Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Pidie. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pidie. Tampilkan semua postingan

    PT Arun LNG Sumbang 1 Juta/KK Untuk Korban Kebakaran Di Keumala

    Pidie | acehtraffic.com PT Arun LNG Lhokseumawe menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran keude Jijiem Keumala, Kecamatan Keumala, Pidie, Rabu 24 Juli 2013. Bantuan berupa uang tunai sejumlah Rp1 juta perkepala keluarga itu disalurkan langsung kepada korban kebakaran.

    Geuchik Jijiem, Muhammad Rizal, mengatakan, bantuan yang disalurkan melalui Badan Dakwah Islam PT Arun itu diterima langsung oleh korban kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mengambil bantuan itu di kantor Camat Keumala.

    “Jumlah bantuannya Rp1 juta perkepala keluarga. Semuanya 28 KK,” kata Muhammad Rizal kepada acehkita.com.

    Selain dari PT Arun, sejumlah bantuan lain seperti dari Pemerintah Aceh dan Dinas Sosial juga telah disalurkan untuk korban kebakaran. “Gubernur dan Dinsos sudah menyerahkan bantuan pada hari pertama kebakaran,” jelasnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 33 keude di Keumala Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie ludes terbakar, Jumat 19 Juli 2013. Kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini dan Kerugian ditaksir mencapai Rp3 miliar. 

    PT Arun LNG Lhokseumawe menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran keude Jijiem Keumala, Kecamatan Keumala, Pidie, Rabu 24 Juli 2013. Bantuan berupa uang tunai sejumlah Rp1 juta perkepala keluarga itu disalurkan langsung kepada korban kebakaran.

    Geuchik Jijiem, Muhammad Rizal, mengatakan, bantuan yang disalurkan melalui Badan Dakwah Islam PT Arun itu diterima langsung oleh korban kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mengambil bantuan itu di kantor Camat Keumala. “Jumlah bantuannya Rp1 juta perkepala keluarga. Semuanya 28 KK,” kata Muhammad Rizal.

    Selain dari PT Arun, sejumlah bantuan lain seperti dari Pemerintah Aceh dan Dinas Sosial juga telah disalurkan untuk korban kebakaran. “Gubernur dan Dinsos sudah menyerahkan bantuan pada hari pertama kebakaran,” jelasnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 33 keude di Keumala Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie ludes terbakar, Jumat 19 Juli 2013. Kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini dan Kerugian ditaksir mencapai Rp3 miliar. | AT | I | Acehkita | Foto: Atjehpost |

    Saat Sahur, Sijago Merah Jilat 33 Keude Keumala



    Keumala | acehtraffic.com – Sebanyak 33 keude di Keumala Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie ludes terbakar,. Kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Jumat 19 Juli 2013.

    Pantauan acehkita.com warga Keumala saat ini sedang mencari barang-barang yang masih digunakan diantara puing-puing sisa kebakaran. Kebakaran yang terjadi menjelang sahur itu menyebabkan sebanyak 33 keude ludes terbakar. Ratusan warga juga memadati lokasi kebakaran.

    Informasi yang dihimpun acehkita.com, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 03.15 WIB akibat arus pendek listrik. Berselang 30 menit kemudian, api sudah membakar semua bangunan keude berkontruksi kayu itu. Tak lama berselang, petugas kebakaran tiba dilokasi untuk menjinakkan api.

    Api bermula dari sebuah toko yang kemudian menjalar ke seluruh toko berkonstruksi kayu tersebut. 

    Warga berupaya memadamkan api, namun tak berhasil. Angin kencang menyebabkan api tak berhasil dijinakkan. Dua unit mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kejadian setelah api menghanguskan semua toko tersebut.

    “Tapi saat pemadam tiba, keude sudah habis terbakar. Keude mudah terbakar karena ditambah angin kencang,” kata salah seorang warga.

    Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jumlah kerugian akibat kebakaran ini. Namun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

    Keude Keumala yang terbakar ini merupakan keude yang dibangun pada tahun 2005 dengan berkontruksi kayu. Sebelumnya, pada Agustus 2005 keude berjumlah sekitar 32 pintu ini juga ludes terbakar. | AT | IS | Acehkita.com |

    Ini Komentar PA Pidie, Terkait Kadernya Ditetapkan Sebagai Tersangka Penembakan Cek Gu



    Sigli | Acehtraffic.com - Sekretaris Partai Aceh (PA) Kabupaten Pidie, Anwar Husein, angkat bicara mengenai ditetapkannya Ilyas, kader PA yang duduk di Parlemen Pidie, sebagai buronan karena diduga terlibat dalam penembakan dan pembunuhan Muhammad Zainal Abidin alias Cekgu.

    Menurut Anwar Husein, Partai Aceh Pidie telah membahas secara serius kasus Ilyas dan telah melaporkan kasus tersebut ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh.

    Terkait pergantian antarwaktu Ilyas dari DPR Kabupaten Pidie, kata Anwar Husein, pihaknya masih akan mempelajari Peraturan Pemerintah Nomor 16/2010 yang mengatur tata cara pelaksanaan pergantian antarwaktu anggota dewan.

    “Di samping ada ketentuan AD/ART Partai Aceh yang tidak bisa kita lupakan, sehingga semua keputusan harus prosedural dan tidak boleh tergesa-gesa,” kata Anwar Husein kepada wartawan, Selasa (4/6/2013).

    Jika dalam proses hukum Ilyas terbukti terlibat dalam kasus tersebut, sebut Anwar, berarti ia melanggar PP dan AD/RT partai dan secara otomatis akan diposes untuk pergantian antarwaktu.

    Sementara itu, Ketua DPRK Pidie Muhammad AR yang juga kader PA meminta semua pihak untuk menunggu proses hukum. “Kita tunggu saja keputusan proses hukum yang kini sedang diproses polisi, baru kita lakukan prosedural DPRK,” kata dia.

    Saat ini, kata Muhammad, Ilyas sudah beberapa pekan ini tidak menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRK Pidie.

    Seperti diketahui, pekan lalu Kepolisian Pidie memasukkan Ilyas dalam daftar pencarian orang karena diduga kuat mendalangi pembunuhan Muhammad Zainal Abidin, kader Partai Nasional Aceh. Polisi telah menangkap tiga pelaku. Dalam reka ulang di Mapolres, ketiga pelaku menyebutkan bahwa mereka diperintahkan oleh Ilyas.| AT | M | Acehkita.com |

    Logica2 Test Fasilitator Pendamping, Program Unit Layanan Sediakan Dana Puluhan Milyar

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Local Governance Innovations for Communities In Aceh Phase 2 Lakukan test untuk puluhan calon fasilitator pandamping unit layanan di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang. Selasa 28 Mei 2013

    Berdasarkan informasi yang diterima acehtraffic.com calon fasilitator tersebut berasal dari rekrutan lembaga mitra logica di kabupaten. Untuk Aceh Timur ada tiga lembaga local yang akan meng-eksekusi program “Peningkatan layanan Bermutu” tersebut, masing–masing Lembaga Sepakat, MCC, dan SaPA.  

    Sementara untuk Aceh Tamiang akan di eksekusi oleh dua lembaga local, masing –masing  BIM, dan Bytra Lhokseumawe.   

    Berdasarkan  sumber acehtraffic.com program Logica Aceh Phase 2 dengan masa kontrak 23 Mei 2013 sampai 23 Februari 2014.  Untuk pelaksanan program ini seluruh Aceh,  logica mengalokasikan dana  sebesar 10,3 Milyar yang bersumber dari  lembaga Australian

    Hasil studi dokumen yang dilakukan Lembaga penelitian internal acehtraffic.com yang bernama TrafficResearch menemukan bahwa AusAID, Kementerian Dalam Negeri Republic Indonesia dan Pemerintah Aceh (Ir. Iskandar, M.Sc) telah menandatangani Mou soal program ini pada tanggal 30 Oktober 2012 lalu, dalam kontrak tersebut jumlah nilai program ini secara nasional adalah sebesar 11.500.000 Dolar Australia (USD).

    Dari jumlah tersebut, dengan rincian masing-masing daerah program adalah; untuk tingkat Provinsi Aceh 1.439.125 Dolar Australia (USD), Pidie Jaya 1.430.477 Dolar Australia (USD), Bireuen 1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Tengah 1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Timur  1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Tamiang1.430.477 Dolar Australia (USD) dan Abdya juga mendapatkan nilai yang sama sebesar 1.430.477 Dolar Australia (USD). 

    Hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi ke pihak logica2 perwakilan Aceh  | AT | RD| 

    “Prostitusi” Di RSIA Beureunun: dari JKA & JKM Berbayar, Dokter Minta Dijajanin, Hingga Limbah Medis

    Sigli | acehtraffic.com – Fasilitas kesehatan yang diberikan Negara berupa Jamkesmas atau Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) menjadi andalan keluarga dari kelas ekonomi menengah kebawah. 

    Tak cukup dana kedua program itu dikuras oleh Rumah Sakit yang kebagian program, penerima manfaat program juga rentan menjadi objek perasan (pungutan illegal) instansi kesehatan dengan berbagai motif. 

    Dunia kesehatan itu adalah bisnis, anda miskin dilarang sakit, itulah sepatah kata yang keluar dari mulut keluarga pasien Jamkesmas diruang bersalin RS Ibu dan Anak Kota Mini Beureunun Kabupaten Sigli, Provinsi Aceh. 

    Pasalnya, Abdullah (36) warga Pulo Lhoh Kecamatan Geumpang, Pidie, membawa istrinya melahirkan ke RS Ibu dan Anak Kota Mini Beureunun Kabupaten Sigli. Senin, 13 Mei 2013 jam 16.00 Wib. 

    Setibanya di RS, istrinya lansung ditangani oleh perawat, sambil menunggu dokter masuk hingga Selasa, 14 Mei 2013 jam 10.00 Wib. Setelah diperiksa, dokter lansung memutuskan operasi pada hari itu juga, jam 15.00 Wib, dengan alasan “pinto jih ubeut karena ureung paneuk, jadi ipeugah payah operasi laju” Kata Abdullah mengulang ucapan dokter. 

    Surat pernyataan operasi pun ditanda tangani, resep pun sedang dibuat oleh dokter. Meskipun katanya menggunakan Jamkesmas atau JKA gratis, namun Abdullah terpaksa harus mengeluarkan uang untuk menebus resep yang baru saja selesai dibuat oleh dokter Fahmi Nasution SPOG diatas kertas berlogo apotik (Hidup Sehat) milik dokter itu, di Jalan Banda Aceh – Medan nomor 1, Kota Mini Beureunun, Sigli. 

    Menurut Abdullah, sejak dari rumah dia membawa uang sebesar 1,8 juta, uang tersebut lenyap semuanya untuk tebus obat, makan, hingga memenuhi permintaan jajan dokter dan timnya sehabis operasi. 

    Bang lah (panggilan Abdullah) juga mengakui ketika meminta tanda tangan surat keterangan dokter untuk pembuatan akte kelahiran dari dokter, juga diperingatkan oleh perawat untuk memberikan uang minum (seiklasnya). 

    Tak hanya itu, seperti biasa sehabis operasi tim dokter lansung minta dijajanin kata bang Lah, “iyue bloe sprite kaleng, Langsegar, pocari, kratindaeng, kueh, leubeh kureung ka sireutoh sit, enteuk wate woe payah jok sit lom padit yang iklas tanyoe” Katanya. Sabtu, 18 Mei 2013, sore sambil pamitan. 

    Seluruh pasien JKA dan JKM (Jamkesmas) sehabis operasi minta dibeli makanan sama pasien. Begitu juga sumbangan seiklas mungkin ketika pamitan sama halnya seperti kebanyakan RS di Lhokseumawe. 

    Sementara itu, seluruh keluarga pasien bersalin di RSIA yang berhasil diwawancara oleh acehtraffic.com, mengaku harus membeli sebagian obat di apotik dokter spesialis kandungan tersebut. 

    Seperti, Epiyanti (26) Pasien JKA, asal Gampong Sentosa Kecamatan Mutiara Barat, Sigli, masuk RSIA pada jam 14.40 Wib lansung diberi opsi operasi setelah pemeriksaan dokter. 

    Setelah operasi seperti biasa, mereka lansung membuat resep untuk ditebus di apotik dokter tersebut. Sebagian obat yang gratis diambil di apotik Rasa Sayang, setiap resep kadang-kadang obat tidak tersedia dan resep dialihkan dan harus dibeli di apotik dokter. 

    Hampir seluruh ibu hamil yang masuk RSIA ini seluruhnya di operasi. Begitu juga pasien JKA bernama Azizah ini, warga beralamat di Jalan Kampus Lam Lo Kecamatan Kota Bakti, Sigli, ini masuk pada, Jum’at, 17 Mei 2013, jam 01.00 dini hari, di operasi jam 14.35 Wib. 

    Menurut seorang warga di Lampoh Lada Kecamatan Mutiara Timur, Sigli, hampir seluruh pasien yang masuk ke RS ini dioperasi, “ramai yang bilang ini bisnis dokter, bayangkan semua resep harus ditebus di apotik dia” Katanya. 

    Sementara seorang sumber dari RS itu juga menceritakan tentang seorang pasien JKM dari Keumala, Sigli menghabiskan uang berobat ke RS ini sebanyak 3 juta rupiah. 

    Tim operasi juga minta dijajanin ,“Na beh peng 60 ribe” Kata Muktar (47) Warga Langga Kecamatan Kota Bakti, dia mengakui hingga kini dua resep tidak mampu ditebus karena kehabisan uang.

    Sementara seluruh jajan dokter dan tim operasinya itu berupa makanan dan minuman harus dibeli di kantin Kepala Ruangan Operasi, M Nur, yang terletak disamping RS. “keunan ju iteunyok, musti hinan iyue bloe” Katanya. 

    Menurut tetangga pasien ini, empat orang keluarga Muktar sempat menangis bersama setelah operasi. Menurut kisah saksi mata hingga, Minggu, 19 Mei 2013, pagi, dua resep belum ditebus, mereka kehabisan uang untuk menebus obat. 

    "sayang teuh ureung nyan, bunoe lheh operasi kageumeungieng-ngieng peut geuh sira keuklik, jinoe kageujak woe bang nyan geujak mita peng" Kata Hasan keluarga pasien di RS itu. 

    Neoromusha & Transparansi Pengelolaan Dana JKM/JKA Di RSIA
    “Prostitusi” kesehatan dan bobroknya RSIA juga diakui Karyawan tenaga bakti RS tersebut, dia mengatakan karyawan bakti sebanyak 268 orang yang dipekerjakan disana tak lebih seperti budak, jerih payah mereka sama sekali tidak diberikan. Sementara hasil JKA dan JKM dikelola secara tidak transparan oleh elit RS dan dinas. 

    Pegawai dari RS itu juga mengungkapkan banyak peralatan medis yang tidak difungsikan seperti roungen, tabung bayi masih berserak di ruang bersalin “hana tateupue nan dum” Katanya. 

    Sampah dan Limbah Medis Berbahaya Di Lingkungan RSIA 
    Disamping itu, lingkungan dan toilet sangat jorok, sampah medis dan non medis dibuang begitu saja. Ada juga dibeberapa titik disudut ruangan yang dibakar. Tidak ada tempat pembakaran sampah medis di RSIA ini. 

    Tong sampah disediakan sangat terbatas dan hanya satu jenis, semua sampah dicampur, baik sampah organik, non organik dan sampah medis dibuang kesamping gedung secara sembarangan. 

    Kain kasa, spuit (jarum suntik), urine bag (kantong urine), mald, kateter, infuset, NGT dan botol injeksi, ditmpung di keranjang dalam ruangan dan dibuang begitu saja melalui jendela. 

    Meskipun limbah Rumah Sakit cenderung bersifat infeksius dan kimia beracun yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia, memperburuk kelestarian lingkungan hidup. Namun, semua limbah tidak dikelola dengan baik di RSIA Beureunun. 

    Semua limbah Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair, pasta (gel) maupun gas yang dapat mengandung mikroorganisme pathogen bersifat infeksius, bahan kimia beracun, dan sebagian bersifat radioaktif dibakar disudut-sudut luar gedung RS itu. 

    Meskipun kesadaran untuk buang sampah pada tempatnya sudah mulai diajarkan sejak di taman kanak-kanak, namun tidak berlaku bagi seluruh anak-anak di instansi kesehatan, khususnya yang bekerja di RSIA Beureunun. 

    Pasalnya, seluruh halaman di RS Ibu dan Anak Kota Mini, Beureunun, Sigli itu menjadi tong sampah terbuka. Meskipun belum mengeluarkan bau yang menyengat tapi sangat membahayakan seluruh warga yang mengunjungi RS tersebut. 

    Alumni mahasiswa STIKES Pemda mengatakan buang sembarangan sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan, apalagi sampah medis seperti kain kasa, spuit, urine bag, mald, kateter, infuset, NGT dan botol injeksi wajib dibakar ditempat khusus sesuai aturan dan etik medis. 

    Dia menjelaskan, betapa bahaya limbah medis yang dibuang secara tidak bertanggung jawab dapat menyebarluaskan virus penyakit tertentu yang mengidap pada pasien “itu juga perbuatan melawan hukum, lingkungan RSIA berarti sangat berbahaya, pengunjung harus waspada itu” Katanya. 

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Drg M Riza Faisal, mengatakan sampah medis tidak boleh dibuang sembarangan. Sampah tersebut, kata dia, setelah dipakai harus dimasukan dalam plastik, kemudian dibuang dalam kotak sampah yang tersedi dalam ruangan. 

    ,“Selanjutnya petugas kebersihan akan memusnahkanya dengan cara membakar limbah tersebut,” Katanya. 

    Pihaknya akan panggil Direktur RSIA dan memintanya untuk mengontrol petugas kesehatan agar tidak membuang limbah medis disembarang tempat. Senin, 20 Mei 2013, besok, pihaknya akan mendatangi rumah sakit tersebut untuk melihat langsung dan memberikan peringatan bahaya limbah medis tersebut. 

    Sedangkan soal genangan air, Faisal mengatakan hal ini terjadi karena rumah sakit tersebut halamannya masih rendah dan belum ditimbun. “Tahun ini halaman tersebut akan segera ditimbun agar tidak kembali tergenang air, anggaranya sudah diplotkan dari dana Otsus tahun 2013,” kata dia. 

    Menurut pantauan Acehtraffic.com sejak Minggu, 19 Mei 2013, sampah medis yang mulai diungkit-ungkit oleh wartawan untuk difoto sebagai bukti pihak RS sudah mulai risih, dan menggelar rapat mendadak. Perawat dan dokter diperintahkan untuk membuat pemberitahuan agar tidak lagi dibuang sembarangan, dilarang buang sampah sembarang mulai ditempelkan sejak sore itu. 

    Sementara tadi pagi, Senin, 20 Mei 2013, seluruh unsur di RS tersebut melakukan aksi pembersihan sampah massal, seluruh dokter, perawat harus turun tangan. 

    Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Zakaria Yusuf, mengatakan rumah sakit merupakan salah satu tempat yang mengharuskan penanganan kebersihan dengan standar yang tinggi. “Limbah medis rumah sakit merupakan limbah yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan,” Kata Zakaria dari Komisi D itu, Minggu, 19 Mei 2013. 

    Menurutnya, limbah rumah sakit jika tidak tertangani dengan baik akan berdampak bagi manusia, mahluk hidup, serta lingkungan di sekitar rumah sakit. Dampak tersebut dapat berupa pencemaran air, pencemaran daratan, serta pencemaran udara. 

    ,“Untuk itu, RSIA Beureunuen tidak boleh mengabaikan dan membiarkan sampah medis dibuang disembarang tempat. Saya kira rumah sakit tentu memiliki standar tersendiri seperti yang diatur oleh departemen Kesehatan RI,” ujarnya lagi. 

    “Kalau dibiarkan hal tersebut akan mengganggu kesehatan lingkungan, bisa menimbulkan kesan kumuh dan kotor, yang secara psikis akan mempengaruhi pasien maupun pengunjung rumah sakit tersebut,” kata Zakaria Yusuf. 

    Pelaku Penembakan Kader PNA Ditangkap

    Banda Aceh | Acehtraffi.com - Polres Pidie bekerjasama dengan Satuan Reserse Kriminal Polda Aceh berhasil menangkap dua orang tersangka pembunuh Muhammad (35), satgas Partai Nasional Aceh (PNA) Kabupaten Pidie yang tewas ditembak pada Jumat (26/4/2013) lalu. Para pelaku yakni Munir dan Khairul Ansari, keduanya merupakan warga Pidie.

    Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu pucuk pistol sejenis FN buatan China beserta 20 butir amunisi yang digunakan pelaku saat menghabisi nyawa korban.

    Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo mengatakan, dua orang pelaku penembakan ditangkap oleh anggota gabungan dari Satuan Reserse Polda dan Polres Pidie pada Senin (29/4/2013) sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya dibekuk di kawasan Pidie. Menurut Gustav, antara Munir dan Khairul Ansari serta korban adalah berteman. “Antara pelaku dan korban, mereka berteman” kata Gustav dalam gelar konsfrensi pers di Mapolres Pidie, Selasa (30/4/2013).

    Gustav menegaskan, kasus ini merupakan kriminal murni. Sejauh ini pihaknya belum bisa mengaitkan kasus penembakan terhadap Muhammad (35) salah satu kader PNA dengan masalah politik atau partai seperti isu yang mencuat ke publik belakangan ini.

    Dia menjelaskan kronologi penembakan Muhammad berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku. Munir dan Kahirul mengaku pada malam Kamis sekitar pukul 21.30 WIB menghubungi korban melalui telepon selular mengundang untuk berpesta sabu. Setelah mereka bertemu di kawasan Bernuen, Pidie, kedua pelaku dengan menumpangi mobil Avanza korban selanjutnya pergi menuju Kecamatan Kemabang Tanjung dan berputar-putar hingga sampai di Gampong Bengie pada pukul 02.00 WIB. Di sana lah korban langsung ditembak oleh Khairul yang duduk di belakang korban sebanyak tiga kali.

    “Setelah korban tewas, mobil langsung diambil kendali oleh Munir. Awalnya pelaku berencana untuk membakar mobil beserta korban, namun karena lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga, akhirnya korban yang sudah tewas di dalam mobil dibuang ke sungai di Desa Blang, Beureueh, Kecamatan Mutiara Pidie," beber Gustav.

    Menurut Gustav, motif penembakan ini terkait narkotika. Saat ditanyakan apakah pelaku anggota KPA, Gustaf menyatakan kasus ini belum mengarah ke sana.

    "Dari bukti-bukti yang ada dan pengakuan pelaku ini terkait sabu. Kita juga menemukan alat penghisap sabu dari tersangka. Kami akan terus mendalami pemeriksaan terhadap pelaku, karena Munir juga DPO Polres Pidie terkait kasus nakoba," katanya.| AT | M | KP |

    LBH Banda Aceh : Kekerasan Berulang Dalam Pesta Demokrasi Di Aceh, Akibat Penegakan Hukum Lemah


    Banda Aceh | acehtraffic.com- Kejadian tewasnya T Muhammad Zainal Abidin alias Cek Gu, kembali menginggatkan kita akan bagaimana proses politik di Aceh terjadi, dimana setiap ada hajatan politik di Aceh selalau diwarnai dengan kekerasan.Sabtu 27 April 2013.


    Direktur lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh Mustiqlal Saaputera, SH, mengatakan pada pemilu pertama pasca damai, aksi – aksi kekerasan juga marak terrjadi antara peserta pemilu, diantaranya pembakaran mobil tim sukses salah satu kandidat. Begitu juga halnya dalam pemilu tahun 2009, diwarnai dengan berbagai kekerasan yang menyebabkan korban jiwa dari pendukung salah satu partai politik di Aceh.

    Sedangkan pada tahun 2012 kemarin, serangkaian berbagai aksi kekerasan juga marak terjadi berkaitan dengan meningkatnya intensitas politik di Aceh, dimana selain penembakan terhadap pendukung atau tim sukses juga menyisir entnis tertentu.

    ,”Kalau dilihat dari analisa data yang ada, dimana setiap hajatan politik yang berlangsung di Aceh selalu diwarnai dengan kekerasan, hal ini terjadi karena disebabkan oleh lemahnya proses penegakan hukum,” Ujar Mustiqlal

    Dia juga menambahkan kalau terus menurus setiap hajatan politik kepolisian tidak mampu melakukan penegakan hukum terkait dengan aksi kekerasan yang patut diduga berdimensi politik, hal ini akan menjadi legilitimasi terhadap kekerasan berdimensi politik sah dilakukan di Aceh dalam hajatan politik apapun itu.

    ,”Maka penting bagi kepolisian untuk berkerja secara lebih serius untuk mengungkap siapa dan apa motif dari penembakan yang dilakukan terhadap Cek Gu,” Tambahnya.

    Hal itu katanya, supaya tidak menjadi legitimasi kekerasan berdimensi politik di Aceh serta mendorong upaya-upaya pencegahan yang harus lebih diutamakan.  jangan sampai korban-korban kekerasan yang berdimensi politik terjadi kembali dan semakin meluas di Aceh, mengingat proses politik pemilu sudah didepan mata.

    Selain itu direktur LBH Banda Aceh juga menghimbau kepada partai politik peserta pemilu untuk tidak melakukan kekerasan dalam proses demokrasi di Aceh, sudah cukuplah setiap proses politik di Aceh selalu diwarnai dengan kekerasan, sudah saatnya kita memulai proses demokrasi di Aceh tanpa kekerasan demi terciptanya proses perdamaian yang abadi. | AT | RD| RI|

    Di Pidie, Kader PNA Tewas Ditembak


    Banda Aceh | Acehtraffic.com - Muhammad bin Zainal Abidin, kader Partai Nasional Aceh, tewas ditembak di Desa Geuleumpang Blang Beureu-eh, Beureunuen, Pidie, Jumat 26 April 2013. Jenazah Muhammad ditemukan di sungai.

    Informasi yang dihimpun acehkita.com, Muhammad diduga ditembak dari jarak dekat. Terdapat beberapa luka tembak di bagian pelipis dan kepala.

    Jenazah korban ditemukan di dalam sungai, bersama dengan mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1690 QG. Jenazah ditemukan warga Desa Geulumpang Blang sekitar pukul 06.30 WIB.

    Ketua DPW Partai Nasional Aceh Pidie M. Zaini menyebutkan, saat ditemukan korban berada di jok belakang sopir. “Jadi posisi duduknya bukan di belakang kemudi,” kata Zaini kepada acehkita.com. “Kemungkinan korban ditembak dari jarak dekat.”

    Sebelum ditembak, kata Zaini, korban terlebih dahulu ditangkap. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pelaku penembakan dan penangkapan tersebut.

    “Semalam, pukul 10.00 WIB, dia masih duduk-duduk di warung kopi di desanya, Waido. Lalu ada yang nelpon, dia datangi. Tapi kita tidak tahu siapa yang nelpon,” sebut Zaini.

    Saat ini, jenazah korban telah dimandikan di desa istrinya di Keumala Dalam, Pidie, dan akan disemayamkan di Desa Waido, Kecamatan Simpang Tiga.

    Kepala Kepolisian Resort Pidie AKBP Dumadi menyebutkan, polisi tengah bekerja menyelidiki kasus ini. “Kita belum tahu apakah luka tembak atau kecelakaan. Nanti kita tunggu hasil visum dokter,” kata Dumadi kepada acehkita.com.  Dumadi menyebutkan, pihaknya kesulitan karena keluarga tidak mengizinkan jenazah diotopsi.

    “Kita belum mengetahui motifnya,” sebut Dumadi.| AT | M | acehkita.com |

    Baca juga : 

    Caleg PNA Diancam Bunuh, “ Karena Perintah Tembak Masih Berlaku Untuk Pengkhianat”

    Jelang UN, Siswa di Pidie Diberi Bimbingan



    Meureude | Acehtraffic.com - Ikatan Mahasiswa Pemuda Pidie Jaya (Impija) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat mengelar bimbingan bagi ratusan siswa sekolah menengah atas dan madrasah aliyah untuk menghadapi ujian nasional (UN).

    Bimbingan UN yang digelar di Aula Kantor Bappeda Pidie Jaya di Meureudu itu berlangsung sejak kemarin hingga hari ini, Kamis (28/3/2013). Bimbingan ini diikuti 180 siswa dari pelbagai sekolah di kabupaten tersebut.

    “Acara bimbingan ini dilaksanakan untuk memberi semangat dan motivasi kepada para siswa dan siswi agar tetap semangat dan fokus untuk menghadapi UN,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Khairul Akmal R, Kamis (28/3/2013).

    Asisten I bidang Pemerintahan Setdakab Pidie Jaya A Rahman Puteh dalam sambutannya, mengharapkan, para peserta dapat belajar dengan sungguh-sungguh agar lulus UN dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Pada hari pertama, motivator dari Banda Aceh, Roys Fahlevi, tampil untuk memberikan motivasi bagi siswa dalam belajar dan menatap masa depannya. 

    Sementara hari ini, tokoh perempuan Pidie Jaya, Nurlelawati, akan memberikan materi tentang peran perempuan dalam pembangunan, serta Zikrullah Ibna dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh akan tampil dengan materi pengusaha pemuda. Terakhir, Syamsul Rijal akan membahani tatacara berorganisasi.| AT | M | AK |

    Joel Pasee Goyang Kota Sigli


    Banda Aceh | acehtraffic.com- Penyanyi solo asal Aceh, Joel Pase’ dipastikan akan tampil malam ini, Minggu malam di lapangan Alun - Alun Kota Sigli. Minggu 24 Maret 2013

    Penampilan kali ini Joel Pase  membawakan lagu- lagu terbarunya, diantaranya, Meusyuhu, Buraq Menari, Keumang, dan Saleum Mulia, dan beberapa lagu terbarunya lainnya.

    Direktur Gipsi Production, Nurhayati Yuzar, mengaku, bahwa pihaknya sebagai even organizer (EO) sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk kegiatan besok malam, dengan menampilkan Joel Pase diharapkan mampu mengundang perhatian masyarakat kota Sigli, penampilan Joel Pase juga ada grop Zikir asal Sigli.

    Sementara itu,  Iskandar dari Divisi Marketing  PT. Alfa Scorpii wilayah Aceh,  mengaku , acara Yamaha Motor Show tersebut dalam rangka memperkenalkan produk terbaru Yamaha yaitu, New Vixion, Mio GT, dan Xeon RC.

     “Kami juga mengelar bermacam macam kegiatan disiangnya harinya (red- minggu siang) yaitu sejumlah kegiatan seperti lomba mewarnai  tingkat TK dan SD, Tari Kreasi Aceh, Idol remaja, Lomba Busana Muslim anak anak dan remaja, selain itu juga ada service gratis. | AT | RD |

    Di Pidie Jaya, Oknum TNI AL Bacok Suami - Istri



    Banda Aceh | Acehtraffic.com - Naas menimpa Yusrizal (33 tahun) dan Juliana (27 tahun). Pasangan suami-istri warga Gampong Beringin, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, itu dibacok oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut di rumahnya.

    Insiden pada Kamis (14/3/2013) siang itu menyebabkan Yusrizal mengalami luka di bagian kepala, leher, dada, kedua tangan, dan bahu. Sementara istrinya, Juliana, menderita luka bacok di tangan kiri dan kepala.

    Kepala Kepolisian Resort Pidie AKBP Dumadi menyebutkan, pembacokan dilakukan oleh Sumardi, anggota Marinir berpangkat Sersan Dua yang berdinas di Kuala Meureudu, Pidie Jaya.

    Menurut Kapolres, kejadian itu bermula ketika Serda Sumardi bertandang ke rumah Yusrizal dan meminta uang sebesar Rp500 ribu. Namun, istri korban yang membukakan pintu menyebutkan bahwa dirinya tidak memiliki uang sebesar yang diminta, hanya ada Rp50 ribu.

    “Tersangka marah langsung ke dapur dan mengambil parang milik korban kemudian tersangka membacok Juliana,” kata Kapolres kepada wartawan, Kamis malam.

    Mengalami pembacokan, Juliana berteriak meminta pertolongan, sehingga suaminya yang tengah tidur terbangun. “Saat itulah tersangka membacok Yusrizal,” lanjut AKBP Dumadi.

    Usai melancarkan aksinya, Serda Sumardi melarikan diri. “Hingga kini masih buron,” sebut Kapolres Dumadi.

    Dari pengolahan tempat kejadian perkara, polisi menyita satu buah parang, satu dompet milik Serda Sumardia yang berisikan foto keluarga, kartu berlin, STNK sepeda motor, Sim A dan C dari Polri, Sim A dan C dari Polisi Militer, dan selembar uang kertas Ringgit Malaysia.

    Dumadi menyebutkan polisi belum mengetahui motif pembacokan itu. Saat ini, kedua korban tengah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Sigli.
    | AT | M | AK |

    Darwati Irwandi Calonkan Diri Untuk DPRA Lewat Partai Nasional Aceh

    JARUM jam menunjukkan pukul 10.30 WIB. Suasana Kantor DPW Partai Nasional Aceh (PNA), di kawasan Lampriek, Banda Aceh, tampak ramai dari biasanya. Bukan tanpa alasan, keramaian di siang itu karena Kantor PNA bersiap-siap menyambut seorang tamu ‘istimewa’. Ia adalah Darwati A Gani. 

    Wanita kelahiran Bireuen 7 September 1973 ini pernah menjadi first lady Aceh. Namun sekarang, Darwati tak lagi sesibuk saat suaminya Irwandi Yusuf menjabat gubernur Aceh.

    “Sekarang saya punya waktu banyak. Saya ingin berbuat untuk masyarakat, dan juga untuk perempuan Aceh,” kata Darwati kepada Serambi di Kantor DPW PNA seusai mendaftar sebagai Caleg untuk Dapil I.

    Sosok Darwati merupakan satu di antara perempuan Aceh yang menyatakan dirinya akan terjun ke dunia politik pada Pemilu 2014. Komitmen ini ia nyatakan dengan mendaftar sebagai bakal caleg PNA untuk Dapil I (Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar).

    Keputusan Darwati memilih jalur politik bukan tanpa alasan. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua X DPP PNA (bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak). Bagi wanita lulusan Diploma III Fakultas Ekonomi Unsyiah ini, berkecimpung di dunia politik bukanlah hal yang tabu, sejauh dapat menyesuaikan kodratnya sebagai perempuan. 

    “Bapak (Irwandi Yusuf-red) juga yang mendorong saya untuk maju. Di luar itu ada teman-teman perempuan yang juga selalu mendukung,” ujar perempuan pengagum Cut Nyak Dhien ini.

    Sejak PNA dibentuk Darwati mulai terbilang aktif berkecimpung di dunia politik. Banyak hal yang dia lakukan, termasuk menggagas program kerja partai. Meski demikian, pengalaman politik yang dimilikinya diakui masih sangat muda. Tapi dengan pengalamannya menjadi first lady Aceh mendampingi Irwandi selama lima tahun, Darwati mengakui mendapat banyak pelajaran.

    “Ini (dunia politik) hal yang baru buat saya. Tapi saya ingin terus belajar dari pengalaman-pengalaman mereka yang sudah lebih dulu ada. Saya juga banyak belajar sewaktu Bapak menjadi Gubernur. 

    Bagaimana saat Bapak berhadapan dengan banyak persoalan, dan kemudian memutuskannya dalam sebuah kebijakan. Saya ikuti proses itu, dan saya banyak mengetahuinya,” ujar wanita semampai dengan tinggi 170 cm ini.

    Tapi apakah sebenarnya yang diinginkan Darwati mencalonkan diri sebagai Caleg PNA? “Tidak ada yang saya cari. Saya hanya ingin menyuarakan aspirasi perempuan Aceh, dan masyarakat umumnya. Insya Allah saya akan melakukannya,” tuturnya.

    Saat berbincang dengan Serambi, Darwati terlihat santai. Suaranya masih terdengar lembut di balik wajah ovalnya yang masih menyembulkan aura kecantikan seorang wanita Aceh.

    Sejak tidak lagi menjadi first lady, Darwati kini banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama Irwandi Yusuf, yang kini  duduk sebagai Ketua Dewan Pembina PNA. “Kami masih sering jalan bersama, kadang Bapak yang nyetir, karena itu hobi beliau,” sebutnya.

    “Pernah satu kali kami ke Australia. Bapak sewa mobil menyetir sendiri, padahal waktu itu tidak tahu lokasinya. Tapi hanya berbekal GPS dan Google Maps, kami bisa mencari tempat yang dituju, dan menginap di hotel terdekat,” kata Darwati mengenang kisahnya bersama Irwandi Yusuf kala masih menjabat gubernur Aceh | AT | R | SUMBER SERAMBI|

    Gubernur Larang Ekport Bahan Mentah, Menteri Kasih Izin, Apa Ini Bukti Tidak Peduli Dengan Statemen dr.Zaini Abdullah?


    Banda Aceh | acehtraffic.com - Tiga perusahaan tambang bijih besi di Aceh, yaitu PT Lhoong Setia Mining, di Aceh Besar, KSU Tiga Manggis, dan PT Pinang Sejati Wati di Aceh Selatan, mendapat kuota izin ekspor bahan tambang dari Menteri Perdagangan. Pemberian kuota itu bertolak belakang dengan rencana Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah yang akan menyetop sementara ekspor bahan tambang mentah atau yang belum diolah dan dibersihkan.

    Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Aceh, Ir Said Ikhsan didampingi Kabid Tambang Ir Mahdi Nur yang dikonfirmasi Serambi, Jumat 1 Maret 2013 lalu membenarkan bahwa tiga perusahaan tambang bijih besi di Aceh telah mendapat kuota ekspor biji besi dari Menteri Perdagangan.

    Tiga perusahaan tambang yang telah mendapat kuota ekspor bijih besi itu, sebut Said, adalah PT Lhoong Setia Mining, Aceh Besar, diberi kuota 450.000 ton. Kuota izin ekspornya diberi batas waktu sampai 30 April 2013. Artinya, jika sampai batas waktu yang diberikan tidak bisa menghabiskan seluruh kuota ekspor yang diberikan, maka sisa ekspor kuota bijih besinya tak bisa diekspor pada bulan Mei 2013.

    Kedua, kepada KSU Tiga Manggis, Aceh Selatan, diberi 300.000 ton, dengan batas waktu sampai 22 April 2013.

    Ketiga, kepada PT Pinang Sejati Wati diberikan 1.200.000 ton, merupakan yang terbanyak. Tapi batas waktunya sama seperti KSU Tiga Manggis, yakni sampai 22 April 2013.

    Bijih besi dari ketiga perusahaan itu diekspor ke Cina dan Malaysia. Sedangkan pelabuhan muatnya, PT Lhoong Setia Mining dari Lhoong Port, Aceh Besar, dan Ulee Lheue Sea Port Aceh, Banda Aceh, sedangkan dua perusahaan lagi dari Bakongan Port, Aceh Selatan.

    Said menjelaskan, meski ketiga perusahaan tambang bijih besi itu telah mendapatkan kuota ekspor bahan tambang, tapi untuk melaksanakan kegiatan ekspornya, mereka wajib melaporkan rencana kegiatannya kepada Pemerintah Aceh. Dalam hal ini kepada Distamben dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2) di Kantor Gubernur Aceh.

    Ketiga perusahaan tadi perlu melaporkan kegiatan rencana ekspor biji besinya, karena berkaitan dengan status sistem pemerintahan di Aceh yang berlaku khusus. “Alasan kedua, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, telah memerintahkan kami untuk mengevaluasi seluruh kegiatan tambang di Aceh, untuk ditata kembali,” kata Said Ikhsan.

    Gubernur Zaini Abdullah dalam pertemuan Aceh Business Forum (ABF) di Hotel Hermes Palace, di Banda Aceh, Rabu 20 Februari 2013 lalu telah menyatakan, akan mengambil kebijakan menyetop sementara kegiatan ekspor bahan mentah (raw material) tambang pasir besi atau biji besi yang belum dimurnikan atau dibersihkan.

    Pernyataan ini disampaikan Gubernur Zaini, untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Nomor 7 tahun 2012 yang intinya menyetop ekspor bahan mentah tambang yang belum diolah atau dimurnikan.

    Kepala BP2T Aceh, Jalaluddin yang dikonfirmasi Serambi mengenai tiga perusahaan tambang bijih besi di Aceh yang telah mendapat kuota eskpor bijih besi mengatakan, sebelum mengekspor bahan tambang mentahnya, ketiga perusahaan itu harus melaporkan rencana ekspor bahan mentah tambangnya ke Kantor BP2T Aceh.

    BP2T, kata Jalaluddin, akan mengevaluasi kembali MoU ketiga perusahaan tambang tersebut, terutama mengenai bantuan mereka untuk PAD Aceh, masih relatif rendah dibandingkan dengan volume bahan tambang mentah yang diekspornya.

    Misalnya PT Lhoong Setia Mining, hanya memberi donasi atau bantuan (golden share) kepada Pemerintah Aceh Rp 28.000/ton dan Aceh Besar Rp 20.000/ton. Pemerintah pusat menambah pengenaan pajak sebesar 20 persen, untuk penerbitan kuota ekspor bahan mentah tersebut, Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota juga akan menempuh kebijakan serupa. Jadi, sebelum ekspor bijih besi dilakukan, mereka harus melaporkan rencananya kegiatannya ke kantor BP2T Aceh.

    Terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan bijih besi, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Ir Said Ikhsan mengungkapkan, meski Menteri Perdagangan telah memberikan kuota ekspor bijih besi kepada perusahaan tambang bijih besi dengan waktu yang ditentukan, tapi untuk menindaklanjuti Perintah UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, serta peraturan Menteri ESDM Nomor 7 dan 11 Tahun 2012, Presiden telah mengeluarkan instruksi barunya, yakni Nomor 3 Tahun 2013.

    Inpres Nomor 3 Tahun 2013 yang baru itu mengenai percepatan peningkatan nilai tambah mineral melalui pengolahan dan pemurniannya di dalam negeri, diterbitkan 13 Februari 2013.

    Presiden meminta sembilan menteri terkait bersama gubernur serta  bupati/wali kota, mendukung dan mempercepat proses pendirian pabrik pengolahan bahan mentah tambang tadi dengan memberikan berbagai kemudahan, tapi tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan alam | AT | R | Sumber SERAMBI|

    Zakaria Saman Dideportasi Imigrasi Malaysia, Mantan Menhan GAM Membantah


    Pidie | acehtraffic.com-Mantan menteri pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman, diisukan di-blacklist lalu dideportasi oleh Imigrasi Malaysia ke Jakarta, Rabu, 20 Februari lalu. Pencekalan dan pendeportasian itu kabarnya karena Zakaria pernah menyelundupkan senjata api dari Thailand Selatan ke Aceh via Malaysia. Tapi kepada Serambi, Zakaria menegaskan bahwa ia tidak dideportasi.

    “Itu sama sekali tidak benar. Isu tersebut segaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang hendak memperkeruh suasana saja. Apalagi menyangkut dengan sosok saya selaku petinggi di kalangan GAM,” ujar Zakaria Saman melalui telepon selulernya kepada Serambi, Minggu 24 Februari 2013
    Sejak Rabu hingga Sabtu lalu memang sempat mencuat isu bahwa Zakaria Saman yang datang bersama istrinya, Cut Azalia Rahmi, ke Malaysia, naik pesawat AK 1306 ETA pada tanggal 20 Februari 2013 pukul 14.10 waktu setempat, dicekal di LCTT Sepang, Malaysia.

    Lalu pada pukul 22.55 pada hari yang sama, Zakaria Saman bersama istrinya dideportasi Imigrasi Malaysia ke Jakarta naik pesawat QZ 8197 ETD.

    Berkembang isu bahwa Zakaria Saman dicekal, terkait dengan sepak terjangnya pada masa lalu. Oleh Pemerintah Malaysia, Zakaria diidentifikasi pernah menyelundupkan senjata api dari Thailand Selatan ke Aceh via Malaysia pada saat Aceh masih bergolak menuntut merdeka dari NKRI.

    Selain itu, Zakaria dinilai petugas Imigrasi Malaysia bersikap arogan dan tidak koopertaif. Ia, misalnya, dikabarkan tidak mau menjawab setiap pertanyaan petugas imigrasi dan mengaku punya paspor Swedia, namun tak bisa menunjukkan paspor dimaksud.

    Terhadap penggalan isu tersebut, kepada Serambi Zakaria Saman menyatakan klarifikasi. Kalaulah dirinya dikatakan termasuk dalam daftar hitam sebagai penyelundup senjata ke Aceh dari Thailand Selatan via Malaysia, menurutnya, itu merupakan hal yang sudah berlalu. “Itu dulu. Sekarang, seiring dengan perdamaian Aceh yang telah diretas, maka tidaklah mungkin kita lakukan perbuatan itu lagi karena untuk saat ini kami berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan membangun Aceh secara bermartabat,” ujar pria kelahiran  Aceh, 1 Januari 1946 ini.

    Atas isu yang tidak mengenakkan tersebut, kata Zakaria, ia nyatakan akan usut siapa oknum yang telah menggelindingkan isu bahwa dia dideportasi itu. Apalagi, menurutnya, dalam pemberitaan televisi terdapat beberapa kejanggalan, terutama jumlah anak Zakaria yang disebutkan tiga orang. Padahal hingga kini, ia belum punya anak.

    Atas tersebarnya isu miring tersebut, mantan panglima komando operasi (Pangkoop) GAM ini menyatakan telah menyampaikan secara lisan kepada mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla dan menyurati Kedutaan Besar Republik Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk meluruskan persoalan itu.

    “Karena hal ini menyangkut marwah kedaulatan negara, maka perlu diusut dalang di balik penyebaran isu tak sedap itu,” tukasnya.  Kepada Serambi ia pertegas bahwa saat ini posisinya masih berada di gampong halamannya, Keumala, Pidie.

     “Saya masih dalam perjalanan dari Gampong Blang Dhot, Tangse, Pidie, menuju rumah di Keumala setelah dua hari berada di gampong,” kata pemilik paspor nomor T-349249 ini.

    Sejumlah TV, termasuk TV One, sempat menyiarkan kasus pendeportasian Zakaria Saman dari Malaysia, begitu ia mendarat bersama sang istri di Jakarta. Namun, kepada Serambi berkali-kali ia tegaskan bahwa ia tidak dideportasi. Zakaria Saman malah menyatakan bahwa isu itu sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang hendak memperkeruh suasana saja. | AT | R | Sumber Serambi|

    Tips Mengobati Anak Bergaya Bencong





    Banyak orang tua yang mengkhawatirkan pertumbuhan anak menjadi tidak normal, terutama ketika melihat prilaku anak lelakinya sejak awal sudah menunjukkan gaya –gaya gemulai dan sudah mengarah bakal jadi Bencong.

    Banyak orang tua yang menganggap bahwa itu adalah takdir yang tidak bisa di ubah atau di obati, lagian ketika si orang tua meyakini bahwa itu bawaan lahir, maka golongan orang tua ini justru tidak melakukan tindakan apapun untuk anak laki-lakinya, malah justru menikmati gaya –gaya menarik yang di pertontonkan buah hatinya.

    Namun banyak juga orang tua yang berkonsultasi kemana-mana untuk mencari solusi bagaimana mengantisipasi agar si anak lakinya dapat jadi laki yang benar –benar tidak laki laki yang bergaya perempuan. Namun terkadang usaha tersebut ada yang berhasil ada juga tidak. Tetapi paling tidak golongan orang tua ini sudah berusaha.

    TrafficResearch coba mencari solusi tentang kenyataan ini, ini bukanlah lah riset ilmiah, tetapi yang di temukan oleh pusat riset media acehtraffic.com adalah pengalaman beberapa orang tua di Pantai Timur Aceh.

    Katakanlah Bapak itu namanya Maun ia memiliki seorang anak lelaki, namun ketika usia SD gayanya mulai menampakkan gaya keperempuanan, bicaranya gemulai dan terlihat berlagak perempuan. Bapak Maun sangat khawatir jika kelak anaknya menjadi Bencong, karena sejatinya ia menginginkan anak lelakinya yang gagah dan perkasa.

    Bapak Maun ini bukanlah komisaris di Pertamina, atau pejabat teras di perusahaan besar sekelas Medco, atau karyawan PT Arun, atau pegawai negeri. Tetapi ia hanyalah petani sawah yang tinggal di pedesaan. Hari-hari ia kesawah dan menggemukkan sapi, terkadang jika ada waktu ia juga menerima orderan naik kelapa.

    Suatu hari ia mendapat orderan naik kelapa, hari itu ia sanggup menghabiskan 35 batang pohon kelapa, setelah ia panjat dan petik buah kelapa ia beristirahat di bawah pohon kelapa, tak lain minumannya adalah jus kelapa muda. Waktu itu anaknya yang sudah bersekolah di SMP pun ikut bersama Pak Maun.

    Ide cemerlang pun lahir di tengah cengas –cengos nafasnya, ia berpikir bahwa salah satu cara untuk membunuh gaya gemulai anak laki –lakinya dengan menyuruhnya bekerja berat.

    Karena anaknya masih anak-anak, iapun belum memberinya tugas naik kelapa, tapi untuk pertama, si anak di wajibkan untuk mencari rumput dan mengangkut dengan cara ngepok. Dengan cara itu pak Maun berharap anaknya saat ngepok goni rumput akan mengerahkan tenaga, sehingga Gaya gemulai dapat hilang dengan sendirinya.

    Praktik itu ada hasilnya, anaknya mulai berkurang gaya gemulainya, dan baru kemudian test cash selanjutnya, yaitu memintanya untuk membantu ia naik kelapa, pertama diminta satu atau dua batang.

    Dengan cara naik kelapa Pak Maun membayangkan bahwa kekuatan kaki dan seluruh badan akan terkonsentrasi dan tidak ada peluang “Peubencong-bencong dro” (Bergaya Gemulai).  Ternyata strategi Pak Maun membawa hasil, tamat SMA anak lakinya betul-betul laki-laki……ha..ha... AT | RD | TrafficResearch|

    Ini Dia Foto Danrem 011 Lilawangsa Saat Sertijab Danyon 111/ Karma Bakti Aceh Tamiang


    Aceh Tamiang| Ini dia foto-foto Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf A. Rachim Siregar pada acara serah terima jabatan Danyonif 111/Karma Bhakti, Dari Letkol Inf Agus Budi Setyo Raharjo Kepada Mayor Inf Hasandi Lubis, bertempat di Lapangan Batalyon Inf 111/ Karma Bhakti, Tualang Cut Aceh Tamiang. Jumat 22 Februari 2013.

    Pada kesempatan itu Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf A. Rachim Siregar mengatakan untuk memajukan satuan Khususnya satuan Tempur, maka dibutuhkan seorang pemimpin yang solid, tanguh dan berwawasan luas, sehingga dalam perjalan kepemimpinannya akan mampu membawa satuan Yonif 111/KB kearah yang lebih maju dan berkualitas.

    “Apabila seluruh Prajurit disatuan ini mampu mensinergikan segenap kemampuan dan kekuatan, Maka kredibilitas Batalyon Infanteri 111/KB akan lebih Solid,” ujar Kolonel Inf A. Rachim Siregar. | AT | RD| 

     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger