Lestari, M. Agam mengatakan potensi rusak lingkungan akibat galian C yang tidak terkontrol akan berdampak buruk pada lingkungan dan habitat disekitarnya. Maka untuk itu, pemerintah sudah sepatutnya menganggap ini sebuah persoalan serius untuk segera diambil tindakan. | AT | AG |

    Green Energy 'NestleMILO' For New Jakarta, Bersatulah Indonesia




    acehtraffic.com- Green Energy 'NestleMILO' For New Jakarta, Bersatulah Indonesia mengiringi pesan dalam lomba Marathon  menyambut ulang tahun Jakarta ke-484 tahun 2013 membuat Jakarta internasional 10K di Silang Monas,  membuat Jakarta Pusat pada Minggu 23 Juni 2013 sehat dan bersemangat, berbagai kalangan ikut serta, dari ibu rumah tangga, anak-anak kaum bapak, dan bisa dikatakan seluruh komponen masyarakat. Kalangan elit, sejumlah atletik internasional, asia dan nasional juga ikut berbaur didalamnya.

    Keseragaman mengesankan Jakarta internasional 10K menjadi pemersatu bukan cuma nasional tetapi juga masyarakat internasional. Tema NestleMILO Green Energy For New Jakarta mengupayakan titik menjadi kota Jakarta di usianya yang ke-484 tahun 2013 tersebut menjadi baru dan masyarakatnya sehat .

    Ada sejumlah jawara dalam lomba tersebut, pelari dari Kenya,Silas Kipruto, tampil sebagai juara pertama pada kategori internasional pria.

    Sedangkan juara pertama kategori internasional wanita diraih oleh Zakia Mohamed Mrisho asal Tanzania. Sedangkan juara pertama pelari pria kategori elit nasional diraih oleh Jauhari Johan, dan pelari wanita kategori nasional diraih oleh Triyaningsih. | Teks Qistina |  Foto acehtraffic.com | Azwar | 



    Asap Diduga Berasal Dari "Kentut" Perusahaan Asing

    Jakarta | acehtraffic.com-- Dituduh oleh luar negeri bahwa Indonesia telah membuat negeri tatangga kerepotan gara-gara asap dari wilayah Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup, Baltazar Kambuaya sedikit mengelak.

    Baltazar Kambuaya menyatakan tim investigasi sudah mengindikasikan delapan perusahaan yang diduga melakukan pembakaran sebagian besar dilakukan oleh perusahaan asing hingga menyebabkan bencana asap di Riau. "Diperkirakan ada delapan perusahaan,” katanya saat ditemui di Istana Merdeka, Jumat 21 Juni 2013 

    Ia mengatakan dari delapan perusahaan itu lebih banyak perusahaan asing yang terlibat dan diduga melakukan pembakaran dibandingkan perusahaan asal Indonesia. Tidak semuanya berasal dari perusahaan Singapura.

    Sayangnya, ia belum mau membocorkan nama perusahaan yang dicurigai jadi biang keladi. Baltazar baru akan mengumumkannya esok hari. "Perusahaan yang membakar itu sudah tahu nama-namanya dan dari mana. Nanti besok," katanya. | AT | RD| RP|

    Ini Dia Pemandangan Indah Alam Aceh


    Pemandangan alam Aceh menawarkan berbagai panorama keindahan, seperti yang terekam dalam lensa foto ini. Foto Azwar | acehtraffic.com




    Sekolah Diajak Untuk Peduli Lingkungan


    Banda Aceh | acehtraffic.com -- Sekolah-sekolah di Kota Banda Aceh mulai tingkat dasar, menengah dan atas diajak untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar. 

    Hal ini dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Adiwiyata yang digagas oleh Kantor Lingkungan Hidup Kota Banda Aceh, Rabu 12 Juni 2013 di aula balaikota gedung C.

    Sekda Kota Banda Aceh Drs T Saifuddin MSi yang diwakili staf ahli Walikota bidang Hukum dan Politik Ir. T. Iwan Kesuma dalam sambutannya mengatakan dengan semakin banyak sekolah yang mengikuti dan melaksanakan program ADIWIYATA, maka akan semakin tercipta sikap peduli dan berbudaya lingkungan, yang diharapkan akan semakin baik kualitas lingkungan sekolah/dayah dan lingkungan masyarakat.

    Iwan Kesuma menambahkan dengan partisipasi semua pihak dalam melaksanakan dan mendukung program ADIWIYATA, maka akan terjadi perubahan prilaku yang berbudaya lingkungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas lingkungan hidup, yang akan mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menuju pembangunan berkelanjutan di Kota Banda Aceh.

    “Mari ubah perilaku dan pola konsumsi melalui sekolah berwawasan lingkungan,” ajak beliau seraya menambahkan menilik dari tema yang diusung, maka yang awal harus dilakukan adalah merubah prilaku. Untuk itu Pemerintah Kota Banda Aceh mencoba melirik sekolah-sekolah dalam hal memelihara lingkungan hidup.

    "Artinya kalau kita berbicara perilaku, maka tanamkan awal prilaku itu dari sekolah. Entah itu PAUD sampai SMA dan sederajat, yang jelas masa-masa inilah yang harus dibutuhkan orang tua dan guru untuk merubah prilaku seseorang dalam suatu hal, termasuk merubah prilaku anak-anak kita mengenai cara bersahabat dengan alam," imbuhnya.

    Sebelumnya Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Banda Aceh Drs. Sunazar dalam laporannya mengatakan sosialisasi yang berlangsung selama dua hari tersebut mengikutsertakan para guru,  siswa siswi dari 30 sekolah mulai dari SD/MI, SMP/MTsN dan SMA/MAN dan Dayah di Kota Banda Aceh dengan jumlah keseluruhan mencapai 80 peserta.

    Sunazar menjelaskan untuk memberi pemahaman yang utuh kepada para peserta pihak panitia menghadirkan beberapa pemateri handal di bidangnya seperti dari Bapedal Aceh, KLH Kota Banda Aceh, Dinas Kebersihan & Keindahan Kota, Disdikpora Kota, DSI Kota dan Balai POM.

    Sunazar menambahkan pada tahun 2013 ini ada lima sekolah dan satu dayah di Kota Banda Banda Aceh berhasil memenangkan lomba sekolah berwawasan lingkungan tingkat Provinsi Aceh dan ada tiga sekolah yang lolos verifikasi untuk dapat mengikuti lomba adiwiyata pada tingkat nasional. Sekolah yang lolos verifikasi antara lain SMPN 1, SMPN 2 dan SDN 67 Kota Banda Aceh.

    Sunazar berharap dengan adanya sosilisasi tersebut akan semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengubah perilaku dan pola konsumsi untuk selamatkan lingkungan pada pendidikan tingkat dasar, menengah dan atas. | AT | I | MA |

    Angin kencang, Nelayan Terpaksa Gantung Jaring



    Lhokseumawe | acehtraffic.com - Akibat angin kencang yang melanda wilayah perairan Lhokseumawe, menyebabkan sejumlah nelayan tidak melaut karena bisa mengancam keselamatan. Rabu, 12 Juni 2013

    Salah seorang nelayan, Anwar yusuf mengatan. Saat ini, selain terjadi angin kencang, juga gelombang laut meningkat. Kalau sudah cuaca seperti ini, biasanya nelayan tidak melaut selama satu minggu, bahkan juga bisa lebih.

    Dirinya menceritakan, dua hari yang lalu. Ada dua buah kapal nelayan yang tengelam di 40 mil dari wilayah perairan Lhokseumawe, namun dirinya tidak mengenali nelayan tersebut.

    Cuaca seperti ini, juga mengakitbatkan hilangnya mata pecaharian sejumlah nelayan. Untuk memnuhi kebutuhan sehari2 para nelayan memilih untuk berjualan.| AT | AG |

    Untuk Mencegah Banjir, Dinas PU Lhokseumawe Perbaiki Saluran Sekunder

    Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Kota Lhokseumawe memang selalu menjadi langganan banjir, terutama disaat musim penghujan. Satu jam saja diguyur hujan, maka sejumlah sudut Kota Lhokseumawe tergenangi air. Sabtu, 8 Juni 2013.

    Maka untuk mengatasi dan mencegah terjadinya banjir di Kota Lhokseumawe, Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan normalisasi saluran sekunder di sejumlah titik dan terus meningkatkan kualitas pembangunan saluran tersebut.

    Dalam melaksanakan normalisasi saluran sekunder tersebut, akan digunakan anggaran dari berbagai sumber pos anggaran di tahun 2013,yaitu dari dana Otonomi Khusus (Otsus) dan APBK tahun anggaran 2013.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe T Zahedi mengatakan, pihaknya sangat menginginkan, tidak ada lagi rumah-rumah masyarakat yang terendam air apabila terjadi hujan deras dan meluapnya air dari Krueng Cunda.

    “Banyak masyarakat yang mengeluh, akibat saluran sekunder tak bisa menampung air,” ujar T. Zahedi.

    Dirinya menambahkan, normalisasi saluran sekunder akan terus dilakukan normalisasi. Agar bisa menampung debit air, sehingga air yang telah tertampung tersebut, bisa mengalir dengan normal ke saluran primer.

    Sementara itu Sekretaris Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Lhokseumawe, Nirwansyah mengungkapkan, Pagu anggaran untuk normaliasi saluran sekunder tersebut, berjumlah Rp. 2 Miliar bersumber dana Otsus 2013.

    Nirwansyah Menambahkan, untuk nilai kontraknya belum ditentukan. Bisa saja nanti nilai kontraknya mencapai Rp. 1 Miliar, dengan dana sebesar itu. Akan dibangun saluran sekunder menuju ke tandu IV, yaitu meliputi tempat  penampungan air banjir yang  berbatasan antara Desa Teumpok Teungoh dan Desa Uten Bayi Kecamatan Banda Sakti.

    Saluran sekunder tersebut, nantinya akan dibangun dalam skala yang lebih besar. Selama ini tandu IV tersebut menampung aliran air dari sejumlah desa sekitar. Antara lain Desa Teumpok Teungoh, Uteun Bayi, Hagu Barat Laut, Blang Rayeuk, Bandar Masen dan sekitarnya.

    Nirwansyah menjelaskan, apabilan saluran-saluran tersebut tidak segera diperbaiki. Maka dapat merendam ratusan rumah dalam beberapa hari, apabila terjadi hujan lebat dan meluap air krueng cunda.

    “Maka kita bangun baru, biar air mengalir normal,” ujar Nirwansyah.

    Selain dari dana otusu, untuk pengerjaan saluran sekunder ini. Dinas PU juga mendapatkan suntikan dana dari APBK Lhokseumawe tahun 2013, sebesar Rp. 1 miliar.

    Untuk mendukung pembangunan itu, memang dibutuhkan dana yang lebih besar. Selain melakukan pembangunan fisik, juga dilakukan pembebasan lahan warga seluas 600 meter.

    “Kita sudah negosiasi harga dengan para pemilik lahan,” tutur Nirwansyah.| AT | AG |

    Bangkai Kapal Diperairan Pasifik



    Walaupun terlihat begitu indah, karang-karang indah di perairan Pasifik Selatan ini ternyata menyimpan rahasia besar. tempat ini adalah kuburan kapal terbesar di dunia. Dailymail.co.uk

    Waspadai, Besok Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang Aceh



    Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banda Aceh mengelurkan peringatan dini, besok (Rabu 5 Juni 2013), sebagian wilayah Aceh akan dilanda hujan lebat dan angin kencang . Selasa 4 Juni 2013.

    Forecaster on duty BMKG Banda Aceh, Nasrul menjelaskan. Berdasarkan hasil pantauan citra satelit, besok sebagian wilayah Aceh berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.

    Dirinya menambahkan, gejala cuaca tersebut akan terjadi sekitar pukul 14:00 Wib. Wilayah yang akan terkena cuaca buruk tersebut, meliputi wilayah Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Tengah dan sekitarnya.

    Diperkirakan, kondisi cuaca buruk tersebut akan berlangsung sampai pukul 16:00 Wib. Pergerakannya akan meluas sampai wilayah Pidie, Sigli, Bireuen dan wilayah-wilayah sekitarnya.

    Nasrul juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar lebih waspada terhadap cuaca buruk tersebut. Dan dianjurkan untuk tidak berada di bawah pohon, angin sangat kencang dan bisa mengakibatkan pohon  tumbang.

    Selain itu, BMKG Banda Aceh juga telah menyebarluaskan peringatan dini tersebut dan juga telah mengirimkan laporan kepada Badan Penanggulangan Bencan Aceh (BPBA), PMI, Pelni dan Dinas Perhubungan.

    “Besok kecepatan angin diperkirakan mencapai 50 Km/jam,” ujar Nasrul.| AT | AG |

    Pemkab Aceh Timur Pertegas Akan Tutup Industri Arang Bayeun


    Aceh Timur | acehtraffic.com- Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pertegas akan menutup lokasi industri arang llegal yang tersebar dikawasan Bireum Bayeun Aceh Timur.

    Diharapkan  koperasi yang bergerak dibidang industri arang untuk menghentikan penebangan,  karena izin yang dikantongi dari Gubernur dan dihut hanya izin Pemanfaatan Hasil Hutan bukan izin Ekplorasi. Senin 3 Juni 2013

    “Data yang dikantongi Pemkab Aceh Timur di Dinas Kehutanan dan Perkebunan adalah hanya Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HKm). Izin ini hanya untuk pemanfaatan jasa hutan dan hasil hutan non-kayu seperti rotan, bambu, madu, getah, dan buah serta lainnya,” Ujar  T. Amran, SE Kepala Bagian Humas Setdakab Aceh Timur

    T.Amran menambahkan berdasarkan SK Gubernur Aceh dan SK Menteri Kehutanan RI, pihak Pemkab Aceh Timur akan melakukan penertiban industri arang di kawasan Aceh Timur, karena selama ini dinilai telah menebang hutan bakau (mangrove) yang notabenya tidak diperbolehkan. Sementara di lapangan sebagaimana temuan Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib banyak hutan bakau ditebang dijadikan arang.

    Sebagaimana aturan yang ada, lanjut T. Amran, kewajiban pemegang IUPHKm antara lain melakukan penataan batas areal kerja, menyusun rencana kerja, melakukan penanaman, pemeliharaan dan pengamanan, membayar provisi sumber daya hutan sesuai dengan ketentuan dan menyampaikan laporan kegiatan.

    “Perlu kita pertegas lagi bahwa, IUPHHK-HKm pada hutan produksi diberikan untuk kegiatan pemanfaatan hasil hutan tanaman berkayu yang merupakan hasil penanaman,” sebutnya.

    T. Amran menyebutkan, pada saat ini di Kabupaten Aceh Timur belum ada pemegang IUPHHK-HKm, kecuali dua pemegang IUPHKm pada kawasan hutan bakau yaitu KSU Flora Potensi seluas 6.200 hektar berdasarkan SK Gubernur Aceh No 522.51/BP2T/4366/IUPHKm/VI/2011 tanggal 30 Juni 2011dan KSU.Bina Meufakat seluas 6.095 hektar berdasarkan SK Gubernur Aceh No 522.51/BP2T/6244/IUPHKm/XII/2012 tanggal 28 Desember  2012.

    “Denganadanya pemegang IUPHKm sebagai pengelola kawasan hutan bakau, maka keduanya bertanggungjawab merehabilitasi, memelihara dan mengamankan areal kerjanya dari penebangan secara illegal,” tegas T. Amran.

    Oleh karenanya, kedepan pihak Pemkab Aceh Timur akan menertipkan industri arang dikawasan Aceh Timur. Sementara masyarakat yang selamaini bekerja disana perlahan akan dialihkan kepada pekerjaan lain seperti petambak dan nelayan, khususnya masyarakat pesisir.

     "Jika akan tertibkan secara perlahan. untuk koperasi yang memiliki izin agar menjalankan sesuai dengan izin yang dimilikinya," tandas T. Amran. | AT | RD | RILIS|

    BMKG: Angin Kencang Dari Teluk Benggala dan Nikobar Berpeluang Masuk Aceh


    Lhokseumawe| acehtraffic.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, mengeluarkan laporan, saat musim kemarau ini, angin kencang berpeluang terjadi di Aceh. Senin 2 Juni 2013.

    Prakirawan BMKG Aceh, Khairul Akbar mengatakan. Pada musim kemarau ini, lebih banyak terjadi gangguan tekanan. diperkirakan pada bulan Juni, Agustus dan September banyak terjadi tekanan-tekanan rendah di Aceh wilayah Aceh.

    Hal ini diakibatkan karena pergerakan musim dan pada musim kemarau angin berasal dari Australia. karena tekanan udara di daerah negara kangguru tersebut rendah dan tekanan udara tinggi berada di wilayah Asia atau belahan bumi utara equator.  ,“Saat ini kita memasuki musim kemarau dan angin  dari Australia,” Ujar Khairul Akbar.

    Dirinya menambahkan, kalau kita lihat zona angin. Angin berasal dari Australia, kemudian masuk ke equator. Sebelum masuk ke Aceh, angin tersebut diganggu di wilayah Teluk Benggala, India, pulau Andaman dan Nikobar.

    Khairul menjelaskan, kalau angin telah diganggu diwilayah tersebut. Maka akan terjadinya angin kencang di wilayah Aceh, maka diharapkan untuk lebih mewaspadai sampai dengan bulan September nanti.

    BMKG Aceh berpesan, selama musim  kemarau ini masyarakat diharakan untuk lebih waspada. karena musim kemarau di Aceh berbeda dengan wilayah lain, kalau musim kemarau sangat berpeluang terjadi angin kencang. ,“Bukan berarti pada musim hujan tidak terjadi angin kencang,” tutur Khairul.| AT | AG |

    Pemberitaan Bakau Di Aceh Timur Keliru, Ini Penjelasannya


    Aceh Timur | acehtraffic.com- Pemberitaan soal hutan bakau atau industri arang dilokasi Bireum Bayeun dinilai keliru, Senin 3 Juni 2013

    Anwar ketua Koperasi Bina Mufakat yang telah memiliki izin areal dari Bireum Bayeun sampai  Sungai Raya mengatakan kehadiran koperasi tersebut bersama kelompok masyarakat yang bergerak dibidang produksi arang bukan untuk merusak hutan bakau, tetapi untuk melestarikan hutan bakau itu sendiri.

    Dimana KSU Bina Mufakat mempunyai kewajiban untuk menanam kembali bakau dilahan kosong, memelihara, memanen dengan azas fungsi lestari tebang pilih. ,”Bukan seperti yang diberitakan sebuah media, dan perlu diketahui bahwa Koperasi kita hingga saat ini belum menebang sebatang pun,” Ujar Anwar

    Anwar menyebutkan dalam pemberitaan sebuah media cetak yang menyebutkan bahwa Koperasi serba Usaha Bina Mufakat telah mengantongi izin ekplorasi dari Gubernur Aceh adalah pemberitaan yang keliru dan tidak ada dasar.

    Karena hingga saat ini KSU Bina  Mufakat belum mengantongi izin ekplorasi sebagaimana disebut dalam pemberitaan tersebut, begitu izin pengangkutan yang dikeluarkan dinas kehutanan Aceh Timur
    .
    ,”Kalau memang itu disebutkan, berapa nomor SK Gubernur, dan nomor Izin pengangkutan dari dishut Aceh Timur, tolong disebutkan jangan di rekayasa,”

    Dia juga menjelaskan untuk mendapatkan izin Ekplorasi dan izin  pengangkutan arang memiliki tahapan bagi pemegang izin areal kerja Hutan Kemasyarakatan (HKM), sementara dalam pemberitaan itu disebutkan HKN. ,” Saya tidak faham HKN ,apa itu HKN,” Anwar mempertanyakan.

    Anwar meluruskan untuk saat ini KSU Bina Mufakat baru memiliki  izin areal kerja dari Menteri Kehutanan dengan SK nomor:155/Menhut-II/2012 tgl 26-03-201, dengan areal kerja Birem Bayeun Alur Dua sampai Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur.

    Dan Surat Keputusan Gubernur nomor : 522.51/BP2T/6244/IUPHKm/XII/2012 tgl 28-12-2012 tentang pemberian izin usaha Pemamfaatan Hutan Kemasyarakatan, sedang dalam tahapan membuat Rencana Kegiatan usaha (RKU), Blok-Blok Kerja, dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) untuk disahkan pejabat berwenang.

    ”Setelah itu baru kami ajukan izin Ekplorasi (tebang) dan Izin angkutan  dari hasil produksi (home Industri) setelah sebelumnya membayar kewajiban Provisi Sumber daya Hutan (PSDH), jadi selama ini KSU Bina Mufakat belum menebang,” Jelas Anwar.

    Selain itu Anwar juga menegaskan yang dapat menghancurkan habitat bakau (mangrove) adalah pembuatan tambak-tambak didalam kawasan hutan bakau, dimana dengan pembuatan tambak tersebut akan mencabut akar-akar mangrove.

    Maka jika pembuatan tambak dilakukan maka keberlangsungan bakau (manggrove) akan terancam dan efeknya akan mengancam terjadinya abrasi. | AT | RD| MB|


    Baca juga :   



    Inilah Penyebab Angin Kencang di Lhokseumawe



    Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Penyebab terjadinya angin kencang di wilayah Lhokseumawe, sejak dini hari tadi. disebabkan oleh gangguan cuaca di Selat Malaka hingga laut Cina Selatan. Minggu 2 Juni 2013.

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lhokseumawe, Muh. Syifaul Fuad.

    Dirinya menambahkan, gangguan cuaca ini mengakibatkan pergerakan angin di wilayah Lhokseumawe yang berasal dari Samudera Hindia. Tertarik menuju ke ke laut Cina Selatan.

    “Angin kencang ini, diperkirakan terjadi selama 3 hari kedepan,” ujar Muh. Yaiful Fuad.

    Hal ini, juga telah menyebabkan kondisi cuaca di Lhokseumawe telah banyak ditumbuhi awan-awan konvektif yang berpotensi akan terjadinya hujan dan juga disertai oleh angin kencang.

    Angin kencang tersebut mulai dirasakan oleh warga Lhokseumawe, sejak pukul 02:00 Wib dini hari tadi. hingga pagi tadi, Kota Lhokseumawe juga masih dihiasi dengan angin kencang.Bukan hanya di wilayah Kota Lhokseumawe saja, angin kencang tersebut juga dirasakan oleh warga yang berada di Kabupaten Aceh Utara.| AT | AG |
     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger