Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Aceh Tamiang. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Aceh Tamiang. Tampilkan semua postingan

    Petaka Membunuh Anak Harimau, 1 Pencinta Gaharu Alm, 5 Selamat

    Aceh Tamiang | acehtraffic.com – Regu penyelamat berupaya menyelamatkan lima pencari kayu yang terjebak di atas pepohonan akibat dimangsa harimau Sumatera. Namun, medan berat di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh Tamiang menyulitkan proses pencarian.

    Kepala Kepolisian Resort Aceh Tamiang AKBP Dicky Sondani menyebutkan, satu dari enam pencari kayu alim asal Desa Simpang Kiri, Aceh Tamiang, tewas dimangsa harimau Sumatra di kawasan hutam Taman Nasional Gunung Leuser. Sementara lima lainnya terpaksa menyelamatkan diri dengan memanjat pepohonan dan terjebak di sana selama tiga hari.

    Regu penyelamat berjumlah 30 orang, polisi berupaya menyelamatkan lima warga yang terjebak itu. “Tim sudah berangkat ke sana. Lokasinya jauh sekali, tiga hari tiga malam perjalanan. Takutnya kita, mereka yang terjebak di atas pohon mengalami lemas karena kekurangan makanan dan minuman, sehingga terjatuh dan dimangsa harimau,” ujarnya.

    “Saat ini kita belum mengetahui kondisi mereka, karena belum ada kabar dari regu penyelamat,” sebut Kapolres Dicky.

    Ia menambahkan, enam orang tersebut masuk ke hutan Taman Gunung Leuser untuk mencari kayu alim, kayu langka yang mahal harganya. “Sekilogram dijual Rp5 juta. Dan kayu itu hanya ada di hutan pedalaman Aceh Tamiang,” kata Dicky, Senin 8 Juli 2013.

    Menurut Dicky, saat mencari kayu tersebut sepertinya keenam warga tersebut melakukan kesalahan dengan menjerat dan membunuh anak harimau yang masuk perangkap rusa. “Itu pantang sekali, membunuh anak harimau. Induknya mengamuk dan memangsa mereka. Yang meninggal itu badannya sudah habis dimakan harimau,” sebut Kapolres Dicky. “Fatal sekali.”

    Enam orang tersebut akhirnya dikejar lima ekor harimau. Naas, satu di antara mereka dimakan harimau. Sedangkan lima lainnya berhasil menyelamatkan diri ke atas pepohonan. “Mereka sudah tiga hari terjebak di atas pohon kayu, sebab lima ekor harimau masih menunggu di bawah pohon kayu,” kata Dicky.
    Lima warga Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, yang terjebak di pohon selama empat hari karena “disandera” sejumlah harimau berhasil diselamatkan, Senin, setelah tiga pawang dari Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, dikerahkan ke lokasi di pedalaman Taman Nasional Gunung Leuser.

    Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Dicky Sondani, mengatakan, kelima warga dalam kondisi lemas saat ditemukan. Mereka baru berani turun dari pohon setelah tiga pawang berhasil mengusir kawanan harimau dengan menggunakan mantera.

    Saat ini, kelima warga pencari kayu alim itu (kayu langka yang biasa digunakan untuk membuat minyak wangi) sedang dalam perjalanan pulang bersama 30 orang polisi, TNI, tim SAR Aceh Tamiang dan warga masyarakat setempat yang sebelumnya berusaha membebaskan mereka.

    “Saya baru mendapat laporan dari tim kalau mereka telah berhasil diselamatkan setelah pawang mengusir kawanan harimau ke dalam hutan,” katanya saat dihubungi sekitar pukul 16:14 Wib. “Diperkirakan mereka akan tiba di Simpang Kiri sekitar pukul 23:00 nanti malam.”

    Ketika tim evakuasi mendekati lokasi lima warga yang terjebak di atas pohon, mereka tidak bisa berbuat banyak karena jumlah harimau “penunggu” bertambah dari empat menjadi tujuh ekor. Sehingga diputuskan untuk mengerahkan tiga pawang harimau ke belantara hutan Gunung Leuser.

    Dijelaskannya kelima warga yang diselamatkan adalah Adi Susilo, 37, Mujiono, 33, Budi Setiawan, 36, Suriadi, 39, dan Awaluddin, 26. Mereka harus dipapah karena kondisinya sangat lemas akibat empat hari tidak makan dan minum.

    “Tim evakuasi juga membawa pulang sisa-sisa tubuh korban tewas dimakan harimau untuk diserahkan kepada keluarganya sebagai barang bukti,” kata Dicky.

    Korban tewas ialah David, 28, karena gagal menyelamatkan diri saat dikejar kawanan harimau dalam kejadian pada Kamis pagi. Tubuh korban hancur terkoyak-koyak karena sebagian telah habis dimakan oleh kawanan harimau yang diyakini marah karena seekor anaknya mati terkena jeratan yang dipasang para pencari kayu alim.

    Menurut Dicky, berdasarkan informasi yang didapat dari pawang harimau, ternyata di lokasi lima warga terjebak di atas pohon ada goa yang dihuni kawanan harimau. “Malahan pawang itu bilang kalau tempat itu bernama Bukit Harimau karena banyak dihuni satwa liar yang dilindungi tersebut,” katanya.

    “Ternyata warga pencari kayu alim itu masuk ke sarang harimau. Salah mereka sendiri masuk ke hutan lindung karena tergiur harga kayu alim yang mahal, tetapi risikonya seorang kawan mereka tewas dimakan harimau.”

    Dicky berharap kasus itu menjadi pelajaran bagi warga setempat untuk tidak lagi masuk ke dalam hutan lindung. “Kita mengimbau tak ada lagi warga masuk ke hutan lindung Taman Nasional Gunung Leuser karena sangat berbahaya. Semoga ini menjadi kasus terakhir karena sudah dua kali peristiwa seperti ini terjadi,” katanya.

    Beberapa waktu lalu, ada juga pencari kayu alim yang tersesat dalam hutan Taman Nasional Gunung Leuser, tetapi berhasil diselamatkan setelah tim SAR, TNI/Polri dan masyarakat turun ke lokasi. | AT | I | Acehkita.com |

    Baca juga:

    Di Aceh Tamiang Pencari Kayu Gaharu Tewas Diterkam Harimau


    Aceh Tamiang | acehtraffic.com -- Seorang pencari kayu alim (Gaharu/Aquilaria malaccensis) bernama David tewas diterkam 4 ekor harimau, sementara 5 teman masih bertahan di atas pohon demi menyelamatkan diri dari kebuasan harimau tersebut. Peristiwa itu terjadi di Hutan Lesten Desa Trunggulun Kecamatan Simpang Kiri Kabupaten Aceh Tamiang. 

    Laporan Basarnas yang diperoleh dari Satgas Aceh Tamiang diterima Pos Sar Langsa pada 4 Juli 2013 pukul 12.30 WIB menyebutkan musibah David diterkam harimau berawal ketika keenam korban sedang mencari kayu beraroma harum, tiba-tiba muncul 4 kawanan harimau yang menyerang secara agresif. Nasib naas menimpa David, dahan tempatnya berlindung patah, dan ia tidak dapat mengelak dari serangan harimau-harimau tersebut. 
    Sementara itu  Andi (28), Mujiono (33), Budi Setiawan (36), Awaludin (26), dan David (28)masih bertahan di atas pohon dari kamis malam. Hingga saat ini mereka belum bisa turun dari atas pohon karena harimau masih mengincar disekelilingnya.
    Setelah melakukan koordinasi dengan instansi terkait Pos SAR Langsa segera mengerahkan tim SAR untuk bergerak menuju lokasi kejadian musibah. Dengan menempuh 1 jam perjalanan akhirnya tim SAR tiba pada pukul 08.00 WIB dan langsung lakukan pencarian. Pencarian secepat mungkin dilakukan mengingat korban yang masih bertahan sudah kehabisan logistik makanan dan kondisi tubuh mulai lemas.
    Dalam proses pencarian, Basarnas dibantu potensi SAR lainnya yakni Satgas Aceh Tamiang, Satgas SAR Langsa, Satgas SAR Idi, TNI Aceh Tamiang, dan Polsek Simpang Kiri. | AT | I | Basarnas |

    Oknum Satpol PP Aceh Timur, Digrebek Dirumah Istri TNI Ditinggal Dinas



    Langsa | acehtraffic.com- Oknum Satpol Kabupaten Aceh Timur  berinisial SW (55)  digrebek warga desa Simpang Lhee Kota Langsa, karena kedapatan tidur dirumah NN perempuan berstatus Istri  seorang anggota TNI yang ditinggal tugas. Minggu 23 Juni 2013. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keduanya digelandang warga Ke Kantor Wilayatul Hisbah (WH) Langsa.

    Oknum satpol PP Aceh Timur inial  SW (55)  itu dihadapan kepala dinas syariat islam mengaku mengenali perempuan NN, karena ia sering menikmati kopi diwarung depan kantor Satpol PP Aceh Timur. Sebelum digrebek oleh warga, harinya ia bersama NN berkunjung ke pesta saudara NN di sebuah desa di kecamatan Pereulak.  Kepergian bersama itu baru kembali pukul 22.30 Wib malam.

    Beralasan lelah perjalanan, dau sejoli yang sudah lama berkenalan tersebut iapun meminta untuk beristirahat dikedai NN. Namun entah apa yang terjadi dalam “Istirahat itu”. Pastinya warga desa Simpang Lhee menggrebek kedua pukul 2.30 wib dini, Minggu 23 Juni 2013 , SW sedang tidur di kamar atas rumah NN.

    Sementara itu Drs.Ibrahim Lafif MM kepala kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa, kepada wartawan di membenarkan ada menerima pelaku SW dan NN yang di serahkan warga Gampoeng Simpang lhe, yang Diduga melakukan mesum.

    " SW bertugas di Satpol PP Aceh Timur asal desa Pondok Pabrik kecamatan Langsa Baro, sedangkan NN berdasarkan pengakuannya istri TNI, saat ini suami nya sedang bertugas di Papua,” Ujar Ibarhim Latif

    Kita tunggu bagaimana proses selanjutnya? | AT | RD

    32 Anak Kampung Purwodadi dan Kampung Jawa Disunat


    Aceh Tamiang | acehtraffic.com-  Sebanyak 32 anak  di dua kampung tersebut mengikuti sunatan massal yang dilaksanakan dirumah H. Samuri Kampung purwodadi kecamatan kejuruan muda. Minggu 23 Juni 2013.

    Kegiatan sunatan massal tersebut dilaksananakan oleh masyarakat dan H Samuri untuk menyambut bulan suci ramadhan. Sunnatan massal ini sangat diharapkan oleh masyarakat. Ujar H. Samuri selaku tokoh masyarakat.

    Kegiatan sosial yang berlangsung dari pagi tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat dan tokoh masyarakat terhadap budaya saling menolong untuk sesama.

    H. Samuri mengatakan khinatan massal ini sudah digelar beberapa kecamatan dan akan digelar lagi setiap triwulan dan harapannya kedepan masyarakat dan tokoh masyarakat akan melakukan berbagai kegiatan lagi untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini | 

    Karyawan Mapoli Raya Demo Tuntut Bonus


    Aceh Tamiang | acehtraffic.com-  Karyawan perkebunan PT. Mapoli Raya melakukan aksi demo untuk menuntut dibayar  bonus yang telah dijanjikan awal tahun.  Rabu 19 Juni 2013 
     
    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun acehtraffic.com menyebutkan, demo tersebut dilakukan karyawan setelah kemarin, Selasa 18 Juni 2013 melakukan mogok kerja.

     ,”Demo tuntut dubayar bunus yang dijanjikan,” Ujar sumber acehtraffic.com Karyawan melakukan demo di Desa Geudong Biara Seruway Aceh Tamiang. Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan. | AT | RD| NJW|

    Polres Aceh Tamiang Gali Senjata Api Didalam Pereude Tring

    Aceh Tamiang | acehtraffic.com-     Tim Resmob Polres Aceh Tamiang temukan senjata api jenis pistol beserta 124 amunisi campuran didalam Pereudee Tring (rumpun bambu) Desa Muka Sungai Kuruk Kecamatan Seruway yang disimpan oleh Kh alias Tison mantan combatan GAM.

    Senjata itu diketahui 1 bulan lalu, setelah adanya informasi dari masyarakat bahwa Kh alias Tison menyimpan adanya 2 pucuk senjata yakni jenis laras panjang dan pistol yang ditanam dibawah rumpun bambu samping kuburan di (didalam Pereude Trieng To Kuburan)  Desa Muka Sungai Kuruk Kecamatan Seruway

    “Dibawah rumpun bambu ditandai gundukan tanah. Ternyata yang kami temukan hanya sepucuk Pistol rakitan beserta 124 butir peluru”, terang Kasat Reskrim, IPTU Benny Cahyadi SH, Rabu 19 Juni 2013.
    Tim resmob baru menemukan senjata api itu pukul 03.00 wib dini hari Senin 17 Juni 2013 setelah dsetelah melakukan penggalian lubang di empat titik. 

    Dan hasilnya, barang dimaksud ditemukan sekitar Pereude Tring (rumpun bambu)  yang digali empat titik, dan dititik ke empat ditemukan  sebuah kaleng biscuit berisikan Pistol beserta amunisi. ,”Kita terus buru pelaku dan menyelidi informasi adanya senjata laras panjang” | AT | RD | NJW|

    Logica2 Test Fasilitator Pendamping, Program Unit Layanan Sediakan Dana Puluhan Milyar

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Local Governance Innovations for Communities In Aceh Phase 2 Lakukan test untuk puluhan calon fasilitator pandamping unit layanan di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang. Selasa 28 Mei 2013

    Berdasarkan informasi yang diterima acehtraffic.com calon fasilitator tersebut berasal dari rekrutan lembaga mitra logica di kabupaten. Untuk Aceh Timur ada tiga lembaga local yang akan meng-eksekusi program “Peningkatan layanan Bermutu” tersebut, masing–masing Lembaga Sepakat, MCC, dan SaPA.  

    Sementara untuk Aceh Tamiang akan di eksekusi oleh dua lembaga local, masing –masing  BIM, dan Bytra Lhokseumawe.   

    Berdasarkan  sumber acehtraffic.com program Logica Aceh Phase 2 dengan masa kontrak 23 Mei 2013 sampai 23 Februari 2014.  Untuk pelaksanan program ini seluruh Aceh,  logica mengalokasikan dana  sebesar 10,3 Milyar yang bersumber dari  lembaga Australian

    Hasil studi dokumen yang dilakukan Lembaga penelitian internal acehtraffic.com yang bernama TrafficResearch menemukan bahwa AusAID, Kementerian Dalam Negeri Republic Indonesia dan Pemerintah Aceh (Ir. Iskandar, M.Sc) telah menandatangani Mou soal program ini pada tanggal 30 Oktober 2012 lalu, dalam kontrak tersebut jumlah nilai program ini secara nasional adalah sebesar 11.500.000 Dolar Australia (USD).

    Dari jumlah tersebut, dengan rincian masing-masing daerah program adalah; untuk tingkat Provinsi Aceh 1.439.125 Dolar Australia (USD), Pidie Jaya 1.430.477 Dolar Australia (USD), Bireuen 1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Tengah 1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Timur  1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Tamiang1.430.477 Dolar Australia (USD) dan Abdya juga mendapatkan nilai yang sama sebesar 1.430.477 Dolar Australia (USD). 

    Hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi ke pihak logica2 perwakilan Aceh  | AT | RD| 

    Aktivis LSM “Bongkar Selingkuh”,Dilempar Batu Oleh OTK


    Langsa | acehtraffic.com – Dahniar aktivis lsm Cakradonya terpaksa dirawat disalah satu rumah sakit di Langsa akibat terkena batu yang dilempar dua pemuda tidak dikenal diterminal bus Kota Langsa. 

    Pelemparan batu tersebut diduga terkait dengan aktivitasnya membongkar kasus selingkuh yang melibatkan pejabat teras Aceh Timur. Jumat 24 Mei 2013

    Dahniar mengaku  sekitar pukul 01 dinihari ia bersama suaminya berangkat dari rumah menuju terminal bus Kota Langsa untuk menunggu bus tujuan ke Banda Aceh. Namun sebelum datang bus ia ke toilet terminal, dan saat kembali ia melihat dua pemuda, yang satu memakai baju orange melemparinya dengan batu. Akibat lemparan tersebut ia terkena dibagain belakang antara kepala dan leher.

    Karena kerasnya hantaman batu Dahniar sempat terjatuh, namun karena cepat datang suaminya yang menyusul ke toilet karena Dahniar sudah lama tidak kembali keruang tunggu, melihat kejadian itu, Dahniar segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

    Semula Dahniar hanya mengambil obat dan berkonsultasi dengan para medis, namun sepulang kerumah ia mengalami lima kali muntah dan akhirnya ia kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

    Dahniar juga mengungkap semalam sebelumnya, ia juga dibuntuti sebuah mobil saat keluar makan malam bersama suaminya.

    Aktivis lsm ini pasca bersuara dimedia soal perselingkuhan ini banyak menerima berbagai bentuk teror dan fitnah baik lisan maupun tulisan yang dilakukan oleh orang yang diketahui tidak setuju dengan tindakan nya mengungkap kasus yang telah membuat satu keluarga bercerai. 

    ,” Setelah sedikit sehat saya akan laporkan ke pihak kepolisian,’ Kata Dahniar yang terlihat masih lemas.

    Kasusperselingkuhan Sekda dengan seorang perempuan yang saat itu berstatus istriorang terungkap ke permukaan pasca ia sebagai akktivis  LSM Cakradonya mendampingi EO Alias DN (32) dalam menghadapi perkara gugatan cerai dari istrinya MA Alias T (28) perempuan yang diduga berselingkuh dengan Sekda Aceh Timur.

    Setelah muncul berita di media nasional TEMPO, sejumlah media local baik cetak dan online di Aceh menyadur berita tersebut yang kemudian disambut Demo aliansi Mahasiswa Aceh Timur (AMAT) yang meminta bupati Aceh Timur untuk segera mencopot Sekda.

    Pasca demo tersebut kasus perselingkuhan ini menjadi cerita rutin di warung kopi dan dikalangan masyarakat Aceh Timur, ada yang mendukung gebrakan mahasiswa tersebut ada juga yang tidak senang.

    Bahkan saking parahnya para pemback- up kasus selingkuh ini, sampai orang tersebut mendatangi kampus Unsam untuk meng-intervensi kalangan rektorat kampus tersebut, karena dianggap tidak melarang aksi mahasiswa itu. Namun otoritas kampus menganggap aneh intervensi tersebut.

    Sementara disisi yang lain, kasus ini sudah sampai ke Propinsi Aceh. Sumber acehtraffic.com menyebutkan inspektorat propinsi telah memanggil para pihak yang terlibat dan mengetahui kasus tersebut untuk dimintai keterangan. | AT | RD | TM | IS | AG |

    Baca juga : 

    Unsam Dikabarkan Kedatangan “Tamu Tak Diundang” Coba Intervensi Kampus Soal Demo Mahasiswa “Terkait Selingkuh Itu”

    Langsa | acehtraffic.com - Sebuah kabar menyebutkan petinggi kampus Unversitas Samudera (Unsam) Langsa kedatangan orang-orang yang mencoba meng-intervensi hak kemerdekaan kampus dan mahasiswa untuk berpendapat, terkait  demo “Selingkuh Sekda” di Idi  beberapa waktu lalu. Kamis 23 Mei 2013

    Zal seorang mahasiswa kepada reporter acehtraffic.com mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari beberapa mahasiswa, pada Selasa 21 Mei 2013 seorang pejabat teras yang diduga sedang bersinggungan dengan kasus dugaan perselingkuhan tersebut ikut serta dalam rombongan dan didampingi mantan mahasiswa sebuah kampus  dikawasan itu.

    ,”Mereka datang menanyakan kepada pihak kampus, kok dikasih izin demo “Selingkuh beberapa waktu lalu,padahal izin demo itu bukan dari kampus” Ujar Zal sambil terbahak-bahak.   .

    Zal menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatkannya, pihak kampus tidak melayani pertanyaan dari tamu aneh tersebut, bahkan pihak kampus merasa keterlaluan “Para Tamu” tak diundang tersebut yang mencoba mencampuri hak kemerdekaan dan Otoritas kampus Unsam. 

    Selain itu, Zal juga mengungkapkan kehadiran tamu tidak di undang tersebut juga untuk mencari dan melacak para mahasiswa yang terlibat dalam demo dugaan selingkuh Sekda yang telah menghebohkan itu. ,” Kami selalu ada, tidak usah dicari,” Ujar Jal sambil tertawa.

    Sumber mahasiswa yang lain yang sempat ditemui reporter acehtraffic.com menyebutkan diantara peserta rombongan tersebut diduga termasuk orang-orang yang selama ini mem-back-up ‘Kasus selingkuh tersebut’  Terkait berita ini belum sempat dikonfirmasi, karena sudah terlalu larut malam.

    Sementara itu, informasi lain yang didapatkan acehtraffic.com menyebutkan sejumlah pihak dipanggil inspektorat Propinsi Aceh untuk dimintai keterangan terkait dugaan perselingkuhan itu. | AT | RD| TM| AG|

    ”Kelompok Berlidah Panjang Dan Pembela Kemungkaran"

    acehtraffic.com | suara warga - Walaupun Aceh sedang menerapkan hukum Syariah Islam, namun masih banyak orang yang tidak sadar dan secara tidak langsung tidak mendukung syariah. 

    Dengan perbuatan yang sebenarnya disadarinya. Namun diabaikan demi uang pecah alias Peng Grik. 

    Kita sebut saja kelompok ini, bukan kelompok awam. Tapi kelompok ini mungkin - meyakini dirinya sebagai “Tokoh” muda, “Tokoh” Mahasiswa dan “ juga mungkin yakin bahwa dirinya seorang “aktivis” katakanlah sedang membela sesuatu yang kontra dengan adat, syariah, agama,  dan kebiasaan masyarakat setempat.

    Kelompok model ini akan mempengaruhi orang dengan, kata tidak ada bukti, dan mana buktinya ? “karena dalam posisi ini dia memang tidak mau berpikir secara akal sehat, dan menutup mata dengan bukti –bukti yang ada, dan justru mempelesetkan, yang dikabarkan A dan diasumsikan B. 

    Kenapa di asumsikan B, supaya ia dapat membela……………….Maka dapat disimpulkan kelompok ini adalah membela kemungkaran.
    Kenapa kelompok ini membela?

    Kelompok ini adalah kelompok yang memiliki kesadaran tinggi dan menyadari itu salah, tetapi mereka membohongi keyakinan akan yang benar, demi merebut uang pecah (Peng Grik) 

    Kemunafikan juga ikut didalamnya, dan bisa jadi juga kelompok itu memiliki kesamaan  prilaku dengan para pelanggar adat, adap,syariah dan agama. 


    Artinya ia membela kemungkaran tersebut, karena merasa sama dengan kaum pelanggar titah agama tersebut. 

    Namun alasan yang kedua, adalah, moral si pembela itu sudah pada titik kritis, dia sudah mengabaikan logika normal, dan meyakini logika terbalik, karena di pengaruhi oleh berbagai factor.

    Faktor uang, karena dengan membela kedhaliman itu dia akan mendapatkan uang, karena mungkin pelaku yang mengarah ke-kedhaliman itu adalah orang berduit dan dapat menebar berbagai harapan, dan harapan itu sesuai dengan keinginannya. 

    Dan yang ketiga, karena kesusahan hidup, uang terbatas, gaji sudah cekak, karena terjebak kredit di Bank, atau kebutuhan dan keinginan hidup mewah yang bergolak dibatin, sehingga pikirannya akan membela siapa yang bayar. "Siapa yang kasih uang pecah tetap kubela, walau, yang ku bela adalah perbuatan salah"

    Dan faktor ke empat, bisa jadi pembela tersebut memiliki riwayat keluarga yang begituan, bisa jadinya ibunya adalah penebar syahwat dan bapaknya mungkin  juga demikian, sehingga persoalan kemungkaran berbau syahwat pantas dibelanya, karena memang memiliki talenta penebar lendir sejak sononya.....bila anda menemukan pembela, coba anda telusuri riwayat  keluarganya dari sononya...mungkin juga ada benarnya. 

    Kelompok manusia ini kebiasaan ditemukan, sangat pandai bersilat lidah dan memiliki lidah yang panjang untuk menjilat kesana–kemari, dengan jilatan itu ia akan mendapatkan segepok uang dan pengakuan serta kebanggaan dari kawan-kawan yang memiliki kesepahaman yang sama.

    Kelompok manusia seperti ini akan kita ketemukan disetiap jenjang kehidupan, baik didalam mahasiswa, organisasi, kehidupan bermasyarakat, dan pemerintahan. Dengan lidah panjangnya dia seperti sapu besar, yang akan menyapu jilatannya ke sasaran-sasaran– yang memiliki kekuatan, uang dan jabatan. ,” Toh tujuannya untuk mendapatkan uang”

    Tipe orang seperti ini,  bisa jadi,  jika “ istrinya yang cantik dan mendapatkan tawaran  dari orang, dengan memberikan  uang yang banyak, istrinya pun akan di gadaikan, atau di jual, karena target dan pikirannya  adalah uang.

    Tipe orang tersebut diatas, mungkin dapat dikatakan sudah rusak syarafnya, namun masih pada tahap belum membahayakan orang lain secara fisik, karena belum ditemukan kejadian menghancurkan gerobak orang dijalan, atau melempar pengguna jalan, atau berteriak sendirian diwarung kopi karena syarafnya sedang kambuh.

    Kelompok ini juga akan selalu berpikir jelek terhadap orang lain yang mencoba membuat kebenaran dan mencoba membela kebenaran. Pada kelompok ini, kebenaran adalah jadi bahan tertawaan. Maka kelompok ini juga boleh disebut sudah mendekati dajjal.

    Maka tidak heran jika mereka melihat ada orang yang berbuat benar, pasti langsung berpikir jelek, dan menganggap, orang yang berbuat benar tersebut, karena di tunggangi orang lain, dan dibayar oleh orang lain.

    Kenapa ia sampai berpikir seperti ini?

    Karena memang sejarah hidupnya setiap ia melangkah bukanlah pikirannya sendiri, tetapi semua di pesan oleh orang lain. Artinya ia sama seperti seorang buruh yang diminta mencangkul oleh tuan tanah, dan setelah siap,  lalu diberikan uang sesuai dengan pekerjaannya.

    Jadi orang yang berpikir seperti ini, sejatinya walaupun berbadan bagus, dan bermuka ganteng atau cantik, sejatinya otaknya adalah kosong, dan bisa jadi visi hidupnya hidup untuk makan, bukan makan untuk hidup.

    Artinya jika hidup untuk makan, sama dengan lembu Apa Maun dikampung saya, yang selalu diberikan makan untuk tenaga, guna dimamfaatkan untuk membajak sawah. []

    Ini Versi Tuti Soal Isu Selingkuh Dengan Sekda Aceh Timur, Dan Bukti Gugatan Cerai


    Aceh Timur | acehtraffic.com – Setelah di "hayak" mahasiswa tentang kabar perselingkuhan Sekda dengan perempuan MA alias T (28) tahun seorang pegawai honorer dilingkungan pemkab Aceh Timur, akhirnya MA alias T pun angkat bicara, bagaimana kisahnya ?

    Dalam berita yang dimuat harian serambi indonesia halaman depan, ternyata wanita yang selama ini diinisialkan MA alias T, di harian serambi Indonesia disebutkan bernama lengkap Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28)

    Dalam berita itu Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28) menyatakan  “Saya sangat dirugikan dengan isu itu. Nama baik saya hancur. Saya wajib mengklarifikasi,” kata Tuti didampingi abang kandungnya, kepada Serambi, Rabu 15 Mei 2013, sebagaimana dilansir media Media serambi

    Dalam keterangan itu wanita berkulit putih yang kini memiliki seorang anak berusia 12 bulan dari pernikahannya dengan seorang pria (kini sudah cerai) menilai tuduhan selingkuh yang ditujukan kepadanya adalah fitnah yang sangat kejam.

     “Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti dengan linangan air mata.

    Namun berdasarkan penelusuran acehtraffic.com, gugat cerai yang dilakuakan Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28), dengan surat gugatan didaftarkan di mahkamah syariah Langsa No : 82/Pdt.G/2013/MS-Lgs, tgl: 14-03-2013.

    Bila merujuk ke dokumen tersebut, keterangan MA alias T yang katanya mengajukan gugatan cerai saat dia hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu perselingkuhan dengan Sekda berembus, sementara saat ini anaknya sudah berumur 12 bulan. 

    Maka pengakuan MA Alias T (28) bertolak belakang dengan bukti ini….Atau mungkinkah mahkamah syariah kota Langsa salah dalam memberikan nomor registrasi surat gugatan tersebut……Walla Hu Alam



    IDI - Isu selingkuh yang menerpa Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur, Drs Bahrumsyah MM bukan saja dibantah oleh pejabat bersangkutan tetapi juga oleh wanita bernama Mardiana Astuti yang akrab disapa Tuti (28). “Saya sangat dirugikan dengan isu itu. Nama baik saya hancur. Saya wajib mengklarifikasi,” kata Tuti didampingi abang kandungnya, kepada Serambi, Rabu (15/5).

    Wanita berkulit putih yang kini memiliki seorang anak berusia 12 bulan dari pernikahannya dengan seorang pria (kini sudah cerai) menilai tuduhan selingkuh yang ditujukan kepadanya adalah fitnah yang sangat kejam. 

    “Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti dengan linangan air mata.

    Menurut Tuti, sebelum isu itu berembus (terangkat ke permukaan), ia sudah memberikan klarifikasi kepada keluarganya, keluarga mantan suaminya, dan juga keluarga Pak Sekda. “Semua sudah dijelaskan bahwa tidak ada masalah apapun antara saya dengan Pak Sekda,” kata Tuti. Namun, lanjut Tuti, ia merasa bagai disambat petir karena setelah ia bertemu semua pihak untuk mengklarifikasi isu tersebut, ternyata isu perselingkuhan antara dirinya dengan Sekda Aceh Timur semakin merebak.

    Tuti juga membenarkan keterangan Sekda Bahrumsyah bahwa ia yang memohon bantuan sekda untuk menginap di rumah dinas sekda di Idi. “Ya, sayalah yang waktu itu memohon bantuan kepada sekda agar bisa menginap di rumah dinas sekda di Idi. Waktu itu saya tidak berani kembali ke rumah mertua di Langsa karena takut terhadap suami yang sering melakukan tindakan kekerasan kepada saya. Ketika menginap di rumah dinas sekda, saya ditemani seorang perempuan bernama Lia,” ungkapnya.

    Tuti juga meluruskan informasi yang menyebut dia menerima baju dari sekda. “Saya tidak tahu baju itu dari Pak Sekda. Saya terima baju kaos warna hitam yang masih baru dan berlabel itu dari Edi (sopir sekda), katanya.

    Selama ini, lanjut Tuti, ia bersikap diam karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengklarifikasi isu yang sudah menghancurkan namanya. “Saya diam karena saya tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.

    Dimintai tanggapannya mengenai ancaman Sekda Aceh Timur akan melaporkan ke polisi kasus tersebut--termasuk melaporkan dirinya--Tuti malah mengaku senang. “Saya senang karena di situ nanti akan saya jelaskan semua. Siapa yang membuat isu ini sebenarnya,” kata Tuti.

    Tuti juga mengaku akan melaporkan mantan suaminya dan seorang perempuan (aktivis LSM) yang dinilainya sebagai pihak yang telah membuat dan menyebarkan fitnah (perselingkuhan) tersebut. “Saya heran dengan mantan suami saya, dia memang ingin saya hancur, dan anehnya lagi, ibu itu (aktivis LSM) yang tidak tahu apa-apa, kok sampai menghakimi saya,” tandasnya.

    Karena isu perselingkuhan itu, Tuti merasa sangat dirugikan. Selain telah mencemarkan nama baiknya, ia juga dipecat dari pegawai honorer di Setdakab Aceh Timur. “Saya dipecat karena alasan indisipliner, namun suratnya hanya SP-1. Itu juga aneh,” kata Tuti. “Penyebab saya indisipliner juga dikarenakan tekanan dari suami yang melarang saya bekerja. Kini saya benar-benar tertekan dan hancur,” ujarnya.

    Seperti diberitakan, isu selingkuh menerpa seorang pejabat publik Aceh Timur, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Bahrumsyah. Isu yang sudah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat itu disikapi oleh Aliansi Mahasiswa Aceh Timur (AMAT) dengan aksi demo menuntut agar sekda dicopot dari jabatannya.

    Sementara itu, Sekda Aceh Timur, Drs Bahrumsyah MM yang dimintai tanggapannya terhadap tuduhan dirinya berselingkuh dengan seorang wanita berinisial MA alias T (28) sehingga memicu aksi demo mahasiswa, mengatakan, “Selama ini saya diam, melihat apa motif dan siapa di balik fitnah ini. Ini merupakan pembunuhan karakter yang kampungan.

    Pernyataan itu disampaikan Bahrumsyah menjawab Serambi melalui telepon, Selasa (14/5) malam. “Saya menduga ada motif lain di balik upaya pembusukan yang diarahkan kepada saya. Saya selama ini belum menjawab apa-apa, karena ingin menghimpun informasi dari manaisu itu muncul. Sekarang saya akan laporkan mereka yang membuat isu, termasukperempuan itu (MA-red),” tandas Bahrumsyah. | Serambi Indonesia| 

    Baca juga : 

    Ini Foto Lokasi Oknum Polisi Aceh Timur Rampok Warga, Dengan Jebakan Ganja


    Langsa | acehtraffic.com- Oknum polisi yang bertugas di Polres Aceh Timur  bersama seorang temannya menggrebek sebuah kamar kost dikampung Jawa Tengah Kota Langsa. Penggrebekan tersebut diduga di-skenariokan, dengan cara menjebak untuk tujuan menguras uang. Namun usaha jahat Oknum polisi itu berbuah petaka, sang pak Bripda itu ketangkap dan kini meringkuk di Mapolres Kota Langsa. Sabtu, 11 Mei 2013

    Insiden tersebut terjadi, Rabu, 8 Mei 2013, waktu diperkirakan sudah jam 24:00 Wib. Ini Foto-fotonya, dan oknum polisi jahat tersebut ditangkap pada Jumat 10 Mei 2013 pagi, setelah terjebak dalam misi pengambilan sejumlah uang dari korban. 


    Oknum Polisi Aceh Timur Rampok Warga, Dengan Jebakan Ganja


    Aceh Timur | acehtraffic.com- Oknum polisi yang bertugas di Polres Aceh Timur  bersama seorang temannya menggrebek sebuah kamar kost dikampung Jawa Tengah Kota Langsa. 

    Penggrebekan tersebut diduga di-skenariokan, dengan cara menjebak untuk tujuan menguras uang. Namun usaha jahat  oknum polisi itu berbuah petaka, sang pak Bripda itu ketangkap dan kini meringkuk ditahanan Polres Langsa. Sabtu, 11 Mei 2013

    Agung (25) tahun seorang penghuni kost menceritakan, insiden tersebut terjadi, Rabu, 8 Mei 2013, waktu diperkirakan sudah jam 24:00 Wib. Ia malam itu bersama Azhar dan sudah terlelap tidur, sementara seorang temannya lain bernama Arie sedang pergi ke warnet, sementara kamar kost dibiarkan  dalam kondisi tidak terkunci untuk menunggu Ari pulang.

    Namun tiba-tiba seorang pria yang baru dikenalnya dari seorang teman kost yang lain bernama Timbul  dan mengaku sebagai intel kodim langsung masuk ke kamar, karena ada tamu iapun bangun.

    Serka K Timbul Langkat adalah mantan anggota TNI  111/Karma Bhakti Tualangcut, ia dipecat  4 tahun yang lalu gara-gara kasus narkoba.  Lalu, Timbul bertanya ,”Apa ngak boleh abang datang kesini? Agung meng-iyakan saja.  

    Saat itu ia melihat Timbul membuka bungkusan Ganja, dan dengan santai melenting ganja lalu dihisapnya. Karena sepengetahuan Agung bahwa Timbul adalah Intel kodim, maka ia tidak berani melarang. Azhar terlelap tidur, sementara Arie belum pulang.

    Tidak lama berselang dua orang tak dikenal menendang pintu, salah satu lelaki tersebut memakai sepatu PDL, celana polisi berbaju bebas membawa senjata laras panjang jenis SS1, sementara satunya lagi memakai baju biasa.

    Ini  kronologisnya?

    Berganja kalian ya? Mana ganjamu,” tanya orang bersenjata itu.  
    ,”Tidak ada,” Jawab Agung. Ssementara Timbul santai dan diam saja.

    Polisi tak dikenal itu  langsung periksa agung, mengambil HP, dompet, kemudian memeriksa si Timbul. Mengambil kotak rokok yang dibawah dan ketemulah ganja.

    ,”Ganja siapa ini?
    ,”Ganja Timbul,”Jawab Agung, berbarengan dengan jawaban itu  Agung ditampar oleh Polisi bersenjata itu. Sementara Timbul di diamkan saja.

    Belum selesai disitu, kemudian polisi  bersenjata juga memeriksa  tas milik Agung yang tergantung didalam kamar. Dan disana polisi itu dapatkan lagi satu lenting ganja.

    ,”Ini tas siapa? Saya jawab itu tas saya. ,” Ini ganja siapa? ,” saya diam karena curiga karena ini jebakan. Karena melihat gelagat jebakan, Agungpun mempertanyakan kepada Timbul,” Ada apa ini bang timbul?

    Dengan santai timbul menjawab yang dikotak rokok punya saya, yang ditas saya ngk tahu.

     ,”Kalian kubawa kek kantor, terus timbul minta tolong jangan bawa kek kantor.
    Azwar dibangunan oleh orang yang pakek senjata (Bripda RSa) dan menanyakan, kau terlibat juga, tau tapi tidak melapor.

    Lalu Timbul langsung minta tolong sama polisi  itu. Dan minta damai di tempat. ,” ,”Saya ada uang 1 juta,” Ujar Timbul saat itu.  ,”Jadi kek mana ini kalau aku tolong? Ujar polisi itu berpura-pura baik.  ,”Kami tidak ada uang, “ Jawab Agung yang sudah ketakutan.

    Terus mereka polisi mengacak seluruh isi kamar, dan polisi itu mendapatkan  kunci dan STNK sepeda motor Spin.

    Ini kereta siapa? Tanya polisi
    ,”Kereta teman, dia sedang keluar,” Jawab Agung.

    ,” Jadi kek mana ini, saya udah bantu kau, kek mana kau bantu aku.
    ,” Ngak tahu bang, kami tak punya uang,” Kata Agung.

    Lalu Timbul langsung memberi solusi,  ya udah bang pegang dulu kereta,  nanti biar ditebus besok,” Kata Timbul. Sementara Agung yang terus terdesak, taidak dapat berkata banyak, akhirnya ia mengiyakan. Polisi itupun mengambil STNK dan kunci serta Helm nya.

    Sebelum pergi polisi itu berpesan  “Ini yang tahu cuma kita berlima,” Kata polisi itu. Lalu Polisi itu mencabut kartu Hp Agung dari dalam HP yang ikut disita itu, dan menyerahkan kepada  Agung, lalu meminta nomor agar dapat dihubungi esok.  Dan polisi itu juga mengancam agar Agung tidak boleh keluar kamar itu. Sementara Timbul langsung pergi menghilang.

    Esoknya, Kamis pukul 11, polisi itu meminta Agung dan kawan-kawannya menyiapkan Rp 2,5 juta per-orang untuk biaya tebusan. Uang itu untuk nebus 1 kereta yang diambil kemarin malam.

    ,” Saya belum ada uang,” jawab agung dalam sms itu. (kamis saing jam 11) sorenya jam 1, dia sms dan tanya dimana kalian. ,”Saya lagi cari pinjaman uang,” jawab Agung.  Pagi jumat dia sms lagi, “ Saya ada uang 1 juta, plus 1 laptop,” Ngak mau katanya.

    Bang udah ada uang 3,5 juta, iya. Harus diantar pukul 16. 00 Wib, nanti kita ketemu, saya yang ngatur tempatnya. ,”Kau bawa intel ya, kau jangan main sama saya, ada intel disamping kau kau jangan nipu, “Ngak saya ngk pakek kawan. Dia ngajak transaksi jam 10 malam. Dia tahu saya bawa orang resmob Langsa.

    ,”Saya tidak bawa siapa2. Terakhir dibatalkan, kemudian berubah jam 6 pagi. Tiba-tiba pukul 23: 00 Wib malam, Sabtu, dia datang, (Reza) tidak bawa senjata, baju biasa, celana polisi.

    Di depan kost itulah transaksi uang akan dilakukan. Agung dan polisi itu terlibat adu fisik, saat itulah sejumlah kawan Agung membantu menangkap Bripda RS, penangkapan oknum polisi nakal itu  juga dibantu sejumlah anggota Polres Langsa, yang kemudian pelaku digelandang ke Mapolres untuk menpertanggungjawabkan perbuatannya.

    Terkait kasus ini Kasatreskrim Polres Langsa Ajun Komisaris polisi M. Firdaus, mengaku ada orang kami yang nangkap, sudah kita amankan. ,”Itu polisi Aceh Timur,” Ujar M. Firdaus kepada wartawan. Di Polres.  | AT | RD| 

    Agen Back Up Selingkuh, Bertebaran Dilangsa


    Langsa | acehtraffic.com- Sejak kabar selingkuh Sekretarias daerah Aceh Timur heboh, agen pun bermunculan. Agen bekerja untuk meredam dan memback up kabar tersebut, ada dari kalangan biasa, kelompok tertentu, kalangan yang ngaku aktivis, dan ada juga yang ngaku senioritas atau kakanda dikampus. Bahkan ada juga pegawai negeri.

    Beberapa orang sumber acehtraffic.com di Langsa mengaku para agen tersebut sedang menyusup kekalangan mahasiswa, dan disana mereka meng-counter berita perselingkuhan tersebut, dengan meyakinkan mahasiswa dan kalangan lain, bahwa berita selingkuh tersebut adalah tidak benar.

    ,”Nyan fitnah, ada tujuan tertentu orang lain, kalian ngak usah ikutan, ayo kita jaga sekda kita, kamu ngak mau duit, ayo kita jaga sekda dan lindunginya,” Begitu counter yang agen mainkan.   

    Counter yang dilakukan agen tersebut ada yang berhasil,  ada yang tidak, terkadang ada juga yang cuma meng-iyakan saja, karena merasa tidak enak membantah, karena sebelum kasus ini mencuat sudah banyak kena traktiran sama orang yang berfrofesi sebagai Agen sekarang.

    Agen juga mencoba mengadu domba antar mahasiswa gara-gara kasus ini, bahkan untuk meyakinkan mahasiswa dan sasaran yang diadu domba, agen sering membawa-bawa nama ulama sebagai bumbu untuk meyakinkan mahasiswa tentang berita heboh itu, betul-betul tidak ada.

    Dahniar dari Lsm Cakradonya yang pertama membongkar kasus ini, juga ikut  dituding oleh kelompok agen bahwa ia membongkar kasus tersebut ada kepentingan politik, atas tudingan tersebut, Dahniar mengaku tidak gentar dengan langkah picik yang dilakukan para Agen, karena logikanya, jika  kasus itu tidak terjadi,  kenapa tidak ada bantahan dari sekda.  

    ,”Pertanyaannya meng-inapkan perempuan  dirumah dinas, yang saat itu tanpa ditemani istri sahnya, boleh ngak, menurut aturan apapun?,” Setiap kita berani ngomong, kita berani bertanggung jawab, kita tidak ada tendensi apapun, dan tidak ada kepentingan apapun. 

    “ Namun kelakuan pejabat publik seperti itu, melanggar syariah,  hingga merusak masa depan rumah tangga orang, apakah itu boleh?  Pikirkan ! Jika  anda sebagai suami dibuat untuk  istri anda,  demikian ? Apakah anda senang?

    Kasus perselingkuhan Sekda Aceh Timur terkuak setelah istri kedua sekda bernama AJJ melabrak  EO alias D waktu itu suami dari MA alias T,dituduh tidak sanggup menjaga istri, karena kedapatan sms mesra.

    Dan kemudian mereka sama-sama melacak dan terungkap Sekda sempat meng-inapkan perempuan MA alias T (28) dirumah dinas, sementara waktu itu Sekda tanpa ditemani istri sahnya.  

    Dan kemudian ditemukan lagi, MA alias T yang waktu masih berstatus istri orang diberikan duit oleh Sekda untuk menyewa kamar kost, dan dalam .kost tersebut juga ditemukan baju kaos bapak Sekda. | AT | RD| TM|

    Tabloid Modus Edisi Terbaru Beritakan “Baju Kaos Bukti Cinta Pak Sekda”


    Banda aceh | acehtraffic.com – Tabloid berita yang punya jargon Bijak tanpa memihak untuk edisi 6-12 Mei 2013 alias edisi terbaru memuat sejumlah berita penting, seperti berita pembunuhan kader PNA di Pidie, namun selain berita politik, Tabloid ternama di Aceh itu juga memuat berita berjudul Baju Kaos Bukti Cinta Pak Sekda, Selasa 7 Mei 2013

    Dalam berita 1 halaman tersebut, tabloid terbitan Aceh tersebut, memulai dengan bahasa yang mengetarkan, Sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Aceh Timur, Bahrumsyah, dituding berselingkuh dengan seorang pegawai honorer setempat. Baju kaos menjadi barang bukti.

    Sayang, dia memilih bungkam. Itu lah mukaddimah pertama dari berita yang termuat dihalaman 4  itu. Kemudian tulisan itu memulai dengan, Sepandai-pandainya menyimpan bangkai akhirnya pasti tercium juga.

    Pepatah ini mungkin sangat menyakitkan bagi Sekdakab Aceh timur, betapa tidak harmoni keluarga yang telah dibina puluhan tahun, kini terancam bubar. Bukan tidak mungkin jabatan yang dipegangnya, bakal jatuh ketangan orang lain. Begitulah berita modus edisi terbaru. | AT | R | RI |

     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger