Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

    Rektor Universitas Mulawarman, Ancam Bunuh Dosennya Sendiri



    Balikpapan | acehtraffic.com - Konflik internal di rektorat Universitas Mulawarman, Samarinda, makin meruncing sebulan terakhir. Dosen Fakultas Kimia, Rahmat Gunawan, mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari pimpinannya sendiri Rektor Zamruddin Hasyid.

    "Rektor Unmul sudah mengancam untuk mematikan saya. Dia marah karena wartawan terus bertanya soal ijazahnya," kata Rahmat dalam pesan singkat diterima Tempo, Kamis, 25 Juli 2013.

    Hubungan antara Rahmat Gunawan dan Zamruddin Hasyid memang tidak harmonis belakangan ini. Perselisihan keduanya bermula saat Rahmat menyoal keabsahan gelar doktor milik Zamruddin Hasyid. Dia dianggap memanipulasi gelar doktornya demi memuluskan jalannya terpilih jadi Rektor Universitas Mulawarman.

    "Ada kecurangan akademik (yang) sudah dilakukan Zamruddin Hasyid," katanya pertengahan Juni 2013 silam. Gara-gara pernyataan itu, Rahmat mengaku mendapatkan tekanan luar biasa dari rektorat Unmul. Dia menerima teguran lisan, tulisan, ancaman pemecatan, hingga pembunuhan. "Saya pasrah saja dan mohon perlindungan dari Tuhan," ujarnya.

    Namun demikian, Rahmat menyatakan tidak akan berhenti dalam memperjuangkan nama baik Unmul. Menurut dia,  sosok Zamruddin Hasyid tidak sepantasnya memimpin Unmul bila masih mempergunakan gelar yang diragukan keabsahannya.

    Ijazah S3 milik Zamruddin diterbitkan sendiri oleh Universitas Mulawarman. Pada ijazahnya tercantum tanda tangannya sendiri selaku Rektor Universitas Mulawarman. Ijazah itu merupakan bukti kelulusannya sendiri sebagai mahasiswa S3. "Jadi, di ijazahnya sendiri tercantum tanda tangan Rektor Universitas Mulawarman yang juga dirinya sendiri," kata Rahmat.

    Menurut Rahmat, jelas ada konflik kepentingan dalam penerbitan ijazah S3 tersebut. Pasalnya, Zamruddin hanya butuh 1 tahun 11 bulan saja untuk menyelesaikan kuliah S-3 nya di Universitas Mulawarman. Padahal, idealnya kuliah S-3 membutuh waktu 3 tahun untuk lulus. "Orang sekelas BJ Habibie saja butuh waktu 3 tahun untuk menyelesaikan kuliah S-3 nya," kata Rachmat.

    Zamruddin Hasyid tercatat sebagai mahasiswa S-3 Jurusan Kehutanan Universitas Mulawarman saat mencalonkan diri menjadi rektor pada 2010 lalu. Dalam proses pemilihan rektor, Zamruddin yang saat itu menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman ini kemudian mundur dari kuliah S-3 nya.

    Namun, setelah dilantik menjadi rektor Universitas Mulawarman, mendadak Zamruddin dinyatakan lulus kuliah S-3. "Secara etika akademis ada pelanggaran besar dalam masalah ini. Bagaimana kita bisa menghasilkan generasi yang bagus bila dalam masalah internal akademis universitas sendiri ada masalah seperti ini," kata Rahmat prihatin.

    Tak hanya menandatangani sendiri ijazah kelulusannya, Zamruddin juga memberikan beasiswa pendidikan program pasca sarjana untuk dirinya sendiri. "Zamruddin kuliah dengan mendapatkan beasiswa program pascasarjana dari Universitas Mulawarman sendiri," kata Rahmat.

    Rahmat mengaku sudah melaporkan masalah ini pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sampai saat ini belum ada tanggapan dari kementerian.
    | AT | M | Tempo |

    Telkomsel Berikan Beasiswa Bagi Putra/Putri Aceh

    Banda Aceh | acehtraffic.com – Bukti komitmen Telkomsel terhadap dunia pendidikan, di ulang tahunnya yang ke – 18, perusahaan telekomunikasi seluler tersebesar di Indonesia tersebut, memberikan beasiswa kepadansiswa peraih nilai UN tertinggi di Aceh. Rabu, 24 Juli 2013.

    Pada tahun ini, peraih nilai UN tertingi, diraih oleh Azmi yang berasal dari SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Isma Fajri dari SMK Negeri 1 Peureulak danDini Ambya Fahira berasal dari SMP Negeri 6 Banda Aceh.

    Head of Branch Aceh Departemen Telkomsel, Deni mengatakan. Telkomsel akan terus melakukan pelayanan kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia.

    “Beasiswa ini, juga doberikan kepada 132 orang siswa/siswa berprestasi di 33 Provinsi,”ujar Deni.

    Deni menambahkan, salah satu bukti nyata komitmen Telkomsel atas dunia pendidikan adalah pemberian beasiswa ini. Telkomsel akan terus mendukung pendidikan Bangsa, khususnya bagi putra-putri terbaik.

    Selain itu, Telkomsel juga mengharapkan agar beasiwa ini dapat memacu para siswa dan siswi untuk terus bekarya. Serta menginspirasi anak-anak lainnya untuk juga mencapai prestasi yang sama maupun di bidang yang lain.

    Lebih lanjut, Deni menjelaskan pemberian beasiswa tersebut meruakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel di Dimensi pendidikan. Karena selama ini perusahaan terus mendukung kemajuan generasi muda Indonesia.

    Hingga saat ini Telkomsel membina 28.000 komunitas sekolah (Telkomsel School Community) dengan 3,3 juta anggota serta 2.000 komunitas kampus (Telkomsel Mobile Campus) dengan 2,2 juta anggota. Disamping itu Telkomsel juga aktif memberikan program “Pelatihan ICT” kepada 5.000 guru dan 18.200 siswa agar melek teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

    Disamping itu Telkomsel juga telah menggelar program Intergrated Digital School, Telkomsel Mengajar, dan mengembangkan Development Center bersama dengan perguruan-perguruan tinggi ternama di Indonesia, diantaranya ITB UI, UNPAD, ITS, UNDIP dan lainnya. |AT | M | KL |

    Mendikbud Mou dengan Pemerintah Aceh.




    Langsa | acehtraffic.com-  Menteri pendidikan dan kebudayaan Prof M.Nuhmenandatangani mou pendidikan antara pemerintah Aceh di Universitas Samudera Langsa, Aceh.

    Mou tersebut terkait kerja sama antara pemerintah Aceh dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam hal peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan di Aceh. Jumat 5 Juli 2013

    Menteri pendidikan dan kebudayaan Prof M. Nuh, Kamis 4 Juli 2013 mengatakan mou ini berlaku selama tiga tahun dengan fokus pada lima bidang yaitu pendidikan dan pelatihan kepada pendidik dan tenaga kependidikan, penyusunan silabus diklat, pembimbingan sdm uptd, pengembangan management UPTD, meningkatkan kompetensi dan kualitas guru bekerja sama dengan lembaga terkait.

    Hingga saat ini mahasiswa yang belajar di universitas samudera langsa berjumlah sepuluh ribu  orang dan dalam lima tahun terkhir pihaknya berhasil mencetak sarjana berjumlah lima ribu lebih, dengan tenaga dosen sebanyak lima ratus orang.

    Sementara itu Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah mengatakan perubahan status universitas samudera menjadi universitas negeri, sebenarnya menghadirkan tantangan sekaligus cambuk bagi pemerintah aceh untuk lebih bekerja keras meningkatkan kualitas di daerah aceh tersebut.

    Pekerjaan ini bukan lah mudah, mengingat masalah kualitas masih menjadi persoalan dalam dunia pendidikan di Aceh. Pada kesempatan ini, menteri juga meresmikan perubahan status universitas Samudera Langsa dari Universitas Swasta menjadi Universitas Negeri. Dengan perubahan status ini diharapkan memberikan semangat baru bagi semua pihak untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Aceh.

    Sementara itu rektor Universitas Samudera Langsa Bachtiar Akop dalam pidatonya mengharapkan dengan ditandanganinya mou oleh kemenekbud diharapkan agar dimasa transisi dapat membantu unsam baik dari segi dana, sarana dan prasarana.

    Menteri juga berharap kepada, kepala dinas pendidikan, guru, dan pendidik lainya agar tidak brpolitik praktis dan lebih menggali potensi di bidang seni dan budaya daerah. | AT | SD| 

    Alfa Scorpii Medan, Bantu SMK Lhokseumawe


    Lhokseumawe | acehtraffic.com – Untuk menunjang kegiatan proses belajar dan mengajar yang lebih baik, PT. Alfa Scorpii Medan telah memberikan bantuan berupa alat-alat praktik sepeda motor kepada SMK Karya Beringin Lhokseumawe. Jumat 5 Juli 2013.

    Manager Bursa Motor Yamaha Lhokseumawe, Nasir mengatakan. Dalam setiap tahunnya, banyak siswa SMK Karya beringin yang Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Bursa Motor Yamaha Lhokseumawe.

    Hingga, dirinya berinisiatif meminta bantuan program pendidikan kepada PT. Alfa Scorpii Medan, guna untuk menggembangkan kemampuan para siswa tersebut, agar benar-benar menjadin mekanik yang profesional.

    “Alhamdulillah program ini ditanggapi,” ujar Nasir.

    Nasir menambahkan, kemudian pada pertengahan tahun lalu. Tim dari PT. Alfa Scorpii Medan datang ke Lhokseumawe untuk melihat sekolah SMK Karya Beringin. Kemudian mereka memutuskan, bahwa bantuan tersebut layak diberikan.

    Kemudian pada tanggal 10 juni 2013, PT. Alfa Scorpii Medan meminta salah seorang guru dari SMK Karya Beringin, untuk mengikuti pelatihan di Medan. Agar bisa mengetahui bagaimana cara mengoperasikan mesin sepeda motor Yamaha.

    Lebih lanjut, Nasir menjelaskan, maka pihak sekolah mengirimkan seorang guru yang bernama Nurdin. Hingga pada tanggal 13 Juni 2013, PT. Alfa Scorpii Medan memberikan satu unit sepeda motor dan alat-alat sperpat kepada gurun tersebut.

    Nasir menyebutkan, program ini nantinya akan berkelanjutan. Pihak Alfa Scorpii juga telah menandatangani Kesepakatan dengan pihak sekolah SMK Karya Beringin.| AT | AG |  

    Pengumuman SBMPTN 8 Juli

    Bandung | acehtraffic.com -- Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 Akhmaloka di Bandung mengatakan, peserta tes sudah bisa melihat hasilnya lewat Internet pada 8 Juli. "Mulai sore, sekitar pukul 18.00 WIB, sudah bisa dilihat," katanya, Kamis 4 Juli 2013.

    Dimajukannya tanggal pengumuman hasil SBMPTN itu karena penghitungan nilai sudah selesai. Selain itu, panitia tidak ingin repot di saat puasa. "Jadi nanti peserta juga sudah tidak memikirkan SBMPTN di bulan puasa," ujarnya.

    Total peserta yang lolos SBMPTN se-Indonesia mencapai 90 ribu orang lebih. Jumlah itu, kata Akhmaloka, mengisi kuota 30 persen mahasiswa baru. "Sebanyak 50 persen dari jalur SNMPTN dan sisanya kebijakan perguruan tinggi negeri dengan seleksi mandiri," ujar dia.

    Mulai tahun ini, panitia mengubah istilah tes seleksi. SNMPTN menjadi jalur khusus tanpa tes bagi lulusan SMA sederajat yang punya prestasi akademik dan lomba, sedangkan SBMPTN merupakan saringan lewat tes tertulis dan praktik pada jurusan tertentu seperti seni dan olahraga.

    Walau tes seleksi diwarnai insiden kecurangan di sana sini, Akhmaloka mengklaim penyelenggaraan ujian berlangsung aman dan tertib secara umum. "Dari hasil evaluasi berjalan bagus," katanya.

    Saat SBMPTN, panitia menemukan kecurangan peserta di dua kota. Di Jakarta, ada seorang peserta tes yang didapati memakai pensil canggih beraksesoris bluetooth. Alat itu dicurigai untuk transaksi jawaban tes.

    Di Yogyakarta, kata Akhmaloka, dua peserta kedapatan memakai gelang yang dilengkapi jawaban. Namun mereka tertipu. "Soalnya ada 60, tapi jawabannya sampai 90," katanya.

    Peserta mengaku harus mengeluarkan duit Rp 5 juta sampai 15 juta untuk mendapatkan kunci jawaban palsu itu. Sebagian ada yang lunas, kata Akhmaloka, namun lainnya masih mengangsur. Panitia dan kepolisian, masih berupaya mengungkap temuan kecurangan itu, karena disinyalir melibatkan jaringan joki."Sanksi buat peserta,   tidak lulus ujian," katanya. | AT | I | Tempo.co |

    Lulus UN Rendah, Karena Mutu Pendidikan Jelek dan Guru Kurang Kualitas

    Banda Aceh | acehtraffic.com- Banda Aceh menduduki peringkat terendah dalam kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA. Sebesar 3,11 persen siswa SMA di Aceh dinyatakan tidak lulus. Hal ini disebabkan oleh mutu pendidikan yang jelek dan kualitas guru yang kurang.

    Peneliti Public Expenditure Analysis and Capacity Strengthening Program Aceh Renaldi Safriansyah mengungkapkan, mutu pendidikan yang rendah disebabkan oleh beberapa hal. "Salah satunya adalah distorsi perencanaan pendidikan di Aceh," ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 29 Juni 2013.

    Menurutnya, sesuai data analisis terhadap
    anggaran publik Aceh tahun 2012, banyak pembangunan sektor pendidikan yang masih mementingkan pembangunan infrastuktur tapi meninggalkan pembangunan mutu pendidikan. Akibatnya, fasiltas sekolah di Aceh cukup memadai tapi mutu pendidiknya sangat kurang.

    Salah satu contohnya, hanya satu dari lima orang guru di semua jenjang pendidikan yang bersertifikasi. Jumlah guru di Aceh sekitar 117.978 orang. "Kualitas guru di Aceh berada pada peringkat 28 nasional," kata Renaldi.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Yunus Ilyas mengakui hal tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sektor pendidikan memang menjadi prioritas, mengingat banyaknya fasilitas pendidikan yang dulunya hancur akibat konflik dan tsunami di Aceh. "Makanya pemerintah mengalokasikan banyak anggaran pendidikan untuk infrastruktur," ujarnya.

    Menurutnya, dalam tahun ini, pemerintah mulai memfokuskan mata anggaran pada peningkatan mutu pendidikan untuk tenaga pendidik. "Juga sebaran guru yang lebih baik ke daerah terpencil," katanya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Anas M Adam mengakui bahwa mutu pendidikan yang jelek disebabkan kemampuan guru dan sebaran yang tidak merata. "Tahun 2013 kita alokasikan anggaran yang besar untuk mutu, terutama guru," kata Anas. | AT | R | TEMPO|

    Kemerdekaan Pers dan Keselamatan Jurnalis Semakin Terancam



    acehtraffic.com - Aliansi Jurnalis independen (AJI) Indonesia menyatkan kemerdekaan pers di Indonesia semakin buruk, ditandai semakin banyaknya kasus kekerasan terhadap jurnalis, dan munculnya sejumlah aturan yang membatasi kebebasan pers. Sepanjang Meei 2012 sampai pril 2013, telah terjadi sedikitnya 56 kasus kekerasan terhadap jurnalis.

    "Kekerasan terhadap jurnalis semakin kerap terjadi, dan tingkat kekerasannya semakin membahayakan keselamatan jurnalis.penganiayaan dan perampasan alat liputan disertai penganiayaan fisik seperti dilakukan pewira TNI. 

    Baca selengkapnya di Buletin Etika Edisi Mei 2013, Menjaga dan Melindungi Kemerdekaan Pers. Donwload di acehtraffic.com, Jelas dan Mencerdaskan. | AT | IS | Dewanpers.or.id |

    Kualitas SDM Perencanaan dan Penyusun APBA Dungu


    Banda Aceh | acehtraffic.com -- Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perencana di Aceh menjadi salah satu penyebab terjadinya distorsi (penyimpangan) perencanaan anggaran untuk pembangunan yang lebih baik. Sumber fiskal yang besar di Aceh belum diimbangi dengan percepatan pembangunan.

    Demikian dikemukakan oleh Peneliti Public Expenditure Analysis and Capacity Strengthening Program (PECAPP), Renaldi Syafriansyah, dalam diskusi Analisa Belanja Publik Aceh 2012 di 3 in 1 cafe, Banda Aceh, Rabu 26 Juni 2013. Diskusi dihadiri oleh anggota legislatif, pejabat pemerintahan Aceh, LSM, akademisi dan mahasiswa.

    Dalam paparan analisisnya yang bertema ‘Fiskal Berlimpah dan Distorsi Perencanaan’, Renaldi mengungkapkan salah satu penyebab distorsi perencanaan anggaran adalah kualitas SDM perencana yang lemah. “Sehingga perencanaan pembangunan tidak mempunyai analisis kuat,” ujarnya.

    Disebutkan, sejak Otsus diluncurkan pada 2008, Aceh akan menerima lebih dari Rp 100 triliun dana sampai 2014, dan akan terus bertambah. Dana yang besar tersebut, dari analisis PECAPP terlihat pemerintah Aceh belum mampu mengimbanginya antara fiskal dalam jumlah besar dengan akselerasi pembangunan yang tepat berdasarkan kebutuhan masyarakat. Perencanaan juga diniai belum berhasil menterjemahkan visi dan misi pemerintahan Aceh sendiri terhadap kebijakan belanja publik.

    Salah satu indikatornya menurut Renaldi, keuangan Aceh masih sangat tergantung kepada pusat. Pendapatan Asli daerah (PAD) dan potensi penerimaan lainnya stagnan bahkan menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, penerimaan riil dari PAD Aceh, sebesar Rp 1,2 triliun. Angka itu menurun menjadi sekitar Rp 1 triliun pada tahun 2012 lalu.

    Akibat distorsi perencanaan, banyak pembangunan di Aceh yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya pembangunan infrastruktur antar kabupaten/kota yang belum melihat pada kebutuhan prioritas, seperti di wilayah barat selatan dan tengah Aceh yang umumnya mempunyai sarana jalan dalam kondisi buruk, tapi mendapat kucuran dana sedikit.

    Juga dalam masalah pendidikan, masih mementingkan pembangunan infrastuktur tapi meninggalkan pembangunan mutu. “Ini mengakibatkan Aceh menjadi daerah dengan tingkat kelulusan UN terendah di Indonesia,” ujar Renaldi.

    Berdasarkan laporan Analisa Belanja Publik Aceh 2012, PECAPP merekomendasikan untuk peningkatan kualitas SDM perencana serta ketersediaan data untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Selanjutnya juga, belanja publik ke dapan haruslah didasarkan kepada analisis yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tantangan, untuk meminimalisir distorsi. “Juga harus ada komitmen politik yang kuat antara legislatif dan eksekutif,” kata Renaldi.

    Sementara itu, Kepala Sub Bidang Investasi pada Bappeda Aceh, Martunis mengakui kapasitas aparatur pemerintah yang belum optimal sebagai salah satu tantangan pemerintah dalam menyusun perencanaan yang baik. “Juga adanya alokasi belanja yang tidak mengikuti perencanaan,” ujarnya.

    Tahun ini pihaknya akan terus melakukan pembenahan sistem untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Salah satunya dengan membuat perencanaan sistem online dalam perencanaan, penganggaran dan pengawasan. “Sebagai bagian dari transparansi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan fiskal di Aceh,” kata Martunis.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yunus Ilyas menilai perencanaan pembangunan masih bermasalah dan berubah-ubah. Dia masih yakin perencanaan pembangunan yang baik haruslah melalui Musrembang dari tingkat bawah. Tetapi itupun harus dikawal oleh semua pihak sejak awal, agar tetap bertahan dalam pelaksanaan pembangunan. “Sehingga apa yang direncanakan dari awal, tidak diobrak-abrik oleh pengambil kebijakan selanjutnya,” ujarnya. | AT | I | Acehkita.com |

    Mahasiswa Aceh Tenggara Minta KPK Usut Kasus Honorer Siluman


    Jakarta | acehtraffic.com-Aliansi Mahasiswa Pemuda aceh Tenggara (AMPAT),  Senin 24 Juni 2013 pagi melakukan orasi didepan Gedung KPK,di jalan Rasuna Said,Kuningan,Jakarta.

    Kedatangan mahasiswa  untuk menyerahkan bukti-bukti kasus dugaan Korupsi serta suap-menyuap antara  Badan Kepegawaian Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah Aceh Tenggara  dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN-RI) dalam kasus  tenaga honorer kategori I dan kategori III untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kabupaten paling Tenggara Aceh itu.

    Mereka juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta segera menindaklanjuti kasus tenaga Honorer yang melibatkan ipar kandung Bupati Aceh Tenggara Siluman.

    Pada bulan Mei 2012 pihak penyidik Polres Aceh Tenggara telah menetapkan Samanuddin Kepala BKPP Aceh Tenggara sebagai tersangka dengan  jeratan Pasal 263,tentang pemalsuan data atau sengaja memalsukan data.

    Namun hingga kini Kasus Tenaga Honorer Siluman tersebut belum diadili. AMPAT juga mempertanyakan  tentang penegakan hukum di Aceh Tenggara.

    Sulit diterima dengan akal sehat sehubungan dengan pihak penyidik Polres Aceh Tenggara tidak menemukan adanya tindak pidana korupsi dan suap menyuap pada kasus tenaga honorer siluman.

    AMPAT menduga ada permainan besar dalam kasus hukum shingga AMPAT  krisi kepercayaan terhadap penegakan Hukum di kabupaten Aceh Tenggara.

    Diberbagai daerah yang lain di Aceh terembus isu sejumlah honor "Kilat" dimasukkan atas kepentingan sejumlah oknum pejabat atau orang yang dekat dengan kekuasaan membuat sejumlah tenaga bakti dan honor yang telah bertahun tersingkir dari jatah.

    Diharapkan kepada KPK untuk segera bertindak, tidak cuma dalam kasus di Aceh Tenggara tetapi juga untuk kabupaten kota lain di Aceh.   | AT | RD | Azwar| 

    74 Siswa Teknologi Industri Wisuda


    Banda Aceh | acehtraffic.com–Sebanyak 74 siswa dan siswi SMK-Sekolah Menengah Teknologi dan Industri (SMTI) Banda Aceh, Kamis 20 Juni 2013 menjalani wisuda kelulusan tahun pelajaran 2012/2013 angkatan ke-44 di Aula SMK-SMTI setempat, Jalan Twk Hasyim Banta.

    Sebelum dilantik, siswa-siswi ini diambil sumpahnya oleh Kepala Pusdiklat Kementerian Perindustrian Indonesia untuk senantiasa menjaga almamater Sekolah Menengah Teknologi Indistri (SMTI).

    Kepala SMK-SMTI Ir Hariyanto, M.Pd dalam laporannya mengatakan sebanyak 74 siswa yang diwisuda merupakan lulusan SMK-SMTI Banda Aceh angkatan ke 44. Hariyanto meminta kepada para siswa ini untuk terus mengembangkan diri agar mampu bersaing di kancah persaingan global.

    Dari 74 wisudawan, Lanjut Hariayanto, enam diantaranya sudah ditawar untuk bekerja salah-satu perusahaan besar di Aceh. Sementara 10 orang telah mulai berwira usaha secara mandiri. Dan sisanya sedang menunggu konfirmasi dari perusahaan-perusahan baik di pulau Jawa maupun Sumatera.

    Hariyanto juga mengungkapkan, pihaknya dengan dukungan dari Pusdiklat Kementerian Perindustrian dan Pemko Banda Aceh akan terus mengembangkan berbagai terobosan di sekolah tersebut, antaranya adalah akan mengembangkan Mini Plant kelapa sawit yang akan mengolah sawit dari CPO ke minyak goreng dan biodiesel.

    Sementara itu, Walikota Banda Aceh yang diwakili Asisten II Drs Ramli Rasyid M Si mengatakatan sebagai daerah yang terus berkembang, Kota Madani ini membutuhkan banyak energi untuk membangun. 

    Dan alangkah lebih baik jika pelaku pembangunan ini adalah putra-putra Banda Aceh yang memiliki kecakapan dan keahlian. Dengan demikian, pembangunan Banda Aceh benar-benar dapat berjalan tanpa menghilangkan nilai-nilai sosial dan kultur yang melekat dalam keseharian kita.

    “Tak ada yang membedakan anak-anak Banda Aceh dan anak-anak lain.  Satu-satunya yang menjadi penentu adalah daya juang dan keterampilan. Dan saya yakin, anak-anak yang akan diwisuda hari ini memiliki modal tersebut.” ujarnya.

    Turut hadir pada acara ini, Kepala Pusdiklat Kementerian Perindustrian RI, Perwakilan Dinas Pendidikan Aceh, Dewan Guru dan para wali murid yang antusias mengikuti prosesi wisuda. | AT | RD|

    60 Dosen LPTK Belajar MBS Usaid Prioritas


    Banda Aceh | acehtraffic.com- 60 Dosen dari 4 LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) di Aceh yaitu FKIP Universitas Syiah Kuala, Fakultas Tarbiyah IAIN Ar Raniry, FKIP Universitas Muhammadiyah Aceh dan FKIP Universitas Al Muslim Bireuen memulai pendalaman praktik baik dalam bidang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Selasa, 18 Juni 2013

    Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sulthan Banda Aceh tersebut dibagi atas 2 bagian yaitu tanggal 18-20 Juni untuk dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Muhamadiyah dan IAIN Ar Raniry dan tanggal 25-27 Juni untuk dosen FKIP dari Universitas Syiah Kuala dan Universitas Al Muslim.

    Kegiatan ini merupakan bagian awal dari komitmen USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students) bersama Pemerintah Aceh dan LPTK untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh selama 5 tahun hingga 2017.,

    60 dosen akan memperoleh berbagai materi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS); Manfaat, Jenis-Jenis dan Cara Mendorong Peran Serta Masyarakat (PSM); Kreatifitas Menghimpun Berbagai Sumber Daya dan Dana; Transparansi dan Akuntabilitas Publik; Menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS), serta pelatihan cara menyusun Rencana Kerja Tahunan dan RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah).

    Kegiatan ini melibatkan 12 orang tenaga fasilitator LPTK provinsi (6 orang fasilitator dari Universitas Syiah Kuala dan 6 orang dari IAIN Ar Raniry) yang sudah dipersiapkan lebih dulu oleh USAID PRIORITAS untuk melatih para dosen selama kegiatan berlangsung.

    Koordinator LPTK USAID PRIORITAS Provinsi Aceh menegaskan bahwa kegiatan ini untuk mendukung UU Sitem Pendidikan Nasional No. 20/2003 dan PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

     “Kegiatan ini mendukung UU Sisdinas No 20/2003 dan PP No. 19/2005 dimana diamanatkan pengelolaan satuan pendidikan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip MBS yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas,” jelas Dr. Ismail.

    Ismail juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara sekolah, masyarakat, pemerintah dan Perguruan Tinggi, “Untuk menghasilkan mutu pendidikan yang baik, maka semua unsur harus terlibat, bukan saja sekolah dan pemerintah tetapi masyarakat dan perguruan tinggi harus terlibat, terutama perguruan tinggi sebagai penghasil calon guru,” tegas Ismal.

    Seperti diketahui program USAID PRIORITAS selain akan bekerjasama dengan para guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan siswa untuk menghadapi tantangan utama dalam menyediakan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan profesionalisme guru.

    Program ini juga akan bekerja sama pada tingkat Universitas/LPTK untuk meningkatkan kapasitas dalam melaksanakan pendidikan/pelatihan, dan kompetensi guru serta calon guru. Program ini bekerja di 7 provinsi dan 18 LPTK diseluruh Indonesia. | AT | R D | RI |

    Siswa Korban Kebakaran, Dapat Bantuan Dari Disdikpora Lhokseumawe



    Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Sejumlah rentetan peristiwa kebakaran yang melanda Kota Lhokseumawe, belakangan ini tak hanya membuat warga kehilangan tempat tinggal. Bahkan dampak dari kebakaran tersebut juga dirasakan anak usia sekolah yang kehilangan seragam sehingga mereka tak bisa bersekolah. Kamis 13 Juni 2013.

    Agar para siswa korban kebakaran tersebut tidak putus sekolah, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Lhokseumawe. Memberikan sejumlah bantuan, berupa uang tunai sebesar Rp. 19 juta, seragam sekolah dan pakaian layak pakai, serta peralatan sekolah kepada siswa korban kebakaran di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe.

    Sejumlah bantuan tersebut, merupakan hasil penggalan dana dari guru dan siswa-siswi di seluruh sekolah se- Kota Lhokseumawe. Karena merasa iba dan kepeduliaannya atas musibah kebakaran tersebut.

    Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Kepala Dinas Pemuda, Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Lhokseumawe, Rusli, kepada 26 siswa – siswi korban kebakaran di Desa Hagus Selatan, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, yang saat ini masih menginap di bawah tenda darurat.

    Apabila dirincinkan, setiap pelajar yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) dan SD, mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 650 ribu, untuk SMP sebesar Rp. 800 ribu dan SMA sebesar Rp. 1 juta.

    Kepala Disdikpora Kota Lhokseumawe, Rusli mengatakan. Bantuan tersebut diberikan agar siswa-siwa korban kebakaran bisa melanjutkan pendidikannya sampai dengan selesai.

    Dirinya mengharapkan, bantuan tersebut dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Jangan menghabiskan uang kepada hal-hal yang tidak bermanfaat, yaitu seperti bermain Play Stasion ataupun hal-hal lainnya.

    “Kita ingin pendidikan mereka tidak terganggu,” ujar Rusli.

    Rusli menambahkan, jumlah keseluruhan penerima bantuan tingkat TK dan SD, sebanyak 18 orang, SMP 4 orang dan SMA 4 orang penerima bantuan. Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan oleh orang tua siswa.| AT | AG |

    Sekolah Diajak Untuk Peduli Lingkungan


    Banda Aceh | acehtraffic.com -- Sekolah-sekolah di Kota Banda Aceh mulai tingkat dasar, menengah dan atas diajak untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar. 

    Hal ini dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Adiwiyata yang digagas oleh Kantor Lingkungan Hidup Kota Banda Aceh, Rabu 12 Juni 2013 di aula balaikota gedung C.

    Sekda Kota Banda Aceh Drs T Saifuddin MSi yang diwakili staf ahli Walikota bidang Hukum dan Politik Ir. T. Iwan Kesuma dalam sambutannya mengatakan dengan semakin banyak sekolah yang mengikuti dan melaksanakan program ADIWIYATA, maka akan semakin tercipta sikap peduli dan berbudaya lingkungan, yang diharapkan akan semakin baik kualitas lingkungan sekolah/dayah dan lingkungan masyarakat.

    Iwan Kesuma menambahkan dengan partisipasi semua pihak dalam melaksanakan dan mendukung program ADIWIYATA, maka akan terjadi perubahan prilaku yang berbudaya lingkungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas lingkungan hidup, yang akan mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menuju pembangunan berkelanjutan di Kota Banda Aceh.

    “Mari ubah perilaku dan pola konsumsi melalui sekolah berwawasan lingkungan,” ajak beliau seraya menambahkan menilik dari tema yang diusung, maka yang awal harus dilakukan adalah merubah prilaku. Untuk itu Pemerintah Kota Banda Aceh mencoba melirik sekolah-sekolah dalam hal memelihara lingkungan hidup.

    "Artinya kalau kita berbicara perilaku, maka tanamkan awal prilaku itu dari sekolah. Entah itu PAUD sampai SMA dan sederajat, yang jelas masa-masa inilah yang harus dibutuhkan orang tua dan guru untuk merubah prilaku seseorang dalam suatu hal, termasuk merubah prilaku anak-anak kita mengenai cara bersahabat dengan alam," imbuhnya.

    Sebelumnya Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Banda Aceh Drs. Sunazar dalam laporannya mengatakan sosialisasi yang berlangsung selama dua hari tersebut mengikutsertakan para guru,  siswa siswi dari 30 sekolah mulai dari SD/MI, SMP/MTsN dan SMA/MAN dan Dayah di Kota Banda Aceh dengan jumlah keseluruhan mencapai 80 peserta.

    Sunazar menjelaskan untuk memberi pemahaman yang utuh kepada para peserta pihak panitia menghadirkan beberapa pemateri handal di bidangnya seperti dari Bapedal Aceh, KLH Kota Banda Aceh, Dinas Kebersihan & Keindahan Kota, Disdikpora Kota, DSI Kota dan Balai POM.

    Sunazar menambahkan pada tahun 2013 ini ada lima sekolah dan satu dayah di Kota Banda Banda Aceh berhasil memenangkan lomba sekolah berwawasan lingkungan tingkat Provinsi Aceh dan ada tiga sekolah yang lolos verifikasi untuk dapat mengikuti lomba adiwiyata pada tingkat nasional. Sekolah yang lolos verifikasi antara lain SMPN 1, SMPN 2 dan SDN 67 Kota Banda Aceh.

    Sunazar berharap dengan adanya sosilisasi tersebut akan semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengubah perilaku dan pola konsumsi untuk selamatkan lingkungan pada pendidikan tingkat dasar, menengah dan atas. | AT | I | MA |

    Setahun, FAM Publishing Terbitkan 60 Judul Buku

    Kediri | acehtraffic.com – Sebuah penerbit independen di Pare, Kediri, Jawa Timur, FAM Publishing, dalam setahun belakangan telah menerbitkan 60 judul buku. 

    Buku-buku itu ditulis oleh berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, jurnalis, hingga kalangan pemerintah.

    “Bulan Juni 2013 ini, sudah setahun FAM Publishing berdiri, dan dalam setahun ini kami telah menerbitkan 60 judul buku,” ujar Aliya Nurlela, Manajer FAM Publishing, Minggu 9 Juni 2013

    Dikatakan, FAM Publishing adalah divisi penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang awalnya didirikan untuk menerbitkan buku-buku karya bersama anggota FAM Indonesia. Namun dalam perjalanannya, berbagai pihak tertarik untuk menerbitkan buku-buku mereka di FAM Publishing.

    “Yang kami syukuri, eksistensi FAM Publishing dapat memberikan manfaat kepada banyak orang, tidak hanya untuk anggota FAM Indonesia binaan kami,” ujar Aliya Nurlela yang juga penulis sejumlah buku baik fiksi maupun nonfiksi.

    Sebagai penerbit independen, jelas Aliya Nurlela, FAM Publishing tetap menjaga kualitas karya yang diterbitkan dan kualitas hasil cetakan. Dengan demikian diharapkan buku-buku terbitan FAM Publishing tidak kalah saing dengan buku-buku yang terbit di penerbit lain.

    “Harapan kami, ke depan FAM Publishing bisa menjadi penerbit konvensional yang kiprahnya dapat sejalan dengan penerbit lainnya guna menyemarakkan industri perbukuan di Tanah Air,” ujarnya.

    Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang memayungi FAM Publishing berdiri pada 2 Maret 2012 dan berkantor pusat di Jalan Mayor Bismo, No. 28, Pare, Kediri, Jawa Timur. FAM Indonesia bertujuan menyebarkan semangat cinta (aishiteru) menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, SLTP, SLTA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya.

    “FAM Indonesia bertekad membina anak-anak bangsa untuk cinta menulis dan gemar membaca buku. Sebab, dua hal ini melatarbelakangi maju dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku dan menulis karangan,” tambah Aliya Nurlela. | AT | RD | RI|

    Inilah 10 Jurusan Paling Mudah Cari Kerja

    Acehtraffic.com - Ada banyak faktor seseorang mudah memperoleh pekerjaan setelah lulus dari perguruan tinggi, bisa faktor kemampuan pribadi atau faktor lain di luar diri sendiri.

    Kesesuaian latar belakang pendidikan Anda dengan tren karier yang berkembang belakangan juga bisa memengaruhi. Menurut survei yang dilakukan oleh Higher Education Statistics Agency di Inggris, seperti dikutip dari Telegraph, ada 10 jurusan yang alumninya paling mudah memperoleh pekerjaan. Apa saja?

    10. Fisika
    Sekitar 89,9 persen dari seluruh sarjana Ilmu Fisika di rentang waktu 2010-2011 menemukan pekerjaan atau melanjutkan studi mereka paling lambat 6 bulan setelah lulus.

    9. Matematika
    Para lulusan Matematika terkenal banyak dicari di lapangan pekerjaan. Menurut survei ini, sebanyak 89,9 persen alumni jurusan Matematika yang lulus tahun 2010/2011 juga sudah mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus.

    8. Sejarah dan Filsafat
    Kehadiran dua jurusan ini dinilai mengejutkan. Pasalnya, sekitar 90,1 persen lulusannya juga telah menemukan pekerjaan atau meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi hanya dalam 6 bulan. Mereka kerap menyingkirkan pencari kerja lainnya dalam lapangan kerja umum, bahkan yang berasal dari jurusan Teknik, Arsitektur, dan Ilmu Komputer.

    7. Bahasa
    Kemampuan untuk berbicara dalam bahasa asing merupakan kemampuan yang sangat berharga dalam bursa lapangan kerja dewasa ini. Pada rentang waktu 2010/2011, sekitar 90,3 persen lulusan Bahasa bekerja sesaat setelah lulus.

    6. Biologi
    Belajar Biologi tentu saja tak selalu harus di lapangan. Banyak bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh lulusan jurusan ini, apalagi yang terkait bioteknologi dan industri terkait yang kini tengah booming. Tercatat, sekitar 90,9 persen sarjananya segera memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi setelah lulus.

    5. Pertanian dan jurusan lain yang terkait
    Pertanian sering dianggap kurang elite dalam pendidikan tinggi. Namun, dewasa ini, pertanian dan bidang lain yang terkait memiliki lapangan kerja yang luas dan ilmu yang berguna secara langsung. Setidaknya, sekitar 91,3 persen sarjana yang lulus pada tahun 2010/2011 menemukan bekerja hanya dalam enam bulan setelah lulus.

    4. Hukum
    Jika hanya diberi satu pilihan jurusan yang dijamin lulusannya bakal cepat bekerja dengan gaji yang sesuai pula, pastilah itu jurusan Hukum. Sudah bukan rahasia lagi, para alumni lulusan ini mudah mencari kerja. Menurut survei, 91,9 persen lulusan Hukum di tahun 2010/2011 langsung bekerja setelah lulus.

    3. Jurusan terkait obat-obatan
    Lapangan pekerjaan jurusan yang terkait obat-obatan sangat luas, salah satunya saja biomedis serta neurologi. Sekitar 94 persen alumni jurusan ini cepat memperoleh pekerjaan setelah lulus.

    2. Pendidikan
    Dengan pendidikan di tempat kedua, survei ini makin menunjukkan kebutuhan yang besar akan guru. Menurut survei, sekitar 94,8 persen alumninya langsung bekerja sesaat setelah lulus dari perguruan tinggi.

    1. Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Kedokteran Hewan

    Para lulusan dari jurusan ini memang dikenal cepat memperoleh pekerjaan begitu lulus. Survei menunjukkan sekitar 99,4 persen para lulusan kedokteran mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus.| AT | M | JK |

    Mahasiswa KKN Unimal Gelar MTQ Di Kecamatan Tanah Jambo Aye


    Lhoksukon | acehtraffic.com – Mahasiswa KKN-PPM TIM II 2013 Universitas Malikussaleh mengadakan acara MTQ yang terdiri dari 47 gampong di kecamatan Tanah Jamboe Aye Kabupaten Aceh Utara. Kamis 6 Juni 2013 

    Acara tersebut bertemakan “Menggali Potensi Minat dan Bakat Menuju Generasi Qur’ani yang Unggul cerdas, agamais dan berakhlakul Karimah”. di laksanakan di halaman Kantor Camat setempat dari tanggal 4 Juni  sampai 8 Juni 2013

    Menurut Zulfitri selaku ketua panitia pelaksana MTQ KKN-PPM TIM II 2013. Item yang diperlombakan diantaranya Tartil, Pidato dan Kaligrafi. Jumlah peserta keseluruhan yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 141 peserta dari semua desa yag ada di kecamatan Tanah Jambo Aye dengan perwakilan tiga orang dari masing2 desa, dan usia peserta kegiatan ini maksimal 15 tahun.

    Pun demikian, kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik dari camat tanah jambo aye, muspika, geuchik, pemkab dan seluruh masyarakat tanah jambo aye serta kontribusi seluruh mahasiswa mahasiswa KKN yang berada di kecamatan tanah jambo aye khususnya. 

    Terlepas dari itu semua, kami juga menyadari masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan kegitan ini karena kami seyogyanya manusia biasa, kendati demikian rasa pantang menyerah dan semangat kami mahasiswa untuk meksukseskan acara ini sangat besar. “Tiada gelap bila titik terang memandu, tiada badai bila ombak berani dipacu “. 

    Menurut Indra Saputra dari Fakultas Hukum Universitas malikussaleh selaku Camat KKN yang mengkordinir 47 geuchik KKN dari 47 gampong di kecamatan Tanah Jambo Aye, ini merupakan sebuah program kerja KKN kecamatan sebagai sebuah pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sebuah acara MTQ KKN tingkat kecamatan untuk dapat melihat, membuka bakat-bakat yang ingin mereka kembangkan dan juga mengasah potensi keilmuan dibidang Agama dari remaja-remaja yang ada di Kec.Tanah Jambo Aye. 

    Acara ini memang bukan acara MTQ yang begitu megah dan mewah seperti yang kita pernah lihat MTQ lainnya, dikarenakan kondisi dana yang minim yang kami punya, Akan tetapi kami selaku Mahasiswa KKN yang membuat acara ini tetap semangat dan berusaha keras untuk bisa mengsukseskan acara MTQ ini. 

    Kami berharap dengan adanya program ini remaja-remaja ini bisa menyalurkan bakat dan minat mereka yang berkeinginan berpidato, bertartil, dan juga mengekspresikan seni tulisan indah ayat suci Al-quran dalam bidang kaligrafi. 

    Apalagi kita daerah daerah aceh yang berlandaskan syariat islam jadi sangat memerlukan generasi-generasi penerus dibidang agama Islam. | AT | RD | TN|

    Penulis Pemula Sering Hadapi Kebuntuan Ide

    Padang | acehtraffic.com  – Kebuntuan ide dan sulitnya mengembangkan tulisan adalah keluhan mayoritas yang dihadapi penulis pemula. Hal itu menjadi “momok” yang menakutkan. Banyak tulisan yang telah ditulis tetapi mentok di tengah jalan, akhirnya tak pernah selesai ditulis. Senin 3 Juni 2013.

    Demikian salah satu fokus diskusi dalam Workshop Menulis yang diadakan FKI Tazkiyah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumatera Barat, Sabtu 1 Juni 2013  di aula STAI-PIQ yang menghadirkan pembicara Muhammad Subhan (Penulis dan Ketum Forum Aktif Menulis Indonesia) 
    Dan Alizar Tanjung (Penyair dan Direktur Komunitas Rumah Kayu Padang). Workshop yang mengangkat tema “The Power of Writing” ini diikuti 70an peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Padang.

    Menjawab keluhan beberapa peserta itu, Muhammad Subhan mengatakan, kebutuntuan ide menulis bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya jenuh, kurang membaca, dan enggan melakukan riset. Kejenuhan lumrah dihadapi banyak orang, maka yang dibutuhkan adalah beristirahat sejenak dan melakukan aktivitas yang dapat menyegarkan pikiran, salah satunya berwisata.

    “Begitu pun, penulis yang kurang membaca buku, dia akan kehabisan amunisi kata-kata. Membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Muhammad Subhan.

    Walaupun menulis fiksi (puisi, cerpen, novel), papar Muhammad Subhan, penting sekali dilakukan riset. Riset adalah upaya untuk memperdalam fokus tulisan dan memperkuat data-data pendukung bila diperlukan.

    “Sederhananya begini, orang yang tinggal di gunung tidak pernah ke laut, maka dia akan sulit menuliskan keindahan laut dengan suara ombaknya yang berdebur. Begitu pun, orang yang tinggal di laut tidak pernah ke gunung, ia akan sulit menulis keindahan alam di gunung dengan sawah yang terbentang di kakinya, dengan belantara dan satwanya. Jadi, riset ini sangat penting,” jelasnya.

    Senada dengan Muhammad Subhan, menurut Alizar Tanjung ide menulis bisa didapat di mana saja; di  rumah, di pasar, di sekolah/kampus, di lingkungan masyarakat, bahkan pada diri sendiri. Ide berkelebat setiap saat, di mana saja dan kapan saja.

    ,“Seorang penulis harus menghidupkan kepekaan rasa dan jiwanya sehingga dapat menangkap peluang-peluang ide setiap saat yang dia lihat, dengar, dan merasakan. Melihat tukang ojek atau orang ngerumpi pun, bagi penulis bisa mendatangkan ide,” katanya.

    Kepada peserta Alizar yang mengajukan pertanyaan, sebelum menjadi penulis, harus bertanya kepada diri sendiri terlebih dahulu, apakah benar-benar sudah bertekad menjadi penulis dan tidak sekadar main-main. Penulis sukses harus fokus menulis walau dia bekerja di lapangan pekerjaan apa pun.

    “Fokus dan serius inilah yang membawa seorang penulis pada puncak kesuksesannya,” kata Alizar Tanjung.

    Sementara itu, Rival, Panitia Pelaksana acara mengatakan, dari workshop ini diharapkan akan lahir penulis-penulis muda yang tangguh dan produktif berkarya. Direncanakan pula, atas permintaan beberapa peserta, kegiatan itu akan berlanjut pada pembentukan komunitas menulis yang rutin berkegiatan dan latihan menulis. | AT | RD | RI|

    Karena Tak Sanggup Bayar Catering, Mimi Dilarang Ikut UN



    Aceh Utara | Acehtraffic.com – Sungguh ironis, karena tak bisa bayar uang catering yang telah menunggak selama satu tahun. Mimi Ulfayanti dilarang ikut Ujian Nasional (UN). Rabu 29 Mei 2013.

    Kepada The Aceh Traffic Mimi Ulfayanti menceritakan, dirinya yang masih duduk di bangku kelas III SMP Babussalam tersebut, dilarang ikut UN oleh pimpinan Dayah. Dikarenakan dirinya terhutang uang catering selama satu tahun setengah.

    Dirinya menambahkan, sebenarnya kami berniat untuk membayar uang catering tersebut. Hanya saja disaat, orang tua laki-laki saya meninggal. Kami tidak memiliki biaya untuk membayar catering tesebut.

    Bukan hanya itu saja, isteri pimpinan Dayah Babussalam tersebut juga sering melontarkan kata-kata yang tak sedang kepada Mimi Ulfayanti. Bahkan kata-kata tak sedap itu juga sering dilontarkan didepan santri-santri lainnya.

    “Mereka bilang, sudah saya kasih makan disini, kamu hutang pula lagi,” ujar Mimi Ulfayanti.

    Mimi menyebutkan, pada saat menjelang ujian susulan. Wakil Kepala Sekolah menjumpai dirinya, meminta untuk mengurus surat keterangan sakit dari dokter. Agar bisa mengikuti UN susulan.

    Padahal, Mimi Ulfayanti berada dalam kondisi yang sehat. Melihat gelagat yang sudah tidak baik itu, keluarga Mimi hanya pasrah saja pada keadaan yang seperti itu. Karena pada saat sebelum UN, ibu korban pernah memohon agar anaknya bisa ikut UN, namun permohonan itu tidak juga direspon oleh pimpinan Dayah tersebut.

    Pada saat ibu saya memohonm agar bisa ikut UN, jelas Mimi Ulfayanti, malah pimpinan Dayah tersebut mengatakan, keluarga kami memang sudah tidak mampu untuk membayar uang catering tersebut dan saya juga tetap tidak boleh ikut UN.

    Sementara itu, pimpinan Dayah Babussalam, Abi H Muhammad Zuhdi gagal dikonfirmasi. Karena telpon selulernya tidak aktif.| AT | AG |

    Rendahnya Minat Baca Pelajar di Aceh Utara



    Aceh Utara | Acehtraffic.com – Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Aceh Utara, Saifullah, M.Pd ,mengatakan. Minat baca bagi pelajar masih sangat rendah sekali, diakibatkan oleh fasilitas perpustakaan yang belum lengkap. Selasa 28 Mei 2013.

    Dirinya menambahkan, hal tersebut terlihat dari jumlah pengujung ke Perpustakaan dan Arsip Daerah Aceh Utara masih sangat minim. Begitu juga dengan perpustakaan yang berada di setiap Desa, juga sangat minin pengunjung.

    “Di Aceh Utara, ada 78 Perpustakaan Gampong yang disediakan di setiap Desa,” ujar Saifullah.

    Saifullah menambahkan, perpustakaan yang ada di setiap Desa juga tidak dimanfaatkan dengan baik. Apabila dikroscek ke lapangan, masih banyak buku-buku yang masih tersimpan di dalam kardus.

    Sehingga mengakibatkan, apabila ada masyarakat yang ingin mencari pengetahuan yang lebih luas menjadi terhambat. Akibat pengelolaan pustaka yang baik, karena buku merupakan sebagai jendela dunia.

    Saifullah menyarankan, agar meningkatnya minat baca bagi pelajar dan masyarakat umum. Dibutuhkan fasilitas yang lengkap, yaitu misalkan dibuat katalog buku yang berbasis komputer.| AT | AG |

    Para Murid Belajar di Tenda, Akibat sekolah Disegel



    Palu | Acehtraffic.com - Dua bangunan Sekolah Dasar Negeri Inpres 1 dan Sekolah Dasar Negeri Inpres 2, di Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (28/5/2013) kembali disegel warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

    Penyegelan ini tentu saja mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Untung para guru tidak kehilangan akal, mereka mengganti waktu belajar, dengan mendirikan tenda di halaman sekolah.   

    Warga menyegel sekolah dengan cara menutup pintu masuk sekolah,   dengan memasang palang di pintu gerbang sekolah, dan pintu kantor serta ruang kelas. Akibatnya, ratusan murid yang hendak mengikuti aktivitas belajar terhambat. 

    Para guru tak dapat berbuat apa-apa. Selama aksi penyegelan dilakukan, serta pertemuan pihak pemilik tanah dengan Dinas pendidikan Kota Palu, para siswa hanya bermain di halaman maupun di dalam kelas yang tidak disegel.

    Lalu sebagian lain membangun tenda di luar. Para murid ini membangun tiga buah tenda, untuk menyindir Pemerintah Kota setempat. 

    Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota, Ardiansyah Lamasitudju, saat ini, belum memberikan keterangan apapun terkait masalah ini.  

    Alfian warga yang mengaku pemilik lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi, mengatakan belum menerima ganti kerugian tanah dari Pemerintah Kota Palu, selama lokasi tersebut dijadikan sekolah lebih 10 tahun lalu. 

    Status tanah tempat sekolah dibangun, dahulunya hanya dipinjamkan, namun belum ada penyerahan secara resmi pada pemerintah terkait. Pihaknya memiliki bukti-bukti akurat, dengan masih adanya saks-saksi hidup soal peminjaman lahan. 

    Menurut Zulkiflin, Guru SD Inpres 1 Lasoani, Palu Timur, pihak pertanahan Pemerintah Kota Palu, sudah mengukur lahan, namun sampai kini ganti kerugian atas tanah tersebut belum dibayarkan. Padahal, pihak keluarga sudah dijanjikan akan dibayar pada tanggal 19 Mei lalu.

    "Saya dengar dijanjikan mau dibayar. Tapi ini diblokir ulang. Berarti belum dibayarkan ganti ruginya, makanya mereka blokir ulang," kata Zulkiflin.  

    Penyegelan ini, menurut pemilik tanah, akan terus dilakukan sampai pemerintah Kota Palu, membayar tanah mereka, sebanyak 1.000 meter persegi dari 4.000 meter per segi dari tanah hibah yang diserahkan oleh keluarga mereka.   

    Sementara para murid, usai membangun tenda kembali berteduh di selasar ruang kelas mereka yang disegel. Menurut para guru lain, aksi ini dilakukan supaya dilihat oleh Pemerintah Kota Palu.| AT | M |KP |
     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger