Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Aceh Timur. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Aceh Timur. Tampilkan semua postingan

    Pemkab Aceh Timur Peringati Nuzulul Qur’an



    Idi | acehtraffic.com - Untuk pertama kali, Kamis 25 Juli 2013) nanti malam Pemkab Aceh Timur menggelar buka bareng (bubar) 5000 undangan dari berbagai lapisan masyarakat dan jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kegiatan bubar yang dimotori Sekretariat Daerah setempat dipusatkan di depan Pendopo Idi, sementara nuzulul qur’an dan tarawih serta cemarah dilaksanakan di Masjid Agung Darusshalihin Idi.

    Sekda Aceh Timur Drs.HT.Bahrumsyah,MM melalui Plt.Kabag Humas T.Amran,SE Rabu 24 Juli 2013 menjelaskan, kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an 1434 hijriyah kali ini tergolong akbar, bahkan selama perpindahan Pusat Pemkab Aceh Timur pasca pemekaran dari Kota Langsa ke Idi belum pernah beredar 5000 undangan. “Undangan yakni para aparatur desa seperti imam, keuchik, sekdes, kepala dusun (kadus) dalam 512 desa, seluruh OKP, seluruh PNS baik di Sekretariat Daerah ataupun diseluruh SKPK dan seluruh Camat dan Sekcam dalam 24 kecamatan serta unsure muspida plus, termasuk instansi legislatif bersama legislatornya,” kata Amran.

    Dia menyebutkan, sesuai dengan hasil koordinasi dan rapat bersama, bertindak sebagai penceramah Nuzulul Qur’an bertepatan dengan 17 Ramadhan itu yakni Tgk.H.Misran Fuadi,S.Ag, M.AP dari Aceh Utara. “Berbagai persiapan terus kita lakukan, termasuk tempat yani halaman Pendopo Idi hingga tembus ke Jalan Peutua Husein. Sedangkan undangan sudah kita edarkan ke seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, termasuk ke desa-desa,” tutur T.Amran.

    Ketika disinggung jadwal buka puasa bersama, Amran mengatakan, kegiatan yang telah dijadwalkan sebagaimana tertulis di surat undangan yang ditandatangani Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib yakni Kamis 24 Juli 2013 sekira pukul 18:00 Wib berkumpul sambil duduk bersila menunggu jadwal buka puasa bersama. Setelah selesai berbuka dilanjutkan dengan shalat magrib bersama dan dilanjutkan dengan shalat ista dan tarawih dan ditutup dengan penyampaian berbagai hikmah Peringatan Nuzulul Qur’an yang disampaikan Tgk.H.Misran Fuadi dari Aceh Utara. “Seluruh insan pers yang bertugas dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur juga kita undang,” demikian T. Amran
    .| AT | RD | SD |

    Bupati Aceh Timur: Pelayanan di RSUD Idi Sudah Meningkat



    Idi | acehtraffic.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya para anak yatim, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi Rayeuk, Kab. Aceh Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para anak yatim. Kegiatan yang berlangsung di halaman RSUD Idi dihadiri Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib yang akrab disapa Rocky.

    Selain melakukan buka puasa bersama dengan anak yatim dan jajaran karyawannya, RSUD Idi juga turut menyantuni para anak yatim. Santunan tersebut diserahkan oleh Bupati Aceh Timur. “Bantuan yang diberikan ini merupakan keceriaan sendiri bagi para anak yatim yang diundang sebanyak 24 orang,” kata Direktur RSUD Idi, dr.H.Munawwir, Sp.B disela-sela buka puasa bersama.

    Munawwir menambahkan, acara buka puasa bersama ini demi untuk terwujudnya kebersamaan dan mempererat tali silahturrahmi sebagaimana sangat dianjurkan Rassulullah SAW. “Akhir-akhir ini tingkat pelayanan di RSUD Idi terhadap pasien secara pelahan-lahan sudah meningkat. Harapan kita ke depan semakin baik terutama pelayanan terhadap pasien,” sebut Munawwir seraya menyebutkan, sebelumnya Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib bersama jajaran RSUD Idi juga menyempatkan diri menjenguk sejumlah pasien rawat inap disana.

    Sementara Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib dalam tausiah sebelumnya mengatakan, guna meningkatkan tali silahturrahmi dan rasa kepedulian terhadap para anak yatim maka sudah sepantas dan sepatutnya umat Islam lebih-lebih dalam ramadhan menyantuni sesama. “Ibadah puasa di bulan ramadhan dimaksudkan untuk melatih kita menahan rasa haus, dahaga dan rasa lapar sejak imsak sampai waktu magrib sekaligus mendidik kita untuk peka terhadap orang-orang disekitar kita yang memang benar-benar kurang mampu,” katanya.

    Untuk itu, sebagai umat Islam yang taat beribadah agar mengisi kegiatan di bulan suci ramadhan ini dengan aktivitas yang bernilai ibadah. “Agar RSUD Idi yang kita banggakan ini untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, maka para tenaga medis diharapkan melayani pasien di RSUD Idi sebagaimana kita merawat keluarga diri sendiri,” kata Rocky.

    Dia menambahkan, maju mundurnya sebuah rumah sakit tidak terlepas dari pelayanan terhadap pasien. Apabila RSUD Idi nantinya akan dilengkapi dengan berbagai alat yang canggih dengan harapan kelak akan terwujudnya sebuah rumah sakit yang baik dalam segala bidang. “Untuk itu kita dituntut secara profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” sebutnya.

    Dalam buka bersama itu selain dihadiri Bupati Rocky, hadir juga dalam Drs.HT.Bahrumsyah sebagai Sekda Aceh Timur, Kadis Kesehatan Aceh Timur, H. Kamarullah dan para kepala SKPK Aceh Timur unsure muspika dalam Kecamatan Idi Rayeuk Pimpinan DPRK Aceh Timur
    . | AT | RD | SD |

    2,5 Ton Ganja Ditangkap Di Aceh Timur



    Idi | acehtraffic.com - Satu truk ganja dan dua pria asal Aceh Besar yakni Sharol Bin Muhammad, (21), pekerjaan Wirawasta dan dan Marsiadi Bin Sulaiman (30), warga  Ie Suuem, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar  ditangkap Aparat Kepolisian Resort Aceh Timur. 

    Penangkapan itu di Jalan Medan Banda Aceh persis di kawasan Lhoknibong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, sekitar pukul 08.30WIB. Sabtu 20 Juli 2013, pagi.

    Keterangan khusus yang diperoleh dari Polres Aceh Timur menyebutkan, penangkapan tersebut berawal setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat yang bahwa ada satu unit mobil barang (Mobar) jenis Colt warna kuning dan bernomor polisi BK 9782 YK yang melakukan pengedaran ganja sebanyak 2,5 ton dari arah Banda Aceh ke Medan, Sumut.

    Mendapat laporan itu, anggota gabungan Opsnal Satuan Reserse Narkoba dan Satuan Reskrim dari Polres Aceh Timur langsung melakukan pengintaian mendadak di jalan Medan Banda Aceh antara perbatasan Aceh Utara- Aceh Timur.

    Dari intaian ini, polisi berhasil menangkap mobil tersebut bersama barang bukti sebanyak 2,5 ton ganja kering siap edar yang telah terbungkus padat dengan plastik.

    Lima orang pengedar dan pemilik barang haram itu antaranya, Riski Rahmad Sari Bin Amin, (23), yang merupakan supir truk. Supir ini diketahui beralamat Jalan Cemarah, Lorong satu, Kota Medan, Sumatra Utara. Kemudian kernetnya bernama Mumammad Dahlan Bin Hamjah, (25), beralamat Desa Suyo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

    Selanjutnya, Sharol Bin Muhammad, (21), pekerjaan Wirawasta, diketahui berasal dari Desa Ie Suuem, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Marsiadi Bin Sulaiman, (30), pekerjaan dagang, alamat Desa Ie Suuem, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, serta Hanafiah Bin Ibrahim, (45), dan diketahui beralamat Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

    “Di bagian atas bak truk ini bermuatan kunyit, dibawahnya muatan ganja, setelah kita tangkap lalu kita bawa ke Mapolres,” Kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir. SIK, Sabtu 20 Juli 2013.

    Setiba di Mapolres, katanya lagi, truk tersebut diperiksa, kemudian ditemukan setiap sekarung kunyit berisi ganja kering yang sudah di press, dan dibungkus padat.

    Kapolres juga mengatakan, menurut keterangan invetigasi Supir bernama Riski, menyebutkan bahwa semua barang dan muatan yang ada di truk pembawa kunyit dan ganja sebanyak 2,5 ton ini, pemiliknya adalah pembawa mobil jenis Avanza warna hitam bernopol BK 331 DA.

    Sementara mobil Avanza yang di supiri oleh Hanafiah Bin Ibrahim itu berjalan di depan mobil truk terebut. Supir Mobil Avanza itu akhirnya berhasil juga ditangkap oleh sebagian anggota kepolisian di daerah Kampung Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, yang ikut melakukan pengejaran. Di mobil Avanza itu polisi menangkap tiga orang termasuk Supir yang disebut diatas.

    “Mobil Avanza sebagai pemantauan atau pengawalan daripada mobil truk itu,” katanya dia menambahkan.

    Kini, kelima tersangka bersama 2,5 ton ganja dan satu unit mobil Avanza serta satu unit truk tersebut sudah diamankan di halaman Mapolres Aceh Timur untuk diperiksa lebih lanjut. | AT | RI | AP | Foto: Fery Fernandes |

    Gempa Hantam Aceh Timur 5,0 SR



    Acehtraffic.com - Gempa bumi kembali melanda wilayah Aceh hari ini. Pagi tadi, pukul 06.41 WIB, gempa berkekuatan 5,0 skala richter mengguncang kawasan timur laut, Aceh Timur.

    Dikutip dari Antara, Rabu 17 Juli 2013, Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung, Yuharman mengatakan, koordinat gempa berada di 5.44 derajat Lintang Utara (LU) dan Bujur 98.09 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km.

    Belum ada laporan soal adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Namun dipastikan gempa tidak berpotensi tsunami.| AT | M | MR |

    Karang Taruna Pun Ikut Galang Bantuan Untuk Korban Gempa

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Tidak cuma lembaga besar, tapi karang taruna satu ini juga ikut menggalang bantuan untuk korban gempa  Berbagai  Bantuan Terus Mengalir Untuk Para Korban Gempa Yang Melanda Kabupaten Bener Meriah Dan Aceh Tengah. Ini sebagai bentuk kepedulian sesama.

    ,"Kegiatan Ini Merupakan Bentuk Kepedulian Mereka Terhadap Saudara Kita Yang Sedang Dikenakan Musibah Gempa Di Aceh Tengah Dan Benermeriah tersebut," Kata Said Fadil Ketua Karang Taruna Labuhan Jaya, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur

    Penggalangan dilakukan di Jalan Raya, rumah ke rumah, Kios-Kios Yang Ada Di Kecamatan Sungai Raya.

    Selain Itu, Pihaknya Juga Menerima Segala Bentuk Bantuan Seperti Pakain Layak Pakai, Air Mineral, Beras, Ikan Asin Dan Barang-Barang Lainnya Yang Bisa Di Terima Untuk Para Korban Gempa Tersebut. Dia menambahkan.  bantuan ini akan diantar langsung ke bener meriah dan aceh tengah sambil memberikan hiburan terhadap anak-anak dan para korban gempa tersebut.

    “ kita selama delapan hari melakukan kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa tersebut,  telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak dan masyarakat di kecamatan sungai raya sebanyak 6 juta dalam kurung waktu delapan hari. Tak hanya itu bantuan berupa beras, mie instan dan air mineral juga telah terkumpul untuk di serahkan langsung kepada korban di beberapa titik di aceh tengah dan bener meriah. Ujarnya. | AT | RD| SD|

    Bangun Gampong Bupati Aceh Timur Kerahkan Alat Berat Ke Desa

    Aceh Timur | acehtraffic.com – Dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib meminta para camat yang mendapatkan alokasi khusus untuk mengawasi sejumlah alat berat yang dikerahkan ke kecamatan agar dimanfaatkan terhadap fasilitas umum seperti pelebaran badan jalan dan pengerukan alur (sungai—red).

    “Kita minta alat berat yang dikerahkan untuk tiap desa ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, seperti pengerukan sungai agar perkampungan bebas banjir,” kata Rocky didampingi Kabag Humas Setdakab Aceh Timur, T. Amran, SE disela-sela penyerahan alat berat kepada belasan kecamatan di wilayah Aceh Timur di Idi, Senin 15 Juli 2013

    Dia menambahkan, tujuan dilaksanakan program tersebut adalah dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur di desa, apalagi Aceh Timur tergolong minim dalam segi pembangunan terutama jalan. 

    “Tapi pada intinya, dengan kita kerahkan alat berat ini telah membantu masyarakat di Aceh Timur, namun hal itu terwujud ketika pengawasan dilakukan pihak kecamatan bersama seluruh unsur masyarakat,” kata Rocky.

    Dia menyebutkan, alat berat yang dikerahkan ke belasan kecamatan yakni masing-masing grader untuk perluasan badan jalan dan beco untuk pengerukan alur dan sungai hingga tembus ke kuala (dermaga—red).

     “Untuk kecamatan yang memiliki alur dan sungai tembus ke laut untuk diutamakan pengerukan bibir pantai (dermaga—red) yang menjadi sumber pencarian nelayan, sehingga kapal nelayan tidak lagi macat ketika keuar masuk dermaga,” sebut Rocky.

    Belasan kecamatan yang mendapat alat berat yakni Kecamatan Pante Bidari, Julok, Nurussalam, Darul Aman, Idi Rayeuk, Indra Makmur, Peudawa, Peureulak Barat, Peureulak, Ranto Peureulak, Ranto Selamat, Birem Bayeun, Sungai Raya, Serbajadi, Idi Timur dan Kecamatan Peunarun. 

    “Harapan kita ke depan adalah Aceh Timur tidak lagi terkendala dalam segi transportasi dan nelayan tidak lagi mengeluh saat melaut, begitu juga dengan banjir yang selama ini terjadi juga diharapkan tidak lagi menjadi petaka petani sawah,” tandas Rocky.

    Dalam penyerahahan alat berat kali ini hadir Sekda Aceh Timur Drs. Bahrumsyah, MM, anggota DPRK Aceh Timur 16 camat dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, unsur masyarakat dan tokoh pemuda. 

    “Ini program bupati yang harus kita dukung secara bersama-sama, karena dengan program ini pembangunan di desa semakin cepat dan yang paling penting adalah menciptakan desa yang bebas dari ketertinggalan,” kata Asnawi yang akrap disapa Tuan Tanah. | AT | RD | SD|

    Bupati dan Polres Tangkap Temukan Kayu Tebangan dari Hutan Lindung

    Aceh Timur | acehtraffic.com  -  Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib atau Rocky bersama Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir, S.Ik, MH menemukan ratusan ton kayu hutan jenis merbo dan damar yang diduga hasil tebangan kayu hutan lindung. Jumat 5 Juli 2013

    Temuan tersebut Selasa 2 Juli 2013 di pedalaman Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur. Rocky bersama Muhajir melakukan penelusuran dan penyelidikan dari informas masyarakat. Tumpukan kayu yang ditemukan kali ini berada 1,5 kilometer diluar areal lahan PIR di Gampong Seuneubok Bayu. 

    Gampong (desa--red) itu berada pada titik Kilometer (KM) 15 dari Pusat Kecamatan Indra Makmur. Tumpukan kayu pertama ditemukan dipinggiran jalan dalam kawasan PIR. Namun kini, jalan tersebut telah dimanfaatkan sebagai sarana transportasi ilegal loging dari kawasan hutan lindung dipedalaman Aceh Timur itu.

    Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir, S.Ik, MH didampingi Kapolsek Indra Makmur Iptu Simson Purba di lokasi penemuan kayu menjelaskan, temuan kayu tersebut berdasarkan informasi masyarakat, bahkan kabarnya aksi tersebut telah berlangsung lama, sehingga kepolisian melakukan penyelidikan dan penelusuran hingga ke lokasi.

    Diduga, hampir seluruh kayu disana ditampung oleh sebuah perusahaan berinisial CV M yang memiliki saumil di Gampong Indra Makmur, namun CV M memiliki izin operasional. "Tapi dugaan ini masih kita telusuri dan selidiki keterkaitan kayu yang berasal dari kawasan hutan lindung," katanya AKBP Muhajir seraya menyebutkan, temuan kayu tak bertuan ini kita akan koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Timur untuk proses pelelangan.

    Ketika disinggung keterlibatan oknum polisi yang terlibat, AKBP Muhajir menegaskan siap ditindak jika terbukti oknum personelnya terlibat dalam aksi ilegal loging. "Jika ada oknum polisi yang terlibat, maka akan kita tindak tegas sesuai dengan ketentuan," ujarnya seraya menyebutkan, temuan kayu dikawasan hutan lindung ini tergolong besar dalam beberapa tahun terakhir.

    Bupati Aceh Timur Hasballah M.Thaib atau Rocky dalam kesempatan yang sama mengaku, setelah menelusuri jalan di kawasan PIR ternyata lahan tersebut telah tidak ada lagi kayu besar yang bisa ditebang, sehingga keberadaan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang saumil perlu ditinjau ulang terkait izin lokasi disana. "Tapi dalam menelusuri informasi masyarakat kita (Pemkab--red) bersama dengan polisi menemukan kayu olahan dibeberapa titik," katanya.

    Tak hanya itu, lanjut Rocky, dirinya juga menemukan sebuah pondok yang diperkirakan tempat para penebang kayu bermalam dan berteduh saar hujan.

     "Kayu-kayu di dalam kawasan hutan lindung ini seluruhnya diangkut melalui jalan darat dengan melintasi beberapa perbukitan menggunakan alat berat sejenis grader dan traktor, sebab jalan berlumpur dan perbukitan yang tinggi, sehingga tidak mudah dijangkau dengan roda empat jenis doble cabin," papar Rocky. | AT | SD|

    Tak dapat tas uang, Perampok tembak pemiliknya


    Aceh Timur | acehtraffic.com-Aksi perampokan ini benar-benar nekat, selain merampok dikeramaian juga tak tanggung-tanggung, tidak dapat tas berisikan uang, pemiliknya pun ditembak. Namun nasib berpihak kepada korban, peluru yang mengenai badannya tidak membahayakan nyawa. Minggu 30 Juni 2013

    Kejadian itu terjadi di simpang Gampong Beusa Pereulak Aceh Timur,  pukul 21:30 Wib malam Zulkarnain warga Desa Kabu, Kecamatan Peureulak Barat yang saat itu sedang membawa uang kontan sebanyak  Rp.70 juta  yang hendak disetorkan kepada salah seorang juragan Grosir dikota kecamatan itu.

    Dalam perjalanan Zulkarnain merasa diikuti oleh pelaku, merasa tidak nyaman,  sehingga  Zuklkarnaen berhenti tepatnya didepan bakso Ponorogo. Sesampai disana perampok bukan melarikan diri, malah mereka mendekati Zulkarnen untuk merebut tas yang berisikan uang, karena Zulkarnen tidak mau melepaskan terjadilah  saling tarik menarik tas yang berisi uang antara pelaku dan korban.

    Setelah sekian kali terjadi tarik menarik, namun tas tersebut tidak juga lepas dari tangan Zulkarnen, kondisi itu membuat pelaku panik. Sehingga pelaku memilih memukuli Zul. Namun tidak berhasil juga, akhirnya Perampok mengeluarkan jurus terakhir yaitu mengeluarkan senjata api dan menembak korban

    Tembakan pertama peluru menyerempet bahu Zul, kemudian pelaku memuntahkan peluru kedua, Zul masih selamat ia hanya terserempet dibagian perut. Dan perampok belum juga berhenti aksinya, satu peluru kembali dimuntahkan, namun kali ini bukannya Zul yang kena. Tetapi justru Mirnawati (36) warga Kuala Buga  yang saat itu sedang menikmati Bakso dikedai Bakso dipersimpangan itu.

    Setelah memuntahkan peluru yang ketigakalinya baru perampok kabur, dalam kegelapan malam, sementara Zul dan Ibu Mirna yang terkena peluru dilarikan warga ke rumah sakit terdekat.

    Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir,Sik,MH, seusai pelaskanaan upacara HUT Ke 67 Bayangkara, Senin 1 Juli 2013 menjelaskan korban adalah Zulkarnain pada saat itu  korban sedang berboncengan dengan istri dan anaknya dengan membawa uang kontan senilai Rp. 70 juta

    "Korban kena serpihan peluru kemudian pelaku juga menembak berkali-kali sehingga peluru mengenai Mirnawati persisnya terserempet diperut bagian bawah, kini kondisinya sudah membaik setelah dirawat di RSU IDI, polisi sedang kita buru” Sebut Kapolres Aceh Timur  | AT | RD|

    Perampok Bersenjata Ber-Aksi di Gampong Beusa Aceh Timur, Korban dan Penikmat Bakso Kena Peluru

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Perampokan kembali terjadi di Aceh Timur, kali ini modus  perampok dengan cara menodong warga yang sedang membawa uang puluhan juta. 

    Karena melawan, perampok menembak korban, dan mengenai seorang ibu yang sedang menikmati bakso di Simpang Beusa Pereulak Aceh Timur. Minggu 30 Juni 2013

    Berdasarkan informasi yang berkembang, insiden tersebut terjadi pukul 21 :00 Wib malam,  Z bersama istrinya berangkat dari Desa Pasie Puteh hendak mengantar sejumlah uang kepada seseorang disekitaran Kampung Beusa. 


    Ditengah perjalanan korban diikuti pengendara roda dua, saat itulah korban ditodong dengan senjata api. Karena korban melawan pelaku langsung memuntahkan peluru dan peluru tersebut keserempet dibahu Z.

    Melihat gelagat tidak mematikan itu,  Z lari dan berteriak minta tolong, namun pelaku masih mengejar korban, dan peluru kedua dimuntahkan ke korban, saat itulah peluru nyasar itu mengenai seorang ibu yang sedang menikmati Bakso di simpang Kampung Beusa kecamatan Pereulak Barat kabupaten  Aceh Timur.

    Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan lengkap dan resmi dari pihak berwajib. | AT | RD| QQ| Foto Ilustrasi|

    Ini korban meninggal kecelakaan maut Bus Putera Pelangi


    Aceh Timur | acehtraffic.com- Insiden tabrakan maut antara Bus Putera Pelangi BL 7521 AA kontra Truk pengangkut Udang BK 9196 PI  di jalan Medan- Banda Aceh Desa Seuneubok Jalan (sebelum desa Alue Nireh) kecamatan Sungai Raya Aceh Timur, berdasarkan keterangan polisi  menewaskan 5 orang, dan puluhan lainnya luka-luka. Minggu 30 Juni 2013

    Ini nama korban meninggal dunia
    1.      Najriah (54) tahun asal Kampung Meutia Kota Langsa
    2.      Basir (46) tahun Wiraswasta Asal Lhokseumawe
    3.      Pipik Hidayah Puteri (10) tahun siswa asal Lhokseumawe
    4.      Marni (40) tahun asal Medan
    5.      Sugiono (46) tahun sopir truk asal Tanjung Pura Langkat

    Sementara korban yang mengalami luka berat 4 orang, korban luka ringan sebanyak 13 orang. | AT | RD | QQ|

    Ini korban tabrakan maut Putera Pelangi di RSU Langsa


    Langsa |acehtraffic.com -Insiden tabrakan maut antara Bus Putera Pelangi kontra Truk pengangkut Udang di Alue Nireh kecamatan Sungai Raya Aceh Timur  menewaskan 5 orang, dan puluhan lainnya luka-luka. Minggu 30 Juni 2013
    Ini dia nama korban luka –luka yang dirawat di RSU Langsa, salah satunya masih balita.

    1. Khadafi  (3) Kampung Mulia Banda Aceh
    2. Ramlan (45) warga Geubang Langkat Sumatera Utara
    3. Asnidar (56) Bireuen
    4. Zainabon (46) Bireuen
    5. Rahmawati (21) asal Matang Seulimeng Kota Langsa
    6. Ninda Asal Matang Seulimeng Kota Langsa tujuan Bireuen
    7. Syahrial (51) warga Seulala Kota Langsa
    8. Kasiati (45) warga Seulala Kota Langsa

    Delapan korban ada yang mengalami patah tulang kaki, tangan dan terluka dikepala. Sementara sejumlah korban lain diperkirakan dalam perawatan disejumlah rumah Sakit di Aceh Timur dan Kota Langsa| AT | RD | QQ|

    Putera Pelangi Kontra Truk Udang, 5 Meninggal, Puluhan Luka-luka


    Aceh Timur | acehtraffic.com- Bus Putera Pelangi dari arah Medan dengan tujuan Banda Aceh pukul 16:30 Wib terlibat tabrakan maut dengan truk Colt pengangkut Udang  ditikungan jelang kantor Koramil Alue Nireh Kecamatan Sungai Raya Aceh Timur, akibat peristiwa itu 5 meninggal, puluhan luka-luka.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun acehtraffic.com Bus Putera Pelangi BL 7521 A dalam perjalanan dari Medan tujuan Banda Aceh, pukul 16:30 Wib  sampai ditikungan sebelum kantor koramil Sungai Raya, dan disanalah  terlibat tabrakan dengan sebuah truk Colt yang bermuatan Udang dari arah berlawanan (Banda Aceh) . Akibat insiden itu, 9 orang tewas, puluhan lainnya luka-luka.

    Berdasarkan informasi sementara yang diterima acehtraffic.com korban yang meninggal, 3 diantaranya adalah sopir truk colt, karena terjepit. 

    Sementara 3 orang lainnya  dikabarkan adalah penumpang Bus Putera Pelangi mereka beralamat Medan Sumatera utara, korban meninggal ini sempat dibawa ke rumah sakit Peureulak. Sementara korban meninggal lainnya hingga berita ini diturunkan belum ketahui identitas.

    Seorang sumber di rumah sakit Peureulak menyebutkan tadi sore sempat masuk 14 orang korban kerumah sakit tersebut, 11 diantaranya luka-luka, sementara 3 lainnya telah meninggal. Kini korban tabrakan maut itu tersebar di beberapa rumah sakit dari Idi, Pereulak, dan Langsa.

    Kondisi muka bus Putera Pelangi hancur, begitu juga  dengan truk Colt pengangkut udang tersebut. | AT | RD | QQ|

    Wacana Pasok Transmigrasi Ke Aceh ‘Disambar’PETIR “Bek Sampee Bajee Droe Beukah Katajak Cop Bajee Gob”

    Banda Aceh | acehtraffic.com  - Wacana implementasi program transmigrasi yang menjadikan Propinsi Aceh sebagai salah satu tujuan daerah penyebaran penduduk dinilai tidak layak ditempatkan untuk Provinsi Aceh, mengingat tingkat Pengangguran di Aceh yang semakin Tinggi, serta efek negatif yang akan ditimbulkan dari Pengiriman Transmigrasi tersebut.

    Hal ini di ungkapkan Ketua Divisi Seni dan Budaya Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh Timur (GEMA-PETIR) Agusrijal Sabtu 29 Juni 2013. Pernyataan ini terkait adanya Nota Kesepakatan Bersama (MoU) bidang ketransmigrasian dalam lingkup Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) di Indonesia. Dimana 14 kepala daerah calon penerima transmigran sudah menyatakan kesiapan diri, termasuk Aceh.

    Menurut Gema –Petir dampak Negatif yang ditimbulkan dari Implementasi Program Transmigari tersebut di antaranya terjadinya pemudaran budaya lokal, Kesenjangan Sosial antara penduduk setempat dan bertambahnya pengangguran di Aceh karena Lahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh penduduk setempat sudah di tempati dan digarap oleh Kelompok Transmigrasi luar.

    Ini berdasarkan pengalaman masalalu Aceh yang pernah menerima Program pengiriman Transmigrasi sampai saat ini mereka masih ada dan terus menggantikan mayoritas rakyat aceh dengan penduduk Transmigrasi.
    Seperti yang terjadi di beberapa Daerah pedalaman Aceh, meskipun penduduk transmigrasi bisa hidup berdampingan dengan penduduk setempat tapi disana budayanya malah sudah terbalik, penduduk asli setempat yang mengikuti budaya Penduduk Transmigrasi yang mayoritas didatangkan dari Pulau Jawa.

    Dan pelestarian budaya setempat sudah hampir tidak ada lagi, terihat dari penduduk Transmigrasi yang masih membawa budaya Bebas dari daerahnya, di sana Syariat islam tidak berlaku karena setiap ada Acara dimeriahkan oleh Keyboard, terbiasa keluar rumah tanpa memakai jelbab, serta pergaulan yang terlalu bebas pada remaja setempat.

    "Khusus untuk Aceh, agar tidak terjadi seperti perilaku Transmigrasi yang sudah ada dan beberapa daerah lain yang populasi kebudayaannya menjadi kecil disebabkan pengaruh transmigrasi. maka Pemerintah Provinsi Aceh harus meninjau ulang rencana tersebut."

    Namun bukan berarti program Transmigrasi tidak membawa dampak yang positif, Perekonomian yang meningkat menjadi salah satu dampak yang sangat penting bagi masyarakat setempat dan bagi penduduk Transmigrasi itu sendiri, tapi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan memanfaatkan lahan tidur seperti itu juga bisa dilakukan dengan cara lain tanpa harus mendatangkan Jamaah besar-besaran dari luar daerah karena penduduk sendiri saja sudah sangat padat.

    Solusi atau cara yang dimaksud merupakan dalam bentuk pemberdayaan Transmigrasi Lokal, memberdayakan pengangguran Lokal karena berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Aceh "Pengangguran di Aceh pada Februari 2013 mengalami peningkatan sekitar 13 ribu orang dibandingkan keadaan Februari 2013 sebesar 165 ribu orang,".

    Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada masyarakat Aceh jika didatangkan Penduduk Baru yang umumnya dari Pulau Jawa sedangkan Penduduk Pribumi masih membutuhkan Pemberdayaan. Memanfaatkan penduduk Lokal dalam Program Transmigrasi juga tidak akan memupus budaya lokal karena masyarakat sendiri sangat memahami budayanya.

    Pemanfaatan penduduk lokal seperti ini dalam Program Transmigrasi juga yang sedang dilakukan Oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara (Baca : http://www.acehutara.go.id/berita-366-cot-girek-ditetapkan-sebagai-kawasan-ktm.html) dimana pemerintah setempat memberdayakan penduduk lokal demi berkurangnya pengangguran dan terpakainya lahan tidur di daerah kabupaten setempat. Ungkap Agusrijal,HR

    Jadi berdasarkan pandangan diatas semestinya Pemerintah Provinsi Aceh tidak menerima Program Pengiriman penduduk Pulau Jawa ke Aceh di tengah Masyarakat sendiri yang masih bisa di Transmigrasikan.

    Kalaupun Pemprov Aceh sudah terlanjur menandatangani Program tersebut semestinya bisa digantikan Penduduk yang dikirim bukan dari daerah Provinsi lain diluar Aceh,tapi dari Masyarakat Aceh sendiri. 

    ,”Bek Sampe bajee Droe teuh Beukah katajak cop Bajee Gob (Baju sendiri Koyak tapi Menjahit Baju Orang Lain) Semoga ini tidak terjadi di tanoh Aceh yang masih dalam posisi Transisi Konflik. | AT | RD|

    Pengusaha Arab Bangun Masjid di Aceh Timur

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Bangunan Masjid Birwalidain berarsitekturkan bangunan Masjid Nabawi diresmikan, masjid yang dibangun di Komplek Pondok Pesantren Darussa’adah Cabang Peureulak Barat tepatnya berada di gampong Alue Bu, Kecamatan Peureulak Barat merupakan hadiah dari Syech Zamil Thalal Asyi, Pengusaha asal Arab Saudi keturunan Aceh.

    Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Darussa’adah Cabang Peureulak, Tgk. H. Kamaluddin Arbi, pembangunan masjid ini merupakan keinginannya untuk mendirikan sebuah masjid di Aceh hal ini disampaikan Syech Zamil Thalal Asyi saat bertemu dengan Pembina Pusat Darussa’adah Teupin Raya, Tgk. H. M. Yahya, 

    ,“Pembangunan ini sendiri merupakan keinginannya untuk mendirikan sebuah Mesjid di Aceh sebagai bentuk hadiah dari beliau atas keuntungan yang didapat saat melakukan pembangunan rehab masjidil haram, Ujarnya saat ditemui disela-sela peresmian Mesjid Birwalidain tersebut, Jum’at 28 Juni 2013

    Kamaluddin juga berharap masjid yang dihadiahi tersebut tidak hanya diramaikan dengan berbagai kegiatan santri Darussa’adah, tetapi juga diharapkan kepada seluruh umat islam ikut memakmurkannya sehingga Masjid tersebut benar-benar bermanfaat. 


    ,“Mari bersama-sama kita makmurkan masjid ini, sehingga apa yang dihadiahi oleh Syech Zamal Thalal Asyi kepada kita tidak sia-sia,” harapnya.Syech Thalal Asyi sendiri dalam sambutan peresmian dan penyerahan Masjid Birwalidain yang diterjemahkan Pembina Pusat Ponpes Darussa’adah Teupin Raya, Tgk. H. M. Yahya berharap, agar masjid tersebut dapat dijadikan sarana ibadah umat islam di sekitar bangunan masjid itu, baik siang ataupun malam, terutama di bulan ramadhan nanti. 

    “Beliau berharap agar masjid ini menjadi tempat beribadah bagi umat islam terutama bagi masyarakat disekitarnya, dan hendaknya setiap shalat lima waktu dilakukan secara berjamaah, apalagi sebentar lagi bulan ramadhan tiba mari kita makmurkan masjid ini dengan kegiatan ibadah,” katanya.

    Syech menekankan agar segera dibentuk susunan pengurus masjid agar dapat memelihara, merawa dan menjaga kebersihan serta kenyamanan jamaah selama beribadah di masjid tersebut tetap terjaga. Syech juga berkesempatan mengumandangkan Adzan waktu shalat jum’at tiba dan setelah shalat jum’at berkesempatan mengelilingi masjid dan komplek pesantren tersebut.

    Hadir dalam peresmian masjid tersebut Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, Kasat Binmas Polres Aceh Timur, AKP. Mukhtar, Unsur Muspika Kecamaetan Peureulak Barat serta sejumlah pengurus dayah dan balai pengajian dalam Kecamatan tersebut | AT | RD | SD|

    Tim Penggerak PKK Aceh Timur Juara Festival Kuliner Visit Aceh Year 2013

    Aceh Timur | acehtraffic.com - Tim Penggerak Peemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Kabupaten Aceh Timur  ambil bagian dalam Festival Kuliner Aceh, kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisatan Aceh dalam rangka untuk mengisi Visit Aceh Year 2013. Hal ini disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Timur, T. Amran, SE melalui siaran persnya yang dikirim kepada rekan-rekan wartawan, jum’at (21/6).

    Ketua TP. PKK Aceh Timur, Ny. Fitriani Binti Darwis melalui Ketua Pokja III, Ny. Nuraini, SP dalam siaran pers itu juga mengatakan tujuan keikutsertaan TP. PKK Aceh Timur untuk memperkenalkan makanan dan kue khas dari Kabupaten Aceh Timur, “pada festival kuliner ini kita akan memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa di daerah kita terdapat aneka ragam menu makanan dan kue”, ujarnya.

    Menurut Ketua Pelaksana, Ny. Dra. Farida Hanum, M.Si Festival Kuliner dikasanakan dari tanggal 17–21 mei bertempat di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan dan keragaman kuliner Aceh, “selain untuk memperkenalkan keaneka ragaman kuliner Aceh juga untuk meningkatkan kualitas dan cita rasa makanan serta menjadikan kuliner Aceh sebagai menu makanan nasioanal dan internasional”, tegasnya.

    Festival Kuliner ini selain memperlombakan masakan tradisional Aceh, juga menggelar Bazar/Pameran dan seminar masakan sehat yang menghadirkan nara sumber dari Jakarta. TP. PKK Aceh Timur dalam Festival itu menyajikan kue khasnya seperti, Boh Keutapang, Keukarah, peyek kacang ijo, rubek, dodoi, boh husein, pret, pro’ut, halua, wajek manisan dan nyab.

    Pada sesi I perlombaan memasak TP. PKK Aceh Timur menyuguhkan menu makanan engkot sembilang peuaweuh, udeng gala asam keueng, paye engkot gembong oen meuling, boh manok tededah, kuah narieb sedangkan pada sesi kedua menu makanan sore menyuguhkan kanji rumbi, cicah oen pegagah, keu chara, ie bandrek dan pisang gureng.

    Dari 23 TP.PKK Kabupaten/Kota Se Aceh serta unsur swasta yang ikut dalam festival ini, TP. PKK Kabupaten Aceh Timur keluar sebagai Harapan I, sementara Juara I diraih oleh Aceh Barat, Juara II Aceh Selatan, Juara III Aceh Singkil sedangkan Aceh Besar dan Kota Langsa harus puas berada pada Harapan II dan III, para pemenang berhak menerima trophy dan uang pembinaan. 

    Terkait hasil lomba tersebut Ketua TP. PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Fitriani Binti Darwis saat dihubungi via ponsel, jum’at (21/6) mengatakan puas dengan hasil yang dicapai, “kita telah memberikan yang terbaik dan saya puas dengan hasil yang dicapai pada festival kuliner ini, namun demikian kedepannya kita akan terus berupaya memberikan yang terbaik”, ujarnya.| AT | RD | SD |

    Oknum Satpol PP Aceh Timur, Digrebek Dirumah Istri TNI Ditinggal Dinas



    Langsa | acehtraffic.com- Oknum Satpol Kabupaten Aceh Timur  berinisial SW (55)  digrebek warga desa Simpang Lhee Kota Langsa, karena kedapatan tidur dirumah NN perempuan berstatus Istri  seorang anggota TNI yang ditinggal tugas. Minggu 23 Juni 2013. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keduanya digelandang warga Ke Kantor Wilayatul Hisbah (WH) Langsa.

    Oknum satpol PP Aceh Timur inial  SW (55)  itu dihadapan kepala dinas syariat islam mengaku mengenali perempuan NN, karena ia sering menikmati kopi diwarung depan kantor Satpol PP Aceh Timur. Sebelum digrebek oleh warga, harinya ia bersama NN berkunjung ke pesta saudara NN di sebuah desa di kecamatan Pereulak.  Kepergian bersama itu baru kembali pukul 22.30 Wib malam.

    Beralasan lelah perjalanan, dau sejoli yang sudah lama berkenalan tersebut iapun meminta untuk beristirahat dikedai NN. Namun entah apa yang terjadi dalam “Istirahat itu”. Pastinya warga desa Simpang Lhee menggrebek kedua pukul 2.30 wib dini, Minggu 23 Juni 2013 , SW sedang tidur di kamar atas rumah NN.

    Sementara itu Drs.Ibrahim Lafif MM kepala kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa, kepada wartawan di membenarkan ada menerima pelaku SW dan NN yang di serahkan warga Gampoeng Simpang lhe, yang Diduga melakukan mesum.

    " SW bertugas di Satpol PP Aceh Timur asal desa Pondok Pabrik kecamatan Langsa Baro, sedangkan NN berdasarkan pengakuannya istri TNI, saat ini suami nya sedang bertugas di Papua,” Ujar Ibarhim Latif

    Kita tunggu bagaimana proses selanjutnya? | AT | RD

    Puluhan Rumah Nelayan Idi Hancur Diterjang ombak



    Aceh Timur | acehtraffic.com -Puluhan rumah di pesisir pantai Kuala Idi dan Teupin Jareng, kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, hancur diterjang ombak besar. Kejadian ini mengakibatkan sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Warga berharap pemerinta agar segera mengatasi obrasi tersebut. Minggu 23 Juni 2013

    Abrasi pantai semakin meluas di kawasan Gampong Kuala Idi dan Desa Teupin jareng, kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, abrasi akibat dihantam ombak pasang purnama, sebelas unit rumah warga di bibir pantai itu telah rusak dan terpaksa dibongkar.

    Selain sebelas unit rumah warga yang hancur, puluhan rumah lainnya terancam ambruk akibat dikikis oleh ombak. Dari hasil pantauan minggu dinihari hantaman ombak pasang purnama juga menghancurkan jalan penghubung antara desa teupin nyareng dan desa kuala geulumpang.

    Menurut keterangan warga setempat rohana mengatakan abrasi pantai ini sudah berlangsung sejak lama, setelah tembok (tanggul) pemecah ombak yang dibangun pasca tsunami tahun 2005, hancur. Beberapa rumah dan kebun warga yang terletak persis ini juga hancur diterjang ombak pasang.

    Dia menambahkan, pemerintah Aceh Timur diharapkan segera melakukan penangganan. Jika tidak, dikhawatirkan abrasi pantai di sepanjang desa kuala idi dan Teupin Jareng, akan mendatangkan bencana besar.

    Harapan sama disampaikan sejumlah warga lainnya di garis pantai itu, mereka minta pemkab Aceh Timur membangun tanggul pengaman pantai dan pemecah ombak. Ini kebutuhan yang sangat mendesak, karena bulan desember nanti hantaman ombak akan lebih parah. Apalagi badan jalan penghubung antargampong juga terancam putus. | AT | RD
    | SD| 

    Batas Aceh Timur – Gayo Luwes Di Pepoa


    Aceh Timur | acehtraffic.com--Titik kawasan Pepoa, Gampong Lelis, Kecamatan Serbajadi merupakan titik batas Kabupaten Aceh Timur dengan Gayo Luwes, Provinsi Aceh. Titik batas tersebut merupakan batasan sebagaimana disepakati oleh dua kabupaten itu baru-baru ini.

    “Bahkan titik batas Pepoa ini juga sudah diberikan patoknya dulu oleh Belanda pada saat menguasai Aceh. Jadi, apapun alasannya Pepoa ini titik batas Aceh Timur – Gayo Luwes,” kata Wakl Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un ketika meninjau dan mendampingi Tim Pengarah Pengawas Batas Daerah (PPBD) Aceh di Pepoa, Desa Lelis, Kecamatan Serbajadi – Lokop, Selasa Minggu 23 Juni 2013

    Dia juga meminta, Camat Serbajadi dan para aparatur desa setempat untuk mengawal proses pemacangan patok perbatasan yang akan dilakukan oleh tim PPBD dan tim Tehnis Penegasan Batas Daerah (TPBD) Aceh bersama dengan tim dari Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Luwes.

    “Pacang atau patok harus dibangun pada titik yang telah disepakati oleh Pemkab Aceh Timur dan Pemkab Gayo Luwes, bahkan seluruh aparatur desa dan tokoh masyarakat Lokop telah membuat surat pernyataan sepakat batas Aceh Timur dengan Gayo Luwes berada di Pepoa,” kata Syahrul didampingi Kabag Humas Setdakab Aceh Timur, T. Amran SE.

    Wabup menambahkan, pihaknya menyesalkan adanya salah satu rumah yang dibangun Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Desa Lelis, Kecamatan Serbajadi – Lokop tertulis BRA Gayo Luwes.

    Secara tidak langsung, kata Wabup, Pemkab Gayo Luwes telah mencaplok wilayah Aceh Timur, namun pihaknya tak mempersoalkan, karena rumah tersebut dibangun tahun 2007 dan tidak didalam rumah tersebut tak ada pemiliknya

     ,“Tapi kedepan kita harus pertegas bahwa wilayah Aceh Timur itu sampai di Pepoa,” tegas Syahrul, mantan kombatan GAM itu. | AT | RD| SD|

    Perjelas Batas Aceh Timur – Gayo Luwes, Pemerintah Pasang Tapal Batas

    Aceh Timur | acehtraffic.com-  Guna memperjelas tapal batas antara Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Luwes dibagian selatan jalan negara Banda Aceh – Medan. Selasa 18 Juni 2013 

    Tim Pengarah Penegasan Batas Daerah (PPBD) Aceh akan memasang tujuh patok sepanjang lebih kurang 51 kilometer mulai dari timur perbatasan Aceh Timur – Aceh Tamiang – Aceh Tenggara hingga ke barat perbatasan Aceh Timur – Gayo Luwes - Aceh Tengah.

    Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib melalui Kabag Humas Setdakab Aceh Timur, T. Amran, SE usai Rapat Tapal Batas di Pendopo Idi kepada menyebutkan, pemasangan tapal batas rencananya akan dilakukan, Selasa 18 Juni 2013. 

    Berdasarkan kesepakatan bersama dalam Rakor Penegasan Batas Daerah (PBD) antara Aceh Timur dengan Gayo Luwes yang dihadiri tim delegasi dari Gayo Luwes dan tim delegasi Aceh Timur masing-masing dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan. ,“Rakor ini digelar di Banda Aceh pada Senin 13 Mei lalu,” katanya.

    Amran menambahkan, pemasangan patok yang diberi nama PBU I hingga PBU VII tersebut untuk memperjelas batas antara Kabupaten Aceh Timur dengan Gayo Luwes. Hal itu dilakukan sejak dini guna menghindari konflik sengketa lahan nantinya, apalagi kawasan tersebut merupakan tergolong subur dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.

    “Setelah tapal batas antara kabupaten selesai, selanjutnya Pemkab Aceh Timur akan memperjelas tapal batas antara kecamatan Simpang Jernih dengan Serbajadi dan dengan Peunarun serta dengan beberapa kecamatan lain.

    Dalam pemasangan tujuh patok kali ini hadir tim PPBD Aceh, tim TPBD Aceh, tim PBD Gayo Luwes, tim PBD Aceh Timur dan camat pada lokasi segmen batas daerah antara Kab. Aceh Timur dengan Gawo Luwes yakni Camat Serbajadi (Aceh Timur) dan Camat Pining (Gayo Luwes). “Lokasi awal yaitu di Desa Cilike.


    Disinilah akan dimulai pemasangan perdana antara dua kabupaten ini, sehingga dukungan dari semua terutama masyarakat setempat sangat diharapkan dalam proses pemasangan patok,” pinta T. Amran. | AT | R| SD|

    Inilah Foto Sopir Truk Intercooler Korban Penembakan OTK

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Inilah foto sopir  truk Intercooler BL 9033 PB, yang ditembaki OTK saat dalam perawatan di RSUD IDI Aceh Timur. Sabtu 15 Juni 2013. 

    Truk  bermuatan barang kelontong dari Medan tujuan  Banda Aceh pukul 03.00 WIB dini hari, Jumat 14 Juni 2013  ditembaki orang tidak dikenal (OTK) tepat ditikungan  Desa Gelumpang Payung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur.  Akibat tembakan tersebut M.Khalimullah 19 sopir II truk tersebut mengalami luka tembak di pantat sebelah kanan.

    Berdasarkan informasi yang diterima acehtraffic.com penembakan tersebut terjadi saat truk tersebut melaju dari Medan dengan tujuan Banda Aceh. Namun setiba diperbatasan antara Peureulak Timur dan Kecamatan Sungai Raya, truk ditembaki OTK.

    Pasca kejadian itu Nasrullah 25 (supir 1) yang merupakan saudara kandung korban, lansung melapor ke Polsek Perlak Timur, kemudian melanjutkan perjalanan ke Idi.

    Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir membenarkan kejadian tersebut, dia menduga pelaku masih punya kaitan dengan penculik Malcolm Primerose, 61 tahun karyawan Blade Energy Indonesia, kontraktor PT Medco E&P Indonesia-Block A | AT I RD|

     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger