Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Langsa. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Langsa. Tampilkan semua postingan

    Pemberian Badge, Isu Prioritas Tenaga Bakti, Ini Keterangan Dinkes Kota Langsa


    Langsa | acehtraffic.com- Kebijakan yang dinilai tiba-tiba terhadap puluhan tenaga bakti di lingkungan dinas kesehatan di Kota Langsa, sempat menimbulkan tanda tanya? Terutama bagi tenaga bakti yang sudah lama berbhakti.  Senin 15 Juli 2013

    Sebuah pertemuan sempat digelar beberpa waktu lalu, seluruh tenaga bakti berkumpul dan mendengarkan penjelasan dari kepala puskesmas, karena pertemuan itu muncul setelah sejumlah tenaga bakti diberikan badge oleh dinas terkait untuk para tenaga bakti yang dapat dikategorikan masih seumur jagung.

    Nada keanehan muncul saat pertemuan itu, katanya orang yang mendaptkan badge akan mendapatkan prioritas? Jika bener berarti yang akan di prioritaskan adalah tenaga bakti yang baru berbhakti di usia yang masih terhitung bulanan? Begitulah kira-kira kabar yang berkembang beberapa bulan yang lalu.

    Jika memang di prioritas baik untuk di kontrakkan maupun diangkat menjadi tenaga honor, sementara kebanyakan dari mereka adalah baru berbakti terhitung bulan, tentunya akan menimbulkan tanda tanya lagi? Siapa mereka dan jalur mana mereka pakai serta kekuatan apa yang mereka miliki?

    Setelah gelombang pertama yang umumnya adalah wajah baru dari kalangan bakti ini mendapatkan badge, dan kemudian berkembang isu  dan menimbulkan tanda tanya?

    Ternyata belakangan keluar lagi sejumlah nama untuk mendaptkan badge, penerima badge kali ini adalah  wajah –wajah yang sudah 4 sampai 5 tahun berbakti. Berarti yang pertama kelompok muda dan kali ini kelompok tua.

    Mereka mendapatkan SK kolektif sebagai tenaga bakti dan ditempat kan disejumlah instansi kesehatan di Kota Langsa. Ada yang di Puskesmas, Puskesdes, Pustu dan lain-lain.

    Lalu pertanyaan untuk apa badge ini, dan mau di kemanakan tenaga yang selama ini telah mengeluarkan keringat berbakti untuk membantu demi kebaikan kesehatan masyarakat?

    Apakah mereka dapat berharap untuk menjadi honor daerah atau tenaga kesehatan kontrak dalam masa waktu tertentu atau akan menjadi tenaga bakti untuk selamanya? Ini yang belum mendapatkan jawaban yang jelas.
    Namun, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Langsa Drs Muhammad, MM mengatakan kebijakan pemberian badge itu hanya untuk melihat berapa jumlah tenaga bakti dan pengawai negeri yang bekerja. Dengan pembagian badge mereka bukan mesti ditempatkan ditempat kerja mereka terdahulu, bisa jadi dimutasikan ke intansi kesehatan yang kekurangan tenaga.

     ,” Itu hanya untuk melihat saja, bisa jadi jika dilihat kinerjanya bagus, kalau ada kesempatan,  bakal di prioritaskan,” Ujar Muhammad, Senin 15 Juli 2013

    Muhammad menambahkan, keberadaan tenaga bakti menjadi polemik baru, dimana dalam berbagai laporan setiap program selalu ada yang kerjakan, padahal yang kerjakan itu tenaga bakti.

    Sehingga dengan kondisi itu, sangat sulit bagi Dinkes untuk mengusulkan kuota penerima PNS kesehatan jalur umum, karena dianggap telah mencukupi tenaga. ,” Waktu kita presentasi kan tidak ketahuan itu tenaga bakti,” Tambah Muhammad.

    Namun menurutnya alangkah baiknya untuk menjawab kebutuhan tersebut bagi tenaga bakti yang sudah lama, sebaiknya di kontrakkan menjadi tenaga kontrak daerah, namun lagi-lagi itu tergantung kebijakan daerah dan tergantung ketersedian dana dari daerah untuk menggaji tenaga tersebut. ,”Sebaiknya ya mereka yang sudah lama dikontrakkan, tapi kan tergantung kebijakan daerah juga, karena itu menyangkut biaya”

    Berdasarkan data, Jumlah tenaga bakti di jajaran dinas kesehatan kota Langsa, berjumlah untuk di kantor dinas sebanyak 16 orang, Langsa Baro 28 Orang, Langsa Kota 39 orang, Langsa Barat 20 orang, Langsa lama 59 orang, Langsa Timur 74 orang.

    Jumlah pengawai honor, Dinkes 10 orang, Langsa Baro 7 orang, Langsa Kota 15 orang, Langsa Barat 4 orang, Langsa lama 5 orang, dan Langsa Timur 5 orang.

    Sementara untuk bidan PTT, dari 66 desa di Kota Langsa, tercatat 76 orang bidan PTT, dari jumlah tersebut ada yang untuk satu desa ditempati dua bidan PTT, karena desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang padat dan arealnya yang luas. | AT | RD |

    Perampok Bersenjata Ber-Aksi di Gampong Beusa Aceh Timur, Korban dan Penikmat Bakso Kena Peluru

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Perampokan kembali terjadi di Aceh Timur, kali ini modus  perampok dengan cara menodong warga yang sedang membawa uang puluhan juta. 

    Karena melawan, perampok menembak korban, dan mengenai seorang ibu yang sedang menikmati bakso di Simpang Beusa Pereulak Aceh Timur. Minggu 30 Juni 2013

    Berdasarkan informasi yang berkembang, insiden tersebut terjadi pukul 21 :00 Wib malam,  Z bersama istrinya berangkat dari Desa Pasie Puteh hendak mengantar sejumlah uang kepada seseorang disekitaran Kampung Beusa. 


    Ditengah perjalanan korban diikuti pengendara roda dua, saat itulah korban ditodong dengan senjata api. Karena korban melawan pelaku langsung memuntahkan peluru dan peluru tersebut keserempet dibahu Z.

    Melihat gelagat tidak mematikan itu,  Z lari dan berteriak minta tolong, namun pelaku masih mengejar korban, dan peluru kedua dimuntahkan ke korban, saat itulah peluru nyasar itu mengenai seorang ibu yang sedang menikmati Bakso di simpang Kampung Beusa kecamatan Pereulak Barat kabupaten  Aceh Timur.

    Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan lengkap dan resmi dari pihak berwajib. | AT | RD| QQ| Foto Ilustrasi|

    Ini korban meninggal kecelakaan maut Bus Putera Pelangi


    Aceh Timur | acehtraffic.com- Insiden tabrakan maut antara Bus Putera Pelangi BL 7521 AA kontra Truk pengangkut Udang BK 9196 PI  di jalan Medan- Banda Aceh Desa Seuneubok Jalan (sebelum desa Alue Nireh) kecamatan Sungai Raya Aceh Timur, berdasarkan keterangan polisi  menewaskan 5 orang, dan puluhan lainnya luka-luka. Minggu 30 Juni 2013

    Ini nama korban meninggal dunia
    1.      Najriah (54) tahun asal Kampung Meutia Kota Langsa
    2.      Basir (46) tahun Wiraswasta Asal Lhokseumawe
    3.      Pipik Hidayah Puteri (10) tahun siswa asal Lhokseumawe
    4.      Marni (40) tahun asal Medan
    5.      Sugiono (46) tahun sopir truk asal Tanjung Pura Langkat

    Sementara korban yang mengalami luka berat 4 orang, korban luka ringan sebanyak 13 orang. | AT | RD | QQ|

    Ini korban tabrakan maut Putera Pelangi di RSU Langsa


    Langsa |acehtraffic.com -Insiden tabrakan maut antara Bus Putera Pelangi kontra Truk pengangkut Udang di Alue Nireh kecamatan Sungai Raya Aceh Timur  menewaskan 5 orang, dan puluhan lainnya luka-luka. Minggu 30 Juni 2013
    Ini dia nama korban luka –luka yang dirawat di RSU Langsa, salah satunya masih balita.

    1. Khadafi  (3) Kampung Mulia Banda Aceh
    2. Ramlan (45) warga Geubang Langkat Sumatera Utara
    3. Asnidar (56) Bireuen
    4. Zainabon (46) Bireuen
    5. Rahmawati (21) asal Matang Seulimeng Kota Langsa
    6. Ninda Asal Matang Seulimeng Kota Langsa tujuan Bireuen
    7. Syahrial (51) warga Seulala Kota Langsa
    8. Kasiati (45) warga Seulala Kota Langsa

    Delapan korban ada yang mengalami patah tulang kaki, tangan dan terluka dikepala. Sementara sejumlah korban lain diperkirakan dalam perawatan disejumlah rumah Sakit di Aceh Timur dan Kota Langsa| AT | RD | QQ|

    Hizbut Tahrir : Naik BBM Adalah Kebijakan Zhalim


    Langsa | acehtraffic.com- Pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM. Premium menjadi Rp 6.500/liter, sedangkan solar menjadi Rp 5.500. Alasan utamanya adalah untuk mengurangi beban subsidi yang ‘katanya’ sangat besar mencapai Rp 274,7 triliun adalah kebijakan Zhalim karena penghematan tidak sebanding dengan penderitaan Rakyat. Sabtu 29 Juni 2013

    Walaupun pemerintah beralasan angka subsidi itu harus dikurangi mengingat besarnya subsidi itu telah mengurangi kemampuan pembiayaan kebutuhan lain yang dianggap lebih penting, misalnya anggaran untuk infrastruktur 2013 yang hanya sekitar Rp 200 triliun, atau untuk sektor kesehatan yang hanya sekitar Rp 30 triliun.

    Benar bahwa secara nominal subsidi BBM naik pesat dari hanya sebesar Rp 90 triliun tahun 2005, menjadi Rp 193 triliun pada tahun 2013. Bahkan bila memasukkan energi listrik, yang di dalamnya juga ada subsidi untuk BBM, total akan mencapai Rp 274,7 triliun. Namun bisa membengkak menjadi Rp 300 triliun karena kuota 40 juta kilo liter pasti akan terlampaui. Meski secara nominal subsidi terus meningkat, tapi secara prosentase, porsi subsidi BBM terhadap APBN hampir tetap.

    Menurut pemerintah, dengan menaikan BBM menjadi Rp 6.500/liter akan dihemat APBN sebesar Rp 21 trilyun.

    Pertanyaannya, apakah sedemikian gentingnya kondisi APBN kita sehingga subsidi harus segera dikurangi mengingat selama ini APBN tidak pernah terserap semua. Tahun 2012 saja ada sisa Rp 32,7 trilyun. Jadi, dari sisa anggaran tahun 2012 itu, tambahan subsidi BBM bisa ditutupi, bahkan masih sisa Rp 11,7 trilyun.

    Namun HTI dalam rilisnya menyebutkan selain kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dapat dikatakan Zhalim juga kebijakan tersebut sangat khianat, dimana tujuan pemerintah adalah untuk menyukseskan liberalisasi sektor hilir (sektor niaga dan distribusi) setelah liberalisasi sektor hulu (eksplorasi dan eksploitasi) sempurna dilakukan.

    Maka dengan itu, penguasaan yang lebih besar kepada swasta (asing) dan pengurangan peran negara. Kebijakan seperti ini jelas akan sangat merugikan dan menyengsarakan rakyat yang notabene adalah pemilik sumberdaya alam itu sendiri. Liberalisasi dilakukan untuk memenuhi tuntutan pihak Asing. Dan untuk itu, pemerintah tega mengabaikan aspirasi mayoritas rakyatnya.

    ,”Jadi, jelas sekali kebijakan menaikkan harga BBM adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat yang sangat nyata,”

    Dalam rilis yang diterima redaksi dari HTI Kota Langsa, menyatakan sikap kenaikan BBM adalah jelas telah menyengsarakan Rakyat, dan upaya meliberalkan pengelolaan BBM ketangan asing. ,” Ini jelas tidak bias diterima,” kata Iqbal Ketua DPD HTI Kota Langsa. Sambil menambahkan kenaikan BBM akan mendorong kesusahan hidup masyarakat miskin. | AT | RD| RI|

    Oknum Satpol PP Aceh Timur, Digrebek Dirumah Istri TNI Ditinggal Dinas



    Langsa | acehtraffic.com- Oknum Satpol Kabupaten Aceh Timur  berinisial SW (55)  digrebek warga desa Simpang Lhee Kota Langsa, karena kedapatan tidur dirumah NN perempuan berstatus Istri  seorang anggota TNI yang ditinggal tugas. Minggu 23 Juni 2013. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keduanya digelandang warga Ke Kantor Wilayatul Hisbah (WH) Langsa.

    Oknum satpol PP Aceh Timur inial  SW (55)  itu dihadapan kepala dinas syariat islam mengaku mengenali perempuan NN, karena ia sering menikmati kopi diwarung depan kantor Satpol PP Aceh Timur. Sebelum digrebek oleh warga, harinya ia bersama NN berkunjung ke pesta saudara NN di sebuah desa di kecamatan Pereulak.  Kepergian bersama itu baru kembali pukul 22.30 Wib malam.

    Beralasan lelah perjalanan, dau sejoli yang sudah lama berkenalan tersebut iapun meminta untuk beristirahat dikedai NN. Namun entah apa yang terjadi dalam “Istirahat itu”. Pastinya warga desa Simpang Lhee menggrebek kedua pukul 2.30 wib dini, Minggu 23 Juni 2013 , SW sedang tidur di kamar atas rumah NN.

    Sementara itu Drs.Ibrahim Lafif MM kepala kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa, kepada wartawan di membenarkan ada menerima pelaku SW dan NN yang di serahkan warga Gampoeng Simpang lhe, yang Diduga melakukan mesum.

    " SW bertugas di Satpol PP Aceh Timur asal desa Pondok Pabrik kecamatan Langsa Baro, sedangkan NN berdasarkan pengakuannya istri TNI, saat ini suami nya sedang bertugas di Papua,” Ujar Ibarhim Latif

    Kita tunggu bagaimana proses selanjutnya? | AT | RD

    Kucurkan Dana Hibah 4 Milyar Pemko Langsa, Didemo Mahasiswa


    Langsa | acehtraffic.com- Pemberian dana hibah yang mencapai 4,5 Milyar dari dana anggaran pendapatan daerah (APBD) Pemko Langsa kepada sejumlah lembaga, baik lsm maupun perkumpulan lainnya  menuai protes. Hari ini mahasiswa Universitas Samudera Langsa minta Pemko Langsa untuk evaluasi pengucuran dana tersebut.

    Mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Univeristas Samudra Peduli Rakyat, Rabu 19 Juni 2013 melakukan demontrasi di Sekretariat Pemko Langsa, ka meminta Pemo langsa untuk ‘mengevaluasi pemberian dana hibah kepada lembaga yang dinggap perlu “Dipertanyakan” Lebih lagi hibah dan bantuan social tersebut juga terindikasi korupsi.

    Aksi  tersebut nyaris terjadi bentrokan antara mahasiswa dan satpol PP.  pasalnya mahasiswa kesal karena tujuan untuk disampaikan aspirasi kepada pejabat teras Pemko, namun tidak ada satu pun pejabat berada ditempat.

    Akibatnya beberapa mahasiswa terlibat saling dorong dengan polisi pamonmg praja itu. Aksi tersebut tidak berlangsung lama, setelah selesai ber-orasi mahasiswa kembali ke lapangan merdeka untuk berkumpul dan membubarkan diri.

    Kepala bagain Humas yang dikonfirmasi wartawan , mengaku bukan haknya untuk menjawab persoalan ini. ,” Kalau masalah tersebut langsung saja dengan SKPK terkait atau dinas DPKA,” Kata Hamdani, SE. 

    Alfian dari LSM anti Korupsi mengatakan pengucuran dana hibah tanpa standar yang jelas akan berpeluang terjadi korupsi. ,"Setiap Ada audit BPK, selalu ada masalah dengan dana hibah, apalagi ada modus pinjan nama orang lain, agar dana itu cair," ujar Alfian 

    Berdasarkan informasi yang diperoleh dana tersebut selain dibagi ke sejumlah LSM juga diterima oleh perkumpulan lainnya, ada penggunaan dana untuk kegiatan hiburan.  | AT | RD | QQ|

    PTPN I Peringati Isra’ Mi’raj, Penceramah Pesan Untuk Jujur dan berakhlak


    Langsa | acehtraffic.com- Direksi dan Karyawan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1434 H/2013 M di halaman tengah Kantor Pusat PTPN I Langsa, Selasa 18 Juni 2013 


    Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini mengusung tema “Dengan memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H Kita Iman dan Taqwa serta Prestasi Kerja.”


    Sebelum pembukaan Wargani Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I didampingi oleh Abdul Mukti Nasution Direktur Produksi, Amrizal Direktur Keuangan, Ramadhan Ismail Direktur SDM/Umum dan Husni Ibrahim Direktur Pemasaran dan Perencanaan Pengembangan menyerahkan bantuan sebesar Rp.88.220.000 kepada lima yayasan atau panti. 


    Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I, Wargani mengatakan sumbangan yang baru saja diberikan merupakan uang dari gaji Direksi dan karyawan setiap bulannya yang dikumpul dan dikelola oleh Badan Dakwah Islam PTPNI.


    “Hanya ini yang dapat kami titipkan melalui bapak-bapak untuk dapat menyampaikan sesuai kebutuhan nantinya di pesantren atau panti.” kata Wargani kepada pengurus pesantren atau panti. Ia berharap kelak karyawan pelaksana yang belum ikut menyumbang dapat segera mulai menyisihkan gajinya untuk anak yatim sehingga bantuan akan lebih besar lagi. 


    Pada kesempatan itu penceramah, Ustadz Teuku H Masrul Aidi LC meminta hadirin untuk meningkatkan nilai kejujuran dan akhlak yang tertanam didalam diri.  ,”Maka ajarkan nilai-nilai kejujuran ini kepada anak-anak kita pasti mereka akan menjadi generasi yang sukses dimasa yang akan dating,” | AT | RD|

    Siswa Enam Sekolah Ikuti Pelatihan Jurnalistik MJC

    Langsa | acehtraffic.com -- Sekolah jurnalistik Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College (MJC), kembali menggelar roadshow atau pelatihan jurnalistik di Langsa dan Aceh Selatan, Senin hingga Rabu 10-12 Juni 2013). Roadshow secara bersamaan melibatkan 50 siswa dari 20 sekolah menengah atas di dua daerah tersebut. 

    Roadshow jurnalistik untuk siswa SMA/SMK/MA di Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang dipusatkan di SMA Negeri 2 Langsa Senin-Rabu, 10-12 Juni 2013. Sementara pelatihan untuk siswa di Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan Subulussalam dipusatkan di MAN Sawang pada hari yang sama. 

    Dua roadshow ini merupakan seri pelatihan kelima dan keeman yang digelar MJC. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah. 

    Kepala Sekolah MJC Mukhtaruddin Yacob menyebutkan, roadshow ini digelar untuk mensosialisasikan jurnalistik dan etika menulis kepada para siswa. Ini juga dilakukan untuk menumbuhkembangkan minat tulis di kalangan siswa melalui blog dan majalah dinding sekokah. 

    "Kita ingin mengasah kemampuan menulis pada siswa sekolah menengah agar mereka nanti mampu menuangkan ide-ide yang mereka miliki melalui pelbagai media yang ada," kata Mukhtaruddin Yacob di Langsa, Senin 10 Juni 2013

    Roadshow ini, kata Mukhtar, juga sebagai bentuk tanggungjawab sosial Muharram Journalism College untuk meningkatkan pengetahuan siswa di Aceh dalam pemahaman menulis dan ilmu jurnalistik. 

    Selama tiga hari pelatihan yang didukung Development and Peace ini, para siswa dibahani materi menyangkut dasar-dasar jurnalistik, teknik menulis berita, etika menulis, teknik wawancara, pengenalan jurnalisme warga, blog, dan mendesain majalah dinding sekolah. 

    "Mereka juga akan melakukan simulasi peliputan, menulis berita, hingga merencanakan penerbitan majalah dinding," sebut Mukhtar. 

    Pelatihan di Langsa dibahani oleh Muhammad Hamzah (wartawan Suara Pembaruan), Imran MA (Tempo), dan Fakhrurradzie Gade (blogger dan jurnalis acehkita.com). Sedangkan pelatihan di MAN Sawang (Aceh Selatan) dibahani oleh Misdarul Ihsan (Sekretaris AJI Banda Aceh/RCTI), Daspriani Y. Zamzami (Indosiar), dan Nursafri (Radio ABC).l AT l RD I

    Kepala Lapas Langsa Diganti


    Langsa | acehtraffic.com- Entah untuk penyegaran organisasi atau ada masalah lain?   Kepala Lapas II B Langsa  Badaruddin. Bc. Ip. SH digantikan Ery Taruna, Bc. Ip, SH acara pisah sambut yang dilaksanakan di Lapas II B Langsa, Sabtu 8 Juni 2013. 
     
    Ery Taruna  pernah menjabat sebagai Kepala Lapas dibeberapa Lapas, yakni Kuta Cane, Calang, Rutan Lhok Nga Aceh Besar.

     ,”Kami harapkan kepada warga Lapas II B Langsa supaya dapat menerima saya disini,” Harap Kepala Lapas baru

    Sementara Badaruddin mantan Kepala Lapas II B Langsa yang sekarang menjabat Kabid bagian narkoba di kantor Hukum dan HAM Provinsi Aceh dalam sambutannya mengataka sudah tiga tahun enam bulan menjabat sebagai Kepala Lapas II B Langsa. 

    Dia juga mengungkapkan karirnya sebagai kepala lapas  sudah mencapai 13 tahun, pertama menjabat kepala lapas dipercayakan di Pancar Batu kemudian Sumatera Utara (Medan), dan beberapa lapas lainnya. ,” Tapi saya sangat terkesan selama 13 tahun dan dimana saya menjabat kepala Lapas anak buah tidak pernah menyinggung perasaan saya," ujarnya

    Dalam kesempatan ini, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada anak buah, yang utama di Lapas II B Langsa ini, apabila ada kesalahan selama  menjabat sebagai Kepala Lapas agar sudikiranya memaafkan dan saya juga sudah memaafkan kalian semua (anak buah-red)

    Kepala Kantor Hukum dan HAM provinsi Aceh yang diwakili Basmanidar SH, MM Kepala Devisi Kemasyarakatan dalam sambutannya menyampaikan, mutasi merupakan suatu hal yang biasa, itu menandakan organisasi yang sehat, ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Lapas lama yang telah bertugas sebaik mungkin di Lapas ini, dan mengucapkan selamat datang kepada Kepala Lapas yang baru

    ,”Kita pesankan kepada Kepala Lapas baru supaya dapat melanjutkan tugas kepala Lapas lama, dengan menciptakan hubungan harmonis dengan warga lapas dan memberikan hak-hak dasar seperti memberikan makan yang teratur, air mandi serta kebutuhan lainnya,” 

    Untuk menciptakan Lembaga Pembinaan yang baik dan aman, perlu ditanam bunga untuk terciptanya suasana yang sejuk, amarah akan lebih mudah apabila lingkungan Lapas jorok, kita mintakan kepada Ka Lapas baru supaya nantinya menambahkan bunga serta mengecat dinding supaya warga lapas lebih nyaman, cetus Basmanidar. 

    Sebagai informasi penghuni Lapas II B Kota Langsa sudah melebihi kapasitas dengan jumlahnya 456 orang. | AT | RD| RI|


    Ini Kronologis Perompakan dan Penyanderaan ABK Kapal Nelayan Berbendera Malaysia


    Aceh Timur | acehtraffic.com–Perompakan kapal dan penyanderaan ABKnya kembali terjadi perairan Selat Malaka, kali ini menimpa sebuah kapal nelayan berbendera Malaysia. 

    Dua pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian, sementara M. Yunus Alias Matsyah  masih buron. Jumat 7 Juni 2013.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa Ajun Komisaris Polisi Firdaus mengatakan awalnya pihak kepolisian mengetahui kasus tersebut dari informasi adanya sebuah kapal asing yang merapat ke Kuala Parek Kecamatan Sungai Raya Aceh Timur.  

    Dari informasi tersebut dikembangkan akhirnya ditemukan kapal kayu tersebut dikawasan itu, dan ditemukan lagi bahwa ada pelaku yang menjual mesin kapal dan inventaris kapal lainnya.

    Menurutnya, perompakan tersebut terjadi pada 9 Mei 2013, sekitar pukul 22:00 Wib pelaku merompak kapal di perbatasan Indonesia –Malaysia sekitar 60 mil laut dari dataran Langsa. Setelah dirompak disana Kapal Kayu KM PK PK FB – U21532 ditarik ke pesisir Pantai Kuala Parek.

    Dari kasus ini Polisi sudah menangkap dua tersangka, masing-masing Bahagia Alias Giok warga Kuala Simpang Ulim beralamat KTP Peuniti Banda Aceh, Rafli (24) warga Kuala Langsa, sementara Matsyah warga Sungai Raya beralamat KTP Kuala Bugak Kecamatan Peureulak hingga kini masih buron. ,”Mungkin warga takut mengabarkan, karena dia memiliki senjata,’ Kata Firdaus.

    Masih menurut Firdaus, Pihak kepolisian belum mengetahui persis siapa nama dan warga Negara mana yang masih dalam sanderaan perompak. Karena berdasarkan hasil pengembangan ABK yang disandera tersebut berbahasa Thailand.

    ,”Katanya dari dua yang disandera satu sudah dilepas, mungkin untuk keperluan uang tebusan, Kita sudah amankan 1 Unit kapal KM PK PK FB – U21532 dan investaris kapal lainnya, kita masih memburu pelaku” | AT | RD|

    Wartawan Mingguan Bidik Indonesia, Dihalangi “Bidiknya” Oleh Oknum Satpam RSUD Langsa


    Langsa | acehtraffic.com- Salah seorang oknum Satpam Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa, telah diduga melanggar UU Pers No 40 Tahun 1999 dan kode etik Jurnalis. Pasalnya oknum tersebut dinilai sudah menghalang-halangi tugas wartawan saat hendak meliput.Jumat 7 Juni 2013

    Tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh oknum satpam RSUD Langsa,  tersebut terhadap dua wartawan Bidik Kasus  dan wartawan Bidik Indonesia wilayah kerja Langsa terjadi pada  Rabu 5 Juni 2013, saat kedua wartawan tersebut meliput acara seminar sehari yang dilaksanakan di aula RSUD setempat.

    "Saya sedang menjalankan tugas meliput berita di RSUD Langsa yang sedang diadakan acara seminar sehari, namun tiba-tiba salah seorang oknum satpam yang menjaga pintu aula, melarang  saya untuk masuk, " Ujar Robi wartawan Mingguan Bidik Kasus.

    Pariman wartawan mingguan Bidik Indonesia, saya sangat menyesalkan perbuatan oknum satpam RSUD Langsa tersebut, masak kami mau meliput di larang, berarti satpam tersebut sudah melanggar UU Pers, kami minta kepada Direktur RSUD Langsa supaya menegur oknum satpam tersebut, ujar Pariman | AT | RD | RI|

    Dua Perompak Boat Malaysia Ditangkap, Sandera Dan Pelaku lain Masih Buron

    Langsa | acehtraffic.com– Tim Resmob Polres Langsa membekuk dua dari tiga warga Aceh yang terlibat aksi perompakan di Selat Malaka. 

    Seorang di antaranya dilumpuhkan dengan timah panas, sedangkan seorang lainnya ditangkap saat berusaha menjual mesin dan perlengkapan boat hasil kejahatan mereka. Selain dua orang yang sudah dibekuk, polisi masih mengejar seorang pelaku yang menyandera pelaut Malaysia.

    Informasi yang dihimpun Serambi menyebutkan, ketiga tersangka perompak tersebut yaitu Bahagia (30), warga Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, Rafli (27), warga Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, dan seorang lainnya berinisial Mat (29), warga Kuala Parek, Kecamatan Sungai Raya.

    Sekitar seminggu lalu, komplotan Mat cs dilaporkan beraksi di Selat Malaka dengan sasaran pelaut Malaysia yang menggunakan sebuah boat berkapasitas 10 GT dilengkapi sistem navigasi canggih.

    Dua nelayan asal Malaysia yang berada di boat tersebut disandera dan dinaikkan ke boat pelaku. Sedangkan boat pelaut Malaysia tersebut ditarik dengan sebuah boat jaring milik nelayan Aceh Timur yang di dalamnya ikut Rafli.

    Rafli bersama rekannya di boat jaring menarik boat Malaysia ke Kuala Langsa dan selanjutnya disembunyikan di tengah hutan bakau. Sedangkan Mat bersama Bahagia membawa kedua sandera dengan boat mereka ke kawasan Peureulak.

    Kejahatan yang dilakukan Mat cs tercium oleh aparat kepolisian di jajaran Polres Langsa. Sekitar dua hari pasca-perompakan, polisi berhasil membekuk seorang pelaku bernama Rafli saat akan menjual mesin boat hasil kejahatan mereka.

    Dengan tertangkapnya Rafli, polisi selanjutnya mengejar Mat dan Bahagia. Pengejaran itu membuahkan hasil, Sabtu 1 Juni 2013  sore ketika seorang pelaku lainnya bernama Bahagia disergap di kawasan Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur. Namun, tim Resmob Polres Langsa terpaksa melumpuhkan Bahagia dengan timah panas yang menghunjam bagian perut karena berusaha kabur.

    Bahagia dibawa ke RSUD Langsa untuk mendapat pertolongan medis dan sampai kemarin masih dirawat intensif di ruang ICCU.

    Kapolres Langsa, AKBP Hariadi SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP M Firdaus kepada Serambi, Minggu 2 Juni 2013 membenarkan pihaknya telah menangkap Rafli dan Bahagia, dua dari tiga pelaku perompakan nelayan asal Malaysia.

    Sedangkan seorang pelaku lainnya berinisial Mat yang masih menyandera dua pelaut asal Malaysia terus diburu oleh pihak keamanan. Disebut-sebut Mat adalah aktor utama kejahatan tersebut. Selain menangkap dua pelaku (Rafli dan Bahagia), polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa boat ikan milik nelayan Malaysia. 

    “BB berupa satu unit boat nelayan milik warga Malaysia tersebut diamankan di Pos Polisi Air Polres Langsa, sekitar Pelabuhan Kuala Langsa,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa, AKP M Firdaus.

    Terpesona Peralatan canggih 

    AKSI perompakan nelayan asing--terutama Malaysia--yang melibatkan warga Aceh di Selat Malaka diduga sudah berlangsung lama. Sumber-sumber Serambi mengatakan, sasaran kejahatan itu adalah boat milik nelayan asing yang dilengkapi mesin dan peralatan modern, termasuk sistem navigasi canggih.

    Dalam kasus terbaru yang melibatkan komplotan perompak Mat cs, boat yang jadi sasaran menggunakan mesin Mitsubishi 10 GT dilengkapi GPS modern, navigasi berbasis satelit, radio komunikasi, pompa keong, dan berbagai peralatan canggih lainnya.

     “Mesin dan peralatan yang digunakan boat nelayan Malaysia tersebut bernilai jual tinggi. Inilah yang membuat perompak tergiur,” kata seorang sumber dari kalangan nelayan.

    Selain berharap hasil dari penjualan boat dan peralatannya, perompak juga punya target lain yaitu mendapatkan ‘ringgit’ dari tebusan sandera. 

    Namun, dalam kasus perompakan yang melibatkan Mat cs, target penjualan mesin boat dan peralatan lainnya pupus sudah, bahkan dua dari tiga pelakunya sudah ditangkap. Kini, polisi sedang memburu Mat sekaligus membebaskan sandera yang berada di tangannya. Bagaimana akhir pengejaran ini, kita tunggu saja |   AT | R | Serambi| Foto Ilustrasi |

    Pembangunan Aceh Timur Harus Dimulai Dari Desa

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Pembangunan yang akan dilakukan sesuai di Aceh Timur harus sesuai dengan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang dimulai dari desa hingga ke kabupaten harus terealisasi.  Perlu keseriusan seluruh Kepala SKPK Aceh Timur untuk melaksanakannya. Selasa 28 Mei 2013

    Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin M. Thaib mengatakan untuk mewujudkan itu Camat yang diharapkan sebagai ujung tombak pemerintahan daerah agar dapat mengusulkan pembangunan sesuai dengan usulan dari masing-masing gampongnya (desa) ke dalam Musrenbang.

    ,“Langkah ini kita lakukan sejak tahun 2013, sehingga berbagai proyek di desa baik jalan, jembatan dan berbagai fasilitas umum lainnya tidak terlepas dari usulan masyarakat bawah di desa," ujarnya pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mesjid Baitul Istiqamah, Gampong Tanjong Tualang mengatakan, bahwa seluruh proyek di desa harus sesuai dengan usulan masyarakat

    Bupati juga menambahkan bahwa, pembangunan Aceh Timur sebelumnya dinilai tidak sesuai dengan tata ruang. Sebab, beberapa perkantoran tidak dipusatkan pada sebuah titik seperti adanya perkantoran di kecamatan diluar kecamatan Ibukota Aceh Timur juga adanya bangunan kantor SKPK yang berada di  Kecamatan Peureulak. Kondisi tersebut
    membuat pelayanan masyarakat tesendat.

    Masih menurut Bupati, hendaknya dalam pembangunan di setiap desa dan kecamatan - kecamatan termasuk di kabupaten harus memiliki dasar dan sesuai ketentuan hukum yang ada. Begitu juga dengan perioritas pembangunan dalam sebuah wilayah, baik sarana transportasi ataupun berbagai kebutuhan umum lain seperti kebutuhan petani sawah dan kebutuhan fasilitas kesehatan serta pendidikan.

    Dalam kesempatan tersebutn Bupati Aceh Timur juga memberikan bantuan Rp20 juta untuk pembangunan Masjid Baitul Istiqamah. Dia juga berpesan kepada umat Islam khususnya yang ada di gampong tersebut untuk memakmurkan masjid yang akan segera dibangun itu, selain sebagai tempat beribadah juga dapat digunakan sebagai kegiatan umat, baik pengajian ataupun musyawarah.

     "Mari kita makmurkan masjid, karena memakmurkan masjid jauh lebih sulit dari membangun masjid," katanya.

    Sementara itu, Tgk. H. Abdullah Rasyid atau Abu Kruet Lintang dalam ceramahnya juga mengharapkan seluruh umat umat Islam yang sudah aqil balihg (berakal - dewasa--red) untuk melaksanakan jumat dan melaksanakan shalat lima waktu di masjid. Begitu juga kaum ibu untuk menjadikan masjid sebagai fasilitas untuk berbagai kegiatan keislaman.

    "Mari kita ramaikan masjid dengan berbagai kegiatan islami, sehingga rasa cinta umat Muhammad SAW kepada Allah semakin terlihat sebagai wujud pengabdian hamba terhadap sang pencipta," kata Abdullah Rasyid.

    Hadir juga pada kesempatan tersebut pengurus MPU Aceh, Tgk. H. Abdullah Rasyid Kruet Lintang, Tgk. H. Ramli Sabil (Abu Tanjong Ara), Kepala Kemenag Aceh Timur, Tgk. H. Faisal Hasan, Ketua MAA Tgk. H. Lahmuddin, Kasi Bimas Kemenag Aceh Timur, Camat, Kapolsek Peureulak Barat dan sejumlah Kepala SKPK serta ratusan umat Islam dalam Gampong Tanjong Tualang. | AT | RD | SD|

    Aktivis LSM “Bongkar Selingkuh”,Dilempar Batu Oleh OTK


    Langsa | acehtraffic.com – Dahniar aktivis lsm Cakradonya terpaksa dirawat disalah satu rumah sakit di Langsa akibat terkena batu yang dilempar dua pemuda tidak dikenal diterminal bus Kota Langsa. 

    Pelemparan batu tersebut diduga terkait dengan aktivitasnya membongkar kasus selingkuh yang melibatkan pejabat teras Aceh Timur. Jumat 24 Mei 2013

    Dahniar mengaku  sekitar pukul 01 dinihari ia bersama suaminya berangkat dari rumah menuju terminal bus Kota Langsa untuk menunggu bus tujuan ke Banda Aceh. Namun sebelum datang bus ia ke toilet terminal, dan saat kembali ia melihat dua pemuda, yang satu memakai baju orange melemparinya dengan batu. Akibat lemparan tersebut ia terkena dibagain belakang antara kepala dan leher.

    Karena kerasnya hantaman batu Dahniar sempat terjatuh, namun karena cepat datang suaminya yang menyusul ke toilet karena Dahniar sudah lama tidak kembali keruang tunggu, melihat kejadian itu, Dahniar segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

    Semula Dahniar hanya mengambil obat dan berkonsultasi dengan para medis, namun sepulang kerumah ia mengalami lima kali muntah dan akhirnya ia kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

    Dahniar juga mengungkap semalam sebelumnya, ia juga dibuntuti sebuah mobil saat keluar makan malam bersama suaminya.

    Aktivis lsm ini pasca bersuara dimedia soal perselingkuhan ini banyak menerima berbagai bentuk teror dan fitnah baik lisan maupun tulisan yang dilakukan oleh orang yang diketahui tidak setuju dengan tindakan nya mengungkap kasus yang telah membuat satu keluarga bercerai. 

    ,” Setelah sedikit sehat saya akan laporkan ke pihak kepolisian,’ Kata Dahniar yang terlihat masih lemas.

    Kasusperselingkuhan Sekda dengan seorang perempuan yang saat itu berstatus istriorang terungkap ke permukaan pasca ia sebagai akktivis  LSM Cakradonya mendampingi EO Alias DN (32) dalam menghadapi perkara gugatan cerai dari istrinya MA Alias T (28) perempuan yang diduga berselingkuh dengan Sekda Aceh Timur.

    Setelah muncul berita di media nasional TEMPO, sejumlah media local baik cetak dan online di Aceh menyadur berita tersebut yang kemudian disambut Demo aliansi Mahasiswa Aceh Timur (AMAT) yang meminta bupati Aceh Timur untuk segera mencopot Sekda.

    Pasca demo tersebut kasus perselingkuhan ini menjadi cerita rutin di warung kopi dan dikalangan masyarakat Aceh Timur, ada yang mendukung gebrakan mahasiswa tersebut ada juga yang tidak senang.

    Bahkan saking parahnya para pemback- up kasus selingkuh ini, sampai orang tersebut mendatangi kampus Unsam untuk meng-intervensi kalangan rektorat kampus tersebut, karena dianggap tidak melarang aksi mahasiswa itu. Namun otoritas kampus menganggap aneh intervensi tersebut.

    Sementara disisi yang lain, kasus ini sudah sampai ke Propinsi Aceh. Sumber acehtraffic.com menyebutkan inspektorat propinsi telah memanggil para pihak yang terlibat dan mengetahui kasus tersebut untuk dimintai keterangan. | AT | RD | TM | IS | AG |

    Baca juga : 

    Unsam Dikabarkan Kedatangan “Tamu Tak Diundang” Coba Intervensi Kampus Soal Demo Mahasiswa “Terkait Selingkuh Itu”

    Langsa | acehtraffic.com - Sebuah kabar menyebutkan petinggi kampus Unversitas Samudera (Unsam) Langsa kedatangan orang-orang yang mencoba meng-intervensi hak kemerdekaan kampus dan mahasiswa untuk berpendapat, terkait  demo “Selingkuh Sekda” di Idi  beberapa waktu lalu. Kamis 23 Mei 2013

    Zal seorang mahasiswa kepada reporter acehtraffic.com mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari beberapa mahasiswa, pada Selasa 21 Mei 2013 seorang pejabat teras yang diduga sedang bersinggungan dengan kasus dugaan perselingkuhan tersebut ikut serta dalam rombongan dan didampingi mantan mahasiswa sebuah kampus  dikawasan itu.

    ,”Mereka datang menanyakan kepada pihak kampus, kok dikasih izin demo “Selingkuh beberapa waktu lalu,padahal izin demo itu bukan dari kampus” Ujar Zal sambil terbahak-bahak.   .

    Zal menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatkannya, pihak kampus tidak melayani pertanyaan dari tamu aneh tersebut, bahkan pihak kampus merasa keterlaluan “Para Tamu” tak diundang tersebut yang mencoba mencampuri hak kemerdekaan dan Otoritas kampus Unsam. 

    Selain itu, Zal juga mengungkapkan kehadiran tamu tidak di undang tersebut juga untuk mencari dan melacak para mahasiswa yang terlibat dalam demo dugaan selingkuh Sekda yang telah menghebohkan itu. ,” Kami selalu ada, tidak usah dicari,” Ujar Jal sambil tertawa.

    Sumber mahasiswa yang lain yang sempat ditemui reporter acehtraffic.com menyebutkan diantara peserta rombongan tersebut diduga termasuk orang-orang yang selama ini mem-back-up ‘Kasus selingkuh tersebut’  Terkait berita ini belum sempat dikonfirmasi, karena sudah terlalu larut malam.

    Sementara itu, informasi lain yang didapatkan acehtraffic.com menyebutkan sejumlah pihak dipanggil inspektorat Propinsi Aceh untuk dimintai keterangan terkait dugaan perselingkuhan itu. | AT | RD| TM| AG|

    ”Kelompok Berlidah Panjang Dan Pembela Kemungkaran"

    acehtraffic.com | suara warga - Walaupun Aceh sedang menerapkan hukum Syariah Islam, namun masih banyak orang yang tidak sadar dan secara tidak langsung tidak mendukung syariah. 

    Dengan perbuatan yang sebenarnya disadarinya. Namun diabaikan demi uang pecah alias Peng Grik. 

    Kita sebut saja kelompok ini, bukan kelompok awam. Tapi kelompok ini mungkin - meyakini dirinya sebagai “Tokoh” muda, “Tokoh” Mahasiswa dan “ juga mungkin yakin bahwa dirinya seorang “aktivis” katakanlah sedang membela sesuatu yang kontra dengan adat, syariah, agama,  dan kebiasaan masyarakat setempat.

    Kelompok model ini akan mempengaruhi orang dengan, kata tidak ada bukti, dan mana buktinya ? “karena dalam posisi ini dia memang tidak mau berpikir secara akal sehat, dan menutup mata dengan bukti –bukti yang ada, dan justru mempelesetkan, yang dikabarkan A dan diasumsikan B. 

    Kenapa di asumsikan B, supaya ia dapat membela……………….Maka dapat disimpulkan kelompok ini adalah membela kemungkaran.
    Kenapa kelompok ini membela?

    Kelompok ini adalah kelompok yang memiliki kesadaran tinggi dan menyadari itu salah, tetapi mereka membohongi keyakinan akan yang benar, demi merebut uang pecah (Peng Grik) 

    Kemunafikan juga ikut didalamnya, dan bisa jadi juga kelompok itu memiliki kesamaan  prilaku dengan para pelanggar adat, adap,syariah dan agama. 


    Artinya ia membela kemungkaran tersebut, karena merasa sama dengan kaum pelanggar titah agama tersebut. 

    Namun alasan yang kedua, adalah, moral si pembela itu sudah pada titik kritis, dia sudah mengabaikan logika normal, dan meyakini logika terbalik, karena di pengaruhi oleh berbagai factor.

    Faktor uang, karena dengan membela kedhaliman itu dia akan mendapatkan uang, karena mungkin pelaku yang mengarah ke-kedhaliman itu adalah orang berduit dan dapat menebar berbagai harapan, dan harapan itu sesuai dengan keinginannya. 

    Dan yang ketiga, karena kesusahan hidup, uang terbatas, gaji sudah cekak, karena terjebak kredit di Bank, atau kebutuhan dan keinginan hidup mewah yang bergolak dibatin, sehingga pikirannya akan membela siapa yang bayar. "Siapa yang kasih uang pecah tetap kubela, walau, yang ku bela adalah perbuatan salah"

    Dan faktor ke empat, bisa jadi pembela tersebut memiliki riwayat keluarga yang begituan, bisa jadinya ibunya adalah penebar syahwat dan bapaknya mungkin  juga demikian, sehingga persoalan kemungkaran berbau syahwat pantas dibelanya, karena memang memiliki talenta penebar lendir sejak sononya.....bila anda menemukan pembela, coba anda telusuri riwayat  keluarganya dari sononya...mungkin juga ada benarnya. 

    Kelompok manusia ini kebiasaan ditemukan, sangat pandai bersilat lidah dan memiliki lidah yang panjang untuk menjilat kesana–kemari, dengan jilatan itu ia akan mendapatkan segepok uang dan pengakuan serta kebanggaan dari kawan-kawan yang memiliki kesepahaman yang sama.

    Kelompok manusia seperti ini akan kita ketemukan disetiap jenjang kehidupan, baik didalam mahasiswa, organisasi, kehidupan bermasyarakat, dan pemerintahan. Dengan lidah panjangnya dia seperti sapu besar, yang akan menyapu jilatannya ke sasaran-sasaran– yang memiliki kekuatan, uang dan jabatan. ,” Toh tujuannya untuk mendapatkan uang”

    Tipe orang seperti ini,  bisa jadi,  jika “ istrinya yang cantik dan mendapatkan tawaran  dari orang, dengan memberikan  uang yang banyak, istrinya pun akan di gadaikan, atau di jual, karena target dan pikirannya  adalah uang.

    Tipe orang tersebut diatas, mungkin dapat dikatakan sudah rusak syarafnya, namun masih pada tahap belum membahayakan orang lain secara fisik, karena belum ditemukan kejadian menghancurkan gerobak orang dijalan, atau melempar pengguna jalan, atau berteriak sendirian diwarung kopi karena syarafnya sedang kambuh.

    Kelompok ini juga akan selalu berpikir jelek terhadap orang lain yang mencoba membuat kebenaran dan mencoba membela kebenaran. Pada kelompok ini, kebenaran adalah jadi bahan tertawaan. Maka kelompok ini juga boleh disebut sudah mendekati dajjal.

    Maka tidak heran jika mereka melihat ada orang yang berbuat benar, pasti langsung berpikir jelek, dan menganggap, orang yang berbuat benar tersebut, karena di tunggangi orang lain, dan dibayar oleh orang lain.

    Kenapa ia sampai berpikir seperti ini?

    Karena memang sejarah hidupnya setiap ia melangkah bukanlah pikirannya sendiri, tetapi semua di pesan oleh orang lain. Artinya ia sama seperti seorang buruh yang diminta mencangkul oleh tuan tanah, dan setelah siap,  lalu diberikan uang sesuai dengan pekerjaannya.

    Jadi orang yang berpikir seperti ini, sejatinya walaupun berbadan bagus, dan bermuka ganteng atau cantik, sejatinya otaknya adalah kosong, dan bisa jadi visi hidupnya hidup untuk makan, bukan makan untuk hidup.

    Artinya jika hidup untuk makan, sama dengan lembu Apa Maun dikampung saya, yang selalu diberikan makan untuk tenaga, guna dimamfaatkan untuk membajak sawah. []

    Masyarakat Butuh Bank Di Pasar Peureulak


    Peureulak | acehtraffic.com-  Masyarakat Peureulak Barat,Kabupaten Aceh Timur meminta kepada perbankkan daerah untuk dapat membangun satu unit bank di pusat pasar kecamatan tersebut tepatnya dikawasan gampong Beusa Seuberang.

    “Perkembangan roda perekonomian masyarakat dan pertumbuhan pusat perbelanjaan di daerah ini sudah kian meningkat, karena itu sudah selayaknya di didirikan satu unit bank yang bisa digunakan dalam proses transaksi keuangan oleh warga,” ujar H.Anwar salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Peureulak Barat kepada wartawan,Kamis  16 Mei 2013

    Menurutnya, keberadaan bank tersebut sangat penting bagi masyarakat, apalagi saat ini warga yang akan melakukan berbagai transaksi keuangan melalui bank harus menuju Kota Peureulak dan Kota Idi dengan jarak tempuh yang lumayan jauh sehingga harus mempersiapkan  waktu guna melakukan transaksi keuangan di bank.

    Sebagaiamana diketahui,  gampong Beusa yang kini menjadi pusat ibu kota Kecamatan Peureulak Barat juga dilalui oleh dua kecamatan lainnya yaitu kecamatan Ranto Peureulak dan Kecamatan Peunaron.

     “Bila ada pelayanan bank di daerah ini maka sangat menguntungkan masyarakat, terlebih warga yang akan menabung uang di bank tidak merasa takut dan khawatir  saat membawa uangnya karena jaraknya sudah dekat,"

    Anwar mengharapkan kepada pihak perbankan terutama Bank BRI dan Bank Aceh agar dapat mendirikan unitnya di daerah ini,begitu juga Pemerintah Aceh Timur supaya mendukung keinginan rakyatnya dalam memudahkan proses transaksi keuangan melalui bank. | AT | RD | SD|

    Ini Versi Tuti Soal Isu Selingkuh Dengan Sekda Aceh Timur, Dan Bukti Gugatan Cerai


    Aceh Timur | acehtraffic.com – Setelah di "hayak" mahasiswa tentang kabar perselingkuhan Sekda dengan perempuan MA alias T (28) tahun seorang pegawai honorer dilingkungan pemkab Aceh Timur, akhirnya MA alias T pun angkat bicara, bagaimana kisahnya ?

    Dalam berita yang dimuat harian serambi indonesia halaman depan, ternyata wanita yang selama ini diinisialkan MA alias T, di harian serambi Indonesia disebutkan bernama lengkap Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28)

    Dalam berita itu Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28) menyatakan  “Saya sangat dirugikan dengan isu itu. Nama baik saya hancur. Saya wajib mengklarifikasi,” kata Tuti didampingi abang kandungnya, kepada Serambi, Rabu 15 Mei 2013, sebagaimana dilansir media Media serambi

    Dalam keterangan itu wanita berkulit putih yang kini memiliki seorang anak berusia 12 bulan dari pernikahannya dengan seorang pria (kini sudah cerai) menilai tuduhan selingkuh yang ditujukan kepadanya adalah fitnah yang sangat kejam.

     “Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti dengan linangan air mata.

    Namun berdasarkan penelusuran acehtraffic.com, gugat cerai yang dilakuakan Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28), dengan surat gugatan didaftarkan di mahkamah syariah Langsa No : 82/Pdt.G/2013/MS-Lgs, tgl: 14-03-2013.

    Bila merujuk ke dokumen tersebut, keterangan MA alias T yang katanya mengajukan gugatan cerai saat dia hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu perselingkuhan dengan Sekda berembus, sementara saat ini anaknya sudah berumur 12 bulan. 

    Maka pengakuan MA Alias T (28) bertolak belakang dengan bukti ini….Atau mungkinkah mahkamah syariah kota Langsa salah dalam memberikan nomor registrasi surat gugatan tersebut……Walla Hu Alam



    IDI - Isu selingkuh yang menerpa Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur, Drs Bahrumsyah MM bukan saja dibantah oleh pejabat bersangkutan tetapi juga oleh wanita bernama Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28). “Saya sangat dirugikan dengan isu itu. Nama baik saya hancur. Saya wajib mengklarifikasi,” kata Tuti didampingi abang kandungnya, kepada Serambi, Rabu (15/5).

    Wanita berkulit putih yang kini memiliki seorang anak berusia 12 bulan dari pernikahannya dengan seorang pria (kini sudah cerai) menilai tuduhan selingkuh yang ditujukan kepadanya adalah fitnah yang sangat kejam. 

    “Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti dengan linangan air mata.

    Menurut Tuti, sebelum isu itu berembus (terangkat ke permukaan), ia sudah memberikan klarifikasi kepada keluarganya, keluarga mantan suaminya, dan juga keluarga Pak Sekda. “Semua sudah dijelaskan bahwa tidak ada masalah apapun antara saya dengan Pak Sekda,” kata Tuti. Namun, lanjut Tuti, ia merasa bagai disambat petir karena setelah ia bertemu semua pihak untuk mengklarifikasi isu tersebut, ternyata isu perselingkuhan antara dirinya dengan Sekda Aceh Timur semakin merebak.

    Tuti juga membenarkan keterangan Sekda Bahrumsyah bahwa ia yang memohon bantuan sekda untuk menginap di rumah dinas sekda di Idi. “Ya, sayalah yang waktu itu memohon bantuan kepada sekda agar bisa menginap di rumah dinas sekda di Idi. Waktu itu saya tidak berani kembali ke rumah mertua di Langsa karena takut terhadap suami yang sering melakukan tindakan kekerasan kepada saya. Ketika menginap di rumah dinas sekda, saya ditemani seorang perempuan bernama Lia,” ungkapnya.

    Tuti juga meluruskan informasi yang menyebut dia menerima baju dari sekda. “Saya tidak tahu baju itu dari Pak Sekda. Saya terima baju kaos warna hitam yang masih baru dan berlabel itu dari Edi (sopir sekda), katanya.

    Selama ini, lanjut Tuti, ia bersikap diam karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengklarifikasi isu yang sudah menghancurkan namanya. “Saya diam karena saya tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.

    Dimintai tanggapannya mengenai ancaman Sekda Aceh Timur akan melaporkan ke polisi kasus tersebut--termasuk melaporkan dirinya--Tuti malah mengaku senang. “Saya senang karena di situ nanti akan saya jelaskan semua. Siapa yang membuat isu ini sebenarnya,” kata Tuti.

    Tuti juga mengaku akan melaporkan mantan suaminya dan seorang perempuan (aktivis LSM) yang dinilainya sebagai pihak yang telah membuat dan menyebarkan fitnah (perselingkuhan) tersebut. “Saya heran dengan mantan suami saya, dia memang ingin saya hancur, dan anehnya lagi, ibu itu (aktivis LSM) yang tidak tahu apa-apa, kok sampai menghakimi saya,” tandasnya.

    Karena isu perselingkuhan itu, Tuti merasa sangat dirugikan. Selain telah mencemarkan nama baiknya, ia juga dipecat dari pegawai honorer di Setdakab Aceh Timur. “Saya dipecat karena alasan indisipliner, namun suratnya hanya SP-1. Itu juga aneh,” kata Tuti. “Penyebab saya indisipliner juga dikarenakan tekanan dari suami yang melarang saya bekerja. Kini saya benar-benar tertekan dan hancur,” ujarnya.

    Seperti diberitakan, isu selingkuh menerpa seorang pejabat publik Aceh Timur, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Bahrumsyah. Isu yang sudah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat itu disikapi oleh Aliansi Mahasiswa Aceh Timur (AMAT) dengan aksi demo menuntut agar sekda dicopot dari jabatannya.

    Sementara itu, Sekda Aceh Timur, Drs Bahrumsyah MM yang dimintai tanggapannya terhadap tuduhan dirinya berselingkuh dengan seorang wanita berinisial MA alias T (28) sehingga memicu aksi demo mahasiswa, mengatakan, “Selama ini saya diam, melihat apa motif dan siapa di balik fitnah ini. Ini merupakan pembunuhan karakter yang kampungan.

    Pernyataan itu disampaikan Bahrumsyah menjawab Serambi melalui telepon, Selasa (14/5) malam. “Saya menduga ada motif lain di balik upaya pembusukan yang diarahkan kepada saya. Saya selama ini belum menjawab apa-apa, karena ingin menghimpun informasi dari manaisu itu muncul. Sekarang saya akan laporkan mereka yang membuat isu, termasukperempuan itu (MA-red),” tandas Bahrumsyah. | Serambi Indonesia| 

    Baca juga : 

     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger