Headlines News :
    Hosting Gratis
    Tampilkan postingan dengan label Bireuen. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Bireuen. Tampilkan semua postingan

    Lembaga Sosial Bireuen Konseling Pengungsi Gempa


    Bireuen | acehtraffic.com - Lembaga Kerja Sosial Mahasiswa Bireuen, BEM Fisip Unimus bersama dengan Methodis Bireuen implementasikan program konseling anak korban Gempa Bener Meriah dan Aceh Tengah . Kamis 25 Juli 2013 
    Keberangkatan tim membawa berbagai bekal makanan kesukaan anak-anak seperti permen, roti, mainan balon, dengan acara hari pertama akan menghibur anak-anak dengan mengajarkan beberapa kerajinan tangan, seperti membuat gantungan kunci, membuat tanaman dan hewan dari balon.

    Team bersama ini juga turut dimeriahkan oleh Mas Rudi berserta Isteri dan satu anaknya khusus datang dari Surabaya untuk menghibur anak-anak korban gempa dengan atraksi badut dan sulapnya. 
    Ariandi Koordinator lapangan untuk pelaksanaan program ini mengatakan team yang berangkat pagi ini sudah sejak dua minggu yang lalu menyiapkan untuk berangkat hari ini, dengan berkoordinasi dengan semua pihak, supaya rencana ini berjalan, alhamdulilah hari ini sudah terlaksana berkat kerjasama semuanya dan team yang kompak.
    Ariandi menyebutkan selama dua minggu full team bersama ini belajar kerajinan untuk semua anggota yang akan ikut supaya nanti bisa menjadi trainer disana untuk mengajar anak-anak dan sekaligus menjadi konselor bagi anak-anak disana. Dan juga sekalian akan dilakukan pendataan ukuran sepatu untuk setiap anak-anak untuk bekal menyambut sekolah setelah lebaran nanti.
    Mursal Ketua LKSMaBi berterimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama terutama teman-teman Tionghoa Bireuen yang penuh semangat membantu dan mempersiapkan acara ini hingga berjalan sukses, mudah-mudahan pengabdian masyarakat yang dilakukan Dosen-dosen dan  Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Al Muslim bisa berkelanjutan, pungkas Mursal. | AT | RD |

    Lsm Local Bireuen Terus Support Pengungsi Gempa


    Bireuen | acehtraffic.com- Team LSM Lokal Bireuen yaitu YPAP [Yayasan Permata Atjeh Peduli], LKSMaBi (Lembaga Kerja Sosial Mahasiswa Bireuen), Gasak, Rata, Bima dan LPSM-Unimus masih terus melakukan support untuk korban gempa untuk Takengon dan Bener Meriah.

    Fadli Djailani kepada acehtraffic.com mengatakan kegiatan tersebut dari awal telah digalang, namun karena pengungsi masih butuh maka lsm local dibireun terus melakukan support guna bisa mengurangi beban hidup para pengungsi.

    Khusus Team YPAP bersama LKSMaBi juga melakukan  rapid assessment, untuk mengetahui kebutuhan rill para pengunggsi di Bener Meriah dan Takengon, dengan melihat semua keadaan baik bantuan yang datang bahan pokok makanan, selimut, tenda, medis, sikap relawan serta hal-hal lainnya.

    ,”Ini dilakukan supaya bantuan-bantuan yang diberikan supaya semua memenuhi Standard Minimum Bantuan Kemanusian,”Ujar Fadli

    Fadhli Djailani Manager Program Yayasan Permata Atjeh Peduli juga menyebutkan sedang mengusahakan adanya klinik mobile untuk para pengungsi di Takengon dan Bener Meriah supaya mereka mudah mengakses layanan kesehatan, terutama untuk manula dan anak-anak serta ibu hamil, yang akan bergilir kesetiap desa yang jauh dari pusat pengungsian. Mudah-mudahan ini terwujud setelah lebaran.

    Team LKSMaBi (Lembaga Kerja Sosial Mahasiswa Bireuen) sedang menyiapkan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Methodis Bireuen untuk mengimplementasikan Child Protection.

    Program yaitu program perlindungan anak yang termasuk didalamnya memerhatikan kejiwaan anak, memberikan pendidikan sambil bermain, memberikan bantuan media belajar dan juga bantuan persiapan kesekolah, seperti baju, sepatu dan tas dalam menyambut sekolah setelah puasa nanti.

    Sementara Mursal ketua LKSMaBi, juga mengungkapkan mendekati Meugang Lebaran pihak LKSMaBi bersama Methodis Bireuen akan berusaha membawa Lembu untuk disembelih di tempat pengungsi supaya para pengungsi bisa ber-Meugang bersama keluarga seperti hari-hari lainnya, yang tidak hanya dengan mie Instan | AT| RD|

    Ikatan Pemuda Makmur Punya Ketua Baru


    Bireuen | acehtraffic.com- Perkumpulan pemuda yang dinamakan  Ikatan Pemuda Makmur (Ipema) Kabupaten Bireuen gelar musyawarah pemilihan ketua baru. Imrannur terpilih untuk memimpin perkumpulan pemuda di kecamatan itu yang sudah lama fakum. Minggu 30 Juni 2013

    Musyawarah yang berlangsung di gedung Mtsn Ule Glee Leubu menghadirkan  50 peserta dari empat kemukiman di kecamatan yang berbatasan dengan Aceh Utara itu, mengangkat secara aklamasi Imrannur sebagai ketua.

    Faisal ali ketua panitia musyawarah tersebut berharap kepada ketua terpilih untuk menjadikan wadah ini sebagai media aspirasi kaum muda di kecamatan itu, sehingga pemuda lebih berperan dan berkembang disegala bidang, demi kemajuan kecamatan Makmur kedepan.  | AT | RD | NR|

    FaisaL Ali Terpilih Sebagai Ketua PMI Ranting Makmur



    Bireuen | acehtraffic.com- Faisal Ali, S.Ag kembali terpilih menjadi ketua PMI ranting Makmur priode 2013 -2018 dalam musyawarah ranting (Musran) yang berlangsung dikantor camat setempat. Selasa, 4 Juni 2013.

    Musyawarah yang berlangsung 29 Mei 2013  diikuti oleh unsur muspika, pengurus PMI cabang Bireuen, pengurus ranting Makmur, Jajaran Puskesmas, Jajaran Mukim, Keucik dan tokoh Akademisi berjalan lancar.

    Dalam acara musyawarah pemilihan ketua baru tersebut sempat muncul beberapa kadidat calon lain seperti Abdullah AB, Hafdhi, ST, namun kedua kandidat ini kemudian memilih mengundurlan diri dari bursa pencalonan. Akhirnya Faisal Ali, S.Ag terpilih secara aklamasi menjadi ketua PMI ranting Makmur  priode 2013 -2018.

    Berikut pengurus PMI ranting makmur  priode 2013 -2018, Faisal Ali (Ketua) Abdullah AB (Wakil) Hadli Ali,ST (Sekretaris)  A. Jalil S.sos (Bendahara) dan tiga anggota, 5 orang relawan. Pada kesempatan itu juga di pilih dewan Pembina, jatuh kepada Tengku Muhammad Mahmudy, Ahmadi, S.Hi dan Syarifuddin.

    Camat Makmur Rusli Ben Prang dalam kata sambutannya mengharapkan kedepan PMI lebih eksis dan berperan dalam member pelayanan kepada masyarkat.

    Sementara itu Ketua terpilih mengatakan kedepan pihaknya bersama pengurus dan relawan yang lain akan merekrut relawan disetiap desa untuk membantu kerja-kerja kemanusiaan yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. | AT | RD | NF|

    MaTA Laporkan Pembangunan Jalan Bireuen-Takengon ke KPK




    Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Lembaga Anti Korupsi, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), menemukan ada kejanggalan dalam pembangunan jalan Bireuen – Takengon, yang dilaksanakan sejak tahun 2011. Minggu 2 Juni 2013.

    Pembangunan jalan tersebut, telah ditemukan adanya indikasi korupsi. Proyek pembangunan jalan tersebut merupakan proyek tanggap darurat, untuk penanganan  bencana longsor diruas jalan Bireuen-Takengon KM 26+000 dari Kota Bireuen.

    pada 1 Januari 2011. Pemerintah Aceh saat itu melakukan Penunjukan Langsung (PL) kepada PT. Mutiara Aceh Lestari untuk melaksanakan proyek tersebut. berdasarkan hasil penulusuran MaTA, bukti-bukti adanya indikasi korupsi, yaitu:

    1. Terdapat dua pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Mutiara Aceh Lestari untuk ruas jalan Bireun-Takengon. Dua paket pekerjaan tersebut terdiri dari Paket Km 26+000 s.d 27+500 (1.500 meter) yang dilaksanakan berdasarkan kontrak sedangkan satu paket pekerjaan lainnya yaitu Paket 27+500 s.d 28+850 (1.300 meter) dilaksanakan tanpa kontrak.

    2. Dalam paket pekerjaan pertama di atas (paket Km 26+000 s.d 27+500), BPK RI telah melakukan audit dan menemukan kelebihan pembayaran sebesar Rp 379.038.730,35. Anehnya, walaupun berdasarkan audit BPK RI tersebut sudah dinyatakan terjadi kelebihan pembayaran, namun Pemerintah Aceh malah kembali menganggarkan dana untuk paket kegiatan ini sebesar Rp 50.000.000.000 dalam APBA-Perubahan tahun anggaran 2012. Penganggaran ini didasari oleh permintaan melalui surat dari PT. Mutiara Aceh Lestari yang menyatakan bahwa untuk pengerjaan paket kegiatan tersebut sudah menghabiskan dana sebesar Rp. 75.000.000.000.

    3. Selain itu, PT. Mutiara Aceh Lestari kembali meminta pembayaran untuk tahap ketiga kepada Pemerintah Aceh sebesar Rp 40.000.000.000. Berdasarkan penelusuran informasi yang dilakukan oleh MaTA diduga kuat bahwa dalam APBA Tahun Anggaran 2013 permintaan dana tersebut sudah dialokasikan.

    4. Merujuk pada beberapa informasi yang diterima oleh MaTA diduga bahwa permintaan dana dari dua tahap terakhir tersebut (sebesar Rp 50.000.000.000 dan Rp 40.000.000.000) tersebut akan digunakan untuk melunasi/ menutupi paket pekerjaan kedua yaitu Paket 27+500 s.d 28+850 (1.300 meter) yang dilakukan tanpa berdasarkan kontrak antara PT. Mutiara Aceh Lestari dengan Pemerintah Aceh.

    5. Pembayaran tahap kedua tersebut dilakukan oleh Pemerintah Aceh walaupun hasil audit yang dilakukan oleh Inspektorat Aceh belum selesai. Hal ini didasarkan pada rekemondasi oleh Inspektorat Aceh yang ditandatangani oleh Drs. Samidan Angkasa Wijaya selaku Inspektur Aceh.

    6. Dengan demikian, potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp 50.379.038.730,35 (terdiri dari Rp 379.038.730,35 yang berdasarkan LHP LKPA BPK RI dan 50.000.000.000 dalam APBA-Perubahan tahun anggaran 2012). Angka potensi ini akan bertambah apabila dalam APBA Tahun Anggaran 2013 ini akan kembali dicairkan sebesar Rp 40.000.000.000. Bila ini terjadi maka total potensi kerugian keuangan negara dalam proyek Pembangunan Jalan Bireuen-Takengon (Proyek Tanggap Darurat) Di Provinsi Aceh dapat mencapai Rp 90. 379.038.730,35.

    Atas dasar temuan tersebut, MaTA telah melaporkan kasus indikasi korupsi dalam pelaksanaan pembangunan ruas jalan Bireuen – Takengon Km 26+000 s.d 27+500 (1.500 meter) yang dilaksanakan sejak tahun 2011 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan telah di terima oleh KPK pada tanggal 16 Mei 2013.

    Koordinator MaTA Alfian mengharapkan, agar Pemerintahb Aceh tidak lagi menganggarkan dana tambahan sebagaimana yang dimintai oleh rekanan pelaksana proyek.

    Karena, berdasarkan hasil audit BPK RI perwakilah Aceh. Telah ditemukan kelebihan pembayaran, sehingga Pemerintah Aceh tidak perlu lagi menambah pembayaran pada proyek tersebut.

    “Pemerintah Aceh harus meminta kembali kelebihan pembayaran kepada rekanan, agar bisa disetor ke kas Pemerintah Aceh,” ujar Alfian.

    Selain itu, MaTA juga meninta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengambil langkah-langkah hukum terkait dugaan kasus korupsi tersebut. Langkah hukum tersebut diharapkan dilakukan secara langsung oleh KPK tanpa dilimpahkan penanganannya kepada aparatur penegak hukum di daerah. Hal ini untuk menghindari konflik kepentingan.| AT  | M | Release |

    Logica2 Test Fasilitator Pendamping, Program Unit Layanan Sediakan Dana Puluhan Milyar

    Aceh Timur | acehtraffic.com- Local Governance Innovations for Communities In Aceh Phase 2 Lakukan test untuk puluhan calon fasilitator pandamping unit layanan di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang. Selasa 28 Mei 2013

    Berdasarkan informasi yang diterima acehtraffic.com calon fasilitator tersebut berasal dari rekrutan lembaga mitra logica di kabupaten. Untuk Aceh Timur ada tiga lembaga local yang akan meng-eksekusi program “Peningkatan layanan Bermutu” tersebut, masing–masing Lembaga Sepakat, MCC, dan SaPA.  

    Sementara untuk Aceh Tamiang akan di eksekusi oleh dua lembaga local, masing –masing  BIM, dan Bytra Lhokseumawe.   

    Berdasarkan  sumber acehtraffic.com program Logica Aceh Phase 2 dengan masa kontrak 23 Mei 2013 sampai 23 Februari 2014.  Untuk pelaksanan program ini seluruh Aceh,  logica mengalokasikan dana  sebesar 10,3 Milyar yang bersumber dari  lembaga Australian

    Hasil studi dokumen yang dilakukan Lembaga penelitian internal acehtraffic.com yang bernama TrafficResearch menemukan bahwa AusAID, Kementerian Dalam Negeri Republic Indonesia dan Pemerintah Aceh (Ir. Iskandar, M.Sc) telah menandatangani Mou soal program ini pada tanggal 30 Oktober 2012 lalu, dalam kontrak tersebut jumlah nilai program ini secara nasional adalah sebesar 11.500.000 Dolar Australia (USD).

    Dari jumlah tersebut, dengan rincian masing-masing daerah program adalah; untuk tingkat Provinsi Aceh 1.439.125 Dolar Australia (USD), Pidie Jaya 1.430.477 Dolar Australia (USD), Bireuen 1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Tengah 1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Timur  1.430.477 Dolar Australia (USD), Aceh Tamiang1.430.477 Dolar Australia (USD) dan Abdya juga mendapatkan nilai yang sama sebesar 1.430.477 Dolar Australia (USD). 

    Hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi ke pihak logica2 perwakilan Aceh  | AT | RD| 

    FPI Desak Kapolda Untuk Mencopot Wakapolres Sabang

    Lhokseumawe | acehtraffic.com – Front Pembela Islam (FPI) Bireuen menyesalkan tindakan Wakapolres Sabang, yang mengagalkan eksekusi hukum cambuk terhadap salah seorang oknum Polisi. Senin 27 Mei 2013. “Kita sangat menyesalkan tindakan itu,” ujar Ketua FPI Bireuen Tgk. Zainuddin Al-Biruni.

    Dirinya menambahkan, dalam minggu ini. pihaknya akan segera menyurati Kapolda Aceh dan tembusan kepada Kapolri, untuk mendesak agar segera dicopot Wakapolres Sabang.


    Tgk. Zainuddin Al-Biruni menyebutkan, FPI Bireuen siap mengawasi setiap persoalan tentang hukum cambuk. Hal tersebut perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar Syariat Islam benar-benar tegak di Aceh. “Kita ingin Syariat Islam tegak di Aceh,” tutur Tgk. Zainuddin Al-Biruni.| AT | AG | RD|

    SoPHA Peringati Renungan AIDS

    Bireuen | acehtraffic.com- SoPHA kabupaten Bireuen peringati renungan AIDS Nusantara bersama-sama dengan organisasi-organisasi peduli HIV-AIDS di Kota tersebut. 

    Lembaga  yang tergabung YPAP [Yayasan Permata Atjeh Peduli] PMI Bireuen, Rangkang Sastra, Rumah Pintar Peusangan, Komunitas Sepeda Bireuen, Kompi Ban Yonif 113 Jaya Sakti, Dinkes Bireuen KPA BIreuen dan Caritas German.

    Slogan MRAN 2013 kabupaten Bireuen “Hilangkan stigma-diskriminasi terhadap ODHA, tingkat solidaritas antara sesama” peringatan Malam Renungan AIDS Bireuen berbentuk pelepasan Balon Udara oleh Danki Kompi Ban Yonif 113 /JS sebagai bentuk awal introspeksi diri pemerintah dan LSM peduli HIV-AIDS terhadap kesadaran diri sudah sejauh mana keseriusan dan keikhlasan menjalankan program pencegahan HIV-AIDS di Aceh.

    Kegiatan selanjutnya mengadakan theaterikal jalanan untuk mengungah masyarakat supaya lebih peduli dan mempunyai solidaritas yang tinggi kepada ODHA, jangan diskriminasi-stigma Odha, memberikan informasi dasar HIV-AIDS kepada warga dengan membagi-bagikan media KIE dipersimpangan dan Kede Kopi. 

    Selanjutnya acara pawai dan kompoi dimengarah kepantai Kuala Raja, disana akan dibuat dratikal dan muhasabah sampai malam, sebagai renungan apa yang sudah kita perbuatuntuk saudara-saudara kita penderita HIV, apabila belum mari kita pikir sesuatu yang terbaik untuk mereka dimasa depan dengan melakukan tindakan nyata.


    SoPHA Bireuen Wacanakan Aksi Peduli HIV-AIDS


    Bireuen | acehtraffic.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap HIV-AIDS muda-mudi yang berorganisasi menggelar pertemuan untuk persiapan memperingati Malam Renungan Aids Nusantara 2013. Rabu, 22 Mei 2013, malam. 

    Inspirasi untuk membuat sebuah forum bersama peduli HIV-AIDS yang bersinergi memberikan pengetahuan masyarakat dan meminimalkan stigma-diskriminasi terhadap pengidap HIV itu, muncul dalam diskusi di Keude kupi (warkop) dan terbentuklah sebuah aliansi antar lembaga yang diberi nama SoPHABireuen (SolidaritasPeduli HIV-AIDS Bireuen) dengan ketua pelaksana Ezmar dari Rangkang Sastra.

    SoPHA Bireuen nanti akan membantu pemerintah dalam memgurangi penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Bireuen, dengan memberi pengetahuan dasar HIV kepada masyarakat. Aksi perdana SoPHA dengan memperingati Malam Renungan AIDS Nusantara di Bireuen direncanakan pada hari Sabtu Sore-malam minggu, 25 Mei 2013.

    Fadhli Djailani Outreach Coordinator YPAP sangat mengapreasikan komitmen lembaga-lembaga yang hadir malam ini untuk menguatkan kepedulian terhadap ODHA dengan bukti sudah menjalin silaturrahmi keberlanjutan dengan penguatan membentuk SoPHA Bireuen.

    Dan lembaga yang ikut dalam perkumpulan itu diantaranya YPAP, PMI, Rangkang Sastra, Rumah Pintar Peusangan, Komunitas Sepeda Matang Glumpangdua, dan Team Peer Educator Bireuen. | AT | IS | NR |

    Menantu jadi Tersangka Pembunuh Nek Fah



    Bireuen | Acehtraffic.com – Pembunuh Nek Fah setelah enambelas hari setelah kematian tragis, Senin (22/4) lalu, akhirnya tersangaka tersangka pembunuh Syarifah binti Puteh alias Nek Fah (85) warga dusun  Blang Binib, Desa Leubu Mesjid, Kecamatan Kuta Makmur ditetapkan menantunya sendiri bernama Yani (50). Rabu 8 Mei 2013.

    Berdasarkan di Mapolres Bireuen, yang diselengarakan pada hari Selasa 7 Mei 2013. Yani merupakan suami dari anak korban yang bernama Ruwaida dan tersangka merupakan warga Desa Ujong Bayu, Kecamatan Gandapura.

    Peristiwa ini terungkap ketika tim Polres memintai saksi-saksi, anak dan menantu korban serta tetangga dekat. Sebagaimana berita sebelumnya, Nek Fah ditemukan bersimbah darah dirumah gubuknya, dengan 2 luka gorok di lehernya. | AT | M | SK |  

    Caleg PNA Diancam Bunuh, “ Karena Perintah Tembak Masih Berlaku Untuk Pengkhianat”


    Aceh Besar | acehtraffic.com - Seorang calon anggota legislatif (caleg) perempuan dari Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh Besar, Zuhra (31), warga Gampong Lampisang Tunong, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, mengaku diancam tembak oleh seorang mantan kombatan GAM yang kini menjadi simpatisan Partai Aceh (PA), disebut-sebut bernama Bidin.

    Pengakuan langsung korban kepada Serambi, ancaman itu pertama kali diterimanya persis saat ia akan mendaftarkan diri atas pencalonannya ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar, Minggu 21 April 2013.

    Zuhra yang tercatat sebagai caleg PNA Aceh Besar nomor urut 7 dari daerah pemilihan (dapil I) mengungkapkan, kejadian pengancaman itu terjadi saat ia bertemu pelaku di sebuah warung di kawasan Gampong Capeung, Seulimeum, saat hendak ke Kota Jantho mendaftarkan diri ke KIP Aceh Besar.

    “Dia (pelaku) memaksa saya untuk mundur dari pencalonan, karena saya mencalonkan diri dari Partai PNA. Jika saya tak mau mundur saya akan ditembak, karena perintah tembak masih berlaku untuk orang-orang yang dianggap berkhianat,” ujar Zuhra meniru kata-kata ancaman dari pelaku kepada dirinya.

    Korban mengaku, sejak pengancaman tersebut, dirinya sering menerima telepon dari pelaku yang terus memaksanya mundur karena dinilai telah berkhianat terhadap Aceh. “Tadi pagi (kemarin) dia juga masih menelepon untuk menanyakan apakah saya sudah mundur atau belum dari pencalonan,” ungkapnya.

    Pengancaman juga dikaitkan dengan status pekerjaan korban sebagai guru honor di Taman Kanak-kanak (TK). “Dia mengatakan, saya tidak akan pernah bisa jadi PNS karena saya bergabung di Partai PNA,” ucapnya, sedih. 

    Karena tak tahan terus diteror, ia bersama sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA Aceh Besar melaporkan tindakan pengancaman itu ke Polres Aceh Besar, Rabu 24 April 2013. Laporan pengaduan itu tercatat dengan nomor 29/IV/2013/ACEH/Res Abes.

    Ketika membuat laporan ke polisi, Zuhra didampingi Kepala Sekretariat PNA Aceh Besar Nasri ST, caleg DPRA dari PNA Iswadi, Komandan Satgas Tameng Nasional Aceh (TNA) M Amin, Ketua Bappilu PNA Aceh Besar Mahyuddin, dan sejumlah ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) PNA di Aceh Besar.

    Ketua Sekretariat PNA Aceh Besar, Nasri berharap, intimidasi seperti ini tidak terulang lagi. Ia meminta pihak-pihak yang berseberangan secara politik agar mengedepankan etika dalam berpolitik.

    Sebelumnya, kata Nasri, lima bakal calon legislatif PNA dari sejumlah kecamatan juga sudah menyatakan mundur yang diyakini juga akibat adanya intimidasi. “Kami berharap pihak keamanan lebih intensif menjaga situasi kondusif menjelang pemilu,” tandas Ketua Sekretariat PNA Aceh Besar.(yat)

    “Mereka Dulu Sering Minta Bantuan Ayah Saya”
    SAAT Aceh masih didera konflik, dan GAM masih eksis melakukan perlawanan bersenjata, keluarga Zuhra termasuk salah satu pendukung setia perjuangan GAM. “Ayah saya, M Daham, sering membantu prajurit GAM yang sedang berjuang. Mereka sering meminta uang atau beras untuk para kombatan yang saat itu dipimpin Wan Beurujuek,” ungkap Zuhra.

    Zuhra mengaku tahu persis orang-orang yang meminta bantuan kepada ayahnya. “Saat mereka meminta kepada ayah saya, ayah saya menyuruh menemui saya untuk mengambil uang dan bantuan lainnya. Orang tersebut termasuk Bidin yang kini mengancam saya,” ujar Zuhra.

    Zuhra yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) PNA untuk DPRK Aceh Besar mengaku sedih dengan sikap Bidin dan para mantan kombatan lainnya yang dia nilai tidak menghargai keikhlasan keluarganya dalam membantu perjuangan GAM. “Kami ikhlas membantu perjuangan ini, namun sekarang kami dianggap musuh bahkan dicap pengkhianat yang pantas dibunuh,” kata Zuhra menyiratkan kesedihan.(yat)

    Mukhlis Basyah: Ada yang Berusaha Diskreditkan PA

    KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar, Mukhlis Basyah yang juga Sekjen PA Pusat menyatakan tidak tahu menahu tentang ancaman dan perintah tembak yang dilaporkan menimpa seorang caleg PNA bernama Zuhra.

     “Saya tidak tahu karena memang tidak ada perintah seperti itu,” kata Mukhlis Basyah yang juga Bupati Aceh Besar kepada Serambi, Rabu 24 April 2013

    Mukhlis menyesalkan adanya tindakan oleh orang-orang yang mengatasnamakan PA yang berusaha mendiskreditkan Partai Aceh. “Tugas saya di partai adalah melakukan pembinaan.

    Karena itu saya mengimbau, hargailah hak-hak politik orang lain. Jika ada pengancaman seperti ini, saya meminta kepolisian untuk memprosesnya secara hukum. Sekali lagi saya nyatakan, tindakan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Partai Aceh,” tandas Mukhlis Basyah. |

    Polisi Siap Menindaklanjuti
    KAPOLRES Aceh Besar, AKBP Djadjuli SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Aries Diego Kakori mengaku telah menerima laporan pengancaman yang menimpa caleg PNA bernama Zuhra yang diduga dilakukan seorang laki-laki bernama Bidin.

    “Kami akan tindaklanjuti kasus pengancaman ini dengan memprosesnya secara hukum dan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya untuk selalu memantau kondisi keamanan korban,” ujarnya menjawab Serambi, Rabu 24 April 2013

    Menurut analisa pihak kepolisian, berdasarkan pengalaman pilkada lalu, intimidasi seperti ini cenderung meningkat seiring makin dekatnya waktu pencoblosan. “Karena itu, kami akan memberi perhatian khusus dan mengupayakan efek jera bagi pelakunya,” ungkapnya.

    Terkait kasus pengancaman tanpa kekerasan yang dialami Zuhra, Polres Aceh Besar akan berupaya memehuni alat bukti yang dibutuhkan dan menjerat pelaku dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kurungan penjara 1 tahun. | AT | R | SumberSerambi| 

    Search : 



    Nek Fah Tewas Digorok



    Bireuen | Acehtraffic.com – Syarifah binti Ben Puteh (85) warga Dusun Blang Binib Gampong Leubu Mesjid, Kecamatan Makmur Bireuen tewas di gorok di rumahnya. Senin 22 April 2013.

    Ketua PMI Ranring Makmur, Faisal Ali yang menerima laporan tersebut dari warga Halimuddin (38) langsung menuju ke lokasi kejadian. Sampai disana, korban ditemukan tewas dikamarnya dengan luka gorok dilehernya dengan kondisi telungkup berumuran darah dan lehernya putus.

    Menurut Ramli warga setempat, korban sehari sebelumnya, Minggu (21/4) masih sehat dan masih bisa memasuki lembu ke kandangnya. Namun sekitar pukul 16.00 Wib tadi (22/4), warga menjadi heran.

    Karena lembu peliharaannya masih dikandang dan pintu rumahnya terbuka, sehingga warga melihat ke atas rumah panggung itu, alangkah terkejutnya melihat korban tergeletak belumuran darah dengan tenggorokan putus.

    Setelah itu warga melaporkan peristiwa itu ke warga setempat, PMI Ranting Makmur dan Kapolsek Makmur. Sekira pukul 17:00 Wib anggota Polsek tiba di TKP dan langsung memasang Police Line kemudian disusul anggota Polres Bireuen.

    Setelah proses identifikasi korban di bawa ke Pukesmas Makmur untuk divisum, lalu menjelang Magrib korban dibawa pulang kerumah anaknya di Gampong Cot Puuk, Kecamatan Gandapura.

    Kapolsek Makmur, Iptu Sufi menjelaskan, kasus ini akan kita kembangkan dengan penyidikan berdasarkan olah TKP dan mudah-mudahan pelaku segera ditemukan.

    Warga Leubu Mesjid berharap, pelaku dapat segera ditemukan dan dihukum setimpal perbuatannya.| AT | RH |

    Partai Aceh Bireuen Daftarkan 40 Bacaleg, Dengan Konvoi Bendera Partai dan Bintang Bulan


    Bireuen | acehtraffic.com- Partai Aceh mengantar bakal caleg ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen di desa Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan dengan melakukan konvoi membawa bendera Partai dan Bendera Bintang Bulan yang belum final dapat dikibarkan atau tidak karena Qanun diminta revisi oleh pemerintah pusat di Jakarta. Senin 22 April 2013

    Partai Aceh kabupaten Bireuen untuk baklal calon legislatif 2014 mendaftarkan 40 bacalegnya ke Kip Bireuen. Pada pemilu periode 2009-2014 dari jumlah kursi DPRK Bireuen sebanyak 35 kursi, 25 kursi diborong oleh Partai tersebut.  

    Untuk  pemilu 2014, Bireun mendapatkan penambahan menjadi 40 kursi.  | AT | RD | NF| Foto Ilustrasi|

    ALA Tuntut Pisah dari Aceh,Qanun Wali Nanggroe Membunuh Suku Lain, "Burak Bermuka Perempuan Pelecehan Terhadap Nabi Muhammad"

    Lhokseumawe | acehtraffic.com- Komite persiapan Propinsi Aceh Leuser Antara (ALA) bertekat untuk meminta pisah dari propinsi Aceh, Jumat 12 April 2013. Menurut Tagore, salah satu ketua dari komite persiapan propinsi ALA, mengatakan Qanun Wali Nanggroe, yang disahkan DPRA 2 Nopember 2012 Qanun tersebut tidak mengadopsi seluruh aspirasi penduduk yang ada di seluruh wilayah Aceh.

    "Itu untuk kepentingan mantan kelompok, terutama mantan GAM, ada salah satu pasal yang tidak mengakui suku lain," Katanya, Jumat 12 April 2013. Baca Alasan Masyarakat Leuser Tuntut Pisah Dari Aceh

    Dia menambahkan, didalam Qanun tersebut ada salah satu pasal yang menyebutkan seakan tidak ada suku bangsa yang lain di Aceh, dimana disana juga disebutkan bahasa resmi adalah Bahasa Aceh. Gayo adalah suku Bangsa.

     Dengan isi Qanun seperti itu, itu sama saja dengan memusnahkan/ genocide terhadap suku Gayo, Alas dan Singkil yang juga berada di Aceh. ? Tetapi pemusnahan bukan dengan cara di tembak, tapi dengan cara regulasi/peraturan. "Artinya suku bangsa lain di Aceh ngak diakui," ujarnya.

    Selain itu Qanun juga jterjadi benturan yang sangat banyak dengan yang lain, disana ada tersebut bentara (Polisi) artinya Wali Nanggroe juga memiliki struktur polisi tersendiri.

    Ada juga isi Qanun yang menyebutkan Wali nanggroe adalah lembaga yang mengukuhkan gubernur secara adat, artinya Wali nanggroe juga dapat mencabut jabatan Gubernur, artinya bukan gubernur saja bisa dicabut jabatannya, tetapi pemerintahan Aceh juga bisa diambil alih.

    Tagore juga menambahkan, didalam Qanun tersebut juga wali Nanggroe dapat mengurus persoalan ekonomi industri serta membangun kerja sama dengan internasional. "Ini sudah tumpang tindih dengan fungsi dan tugas gubernur, Qanun Wali Nanggroe juga memecah wilayah Aceh," katanya. Baca Inilah Alasan Leuser Minta Pisah Dari Aceh

    Persoalan yang sama juga terjadi pada Qanun Bendera dan lambang Aceh. Dimana bendera dan lambang itu adalah jelas milik GAM, padahal dalam MoU disebutkan bahwa tidak boleh lagi mengunakan embel-embel GAM.

    Dan dalam lambang Singa dan Burak binatang bermuka perempuan tersebut juga tidak menggambarkan kondisi adapt dan istiadat Aceh. Burak yang bergambarkan muka perempuan ini merupakan sebuah pelecehan terhadap islam yang dibuat oleh Zionis terhadap Nabi Muhammad SAW.

     "Bagaimana ilustrasi kepada kenderaan nabi, dibuat badan binatang bermuka manusia, itu pelecehan terhadap islam," ujar Tagore.

    Tagore juga menambahkan, dalam perundingan Helsinki juga suku Gayo, Alas dan Singkil tidak dilibatkan, dengan tiadak adanya pelibatan itu, sama juga dengan MoU tersebut tidak berlaku diwilayah ALA.

     "Kami jelas menolak Qanun Bendera dan Qanun Wali Nanggroe, Kami berharap pemerintah berpikir bijak untuk menghindari konflik horizontal di Aceh, segera sahkan propinsi ALA," jelasnya. | AT | R  | SUMBER TEMPO|





    Artis Darah Aceh, Di kabarkan Akan Warnai Caleg DPR-RI Dapil Aceh


    Banda Aceh | acehtraffic.com- Sejumlah artis berdarah Aceh yang berdomisili di Jakarta di kabarkan bakal ikut mewarnai sebagai calon anggota legeslatif DPR-RI dari berbagai partai politik untuk daerah pemilihan 1 Aceh dan daerah pemilihan II. Selasa 26 Maret 2013.

    Kabar yang berhembus beberapa artis perempuan berdarah Aceh  yang lumayan seksi juga ikut nyalon dari salah satu partai nasional. “Kalau artis seksi kayaknya bakal menang, sepertinya sekarang memang keberuntungan agak ngarah ke yang gitu-gitu,” Ujar Buchar seorang mahasiswa di sebuah warung kopi di Banda Aceh.

    Walaupun pertarungan caleg baru berlangsung 2014, namun perebutan untuk mendapatkan nomor sudah mulai meriah. Kegiatan lobi dan mendapatkan rekom dari orang yang dianggap maha-maha juga sedang berlangsung.

    Mendekati petinggi Partai serta mengeluarkan resep untuk menunjukkan bahwa sebagai seorang tokoh dan bakal dipilih juga  sedang berjalan, tak heran resep –resep itu terkadang banyak bumbu bualnya ketimbang benarnya, namun kejelian petinggi partai dalam melihat benar tidaknya bualan ini sangat menentukan menangnya partai dan calon itu sendiri.  | AT | RD|

    Rumah Petani Lapehan Mesjid Makmur Ludes Terbakar


    Bireuen | acehtraffic.com- Sebuah rumah semi permanent ukuran 12 x 8 milik Ibrahim (56) warga Lapehan Mesjid kecamatan Makmur kabupaten Bireuen. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

    Fauzan seorang warga setempat mengatakan kejadian itu terjadi pukul 21:00 Wib Minggu malam, karena letak rumah terletak berkisar 1 kilo meter dengan pemukiman warga lain membuat kebakaran tersebut tidak sempat ditolong warga. ,”Ketika kami datang, rumah sudah habis terbakar,” Ujar Fauzan.

    Fauzan juga menambahkan Ibrahim saat insiden terjadi sedang berada di pusat desa yaitu dikeude Lapehan, yang tinggal dirumah hanya anak dan istri. Akibat kejadian itu korban bersama 12 anggota keluarga yang lain di ungsikan ke rumah tetangga terdekat.

    Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab kebakaran rumah petani tersebut,sejumlah warga berharap uluran tangan pemda Bireuen untuk membantu korban. | AT | RD| NF|   

    Bendera Bintang Bulan Berkibar Di Simpang Leubu



    Bireuen | acehtraffic.com- Selembar bendera bintang bulan berkibar dipohon kedondong yang berlokasi di Simpang Leubu Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Bendera tersebut terlihat sama warga dipagi harinya. Sabtu 23 Maret 2013. 
     
    Seorang warga mengaku melihat bendera tersebut dipasang di dahan pohon kedondong yang berada di Simpang masuk Kecamatan Makmur itu. Menurut warga bendera mirip bendera GAM tersebut, tersebut di perkirakan dipasang tadi malam saat hujan lebat mengguyur kawasan itu. Selain itu selembar bendera yang sama juga berkibar dikawasan Keude Geudong Aceh Utara 


    Diduga berkibarnya bendera tersebut terkait pengesahan Qanun tentang Bendera dan Lambang Aceh yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam sidang paripurna, pukul 22.15 Wib pada Jumat 22 Maret 2013 lalu.  


    Qanun itu disahkan bersama dua pengesahan rancangan revisi qanun lainnya tentang dana bagi hasil migas dan penanaman modal. Seluruh fraksi di DPR Aceh sepakat menerima tiga rancangan qanun untuk masuk dalam lembaran Aceh itu | AT | RD | NF |

    Kenapa Kartu JKA Bergambar Irwandi 'Alergi' Di Nagan Raya?


    Barat Selatan | acehtraffic.com-  Entah kebijakan dan entah ketidaksukaan siapa? Hingga membuat warga miskin harus menderita dan menerima resikonya? Kabar tidak sedap dan mengiris hati warga miskin berembus dari Nagan Raya.

    Dimana program JKA untuk menolong warga miskin agar bisa berobat  yang dicetuskan oleh Pemerintahan Irwandi-Nazar dan pada Kartunya bergambar Irwandi Yusuf itu tidak berlaku lagi di Nagan Raya?

    Isu ini bukan isu baru, pada saat pertarungan Pilkada 2012 lalu antara pasangan Gubernur Aceh Irwandi –Muhyan dan Pasangan Zaini –Muzakkir berlangsung ada anggota DPRA dari Partai Aceh yang meminta PJ Gubernur Aceh saat itu yaitu Tarmizi Karim untuk mencabut Kartu JKA bergambar foto Gubernur Aceh dimasa Transisi itu.

    Namun Tarmizi Karim tidak begitu serius dengan permintaan itu, justru Tarmizi Karim saat itu lebih mengutamakan menyukseskan Pilkada, ketimbang mengurus selembar foto milik mantan Senior Refrentatif GAM di AMM itu.

    Pertarungan pilkada yang maha panas, keretam-keretum, gerebam gerebuom, dan juga diwarna dengan  tembakan, pukulan itu, terutama yang menjadi korban adalah buruh penggali pipa telkom dan buruh deres getah di PT. Setya Agung Aceh Utara, serta sejumlah warga yang mendukung pasangan Gubernur Irwandi Yusuf, bahkan mantan combatan GAM yang mendukung mantan dokter hewan tersebut di klaim sebagai pengkhianat oleh lawan politik mereka.

    Kesan ingin menguburkan semua hasil karya pemerintahan Irwandi–Nazar agak-agak nampak  waktu itu, bahkan Irwandi yusuf  sendiri ingin dikuburkan lewat sebuah rancangan penembakan di kawasan Lhong Aceh Besar. Namun ia masih selamat.

    Lama tidak terdengar problem tentang Jaringan Kesehatan Aceh (JKA)  buah program pemerintahan Irwandi-Nazar itu. Namun dari Nagan Raya terdengar kabar, kalau dulu semasa si empunya program masih menjabat, warga berobat sangat gampang dan mudah
    “Dulu warga hanya cukup memperlihatkan kartu JKA saja,” Dan warga juga berharap pelayanan JKA  jangan hanya tempat tidur dan  obat yang murah digratiskan, namun obat-obat mahal pun harus di tanggung oleh Pemerintah Aceh. 

    Namun sekarang, kartu JKA seperti rumah atau bangunan gedung saja, ada renovasi dan perbaiki,  coba baca sebuah pernyataan petugas rumah sakit di Nagan Raya menyebutkan.  “Sekarang kartu tersebut (JKA Irwandi) sudah di tarik lagi untuk diperbaiki, dan warga yang ingin mendapatkan Pelayanan JKA harus menggunakan KTP dan KK,”

    Selaku masyarakat lemah, yang kurang faham serta tidak ada saudara yang bisa di minta bantu untuk menghubungi dokter A dan dokter B agar saudara nya dilayani dengan baik. Tentunya keluhan kurang darah dan sakit otot, serta pening-pening semakin sering terjadi, pasalnya beban yang dipikul sudah tidak sesuai dengan asupan gizi, istirahat, serta rileks yang cukup. 

    Bertambah lagi dengan persoalan pemenuhan kebutuhan ekonomi yang berat karena kurangnya lapangan kerja baik yang disediakan pemerintah maupun swasta.

    Seharusnya kaum bangsa yang lemah ini dipermudah untuk mendapatkan sedikit pelayanan kesehatan agar dapat sedikit punya harapan untuk menyambung hidup ditengah segala keterbatasan material tubuh yang lain, dari layaknya kehidupan yang normal.

    Namun gara-gara selembar foto si pelaksana program pada musim lalu, kaum tak berdaya alias (Laeh) justru menjadi korban. Dan menjadi  persoalan bagi mereka-mereka yang hidupnya lebih layak daripada pengguna kartu yang bernama JKA itu. 

    Sepatutnya bukanlah keluar kebijakan “Alergi” untuk JKA bergambar Irwandi? atau gambar atau ini-itu,  tetapi kualitas pelayanan kesehatan yang perlu di tingkatkan.| AT | RD|

    Warga Sukarame Resah, Sipembacok Belum Ketangkap


    Bireun | acehtraffic.com- Warga Desa Sukarame Kecamatan Makmur Kabupaten Bireun resah karena Rusdi Bin Ilyas pelaku pembacokan yang menewaskan Zainal Abidin dan melukai empat warga lainnya hingga saat ini belum tertangkap. Kamis . 14 Maret 2013.

    Kondisi ini membuat warga khawatir Saat menjalankan aktivitas sehari-hari di kampung apalagi warga yang menggantung ekonominya dari hasil kebun. Pasalnya pasca kejadian tragis itu warga enggan berkebun karena ditakutkan pelaku memendam rasa marah kepada warga lainnya.

    Alasan warga tersebut masuk akal, kabar angin yang bernhembus memberikan informasi bahwa pelaku memendam kemarahan kepada warga yang ikut mencarinya pasca kejadian pembacokan itu. Hamdani Geuchik desa setempat membenarkan kabar itu, menurutnya ada kekhawatiran dari warga bahwa pelaku akan melakukan suatau yang membahayakan terhadap warga.

    Terkait kasus tersebut warga Desa Sukarame berharap pihak Kepolisian untuk segera menanggkap sipelaku yang masih berkeliaran serta membahayakan keselamatan warga yang melakukan kegiatan di kebun agar tidak ada korban lagi dari tangan sipelaku. |AT| RD|NF|

    FPI Bireuen Siap Adopsi Pengungsi Rohingya

    Lhokseumawe | acehtraffic.com – Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bireuen, siap mengadopsi anak-anak etnis Rohingnya yang terdampar di wilayah perairan Aceh Utara dan Aceh Timur. Kamis 7 Maret 2013.


    Hal tersebut disampaikan oleh ketua FPI Kabupaten Bireuen, Tgk. Zainuddin Al- Biruni ketika diwawancarai The Aceh Traffic melalui telpon seluler.

    Selain itu, FPI Bireuen juga meminta kepada Pemerintah untuk tidak mendoportasikan para pengungsi Rohingnya itu ke negara asalnya. Karena dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.
    Ketika ditanyai bagaimana bentuk adopsi yang akan dilakukan oleh FPI Bireuen, maka Tgk. Zainuddin Al- Biruni mengatakan seluruh pengungsi Rohingnya tersebut siap ditampung diseluruh dayah-dayah dan dirumah-rumah pengurus FPI. “Kita siap tampung mereka semua,” ujar Tgk. Zainuddin Al- Biruni.

    Tgk. Zainuddin Al- Biruni. Menambahkan, kita selaku umat Islam sudah saatnya untuk membantu para etnis Rohingnya yang saat ini telah tertindas. Agar dapat meringankan beban merekan.

    Selain itu FPI Bireuen juga menyampaikan tuntutan berupa,  mengutuk dan mengetas atas terjadinya penindasan terhadap para etnis Rohingnya yang tinggal di negara Myanmar. Karena telah melanggar nilai-nilai kemanusian.
    Meminta Pemerintah Indonesia untuk mengecam Junta Militer Myanmar dan menyelesaikan konflik-konflik yang saat ini terjadi terhadap para etnis-etnis Rohingnya.

    Kemudian, FPI Bireuen juga mempersoalkan sikap dari negara-negara Internasional dan tokoh-tokoh HAM Myanmar yang menutup mata terhadap penindasan yang dilakukan terhadap para etnis Rohingnya.
    FPI juga mempertanyakan sikap tokoh oposisi dan Demokrasi Myanmar, Au San Suu Kyi yang pernah merah meraih nobel perdamaian dunia, pada tanggal 17 Juni 2012. Yang saat ini telah mendiamkan terjadinya pelanggaran HAM berat di Myanmar.

    Yang terakhir, FPI Bireuen juga meminta umat Budha yang ada di Bireuen untuk membuat pernyataan sikap, untuk perlindungan terhadap kaum minoritas.

    FPI Bireuen juga mengajak seluruh umat Muslim untuk memanjatkan doa terhadap para etnis Rohingnya. Agar dapat segera terselesaikan permasalahan tersebut dan tidak ada terjadinya penindasan terhadap etnis Rohingnya di kedepan harinya.

    Tidak menutup kemungkinan juga, para kelompom FPI Kabuapten Bireuen untuk melakukkan Jihad ke daerah Myanmar. “Kalau Pemerintah disediakan anggaran, maka kami siap berangkat ke Myanmar,” tutur Tgk. Zainuddin Al- Biruni.| AT | AG |


     
    Hosting Gratis
    Support : Creating Website | Acehtraffic Template | Baharsj
    Copyright © 2013. Aceh Zone - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Baharsj
    Proudly powered by Blogger